
Elisa terus saja menunggu sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi, tapi Andre tak juga membuka pintu kamar mandi, Elisa mulai panik karena terlalu mengkhawatirkan kondisi badan Andre saat ini.
" Mas, buka pintunya dong!" Ucap Elisa terus berusaha agar Andre mau membuka pintu kamar mandinya.
" Kamu mau apa kalo aku buka pintu?" Ucap Andre dari dalam kamar mandi.
" Seharusnya Elisa yang tanya, kamu ngapain di dalam sana?" Ujar Elisa yang sangat penasaran.
" Aku mau mandi, mau ikut!" Ujar Andre yang saat ini menyalakan shower.
" Kok malah Nyalain air sih, kamu lagi demam loh mas" Ujar Elisa yang memperingatkan.
(" Yah gara-gara kamu aku demam, jadi semakin panas Elisa. Apa yang terjadi padaku, perubahan hormon? Atau perubahan emosi. Aaaissss~ selama ini aku tidak pernah seperti ini, bahkan pada pasien wanita pun, saat operasi tubuh pasien wanita pun tak seperti ini, apakah karena Elisa adalah istriku?") Dumal dalam benak Andre.
" Nggak tahu lah, mungkin aku butuh dokter psikologis atau psikiater" Ucap Andre yang mulai mandi.
Tak lama Andre akhirnya membuka pintu kamar mandi. " Mas kok kamu malah mandi sih, kan lagi sakit" Ujar Elisa yang langsung menegur suaminya itu.
" Itu karena terlalu Panas!" Jawaban singkat Andre yang saat ini menuju lemari pakaian.
" Ya justru karena kamu lagi panas, makanya jangan mandi gimana sih?" Ucap Elisa yang saat ini terus saja bawel.
" Yah karena merasakan panas makanya aku mandi Elisa" Ucap Andre yang saat ini menatap istrinya yang menghalang di jalan.
" Ih~ gimana sih kamu, kan mas Andre seorang dokter yang selalu ngasih solusi tidak membiarkan pasien melakukan hal itu saat demam tapi kamu malah melanggar ucapanmu sendiri, lagi panas tapi malah kamu mandi" Ucap sewot Elisa.
" Aku takut kamu jadi ilfil sama aku!" Jawaban dengan alasan lainnya Andre yang melewati langsung Elisa untuk menghindari pertanyaan lainnya.
" Nggak, emang kenapa aku harus ilfil sama mas. Ya udahlah cepat ganti baju Elisa keluar dulu ambil bubur buat kamu sama obatnya bentar" Ucap Elisa yang langsung berbalik badan dan keluar dari kamar.
Tak butuh waktu yang lama Andre keluar kamar saat Elisa sendang mempersiapkan bubur untuk Andre di dapur, Andre langsung duduk di kursi. " Nggak usah di antar ke kamar lagi, aku makan di sini aja" Ucap Andre.
" Emang mas kuat makan disini?" Tanya Elisa tanpa membalikan badannya.
" Hah! Kuat gimana maksudnya?" Andre merasa Kebingungan dengan ucapan Elisa.
" Emang gak merasa pusing, atau badannya agak berat gitu merasa agak lemah" Tanya Elisa yang masih sibuk mengadukan bubur.
" Nggak, sekarang agak membaik lagian hujan salju udah selesai" Jawab Andre.
Elisa membalikan badannya, melihat Andre sudah rapi mengunakan pakaian baju tidur tapi dengan wajahnya yang masih terlihat memerah dan masih sangat pucat.
" Mas Andre benaran nggak apa-apa, butuh aku panggilkan dokter try gak atau dokter lainnya untuk periksa kondisi kamu" Ucap Elisa yang khawatir.
" Nggak usah, aku bisa rawat diri kok. Lagi pula untuk apa panggil mereka, sedangkan disini sudah ada perawat yang lebih baik dari pada mereka" Ucap Andre yang saat ini menatap Elisa.
" Ya walaupun kamu dokter terbaik, tapi kondisi kamu kan lagi nggak baik mas, kalo kamu nggak mau di periksa sama dokter lainnya gimana kamu mau sembuh" Ucap Elisa yang menekan.
" Sayang! tahu gak kalo ucapan istri akan jadi doa bagi suaminya loh, kalo kamu bilang kaya gitu aku beneran sakit gimana?" Ujar Andre.
" Aku tahu kamu dokter terbaik apa salahnya minta dokter lainnya memeriksa kondisi kamu sih, sesama dokter harus saling menolong kan, lagi pula siapa yang sedang doain suaminya mau sakit. Mau Elisa itu kamu sehat- sehat, tapi Elisa kan nggak bisa milih dan meminta kamu terus sehat" Ucap Elisa yang berbelit bikin Andre tersenyum.
" Sayang, coba sini" Ucap Andre dengan lembut memanggil istrinya itu.
" Apa!" Elisa mendekati andre.
