
Tiba-tiba Elisa menghentikan aksinya, matanya kembali fokus pada Andre yang pura-pura tidur, matanya memejam, Elisa malah berhenti dan mulai ganti topik pembicaraan, Andre sedikit lega, karena Elisa menunda aksi selanjutnya.
"Mas," panggilan itu membuat Andre tersentak, ia langsung membuka matanya kembali, yang semula pura-pura tidur.
"Hemm—" Jawab singkat dengan mata yang kembali terbuka.
"Katanya, kamu pernah operasi!"
"Operasi apa?"
"Itu kata Mama Kamu pernah operasi!"
"Operasi? apaan sih?"
"Katanya di wajah kamu, itu pernah ada luka. Tapi aneh, kenapa kok mulus-mulus aja, aku nggak lihat ada bekas luka sama sekali, yang ku lihat hanya—.
Hmm- bulu kecil di atas bibirmu dan dagumu doang!" ujar Elisa yang merai atas bibir Andre.
"Elisa, aku nggak pernah operasi apa-apa. Wajah aku ini asli, kalau mau operasi. Mungkin mau operasi jelek aja deh! Biar hanya kamu saja yang mau" Ujar Andre yang tersenyum tipis, seraya menahan salah satu tangan Elisa yang sudah meluncur ke bawah.
"Hm! Masa sih"
"Serius, mau gitu. Cuman aku takut, nanti kamu nggak mau lagi sama aku, gara-gara mukaku jelek, kan aku bisa insecure sama idola kamu, Gong Yoo, Ji Chang Wook terus siapa lagi itu Ah- Lee min hoo iyakan, terus aku sama siapa?" Ucap Andre yang membidik tajam.
"Hahaha, kamu kenal mereka" Ucap Elisa kaget dengan ucapan suaminya.
"Kenal, tapi gak secara langsung. Lagian kamu kan sering nonton drama di leptop ku, gimana aku gak tahu"
"Cih, Mas. Kalau seandainya kamu kenal mereka secara langsung gimana?" pertanyaan Spontan itu membuat Andre terdiam sejenak.
"Nggak, aku gak mau kenal mereka, karena takut kamu di embat sama mereka, lalu aku mau nyari yang kayak kamu dimana lagi. Model seperti inikan hanya limited edition, jadi akan sulit nyari yang sama persis kayak gini?"
Elisa masih usaha untuk mencari bekas luka Andre di sekitar wajah yah, tapi tidak ia temukan juga sampai kepala Elisa sangat dekat hingga ia condongkan, untuk mencari bekas lukanya.
"Mas dimana sih? Aku penasaran tahu" Mencari di area wajah Andre, hingga Andre sendiri kebingungan.
"Emang dari tadi kamu cari apa?" Tanya Andre yang Kebingungan dengan apa yang sedang Elisa cari.
Elisa bangkit dari bantal bertumpu pada salah satu sikutnya, badan di miringkan mengarah kepada Andre yang terlentang. "Itu yang kata mama, dulu saat mas Andre masih kecil, katanya pernah operasi gitu. Di kepala, tapi dimana? aku mau lihat"
"Ouh- yang itu, bilang dong! Dari tadi. Nih! sebelah sini, kelihatan nggak, di sekitar sini coba kamu cari aja, ada nggak?" Ucap Andre yang mulai mendekatkan wajahnya ke tubuh Elisa, sedang Elisa malah asik dan sangat serius mencari bekas luka Andre di kepalanya.
"Yang ini?" menekan bekas jahitan ya, dengan jari.
"Iya yang itu!"
"Sakit nggak?"
"Ya enggak sakit lah sayang! Itu kan udah lama"
"Pas waktu itu, sakit nggak?"
"Namanya saja luka yang terbuka, apalagi itu berdarah ya pasti sakit lah sayang! Tapi sekarang sudah lewat 20 tahun, ya sudah hilang rasa sakit yah, kamu gak liat sudah tertutup ribuan rambut begitu, otomatis itu sudah sembuh"
"Terus, kamu masih ingat enggak soal kamu pernah diculik, atau mungkin kamu pernah disekap, atau kena bully atau yang lainnya gitu" tanya Elisa bikin Andre kebingungan dengan pertanyaan itu.
