Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
117. Pangeran Tersembunyi.


__ADS_3

Elisa yang di tinggal berdua bersama ibunya dalam kamar, Elisa yang sedang makan buah itu hanya asik makan. Ibu siti malah penuh dengan pertanyaan yang tampilkan di wajahnya.


"Teh, gimana? Apa yang masih teteh rasakan? Mana yang sakit?" tanya ibu yang khawatirkan putrinya.


"Pusing, Bu. Terus agak mual juga, kepala rasanya di tusuk-tusuk gitu, ini baru bisa bangun setelah minum obat" ucap Elisa yang menjelaskan.


"Alhamdulilah kalau sudah mendingan" ucap ibu yang bersyukur jika putrinya sudah membaik.


"Iya bu tenang, mas Andre ngerawat elisa dengan baik, jadi ibu nggak usah khawatir" ucap Elisa seraya menggenggam jari jemari sang ibu yang sangat hangat.


"Alhamdulillah, kalau nak Andre merawat teteh dengan baik, nak Andre emang anak yang baik. Jadi teteh jangan buat anak baik jadi jahat yah" ucap ibu sambil cekikikan.


"Iiiih apaansih bu, ya nggak lah" ujar Elisa yang menepis anggapan ibunya tersebut.


"Teh, ibu boleh nanya nggak?" khawatir jika pertanyaan itu akan membebani putrinya.


"Ibu mau tanya apa? kok kayak khawatir begitu!" Elisa menatap lekat wajah yang sudah tidak muda lagi.


"Teteh jujur sama ibu, apakah teteh ini, lagi isi yah?" Ucap Siti yang deg-degan untuk mengatakannya.


"Isi apa bu?" mengerut dahinya karena kebingungan dengan apa yang dikatakan ibunya.


"Itu loh, hamil. Maksud ibu, teteh lagi hamil?" Tanya ibu penasaran.


"Nggak Bu, Elisa nggak hamil bu. Gimana Elisa bisa hamil, di lirik juga gak! Apa lagi di colek, Bu" Elisa bilang jujur dengan ibunya.


"Jadi teteh, belum bener-bener SAH dong? ya sudah sabar ya nak, mungkin nak Andre punya alasan dibalik semua itu" Saran ibu yang menenangkan putrinya.


"Belum Bu. Elisa juga sebenernya lagi binggung sama Mas, kok ada yang bisa meredamkan Naffssuu dengan cepat" Elisa yang sangat ingin mengatakan apapun.


"Emang pernah? nak Andre minta, terus nak Andre tiba-tiba ngga jadi, atau mungkin teteh yang nolak teh"


"Pernah Bu, sekali. Eh- dua kali si, tapi baru sebatas di mencium Elisa, tapi udah gitu doang. Dia langsung kabur, lari ngibrit ke kamar mandi, katanya nanti nunggu Elisa baligh. Maksudnya apa ya bu? Niat ya semalam Elisa mau bujuk dia lagi, cuman gara-gara kejadian itu. Aku di marahi dia, jadi gak lanjut"


"Salah teteh sendiri sih, bikin masalah"


"Iya, Elisa salah"


"Yaudah, mau ibu kerok? Biar masuk angin keluar"


"Boleh deh Bu, tapi—" Elisa tidak melanjutkan ucapannya.


"Tapi apa teh?"

__ADS_1


"Boleh gak yah sama Mas yah, telfon dulu deh. Takut dia marah lagi, ibu aja yang ngomong"


"Yaudah, sini"


Elisa menelfon Andre yang masih di jalan, Bu Siti yang pada akhirnya menelfon menantu yah itu.


"Assalamualaikum nak,... Masih di jalan?... Ini, ibu boleh nanya gak... Teteh, mau ibu kerok. Teteh kalau masuk angin suka ibu kerok, jadi gak apa-apa kan... Ya, ibu gak bisa main kerok tubuh Elisa... Jadi boleh, nak... Yasudah ibu cuman bilang itu aja, kamu hati-hati di jalan... Assalamualaikum"


Setelah panggilan itu selesai, Elisa langsung memajukan diri mendekati ibunya.


