
Suatu tempat dimana tempat itu terasa menyeramkan dan sangat mencengkram, seperti kota mati tanpa penghuni. Terdiam dalam sebuah mobil jip yang di kendara oleh Alex, mereka hanya datang berdua yang di ketahui, selebihnya sedang bersembunyi di tempat-tempat yang tidak di ketahui oleh musuh karena alex yang memerintahkannya.
Pikiran andre yang kacau hanya fokus memikirkan cara agar elisa bisa keluar dari mereka, terdiam dalam lamunannya.
ALEX : Kau yakin akan mendatangi markas mereka, Andre pikirkan lagi.
ANDRE : Keputusanku sudah bulat alex, aku khawatir pada istriku.
ALEX : Kau datang tanpa sebuah rencana, bagaimana jika mereka merencanakan sesuatu. Andre kamu jangan gegabah karena ini bukan masalah sepeleh yang bisa kamu tangani dengan mudah.
ANDRE : Aku tahu, makanya aku sudah punya big data dalam otakku. Aku hanya ingin tahu siapa musuhku kali ini, kenapa banyak sekali yang mengincar ku.
ALEX : Itu dia yang ku pikirkan selama ini, kamu tidak punya rencana bagaimana jika mereka akan melakukan hal di luar dugaan mu, Andre kau pikir mereka itu seperti orang-orang di negara mu
ANDRE : Orang-orang di negaraku atau di negara ini sama saja, jika mereka adalah dari kalangan orang jahat dan kejam pasti ada, orang yang tidak memikirkan matang-matang perbuatannya itu juga banyak di belahan dunia lainya, aku hanya punya satu pikiran yang ada di dalam otakku. Yaitu menyelamatkan istriku itu saja, jika kau ragu untuk masuk biar aku yang akan masuk sendiri.
Alex seketika terdiam karena tatapan tajam yang sangat menggebu-gebuh tersebut terpancar jelas di bola mata biru milik andre yang terlalu bucin kepada elisa, andre yang begitu khawatirnya terhadap elisa hingga tidak lagi mau mendengarkan apapun dari orang-orangnya.
ALEX : Tidak bisa ku biarkan kamu pergi sendiri begini, aku akan ikut denganmu, tapi dengan satu syarat. Kau harus tetap berada di belakangku
ANDRE : Aku tau kau hanya ingin melindungi aku, tapi aku tak mau kamu melakukan hal konyol hanya untuk melindungi aku. Kita sejajar kamu bukanlah bawahan ku atau pekerjaku, kamu adalah sahabatku yang sudah ku anggap sebagai keluargaku, jadi mana mungkin aku membiarkanmu terluka hanya untuk melindungi ku.
Alex cukup terharu dengan kata-kata yang terlontar dari mulut andre, terdiam dalam perjalanan menuju gerbang utama suatu benteng markas.
PENGAWAL : Siapa kalian, kenapa kalian menerobos masuk kearah sini, apakah kalian sudah dapat izin dari ketua.
Dari atas terlihat sebuah spiker besar, untuk memberi aba-aba jarak jauh.
__ADS_1
ANDRE : Saya kesini memang ingin bertemu dengan ketua kalian, jadi apakah boleh saya menemui ketua kalian, beri tahu saja lokasi ketua kalian dimana. Saya tak perlu kalian antar, kami hanya ingin mau mengobrol.
Dasar andre kenapa dia malah bicara bak-baik begini apakah dia tahu apa yang dia katakan itu, ini memicu kecurigaan tidak bisa di biarkan jika terus begini. dalam benak alex.
PENGAWAL : Memangnya kalian siapa? dan datang dari mana? ada keperluan apa ingin bertemu dengan ketua kami.
ANDRE : Ada keperluan yang sangat mendesak yang tidak bisa saja jelaskan secara panjang di sini, saya alzam, atau Andre. Entah yang mana ketua kalian mengenal ku, jadi pertemukan aku dengan ketua kalian, aku ingin bicara dengannya secara baik-baik.
Andre, kenapa kamu masih saja tidak faham mereka itu pasti sudah tahu kedatangan mu kesini dengan tujuan apa. Tapi jika aku angkat bicara akan membuat pemicu lainnya, baiklah sekarang aku biarkan saja dulu belum ada tanda-tanda bahaya. dalam benak alex bicara.