" Hemm~ sini agak dekat" Ucap Andre menarik kursi agar Elisa duduk di sebelah yah.
" Ada apa sih!" Ucap Elisa yang sangat penasaran dengan Andre.
" Duduk sini, kita ngobrol sebentar" Ujar Andre sambil memegangi tangan Elisa.
__ADS_1
" Kenapa, sebenarnya ada apa?" Tanya Elisa kebingungan.
" Sayang aku mau tanya sama kamu, jadi begini! soal pertanyaannya aku adalah dokter yang sedang sakit, benarkan" Ucap Andre.
" Iya, lalu?" Ucap Elisa kebingungan dengan pertanyaan Andre itu.
" Dan kamu adalah istriku yang sedang merawat ku" Ucap Andre lagi.
" Iya, tapi apa hubungannya" Ucap Elisa.
" Jadi gini, saat Operasi dokter itu membutuhkan siapa untuk membantunya di samping saat mencari alat, pasti akan membutuhkan seorang asisten kan" Tanya Andre pada Elisa.
" Hemm~Iya, itu setahu Elisa. Tunggu dulu! kenapa mas andre malah nanya itu kepada Elisa, itukan bidang lingkupnya mas andre yang tahu hanya mas Andre kan kok malah nanya Elisa" Ucap Elisa yang baru ngeh, tapi ngeh Elisa malah salah mengartikan maksudnya dari pernyataan Andre.
" Denger dulu. Bukannya tadi aku nanya, ini perumpamaan saja. Mau lanjut nggak nih!" Ujar Andre yang langsung menenangkan Elisa.
" Iya, terus gimana?" Ucap Elisa yang kembali terdiam sambil menatap Andre.
" Yah sudah tahu intinya kan dari soal tadi, aku dokter dan Elisa adalah... Jawab sendiri deh!" Ucapan Andre malah tidak menjawab membuat Elisa kesal saja.
" Bikin pusing aja deh, kalo dari awal mau tebak-tebakan nggak usah suruh Elisa lanjutkan pada akhirnya Elisa harus nyari jawaban sendiri nggak asik nih mas Andre" ucap Elisa ngambek.
Terdiam sejak memikirkan apa yang di katakan Andre. " Hemm~Perawat- Dokter. Tunggu dulu? jadi maksudnya mas Andre, jika kamu dokter yah dan aku jadi perawat gitu?" Tebakan Elisa benar, Andre tersenyum.
Andre hanya mengangguk kepala. " Hemm-- jadi dokter yang ada di depanku ini sedang sakit, kamu membutuhkan seorang perawat nah karena aku adalah istrimu makanya aku di jadikan sebagai pengurus dokter yang sedang sakit ini, begitu maksud kamu mas" Ucap Elisa menjelaskan tentang pemikiran Andre.
Andre hanya tersenyum tipis, sambil menatap Elisa yang mulai geram. " Tahu ah~ Sikapmu itu kok bisa berubah dengan cepat begitu sih mas!" Ucap Elisa yang saat ini bangkit lagi menyodorkan semangkok bubur putih dan semangkok lagi sayur bayam.
" Emang yah tadi sikap aku bagaimana?" Ucap Andre yang masih menatap Elisa yang akan duduk di depannya.
" Jangan kamu tahan mas, kalo kamu yah lagi pengen dan jika Elisa gak lagi halangan, Elisa hayo aja sih kalo kamu yah mau" Ucap Elisa yang menatap Andre yang sedang makan bubur, seketika Andre melirik Elisa.
" Hah! maksudnya apa sih, pengen gimana?" Ujar Andre yang kebingungan dengan apa yang di maksud dengan pembicaraan Elisa itu.
" Khuk-khuk-khuk---" Andre yang terbatuk-batuk saat mendengar hal itu.
" Aduh kok sampe kamu batuk-batuk gini sih, ada yang salahkah dari ucapku?" Ucap elisa.
" Sayang, tolong jangan kamu bahas lagi soal itu yah?" Ucap Andre yang tidak mau mengingat kejadian itu.
" Emang kenapa nggk boleh bahas soal itu!" Elisa merasa heran.
" Pokoknya jangan kamu lanjutkan saja yah, sekarang aku tahu pembicaraan kamu mau kemana! Aku sedang makan, yang tadi kamu bisakan lupakan saja. Aku khilaf! jadi jangan bahas lagi yah" Ucap Andre yang saat ini melanjutkan makannya.
" Walau kamu mengatakan itu, apakah kamu akan baik-baik saja nantinya" Ucap Elisa sangat penasaran dengan kondisi Andre.
" Iya, aku baik-baik saja sayang" Ujar Andre meyakinkan Elisa.
" Masa sih! coba sini Elisa cek"
" Apa yang harus kamu cek sayang?" Andre binggung dengan maksud yang di katakan Elisa tersebut.
