
Elisa yang kaget saat suaminya di peluk oleh wanita lainnya membuat wajah Elisa merah padam, ingin sekali meraih rambut wanita itu. Tapi, ia urungkan niat, karena Andre juga memeluknya dengan sangat erat.
"Ini apa-apa sih mas," Elisa melipat tangannya ke depan. Dengan gaya yang marah, dan sangatlah sinis.
"Ouh, dia ini hmmm... Kamu kenalan saja sendiri, biar kamu tahu dan akrab!" Andre melepaskan pelukan adiknya itu, dan menatap Elisa yang marah.
Sekilas Andre tersenyum, karena baru pertama kali Andre melihat wajah Elisa yang seperti itu, tapi andre tidak menujukan ekspresi wajahnya yang senang di depan Elisa.
"Dia siapa, kok main peluk-peluk aja di depan Elisa pula, awalnya tadi aku memuji dia. Tapi, kenapa dia malah—" ucap Elisa yang terpotong karena Andre sudah menyekatnya.
"Sayang, jangan salah sangka dulu. Makanya kamu kenalan sama dia, baru kamu akan faham" ucap Andre yang menjelaskan dengan santai.
"Hmph- tidak mau" membuang mukanya karena kesel.
Andre menarik nafasnya panjang, melirik pada Azalea yang memberi isyarat, agar menjelaskan pada Elisa. Terdiam sesaat Azalea mengartikan isyarat yang di berikan Andre, lalu Azalea melihat Elisa lalu tersenyum saat sudah mengerti, melihat Elisa yang sedang cemburu tersebut. Azalea ikut tersenyum memahami posisi Andre saat ini.
AZALEA : Kak Andre, wanita ini apakah kakak iparku?
ANDRE : Iya, dia kakak iparmu, tapi dia tidak faham dengan bahasa Italia. Di tambah lagi, sepertinya dia sedang cemburu dengan kita. Mungkin dia menganggap kita sebagai pasangan, jadi tolong jelaskan padanya agar dia mengerti.
Ucap Andre, langsung di fahami oleh Azalea.
"Kalian ngomong apa si, mas Andre jangan bilang kamu bicara yang nggak-nggak ya soal aku, tega banget sama istri sendiri, jadi kalian sengaja ya ngomong pakai bahasa itu karena aku gak ngerti. Oke, silakan lanjutkan, maaf aku menggangu kalian" elisa yang akan pergi, tapi tangannya di tahan oleh andre, agar mau mendengarkan penjelasanya dulu.
"Kok kamu yang ngegas si, yang seharusnya marah itu aku, kamu bangun-bangun sudah tidak ada di samping aku lagi, aku sampai lelah mencari mu" ujar andre yang menegasakan.
AZALEA : Kakak ipar seperti ya sangat mencintaimu kak. Apakah aku bisa dekat dengannya jika aku mengunakan bahasa Indonesia. Ya walau bahasa ku sedikit-sedikit ya mungkin saja di mengerti, aku boleh mencobanya untuk kenalan dengan kakak ipar?
Azalea yang minta izin sama Andre, ingin kenalan dengan kakak iparnya yang sedang ngambek.
ANDRE : Tentu saja boleh, kamu bisa mencobanya.
Azalea mencoba mengulurkan tangannya, agar elisa juga merai uluran tangannya, elisa masih kebinggungan dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
"Haaiii, kak. Namaku Azalea, aku adik kak Andre" ujar azalea yang menjelaskannya.
__ADS_1
"Heh? adik mu. Lagi? sebenarnya ada berapa adikmu itu mas, dimana pun kamu berada pasti selalu ada adikmu. Kamu ini selalu di kelilingi dengan dua jenis orang. Yaitu, kalau bukan musuh mu pasti ada adik mu, jadi heran. Kamu itu selalu tidak bisa lepas dari dua jenis orang tersebut"
"Mungkin sudah jadi satu kesatuan, dalam perjalanan hidupku, sepertinya tidak bisa di lepaskan" ujar andre yang menjelaskan.
"Cih, suka gitu yah. Terus apakah dia benar-benar adikmu" ujar elisa yang masih penuh curiga.
"Coba saja kamu tanyakan sendiri padanya apakah di adikku atau bukan. Karena adikku ada banyak sayangku, salah satunya Try Rochman dan adikku lainnya" penjelasan andre pada istrinya.
Andre tidak tahu jika Azalea adalah anak dari Arafif, dia hanya kenal Azalea saat usianya 17 tahun, saat Azalea yang baru berumur 10 tahun. Azalea di adopsi oleh keluarga rockefeller saat panti asuhan yang dimana tempat penitipan Azalea oleh Arafif itu kebakaran.
"Hai juga azalea, jadi kamu adiknya andre. Kok kamu mau sih jadi adiknya, padahal dia orang agak aneh" ujar elisa yang menyambut tangan azalea.
"Panggil Lea saja kak, karena kak Andre juga biasa panggil itu, gak tahu kenapa yah aku juga mau jadi adiknya, hehehe" ucap azalea yang diselangi dengan tawa kecil.
"Baiklah, Lea. hehe"ujar elisa juga menyauti tawa azalea tersebut.
"Hmmm, mulai deh! Lea mana ibu mu, kok dari tadi aku tidak melihat bibi?" tanya andre yang menggunakan bahasa Indonesia dengan fasih, pada Azalea.