Akhirnya mereka diizinkan masuk kedalam, gerbang tersebut seketika terbuka agar andre dan alex bisa masuk kedalam markas.
Setelah memarkirkan mobil, lalu mereka langsung di kepung oleh beberapa orang yang bersenjata, andre yang baru keluar dari mobil hanya bisa terdiam seraya matanya tajam dan angkuh.
Tak lama, ada beberapa orang yang datang dari arah dalam sebuah gedung yang sekarang penuh dengan penjagaan yang sangat ketat.
JUNNO : Hallo, putra Clarlosen. Apa kabarnya?
Mata andre seketika membuat bagaimana bisa seseorang yang telah di penjara internasonal di new york, bisa berada di tempat ini, bagaimana bisa dia di bebaskan.
" Darius, dan Junno... mereka ternyata bersama, bagaimana bisa kamu di bebaskan?" ujar andre yang tanpa sadar bicara dalam bahasa indonesia.
JUNNO : Kamu pasti terkejut ya andre bagaimana aku bisa ada disini, asal kau tahu penjara new york bukanlah halanganku untuk tetap berada di sana. Kamu bukanlah orang yang bisa menahanku di penjara itu.
Tangan andre sudah mengepal sangat kuat, teringat bagaimana junlion mengorbankan nyawanya hanya untuk melindungi andre dan elisa, sedangkan juno seperti tidak ada penyesalan sedikitpun atas kematian junlion.
ANDRE : Junno, syukurlah jika kau sudah bebas. Semoga kamu bisa berubah dengan di bebaskannya dirimu dari penjara di new york.
__ADS_1
JUNNO : Kau sedang berpidato yah, aku tidak butuh ceramahmu, ada keperluan apa kau datang kesini, apakah kau datang tujuan memberiku sambutan.
Andre sudah geram dengan ucapan junno sebenarnya, tapi andre tetap meredam amarahnya karena tidak ingin ada keributan, andre juga tidak mau basa-basi lagi. Seraya ia memikirkan cara agar bisa bertemu dengan elisa bagaimana caranya, tanpa ada kekacauan.
ANDRE : Kau sudah tahu apa tujuan ku datang kesini kan junno! Lalu kamu masih menanyakan saja, baiklah aku tidak mau lagi basa-basi omong kosong lagi denganmu. Aku ingin tanya dimana istriku, kenapa kamu suka sekali membawa istriku. JADI KEMBALIKAN DIA PADAKU, jika tidak. Jangan tanya aku akan melakukan apa yang tidak kamu duga, karena kesabaranku telah habis dan kesempatan mu juga sudah berakhir.
JUNNO : Uuuuhhhhh aku jadi takut, dengan ancaman mu. Lalu bagaimana kau tahu jika istrimu ada sini, padahal tempat ini tidak dapat di lacak oleh semua Intel milik T.J.K milik ayahmu.
ANDRE : Itu tidaklah penting. Sekarang dimana istriku, cepat katakan.
JUNNO : Hahahaha kadangkalah kamu terlihat sangat lucu ya Andre saat menyangkut tentang istrimu, tenang saja istrimu baik-baik saja. Tapi, tidak dengan mudah kami perlihatkan.
Andre cukup geram dengan hal itu, ingin rasanya memukul wajah Juno hingga babak belur.
ANDRE : Aku kira kau sudah tobat. tapi ternyata kamu masih saja seperti ini, ternyata pemikiranku salah terhadap kamu, kapan kau akan jerah, apakah kamu tidak punya rasa bersalah terhadap saudara kembarmu, tidak ada kah rasa kapok dalam benakmu, kenapa masih saja sama.
"Andre, jangan kau ceramahi aku ini bukan waktunya untuk kau berpidato di sini, aku tidak akan berdebat lama denganmu, jika kamu ingin istri mu maka kamu juga harus memberikan hadiah yang setimpal juga dengan hal itu."
"Bagaimana bisa kau katakan hal sekonyol itu Junno, bukankah kamu yang menculik istri ku tapi kamu malah katakan hal semacam itu. Tidak habis pikir, kamu selicik ini" Andre cukup geram dengan hal itu, tapi tetap meredam amarahnya tersebut.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Jumat 24 Juni 2022
__ADS_1