"Kamu ini lagi ngomongin apa sih? aku gak faham, lagian aku juga nggak ingat apa-apa" Andre menyipit matanya.
"Ya sudah lanjut, kamu masih inget masa-masa kecil kamu, kayak gimana yang menurut kamu kurang baik gitu" tanya Elisa seraya langsung ganti posisi, naik ke tubuh Andre, membuat andre kaget. Tengkurap di atasnya, tapi Andre hanya bisa berdiam diri.
"A-a-kku gak ingat, udah yah jangan bahas, ini-itu kata-nya mau tidur!" Ucap Andre yang ingin menyikapi dengan biasa saja tapi-.
"Tapi, aku belum ngantuk, gimana kalau kita—!" belum sempat ucapan itu lengkap di katakan, Andre langsung memotong dengan cepat.
"S-s-sayang, jangan bohong gitu. Aku tahu kamu sudah ngantuk, mendingan kamu tidur, biar besok kamu bisa fress" Ucap Andre yang ingin menaruh Elisa di samping, tapi Elisa terlalu kuat melingkari tanganya di tubuh Andre.
"Aku gak bisa tidur, sebelum aku tahu semua yang kamu rasakan!" Alasan Elisa, tapi tangan sudah membuka satu-persatu kancing baju Andre.
__ADS_1
"Apa sekarang kamu sedang jadi wartawan? atau—, Elisa hentikan. Jangan kamu buka satu kancing itu" Ucap Andre yang bergantian.
"Iya mas, nggak kok! Makanya kamu bilang sama aku, apakah beneran kamu gak ingat sama sekali tentang masa kecil kamu yang seperti itu, setidaknya masih ingat sedikit kan" Ucap Elisa dengan senyum penuh kemenangan, karena sudah berhasil melepaskan semua kancing kemeja tidur pakaian Andre, terpekik Andre, Elisa memang sangat kuat.
"Iya, cuman kadang-kadang saja mimpi hal aneh, sekelebat bayangan- bayangan gelap itu juga datang" Andre yang belum sadar, Elisa sudah bikin sesuatu di dada bidangnya, Yah! tanda merah.
"Ouh, saat kemarin lusa, kamu enggak bisa tidur kamu mikirin itu? sampai kamu sulit untuk tidur" kedua telapak tangan sudah membingkai di wajah Andre.
"Entahlah, aku lupa" Jawab singkat
"Apa itu soal ANDRILOS?" asal tebak Elisa yang mengingat.
"Kamu ini, sebenernya mau tidur atau mau ngobrol sih, kok banyak BANGET, pertanyaan dan terlalu bertele-tele, banyak cerita ini- cerita itu, tanya ini- tanya itu, sebenarnya tujuan kamu tuh mau nanya apa?" Ucap Andre yang menaikkan selimut, karena paha Elisa bikin spot jantung Andre.
"Jika seandainya mereka datang lagi, terus meminta kamu buat jadi pemimpin ANDRILOS. Apakah kamu akan menerima yah?" Ucapan Elisa membuat Andre menatap tajam padanya, Elisa yang tidak tahu apa yang di katakan itu.
"Nggak tahu juga, minta restu dari 3 orang yang paling penting dalam hidupku dulu"
"Siapa?"
"Mama- Papa, lalu istriku. Jika Papah tidak setuju dengan hal itu, apalagi aku tidak punya marga nama itu di belakang. Apakah bisa, kan tidak mungkin" Penjelasan Andre.
"Jika seandainya nama Andre Azam Arafif, bukan nama sebelumnya! Atau mungkin nama itu telah diganti, lalu harus mengubah nama yang baru! dengan nama yang lama, dan di haruskan kembali lagi ke kerajaan ANDRILOS. Bagaimana?"