Tapi, Azalea tidak protes, dia juga menjawab dengan bahasa Indonesia, walau menjawabnya kurang pasih dalam ucapanya.
"Ada tapi... Ibu sedang pergi keluar dengan kak zever" ujar azalea yang menjelaskan.
"Iya mas, tahu aja jika elisa sudah lapar" ujar elisa yang semangat kembali.
"Yuk! kita cari makan dulu, hmm- karena bibi tidak ada di sini, gimana jika masak sendiri, iya terpaksa kita harus mandiri, kamu bisa kan masak sendiri untukku, nanti di bantu azalea. Mas mau keliling tempat, ada urusan yang harus mas cek" ujar andre yang menjelaskan.
"Hmmm sudah aku duga, baiklah. Nggak disini nggak di Indonesia kamu selalu sibuk, bukannya kita datang ke sini itu untuk liburan bukan untuk bekerja kan" elisa mulai ngambek dan merajuk pada andre.
"Lagian mas gak kemana-mana sayang, cuman ke tempat latihan yang kamu tahukan lokasinya tadi, alea akan membantu kamu masak, karena alea juga bisa masak dan alea adalah chef terbaik yang sudah dapat sartifikat, jadi kamu tidak usah khawatir" ujar andre yang menjelaskan.
"Ouh, jika elisa yang masak itu tidak enak karena tidak ada sertifikat masak, jadi menurut kamu masakan yang ku buat itu kurang selera dan tidak bisa di anadalkan yah" ucap Elisa yang kesel yang membuat Andre kebinggungan dengan jawaban apa yang harus dikatakan.
"Eeeh... Bukan gitu sayangku kamu ini salah faham, bukan itu yang ku maksudkan" ucap Andre yang kelabakan karena Elisa.
Disisi lainnya, di sebuah gedung seperti benteng militer yang sudah tidak terpakai. Di sana di huni oleh sekelompok orang yang siap kapanpun Arafif perintahkan, yah di sanalah semua anak buah dari Arafif berada.
__ADS_1
Arafif yang selalu pergi keluar kota, sebenarnya hanya ingin menemui dan melihat benteng itu, karena itu adalah markasnya.
"Kau sudah dengar" ujarnya dengan nada suara dan bidikan ke suatu tempat.
"Soal apa?" arafif yang baru sampai sudah di tanyai.
"Putra Brandon yang kau adopsi itu" ujarnya, seraya menyalakan rokok.
"Kenapa dengannya?" tanya arafif yang ingin tahu.
"Dia telah mendaftarkan diri menjadi ketua ANDRILOS, jika dia di nobakan sebagai ketuanya, bagaimana denganmu" tanya peter, saudara kembar pricilia.
PRICILIA adalah teman satu tim arafif saat dulu, Pricilla inilah ibu dari azalea, tapi sayangnya dia meninggal saat menyelamatkan azalea dan membantu arafif yang ingin meloloskan diri dari geng kelompok.
"Jika soal itu aku tahu, bukan dia yang mendaftarkan diri. Tapi, dia yang di tunjuk oleh palemen, dan ketua asosiasi juga, sebenarnya mereka sudah lama menginginkan andre agar naik tahta" ujar arafif yang menjelaskan.
"Apakah kau tahu tujuan Asosiasi itu melakukan hal itu" ucap peter.
"Iya, jika dibilang mereka pasti punya tujuan adalah ingin mengincarku kan, jujur aku tidak takut dengan mereka. Sebagai seorang ayah, aku lebih takut jika putra Brandon yang ku rawat dan ku sayang seperti layaknya putraku sendiri itu tahu jati diri ku dan identitas ku, aku tidak dapat membayangkan hal tersebut jika terjadi" ujar arafif yang merasa khawatir.
"Jadi itu alasanmu selalu menghalanginya untuk menjadi pemimpin ANDRILOS"
"Bukan, tanpa alasan. Tapi kekuasan kelompok pasti akan ketahuan jika kepimpinan itu di ambil alih oleh Andre. Anak itu adalah kandidat terkuat di sana. Aku khawatir jika dia akan membenciku, aku tidak siap jika dia juga menganggap ku sebagai pria yang jahat tak punya hati"
"Lalu bagaimana dengan putrimu, dia juga belum kau temui selama ini," ucap peter yang mengkhawatirkan azalea yang sebenarnya sudah ia adopsi.
"Ada rasa ingin sekali ku temui, tapi aku berat saat aku melihatnya, dia sangat mirip sekali dengan ibunya, saat aku melihatnya, ada rasa bersalahku terhadap ibunya dan dirinya. Aku sungguh ayah kurang baik dan sangat egois, demi menyelamatkan putra temanku, aku malah menelantarkan anakku sendiri, aku belum sanggup untuk melihatnya"
"Setidaknya kamu temui saja dulu walau sebentar. Arafif, sekarang kau jujur saja pada semuanya, jika kau tidak jujur maka semua juga akan membuatmu terlibat kembali dalam masalah ini kamu butuh dukungan juga"
"Iya kau benar, kekhawatiran ku ini memang tidak mendasar dengan sempurna, ku harap jika suatu hari andre mengetahui identitasku, maka dia bisa memaafkanku"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan...
__ADS_1
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
SELASA 14 Juni 2022