"Gimana Bu"


"Boleh katanya, nak Andre Ramah banget yah. Ibu sampai deg-degan nelfonnya tadi, kalau seperti ini pasti banyak wanita yah" Ucap Bu siti jadi salting sendiri setelah menelfon menantu kesayangannya.


"Dia nada lembut seperti itu cuman sama ibu, kalau sama Elisa mmm- kayak sama musuh. Soal wanita! Jangan di tanya Bu, fans ya banyak. Sampai ada komunikasi yah sendiri" Ucap Elisa membenarkan.


"Kalau teteh baik, nak Andre juga baik. Itu berarti ada yang salah sama diri teteh, jikalau ada masalah. Teteh juga harus lebih dewasa untuk mengatasi hal tersebut, sama hal yah kejadian soal semalam, jangan seperti itu lagi yah" Ucap Bu Siti menerangkan tentang keadaan.


"Iya Bu, Elisa gak lagi-lagi bikin dia marah, Elisa takut di talak sama dia" Ucap Elisa yang punya khawatir sendiri.


Di sebuah perkotaan, yang banyaknya lalu lalang orang dan kendaraan, Andre yang masih berada di dalam mobil ingin memarkirkan kendaraanya.


Andre berhenti di sebuah toko obat, langsung masuk kedalam. Andre sedang berada di dalam apotek, untuk membeli beberapa kebutuhan obat-obatan yang diperlukan, untuk keadaan darurat ataupun persediaan.


Setelah andre mendapatkan apa yang dia inginkan dari apotek, dia langsung pergi untuk membeli pesanan Elisa, yaitu Donat Moza, setiap perjalanan pinggiran perkotaan berjajar papan-papan elektrik, menampilkan layar yang sangat besar. Terlihat iklannya adalah soal siapakah kepemimpinan dari 5 grup utama dari asosiasi yang akan naik tahta, semua sedang booming dengan berita 5 grup asosiasi terbesar termasuk ANDRILOS.


Semua orang di sana sangat gempar membicarakan, siapa saja yang akan memimpin menjadi pentolan dari para pemimpin- pemimpin yang baru dari lima grup ternama dari asosiasi itu, terdiri dari. JOURNEY, LION SKY, FLYING KING, BLACK EAGLE dan terakhir ANDRILOS.


ANDRE : Donat rasa keju, coklat dan vanila. Berapa total semuanya dengan minuman ini


PELAYAN : 340 $


Semua orang yang berada di toko itu gerasak-gusruk, basak-bisik dengan bebas. Karena membicarakan soal kehebohan tentang berita tersebut, sedangkan Andre hanya acuh tak acuh dengan berita tersebut, di hanya fokus untuk membeli pesanannya diinginkan istri tercinta.


Sesampainya di rumah, Andre malah dikagetkan dengan tamu dari om, yah! Ternyata om markus tidak main-main dengan apa yang dia katakan semalam, markus mendatangkan semua para dewan dan ketua khusus anggota dari badan pemilihan ketua asosiasi.


Mereka sengaja menunggu Andre karena ingin bertamu dengan Andre, walau sudah di larang oleh Arafif, tapi Markus ini keras kepala, karena masih penasaran dengan Andre.


Andre yang baru kembali dari luar kaget, karena di sana sudah ada para ketua dari pemilihan atau dewan yang sudah tahu tentang Andre, pangeran yang di sembunyikan, dewan itu saat pertama kali melihat Andre, merasa ada yang tersentak karena saking kagetnya, melihat pemimpin pertama dari ANDRILOS telah lahir kembali.


"Andre kemari sini, nak" panggilan Markus yang melambaikan tangan agar Andre melihatnya.


"Iya, Om! Ada apa?" tanya Andre berhenti sejenak, bicara pada lawan bicaranya.

__ADS_1


"Kemari nak, mereka ingin kenalan denganmu!" ujar Markus.


Sebenarnya dengan langkah berat untuk datang mendekat, tapi Andre tak mau om yah itu merasa tidak di hargai, jadi ia mendatangi ruang tamu tersebut. Disana sudah ada, Markus, Arafif dengan beberapa orang besar dari dewan khusus perencanaan pencalonan ketua.


"Andre perkenalkan dirimu nak, karena di sini adalah orang-orang yang sangat berjasa bagi pemimpinan" ucap Markus yang dengan wajah senang.


