Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
207. Rencana Ke Italia.


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Andre duduk di ruang tengah bersama dengan papah yang saat ini sedang di sibukkan dengan tugas-tugasnya, karena papah mencari kesibukan setelah pensiun, sekarang papah menjadi seorang pembicara. Motivator kesehatan, yang di undang ke acara-acara seminar dan acara resmi.


"Papah ingin ngisi seminar di mana si pah?" tanya Elisa yang penasaran.


"Di kampus Universitas Negeri J," Jawab Arafif saat menantunya datang dengan bawa teh hijau untuk dirinya.


"Ouh! itu masih deket ya pah" ujar Elisa yang sempat tahu tempat universitas tersebut.


"Iya nak, Andre kalau kamu senggang nanti kamu bisa datang ke rumah om Adnan, untuk periksaan rutin. Kayaknya papah akan datang terlambat, jadi kamu saja yang mengantikan papah, atau kamu tunggu saja papah di sana" ucap arafif.


"Kayaknya gak bisa Pah, karena hari ini aku full time, nggak bisa keluar RS" ucap Andre yang mengingatkan jadwal ia padatkan.


"Ouh, begitu. Yasudah tidak apa-apa, nanti papah sendiri saja yang menemui om Adnan." ujar Arafif.


Sebenernya Andre tidak terlalu sibuk, hanya saja ia malas kerumah temen papahnya itu karena putri pak Adnan itu menyukai andre, jadi jika ada Andre dia suka sekali membuat Andre ilfil dan merasa risih dengan tingkah laku yang menjengkelkan.


"Papah, apakah begini saja, coba di cek dulu" Andre memperlihatkan leptop yang sudah selesai membuat power poin.


Arafif yang melihat power poin yang di buat Andre cukup bagus dan menarik, juga dapat di pahami oleh papahnya dan mungkin akan lebih jelas juga bagi pendengar ya.


"Yasudah bengi saja, ini sudah jelas. Terimakasih yah nak" ucap arafif yang melihat kerja Andre yang tidak pernah mengecewakan.


"Iya pah sama-sama," ujar Andre yang duduk santai lagi sambil menyalakan televisi.


Datanglah Monika dengan asisten rumah tangganya dengan membawa nampan di atasnya ada dua gelas yang berwarna coklat muda dan tua.


"Andre-Elisa, kalian ada di sini" ucap Monika yang memasang wajah sumringah.


"Iya mah ada apa?" ucap Elisa yang langsung duduk bergeser lebih dekat dengan Andre.


"Ini mamah bawa ini buat kalian" ucap monika sambil menyuruh asisten rumah tangga meletakkan nampan di atas meja.


"Ini apa mah?" tanya Elisa polos, karena tidak tahu apa isi di dalam gelas tersebut.


"Udah kalian minum ini? di jamin setelah kalian minum ini akan cepat mendapatkan yah!" ucap Monika yang menyakinkan Elisa dan Andre.


"Hah! Andre juga, tapi ini apa mah. Jelaskan dulu pada andre ini minuman apa, nanti Andre akan pertimbangan untuk minum jika ini jelas" ucap Andre yang agak curiga dengan dua gelas tersebut.


"Iya, kamu juga sayang. Mamah kan bikin khusus buat kamu dan Elisa, jadi kalian harus minum" ucap Monika.


"Andre agak ragu mau minum ya mah, ini apa sih?" ucap Andre yang jujur masih menatap kedua gelas tersebut.


"Yasudah jika kamu tidak mau minum duluan mah, Elisa kamu aja dulu yang minum. Andre nanti akan mengikuti kamu minum, ini minuman sehat kok buat kalian berdua Andre-Elisa" ucap Monika yang memaksa.

__ADS_1


"Iya-iya, tapi mah aku—" Elisa juga agak aneh sama gelas tersebut, tapi Monika mengambil gelas yang di khususkan untuk Elisa. Memaksakan Elisa agar cepat minum isi dalam gelas.


"Cepat minum sayang" ujar Monika yang menyodorkan gelas.


"Itu apa sih mah, elisa..." Elisa langsung di suruh minum oleh Monika, di paksa menenggak air susu tersebut.


"Udah sayang, ini tuh susu yang mujarab buat kesuburan dan susu kuat saat di ranjang untuk Andre" ujar Monika saat Elisa sedang minum.


khuukk khuuukk khuuukk


"Mamah! hentikan, mamah ingin membunuh menantu mamah, jangan maksain Elisa gitu dong!" ucap Andre yang langsung menyingkirkan gelasnya.


"Andre, mamah hanya..." ucap Monika yang tidak melanjutkan ucapnya karena Andre sudah naik pitam.


"Cukup mah, kenapa sih dengan mamah"ucap Andre membuat Elisa duduk di belakang Andre.


"Kalian semua hentikan ini, Andre bawa Elisa masuk kamar. Ini sudah malam, Monika kamu juga sana masuk kamar" ucap Arafif yang memisahkan mereka semuanya, karena Arafif kepusingan.


Akhirnya Andre membawa Elisa masuk kamar, Elisa terdiam sambil mengelus-elus dadahnya karena terbatuk-batuk tadi.


"Kamu gak apa-apa sayang?" ucap Andre yang khawatiran.


"Nggak apa-apa, cuman kaget dan agak syok saja" ucap Elisa yang menjelaskan.


"Maafin mamah ya?"ujar Andre yang merasa bersalah.