"Sayang! kamu tuh terlalu banyak nonton drama, mendingan kamu tidur. Ini udah malam, sekarang kamu pejamkan mata, terus tidur"
"Mas, aku seriusan. Aku nggak bisa tidur, aku terus kepikiran kalau seandainya, mereka datang lagi terus mengusik hidup kita, bagaimana? terus mereka ngejar-ngejar kamu, buat mereka jadikan kamu pemimpin grup itu gimana?"
"Aku bakal nolak, karena Papah sama Mama tidak akan mengijinkan aku, untuk kembali. Atau terlibat apapun lagi dengan keluarga Andrian Clarlosen"
"Jikalau seandainya Mamah mengijinkan, terus aku juga mengijinkan, apakah kamu akan kembali"
"Nggak, karena Papah tidak akan setuju, pendirian papah tidak bisa di ganggu gugat, atau ada yang merobohkan. Papah terlalu kuat Elisa"
"Oke, jadi tinggal memikirkan pendapat dari Papah, lalu apakah kamu sendiri juga akan mau menjadi pemimpin ANDRILOS?"
"Tapi, Kamu itu di gadang-gadang akan jadi pemimpin yang hebat loh, katanya mas Andre itu sebagai reinkarnasi dari pemimpin utama atau pendiri dari ANDRILOS, makanya mama dan papa menganti nama mas Andre. Dari Alzam Andriano Clarlosen, jadi Andre Azzam Arafif" ujar Elisa yang menjelaskan tentang informasi keluarga, yang di katakan Monika saat perbincangan saat tadi siang denganya.
"Sayang, udah yah jangan ngomongin soal itu, kepala aku jadi pusing. Katanya mau tidur, cepat tidur. Kamu sudah selesai belum, bikin cap ya"
"Masih kurang banyak. Lagian juga belum ngantuk, yaudah kita lanjutkan sampai mana tadi? Ouhnya, aku buka lagi yah" ujar Elisa yang semakin semangat.
"Loh, kok malah gini sih? Turun dong!" ucap Andre yang saat ini benar-benar terpojok tubuhnya di tindih Elisa, yang sudah duduk di atas pahanya, akan membuka celana kolornya.
"Nggak mau, kamu yang mulai atau aku yang nyerang duluan" Ucap Elisa yang sudah siap-siap untuk melepaskan, tangan sudah berada di sisi pinggang.
"Sayang, aku lagi gak mood!"
"Tapi aku lagi pengen!"
"Kita, bicara kan lagi tentang ini, nanti" ujar Andre seraya menahan tangan Elisa, yang sudah sedikit- demi sedikit menurunkan celana yah.
"Aaahhh-!"
Tapi tiba-tiba ada suara yang berteriak dengan sangat nyaring, dengan membanting pintu dengan sangat keras.
"M-ma-af!"
"Itu kayak suara mama kan" tanya Elisa yang saat kaget.
Mereka semua kaget, dengan teriakan itu. Andre salah tingkah, Elisa melongo mendengar suara itu.
"Itu memang suara mama, turun dulu. Aku mau ngejar mama" Ujar Andre yang menyuruh Elisa untuk turun dari tubuhnya.
Elisa akhirnya nurut, Elisa turun dari atas tubuh Andre. Andre langsung saja merapikan pakaiannya, yang sudah di acak-acak oleh perbuatan Elisa. Setelah dirasa cukup rapi, Andre keluar mengejar mamahnya.
Yah, itu hanya alasan saja, agar bisa bebas dari kucing betina yang sedang masa kawin yah.
__ADS_1
"Huh! ada aja gangguannya, dikit lagi padahal. Iklan melulu dari tadi, bikin kesel. Jadi kabur kan buruan ku! Padahal sehelai pakaian lagi yang belum kebuka, ngapain coba si mamah main masuk saja, nggak permisi" Gerutu kesal Elisa sambil melempar bantal ke arah pintu.
Andre yang sudah berhasil mengejar mamahnya, yang sudah hampir mau turun tangga.
" Ma, ada apa?"
