
Kepergian Elisa yang menahan kekesalannya itu, berjalan tanpa arah Andre mencoba mengejarnya tapi malah ketinggalan, emosi elisa saat ini membuat ketakutan semua orang yang tadi berada di ruang makan.
" Hemm-- geramnya aku, bikin naik darah sekali tuh orang kadang aku pengen bikin rempeyek" Dumal Elisa yang kesal karena hal itu.
" Tolong ambilkan baju hangat atau selimut yang tebal" Ujar Andre yang bicara dengan pelayanya.
" Baik tuan" Ucapnya sambil langsung berbalik badan dan berlari kecil menuju sebuah ruangan.
" Nggak habis pikir kok ada peraturan macam itu, gila sekali lalu dia pikir aku akan tega makan gitu, aku saja tak bisa menahan diri begini gara-gara saking keselnya sayang aja nenek tua kalo bukan aku udah seret dia kaya Ariana" Gerutu Elisa yang sangat kesal.
" Sayang! Lah kemana sih? Jalannya cepat juga, kearah mana dia pergi. Viki tahu istri saya, kemana dia pergi tadi?" Tanya Andre pada pelayan pria.
" Tadi nona jalan ke arah keluar tuan, sepertinya beliau sedang marah-marah!" Ucap pelayan.
" Terimakasih yah" Ucap Andre. Datanglah pelayan wanita yang di suruh Andre buat ngambil baju hangat, malah memberikan mantel tebal.
" Tuan ini mantel yah" Ucap si pelayan wanita dengan nada suara yang tersengal-sengal.
" Terimakasih, bikin teh jahe atau lemon hangat yah" Ucap Andre.
" Baik tuan" Jawab ya singkat.
" Mana Elisa pergi, jika dia marah suka menghilang dari pandanganku dalam sekejap" Gerutu Andre.
Andre harus berjalan agak jauh dari tempat, saat terlihat Elisa berada di ruangan keluarga disana ada balkon dengan pemandangan lapangan golf yang tertutup salju.
" Sayang! rupanya kamu di sini aku tadi mencarimu kemana-mana" Ucap Andre yang berjalan mendekati Elisa.
Tapi Elisa tidak merespon apapun, yang di katakan Andre masih menahan emosinya yang mengebuh-gebuh.
Andre menyelimuti Elisa dengan mantel perlahan-lahan. " Sayang, aku tahu kamu sangat kesal dengan semua ini kamu tenang dulu yah, aku tahu kamu tidak suka dengan suasana disini, maka yah kenapa aku menolak kita pindah, karena sudah ku duga akan terjadi hal seperti ini" Ucap Andre yang langsung memeluk Elisa dari belakang.
" Bahkan nenek mengatakan bahwa hal itu sangat rendahan begitu?" Ucap Elisa yang tidak terima dengan perlakuan nenek Marlina.
" Maafkan aku yang tidak bisa apa-apa untuk membela mu, aku memang sangat lemah jika menyangkut kepentingan tata aturan bangsawan" Ucap Andre yang murung.
" SEBENARNYA INI APA SIH, jelaskan padaku aku sama sekali tidak mengerti" Tanya Elisa yang menegaskan. Langsung membalikan badanya, dan menatap tajam pada Andre yang saat ini sedang murung.
" Aku binggung mau cerita dari mana dulu ke kamu, bagaimana kalo kita cerita di kamar saja yuk, di sini dingin sayang. Kamu juga baru sembuh, nanti demam mu tinggi lagi" Ucap Andre yang menyarankan agar tidak terlalu lama di luar rumah.
Melihat wajah Andre yang muram itu Elisa jadi luluh tak bisa menahan lebih lama, karena tak mau melihat wajah Andre sedih lagi.
__ADS_1
" Baiklah!" Jawab singkat Elisa yang langsung pergi meninggalkan Andre.
Sesampainya di dalam kamar, Elisa langsung duduk sambil melipat kakinya di sofa empuk dekat jendela dengan pemandangan turun salju.
" Katakan padaku apa sebenarnya terjadi, dan mas Andre ini siapa? katakan dengan sangat terperinci dan jelas untuk aku pahami" Ucap Elisa yang menegaskan.
