Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
17. Tempat Tinggal Andre.


__ADS_3

Keesokan paginya hari yang agak mendung karena awan hitam yang menyelimuti langit di pagi ini, Elisa yang baru selesai merapikan kamar tidur menuruni tangga untuk menyiapkan sarapan bagi mertuanya.


" Elisa sayang kamu sudah bangun" Tanya monika yang sudah duduk di kursi makan.


" Iya mah? Kok mamah sudah disini" Ujar Elisa yang jalan mendekati mamah Monika.


" Hehehe mamah udah nggak bisa menahan lapar dari semalam, perut tua ini nggak bisa lebih lama lagi untuk bertahan" Sambil cengeng menatap menantunya.


" Begitu, yaudah Elisa ke dapur buat bantuin bibi-bibi di sana biar cepet selesai terus mamah bisa sarapan" Ujar Elisa seraya menunjuk pintu dapur.


" Aduh sayang nggak usah mendingan kamu duduk di sini temenin mamah!" Ujar Monika yang menahan tangan Elisa agar tidak pergi.


(" Ya ampun ini gimana mamah pasti akan maksa aku lagi buat nelfon atau Nyusul mas andre ) Dumal Elisa dalam benaknya.


" Elisa sayang, kamu kok bengong sih? nggak mau yah duduk sama mamah" Tebak Monika yang melihat raut wajah Elisa yang kurang mengenakkan.


" Eh! bukan gitu mah. Nih Elisa akan duduk sebelahan sama mamah" Ujar Elisa yang sekarang duduk di samping.


" Sayang kok kamu akhir-akhir ini sering pulang sore habis dari mana saja?" Menanyakan dengan penuh perhatian.


" Ouh~ anu mah elisa main ke kontrakan dulu, sekalian bantuin ibu nganterin laundry" Jelas Elisa pada Mamah Monika.


" Apakah kamu sengaja yah?" Tebak Monika.


" Eh? maksudnya gimana mah" Ujar Elisa kebingungan.


" Yah kamu lagi ngindarin Mamah kan karena suka maksain kamu nelfon dan selalu ngabarin andre?" Ucap Monika yang sadar diri.


(" Udah tahu malah nanya, hadeh mamah-mamah. Andai saja bukan orang tua udah ku uleg-uleg di bikin sambel deh!") Dumal Elisa kembali dalam benaknya.


" B-b-bukan gitu mah" Ucap Elisa gelagapan untuk menjawab pertanyaan mamah tersebut.


" Terus kenapa? alasan kamu setiap hari selalu bilang mau ke pasar, berangkat pagi sama Mira tapi suka pulangnya sore, kan bikin mamah jadi..." Belum lanjutkan bicara Elisa sudah memotong ucapan mamah.


" Mamahku yang cantik yang baik yang Elisa sayang, Putri mamah ini bukannya hindari mamah karena itu, tapi Elisa emang bantuin ibu kok. Udah ah~ jangan punya prasangka gitu dong mah sama elisa" Ucap Elisa sambil meluk mamahnya.


" Aduh nih anak kok lebih manja sih dari pada Andre" Ujar Monika sambil menepuk-nepuk punggung Elisa yang saat ini memeluk Monika dengan eratnya.


" Kan mas Andre anak cowok mah, Elisa cewek jadi wajar lah kalo Elisa manja sama mamah" Ucap Elisa merayu mamah mertuanya.


" Iya deh mamah percaya! Yaudah kalo itu menurut kamu, kali ini mamah akan maklumi dan maafkan itu tapi jangan di ulangi yah. Mamah jadi merasa bersalah nih, janji." Ujar mamah Monika.


" Iya Elisa janji, nggak akan hindari mamah lagi. Terimakasih mamahku 😚 yang baik dan cantik" Ucap elisa sambil mencium pipi mamah Monika.


Jam menujukan pukul 9 pagi Elisa yang saat ini berada di rumah ibu Siti berada di dapur sambil motongin sayuran buat di olah jadi sayur asem.


" Teh, nak Andre hubungi teteh belum?" Tiba-tiba pertanyaan itu lagi yang di dengar Elisa bikin kesel.

__ADS_1


" Aduh ibu kok jadi kaya mamah sih, Elisa ke sini buat hindari pertanyaan itu dari mamah" Ujar Elisa dengan muka bete yah.


" Yaudah maaf ibu kalo nggak boleh nanya begitu, kamu sudah makan?" Tanya ibu.


" Udah tadi pagi, sarapan sama mamah-papah"


" Ouh gitu, mendingan teteh anterin kue pesenam Bu Dian tuh kasihan anaknya kata mau ulta nanti jam 1 an" Ujar Bu Siti.


" Okey" Elisa langsung pergi mengantarkan kue.


Disisi lain Negara New York terlihat 3 pria sedang berada di sebuah lift akan turun ke lantai bawah, Try-Jun dan Andre yang saat ini sedang di sibukkan dengan phonsel yang selalu berdering karena ia harus mencari gedung pelayanan kesehatan dan pelatihan baru karena gedung univ itu sangat tidak nyaman bagi pembelajar dan pelatihan untuk para karyawannya juga.


" Dre kaya yah kita harus cari tempat lainnya deh buat pelatihan, tempat itu nggak nyaman apa lagi banyak sekali Sport-sport yang kurang memadai" Try angkat pembicaraan untuk memberikan pendapat.


" Aku sependapat dengan Luh try, aku aja yang memberi materi kurang Sreg sama alokasinya" Sambung Jun.