"Ouu! Andre, maaf yah! mamah ganggu kalian, mamah lupa kalau kamu sudah menikah" ujar Monika dengan raut wajah yang merah menahan malu sekaligus geli, karena anaknya di kalahkan oleh Elissa.
"Aku- Aku nggak lagi ngapa-ngapain kok, tadi Elisa lagi nyari bekas luka Andre. Ini semua gara-gara mamah, seberapa banyak mamah menceritakan, masa kecil Andre ke Elisa. Udah tahu menantu keinginan tahuan besar malah di kasih berita begitu, lagian kenapa mamah cerita ke Elisa yang Andre saja sudah lupa soal kejadian itu" gelagapan saat bicara dengan mamahnya, mencari topik lain untuk menutupinya.
"Maaf sayang, mamah hanya butuh temen curhat saja. Elisa kan sekarang sudah jadi anak mamah juga, kamu tahu mamah ingin punya anak perempuan. Terus kamu bilang akan kasih mamah anak perempuan kan, saat kamu masih kecil"
"Iya, terserah deh! Tapi ngomong-ngomong, tadi mamah masuk ada apa?"
"Mamah cuman mau ngasih ini, ke kamu dan elisa" mamah menyodorkan 2 kartu hitam cantik.
"Apa ini?"
"Kartu undangan, dari temen ya papah kamu"
"Kenapa harus di kasih ke andre?" binggung dengan sikap mamahnya itu.
"Papah lagi uring-uringan gitu, kamu lagi berantemnya sama papah?"
"Nggak, kata siapa?"
"Habis papah kamu mengurung diri gitu"
"Ya, mana Andre tahu"
"Yaudah! kamu saja yang datang, gantikan papah dan mamah ke sana, sekalian kalian lihat pameran seni di galerinya. Kalau ada yang menarik beli yah, buat koleksi mamah"
"Ya, baiklah. Jam berapa?"
"Disana ada jam dan lokasi ya baby, coba kamu cek! mamah nggak bisa bacanya, karena pakai bahasa spanyol, mamah kurang faham"
"Ouh!, ya baiklah"
"Kamu balik lagi sana, jangan buat Elisa menunggu. Ouh, beb. Jangan sampai ngalah yah, kamu harus bertahan"
"Hah! Maksudnya?"
"Udah, ah- kamu pura-pura gak ngerti gitu, bikin cucu buat mamah yang banyak yah, bila perlu kembar cewek cowok ya. Mamah kasih tahu deh, gaya yang paling asik! Biarkan Elisa di atasmu, itu akan buat dia kalah sendiri. Setelah itu kam—" Belum sempat melanjutkan ucapan sudah di potong dengan sangat keras oleh Andre.
"MAMAH, ini sudah malam. Andre mau tidur, besok kan harus bangun pagi. Selamat malam mamah" ucap Andre yang langsung ngibrit jalan menjauhi mamahnya untuk terhindar dari paparan mamah.
"Ingat ya Beby, kamu jangan kalah dari Elisa" teriak mamah, bikin Andre kesel saja.
"Aku lebih tahu, teorinya" Ucap Andre yang menjelaskan tentang pemikiran mamah itu.
"Yasudah, kamu praktekkan dengan baik. Jangan kamu kasih ampun, harus jos terus sampai berhasil"
"Hihihi, dasar Andre. Aku gak sadar putraku sudah tumbuh dewasa, yang aku juga gak sabar pengen cepet-cepet ketemu cucuku, pasti akan sangat lucu dan sangat cantik, aduh- Semoga saja tahun ini bisa dapat cucu. Aamiin Yarobalalamin 🙏"
🎶 Aaasik-asik, Sik Sik sebentar lagi punya cucu- Sik asik punya cucu🎶
Sambil nyanyi dan joget-joget ria si mamah Monika sangat senang sekali malam ini, berbeda dengan putranya yang malah frustasi dengan semua tuntutan itu.
"Enggak mamah, gak menantu yah! Bahas itu terus, buat uap panas aja nih!"
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Sabtu 29 Januari 2022.
__ADS_1