" Baiklah, aku harus mulai dari mana ceritanya. Aku juga tidak bisa bercerita panjang tentang diriku sendiri, tapi intinya adalah aku ini sebagai cucu yang di tunjuk untuk menjadi ahli pewaris dari Andrilos" Ucap Andre yang matanya membulat untuk menyakinkan Elisa.
" Sebenarnya apa sih Andrilos itu, nama suatu kelompok tertentu atau apa? Elisa binggung dari tadi sulit untuk menyimak penjelasan kalo gak tahu inti permasalahannya" Ucap Elisa.
" Begini, di negara ini ada sistem pakai penguasa apa yang kamu katakan itu benar soal kerajaan, di sini orang-orang yang berperan besar dalam membangun sistematis kemajuan teknologi dan informasi apapun di sebut penguasa apa lagi di dunia bisnis jika ada yang berhasil menguasai dunia luar yang luas akan di anggap sebagai penguasa tertinggi, dan di negara ini ada 5 penguasa tertinggi disebut Klan" Penjelasan Andre, yang singkat dan padat.
" Klan, itu apa mas?" Tanya Elisa yang tampang polos berbinar-binar menatap suaminya.
" Klan adalah suatu kelompok yang dalam persatuan kekerabatan, seperti persaudaraan yang kuat, seperti kamu dan Azril hingga seterusnya" Ucap Andre yang mempercepat Penjelasan.
" Oke, faham lalu apa hubungannya dengan semua itu" tanya Elisa.
" Nama klan atau suku kebangsawanan terdiri dari 5 suku, seperti di Indonesia yang banyak suku seperti Batak, suku Bali dan lainnya. Sama halnya dengan disini, bedanya kalo suku sini bukan seperti suku pada umumnya tapi suku di sini mengunakan kekuatan untuk menjadi seorang pemimpin" Penjelasan Andre.
" Lalu, apakah mereka menunjukmu sebagai pemimpin?" Tanya Elisa penasaran.
" Begitu, tapi sama saja aku gak bisa terima dengan semua yang di katakan oleh nenek Marlina, aku gak habis pikir kenapa ada peraturan segila itu, coba kamu banyangkan jika peraturan di sini itu sangat- sangat kejam bagi kelas bawa kan mas" Ucap Elisa yang kesal.
" Aku tahu, makanya aku tidak terlalu suka tinggal di sini terlalu lama makanya kenapa mamah dan papah memutuskan untuk pindah ke Indonesia karena mamah-papah menghindari hal ini, karena target dari mereka sedang mengincar posisi-posisi kepemimpinan masing-masing dalam klan, kecuali klan Andrilos yang tidak berminat. Yah walaupun takdir ku sudah di tetapkan sejak aku belum terlahir tapi, aku memutuskan tidak akan ikut dalam asosiasi ini" Ucap Andre yang menjelaskan tentang informasi keluarga yah.
" Aku gagal faham maksudnya gimana sih?" Ucap Elisa memiringkan kepalanya karena tak faham.
" Kakek buyutku adalah pendiri dari klan Andrilos, dia yang telah membuat ketentuan tata peraturan ini jauh sebelum aku lahir. Kakek buyut ku memiliki anak kesayangan yaitu kakekku, dan kakekku juga memiliki anak kesayangan juga yaitu mamah, jadi kenapa mamah di haruskan memiliki anak, dari garis keturunan mamah haruslah memiliki talenta yang mendekati kriteria penilaian dari asosiasi, walau kakak-kakak mamah cukup mendekati dan keturunan juga pasti banyak yang lebih sempurna dari padaku untuk menjadi seorang pemimpin klan, tapi tak ada yang berani untuk melanggar peraturan yang di buat kakek buyutku" Penjelasan Andre.
" Hah? kenapa bisa begitu, seharusnya keturunan dari anak pertama kan yang harus memimpin" Ucap Elisa yang tahu dari pengetahuan.
" Itu yang kupikirkan sejak dulu tapi papahnya Kevin menolak mentah-mentah hal itu, karena dia tidak bisa menanggung beban akibat yah nantinya" Ujar Andre.