ANDRE : Selamat siang tuan-tuan dan nyonya, saya Andre Azzam Arafif. Saya Putra tunggal, Bapak Abdullah Azzam Arafif


MR. LAY : Kami tidak tahu, jika ada anggota di keluarga ANDRILOS. Yang memiliki kemiripan persis dengan pendiri grup ANDRILOS sendiri, aku masih menyimpan foto lama, dari memimpin pertama dari ANDRILOS. Dia sangat-sangat mirip.


MR. JAFAR : Kenapa kau sembunyikan, hal seperti ini. Jika tahu sejak awal maka tidak akan diragukan lagi, grup ANDRILOS akan berada di puncak kejayaannya kembali, seperti masa-masa keemasannya dulu


MISS KELLY : Sungguh sangat menawan, dan punya daya tarik sangat sempurna untuk di jadikan pahatan seni


Semua para dewan itu memuji-muji Andre, tapi Arafif hanya bisa menarik nafas pasrah, cuman diam tak bisa berkomentar apapun, semua usaha dia selama ini untuk menyembunyikan Andre telah sia-sia.


(Semua gagal, sampai kapan pun aku tak bisa terus-menerus menyembunyikannya, mereka akan tahu juga soal Andre) gerutu dalam benak Arafif yang berkecamuk.


"Andre, mereka adalah Mr. Jafar, Mr. Lay dan Miss Kelly. Mereka adalah para dewan yang akan membuat keputusan untuk terkait soal kepemimpinan ANDRILOS, atau lebih tepatnya adalah pengajuan calon seleksi kepemimpinan, nah! jika ingin mencalonkan menjadi pemimpin harus lewat mereka dulu, baru kamu bisa menjadi pemimpin, itu juga belum tentu karena seleksinya juga sangat panjang"


"Tapi aku kan nggak nyalonin jadi pemimpin" Bantah andre dengan cepat.


"Iya emang kamu nggak nyalonin diri, akan tetapi. Para dewan ingin mengetahui dirimu karena kami semua sudah di introgasi, semua anggota di keluarga ANDRILOS kecuali kamu"


"Maaf sebelumnya, om Markus. Aku bukan anggota ANDRILOS lagi, namaku saja tidak ada nama marga Clarlosen"


"Itu karena papahmu telah menggantinya, walau kau di keluar dari daftar keluarga ANDRILOS, tapi kamu masih memiliki ikatan darah yang kuat dari pada kami, kamu yang paling mendekati darah ANDRILOS. Namamu dulu saat bayi ada ALZAM ANDRIANO CLARLOSEN. Itu buktinya, coba kau baca sendiri semua akte lahirmu, yang telah di ubah oleh papahmu" ujar Markus memberikan beberapa berkas di atas meja.


"Bener itu pah, katakan pah? kenapa papah hanya diam saja, seperti manekin" Tak percaya dengan kebenaran itu, seperti tamparan keras bagi Andre dan Arafif saat ini, mereka hanya berani diam tak ada suara apapun.


Andre menghela nafas, tatapan yang mulai kabur itu karena genangan air yang menumpuk di pelupuk matanya, tapi Andre masih menahan agar tidak jatuh.


"Om, aku serius dengan apa yang aku katakan, jika aku tidak ingin mencalonkan diri menjadi ketua atau pemimpin dari ANDRILOS"


"Apa karena tekanan papahmu yang selalu menekan mu, jadi kau langsung menolaknya kenapa tidak kamu coba dulu nak. Kenapa kamu langsung beranggapan, kalau kamu tidak layak untuk menjadi seorang pemimpin, kamu belum tahu sebelum dicoba. Andre belum tentu juga kau akan menduduki Tahta dari ANDRILOS karena masih ada syarat-syarat lainnya, yang harus kamu lengkapi dan dipenuhi, mereka datang kemari hanya untuk kenalan saja denganmu sebagai bukti dan hanya sekedar perbandingan, jadi tidak usah serius seperti itu"


Andre tak bergeming hanya menatap papahnya yang seakan mulutnya mengunci.


"Mereka semua cuman ingin mengetahui tentang dirimu"


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Kamis 20 Januari 2022.


__ADS_2