" Yaudah nanti saya sekalian mencari yang nyaman buat kalian juga" Ujar Andre yang matanya yang masih fokus ke layar hp.


Tiingg... suara lift terbuka sampai ke lantai bawah.


" Eh Dre Luh pernah dengar nggak Gedung Flix yang dekat dengan gedung 6 apartemen kamu ini ada tempat bagus buat pelatihan" Ujar Junlion yang tahu dari sosmed.


" Setuju pendapat jun aku juga pernah lihat tempat itu emang bagus sih" Ujar try yang memberi pendapat.


" Tapi yang gua pikirin bajet yah kira-kira barapa, itu sih yang jadi masalahnya" Ucap Jun yang memikirkan bajet.


" Aku tidak sekaya itu!" Saut Andre tapi matanya fokus ke layar HP.


" Wah-wah apa ini waktu itu kamu selalu pamer kekayaan padaku, bahkan mobil sport tren terbaru kamu berikan pada orang" mengingat kejadian waktu Andre pamer.


" Gila itu namanya, aku aja butuh 7 tahun buat beli tuh mobilb dengan gaji yang kudapat dari kerjasama tim dengan dokter-dokter" saut Jun selain jadi pekerja di rumah sakit Andre Jun juga punya kerja magang.


" Kau nggak percayakan Jun, tapi itu benar adanya, apartemen Andre saja satu unit bisa puluhan miliar tuh" Ujar try yang memberi informasi.


" Udah jangan gosip, orang masih berdiri disini" Saut Andre yang saat ini menatap tajam kedua sahabatnya itu.


" Yeh masih mending kita gosipin orang tapi di depan dari pada di belakang iyakan Jun" Ujar try.


" Setujuh!!! eh emang kamu kapan beli apartemen di situ Dre, kok gua baru tahu" Ucap Jun yang saat ini baru tau.


Kembali ke Indonesia di kediaman rumah arafif yang saat ini baru selesai nelfon seseorang, dan dapat kabar jika putranya tidak tinggal di rumah lama atau rumah besar.


" Gimana pah udah di hubungi si Marsel" Ucap Monika yang sangat penasaran.


" Ini baru selesai, katanya Andre nggak tinggal di rumah besar atau rumah lama kita" Jawab arafif yang bingung.


" Lah terus tuh anak tinggal dimana?" Tanya penasaran.

__ADS_1


" Papah juga kurang tahu, apakah selama ini papah kurang informasinya atau ketinggalan informasi, karena yang papah dapat sepertinya kurang lengkap" Ucap arafif.


" Terus gimana buat kirim Elisa kesana pah kalo nggak tahu Andre tinggal dimana?" Tanya monika mulai panik.


" Nanti papah akan tanya orang lain mamah jangan khawatir, masih ada harapan bukankah disana ada junlion dan try kita akan tanya mereka" Ujar arafif.


" Iya pah cepat tanyakan" Dengan semangat 45.


" Iya sebentar " Mencari kontak nama Jun atau try.


" Hallo... Nak ini om arafif... Begini, apakah kamu tahu tempat tinggal Andre sekarang... Ouh! begitu... Ah~ Tidak apa-apa hanya om yang merasa khawatir sama dia karena tidak tinggal di rumah besar atau rumah lama... Iya terimakasih yah nak junlion... iya om tutup sekarang." Ujar arafif langsung mematikan panggilan.


" Gimana pah, apa kata junlion" Ujar Monika yang sangat penasaran.


" Katanya Andre beli sebuah apartemen di daerah agak jauh dari rumah lama tapi dekat dengan universitas papah dulu mah, Nama adalah gedung 6 coba kita cari informasi data penghuninya" Ujar arafif langsung pergi ke ruang kerja.


Menyalakan komputer, mencari nama gedung yang di sebutkan junlion tadi, setelah mendapat data informasi ternyata gedung dengan lantai 100 dengan level kelas elit itu terdata beberapa nama-nama pesohor kelas dunia yang tinggal di tempat itu, salah satunya pesepak bola terkenal dan model cantik new york.


" Pah kapan putra kita beli tempat semahal itu di sana?" Tanya monika yang syok.


" Entahlah, Andre sekarang sudah benar-benar melampaui pendahulu yah seperti kakek-kakek yah" Ucap arafif yang sangat bangga atas pencapaian dan perkembangan putra tunggal itu.


Setelah mendapat data dan informasi terkait Andre tinggal di apartemen kelas dunia itu membuat arafif sedikit tidak percaya dengan putranya yang mampu membeli apartemen mahal itu.


Lalu menelfon try untuk menguatkan informasi tersebut.


" Hallo nak... Iya papah mau tanya... Iya soal Andre... Papah sudah tahu, jadi bener dia beli sebuah apartemen kelas elit... Di-- lantai atas!... nomer barapa... Okey terimakasih yah nak... papah tutup telfon yah maaf sudah mengganggumu..." Arafif sudah menutup telfonnya.


" Mah seperti kita sudah jatuh miskin" Ujar arafif dengan wajah yang kurang percaya diri.


" Kenapa pah" Monika panik.


" Karena putra kita bukan orang sembarang lagi" Ujar arafif.


" Heh? maksudnya papah gimana sih" Kebingungan Monika.


" Andre sekarang sudah sekelas dengan sultan dan raja di new york" Ucap arafif.


" Heeeh !!! Papah jangan bercanda..." Monika tidak percaya.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Kamis 23 September 2021.

__ADS_1


__ADS_2