" kalau begitu kenapa beban sebesar itu malah di berikan padamu, itukan jadi membebankan bagi keluarga mamah dan papah" Ujar Elisa.
" karena mereka berfikir jika aku mampu membuat perubahan yang lebih baik untuk memajukan kesejahteraan umum agar lebih luas lagi" Ujar Andre.
" Setahu elisa keturunan itu harus dari anak laki-laki kan? Tapi bisa di mengerti kondisi seperti ini, ucapan itu memang berisiko. Tapi, jika semua di tanggung satu tangan maka tidak akan kuat untuk mengakatnya pasti akan jatuh, jadi harus mengakatnya dengan ke dua tangan agar bisa mengakat dengan kuat untuk memikul beban yang lebih berat dan besar lagi. Hemm- tidak masalah aku akan membantu mu untuk menjadi tanganmu yang lainya mas andre" Ujar Elisa yang langsung memeluk suaminya.
" Hah? kamu menginginkan aku untuk mendapatkan kedudukan itu" Tebak Andre yang melihat reaksinya Elisa.
__ADS_1
" apa salahnya untuk di coba mas" Ujar elisa yang menatap suaminya.
" Tidak bisa elisa, aku tak akan bisa melakukan yah, aku juga tak akan bisa membagikannya pada orang lain, apa lagi selain dirimu" Ujar Andre.
" Apasih maksudmu, apa yang tidak bisa?" Tanya Elisa yang Kebingungan.
" Menjadi pemimpin harus ada keterikatan dengan klan sangat kuat, intinya adalah aku harus memiliki pondasi yang kuat untuk mencari pendukung yang lebih kuat" Ujar Andre yang sangat kesal.
" Misalnya?!"
" Aku harus menikahi beberapa wanita kuat dari status sosial seseorang, agar pengaruhku terhadap lingkungan sekitar bisa kuat. Sedangkan aku tak bisa membagi yah dengan wanita lain, membagi waktuku untukmu saja sangat sulit bagiku apa lagi harus dengan wanita lain" Ujar Andre yang memeluk Elisa lebih erat.
" Oke! jangan kamu lakukan, kamu hanya milikku saja, tak boleh dibagi-bagikan kamu bukan amal " Ucap Elisa yang merentang tubuhnya di atas tubuh Andre.
Andre mencium kening Elisa lembut, dan Elisa tak lama malah tertidur dengan nyenyak karena tubuh Andre yang sangat nyaman.
" Hemm cepat sekali dia tidur, tapi anehnya dia bisa tidur dengan perut kosong, sayang! kita makan lagi yuk, tadi kamu belum makan dengan baik nanti asam lambung naik lagi, mau aku suapi kamu?" tanya Andre sambil menyelipkan rambut ke telinga Elisa.
" Aku gak lapar mas, aku gak minat makan lagi" Ucap Elisa parau mata masih merem, tapi tanganya begitu aktif menyusup ke pakaian Andre, memegang perut Andre yang sixpack.
Andre hanya diam saja, walau tangan istrinya sedang aktif di dalam bajunya, tangan Andre juga malah memainkan beberapa helai rambut Elisa.
" Mau makan di luar, kita makan di lestoran atau makanan cepat saji lainnya yang enak, sekalian kita ngedate yuk!" Ujar Andre berinisiatif untuk mengajak Elisa, agar tidak jenuh dan bosan.
Mata Elisa langsung terbelalak menatap suaminya, seakan tak percaya jika suaminyalah yang telah mengatakan hal itu padanya.
" Eh? kamu mau ngedet sama aku?" Ucap Elisa syok bukan main.
" Lalu sama siapa lagi kalo bukan sama istri ku, kita jarang loh jalan-jalan cuman berdua, setelah menikah aku pernah janji jika kita mulai pacaran dulukan dari 0, yuk sayang mumpung cuaca juga lagi bagus" ujar Andre.
" Okey Elisa setuju, Elisa siap-siap dulu yah" Dengan semangat 45 ia bangkit dari tubuh Andre dan berjalan ke kamar mandi untuk mandi lagi.
" Dia cukup bersemangat saat ada maunya, lucunya!"
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Selasa 14 Desember 2021
__ADS_1