Keesokan paginya, Elisa yang di ajak Andre untuk ikut dengannya ke rumah sakit karena tidak mau jika Elisa berada di rumah atau di toko, khawatir ada apa-apa sama Elisa. Yah, Andre akhir-akhir mulai protektif terhadap Elisa.


"Jadi Elisa ikut mas ke rumah sakit ?" ucap Elisa yang kebinggungan, sambil menatap Andre yang sedang merapikannya kera baju ya.


"Iya, emang kamu mau di sini, nanti pas gak ada aku, mamah pasti akan paksain kamu lagi buat melakukan hal-hal aneh, yang kemarin-kemarin itu adalah awal-awal saja" ucap Andre yang mengingatkan Elisa.


"Mamah kayaknya udah ngebet banget ya mas?" ucap elisa yang merapikan pakaian Andre.


"Udah abaikan saja, mamah emang gitu orangnya. Atau kita pergi saja dari sini, hmmm- ya untuk menghindari sementara, gimana kalau kita liburan ke tempat yang kamu suka?" tawar Andre yang memeluk tubuh Elisa yang sedang sibuk merapikan kancing baju Andre.


"Katanya nanti aja liburan ya, bareng dengan haji dan umroh keluarga" ucap Elisa yang mengingat janji Andre.


"Yah nggak apa-apa sayang, nanti kita adain lagi" ucap Andre yang menganggap enteng semua itu.


"Boleh deh!" ucap Elisa yang langsung sumringah wajahnya langsung berseri-seri.


"Jadi kamu mau kemana sayangku, pikirkan baik-baik liburan kita, kali ini berbeda karena ini liburan kita berdua, mau kemana ?" ucap Andre yang mengecup lembut kening Elisa.

__ADS_1


"Hmmm, mas kita ke Itali boleh ?" tanya Elisa, yang ingin sekali lihat negara Italia.


"Tidak mau ke Korea?" ucap Andre karena dulu Elisa ingin pergi kesana tapi belum ke sampaian.


"Nggak usah mas, Elisa sekarang mau kesana aja mas" ucap Elisa yang ingin sekali kesana.


Jika pergi ke Itali harus siap-siap, di sana markas-markas besar, jika seperti itu berapa orang pengawal yang aku bawa? kenapa Elisa ingin datang ke sana. Dumal dalam hati Andre yang bertanya-tanya.


Maafkan aku mas, aku hanya ingin tahu apa yang sedang kamu sembunyikan dariku, Itali adalah tempat mereka tinggal kan, aku akan siap melawan mereka bersamamu. Tapi, ada hal yang aku takutkan aku harus tanyakan hal ini padamu. Dalam hati Elisa juga berkata.


"Yaudah, mau kapan ?" Andre menyakinkan dirinya untuk siap segala sesuatu ya, jika dia menolak permintaan maka Elisa akan lebih curiga. Itu yang di pikirkan Andre, padahal Elisa sudah tahu semuanya.


"Sekarang." ucap Elisa tanpa basa-basi lagi.


"Baiklah, kita pergi sekarang. Tunggu mas hubungi orang dulu, agar menyiapkan pejalan kita" agak syok sih saat Elisa mengatakan hal itu, tapi Andre memang tidak menunjukkan rasa kagetnya di depan Elisa karena akan menjadi tambah aneh.


"Oke, Elisa harus bawa apa mas?" tanya Elisa yang akan masuk lagi ke ruang ganti


"Gak usah bawa apa-apa, kamu cukup membawa aku saja. Yuk, sayang kita pergi sekarang" ucap Andre yang pede-nya keluar.


Elisa hanya senyum tipis, Andre langsung menarik tangan Elisa. "Yuk, kita keluar kamar dulu" ucap Andre yang langsung menuntun Elisa, ada rasa khawatir, was-was dan gelisah.


Elisa juga merasakan kekhawatir Andre itu, tapi dia juga berusaha ingin tetep tenang agar suaminya tidak semakin panik.


"Loh katanya kamu hubungi orang dahulu?" ucap Elisa menghentikan langkahnya Andre.


"Iya, tapi nanti sambil jalan saja, dari pada mamah datang kesini, bawa jamu dan susu, kamu mau?!"


"Hehe, nggak mas. Yaudah yuk mas kita jalan sekarang" ucap Elisa yang langsung menarik tangan suaminya.


Andre hanya bisa tersenyum karena tingkah laku polos Elisa itu. "Mah Pah kita langsung jalan saja yah!" ucap Andre yang masih mengandeng istrinya di belakang.


"Elisa juga ikut kamu" ucap Monika yang ingin tahu. Apakah menantunya akan ikut dengan Andre.


"Iya, andre gak bisa jauh-jauh nantinya tambah kangen" ujar Andre dengan mata genitnya pada Elisa.


"Dasar kamu, biasa juga kamu kan yang selalu pulang larut malam, membuat Elisa harus menunggu" ucap Monika yang mengingat Andre.


"Iya tapi sekarang rasanya gak bisa pengendalian diriku sendiri, rasa kalau jauh dari Elisa gak ketemu sedetik pun pengen cepet-cepet pulang dan dekat lagi dengan Elisa." ucap andre yang muncul lagi sisi lainya, ya tidak di mengerti oleh Elisa dan keluarganya itu.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...

__ADS_1


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Minggu 5 Juni 2022


__ADS_2