" Apakah dia akan baik-baik saja, walau kamu sudah mengatakan baik-baik saja" Elisa bangkit dan berjalan mendekati Andre, dan ingin menyentuh bagian bawah Andre.
Reflek Andre menghindari Elisa, sambil menghentikan tangan Elisa yang akan menjurus ke arah kediaman Belut sakti miliknya itu. " Apasih Elisa kamu kok nggak percaya banget sih sama aku, dia juga baik-baik saja" Ucap Andre dengan keringat yang sudah membasahi pelipisnya.
" Elisa hanya mau cek saja, sini biar Elisa lihat dulu. Walau mas Andre menolak tapi kaya yah si dia nggak mau nurutin perintah tuh!" Ucap Elisa yang sempat melihat dari balik pintu kediaman, buru-buru Andre bangkit dari kursi.
" Eh apa sih, aku lagi demam loh nanti kamu ketularan mau" Ucap Andre gelagapan.
" Kalo bagi-bagi sakit, yah Elisa nggak mau lah" Ucap Elisa yang terus saja mendekati andre.
__ADS_1
" Yaudah jangan maksa gitu dong" Ujar Andre yang saat ini menutupi kediaman dengan bantal di sofa.
" Yah! mas harus tanggung jawab sama Elisa" Elisa terus saja mengejar Andre yang terus menghindari Elisa.
" Aku kan nggak jadi ngapa-ngapain kamu, kenapa harus tanggung jawab?" Ujar Andre yang menghindar.
" Ya tadi maksa aku siapa, mas Andre sendiri. Kok ini malah berpura-pura berasa jadi kamu yang korbannya sih, kan seharusnya aku" Ujar Elisa yang akhirnya menangkap Andre.
" Iya-iya maaf yah, tapi beneran sekarang sudah gak kok, emang beberapa saat tadi aku hanya hilang kendali sebentar, udah ya jangan bahas itu" Ucap Andre yang sekarang tak bisa lolos.
" Terus kenapa dari tadi kamu menghindari ku, jika sudah selesai kamu nggak akan seperti ini kan, tapi ini kenapa harus lari dari Elisa" Ucap Elisa.
" Yah karena kamu terus saja penasaran mau menelusuri sarangnya, gimana kalo penghuni di dalam sana jadi merasa ke usik lagi" Ucap Andre yang mulai panik.
" Yah biarin kan emang aku sengaja" Jawab tanpa dosa Elisa yang tidak mau kalah dari Andre.
" Jangan gitulah, penghuninya kasihan"
" Kasihan yang mana dikeluar atau hanya menahan"
" Dia masih belum jinak dan masih butuh pendidikan lebih lanjut"
" Mau sampai kapan?, emangnya penghuninya masih sangat kecil jadi harus di didik dulu" Ucap Elisa.
" Pikiran kamu terlalu jauh Elisa, Dia hanya butuh beradaptasi dulu"
" Kan bisa sambil jalan kalo mau beradaptasi, bagaimana teori bisa lancar kalo nggak ada praktek langsung"
" Aduhhh~ Elisa jangan paksa aku lah, aku ini masih polos jangan kamu menodai aku seperti ini, jadi jika waktunya aku sendiri kok yang minta"
" Memang yah aku ini kotoran, hingga bisa menodai kamu"
" Bukan begitu, karena aku belum siap" ujar Andre yang masih menghindari Elisa.
" Elisa tadi juga belum siap, tapi kamu malah menyerang tiba-tiba, Elisa diam aja kok jadinya kaya Elisa seperti melakukan tindakan kekerasan sih" Ucap Elisa yang tidak terima.
" Yaudah makanya, jangan kamu lanjutkan oke! Aku belum selesai makan loh?" Ucap Andre yang saat ini menghentikan langkahnya Elisa.
(" Kasihan juga sih kalo lihat mas Andre kaya gini, harusnya aku lebih maju. Kalo liat mas Andre terus nahan begitu aku kaya merasa bersalah, harus cari akal buat pancing mas Andre") Dumal dalam benak Elisa.
Setelah agak tenang Andre memberanikan diri untuk mendekati Elisa. " Elisa tolong ambilkan obatnya, di rak di atas itu" Ucap Andre.
" Ouh 😯 baiklah, dimana?" Tanya Elisa.
" Di kotak obat, ada di Rak Atas"
Elisa tidak nyampe menggapai rak di atas, saat Andre melihat itu tidak tega juga.
" Sini biar aku saja deh!" Ucap Andre yang ada di belakang Elisa mengambil kotak obatnya.
" Maaf mas Elisa gak nyampe!" Ucap Elisa merasa bersalah pada Andre.
" Iya ngga apa-apa, emang rak ini sengaja di rancang untuk ukuran tubuhku, aku juga gak kepikiran kalo aku akan punya istri yang sangat imut begini" Ucap Andre yang menatap Elisa.
" Yaudah Elisa ambilkan air aja"
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
__ADS_1
Senin 25 Oktober 2021