Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
40. Gairahnya.


__ADS_3

Elisa yang sibuk di dapur membuat bubur nasi putih, karena tidak ada persiapan jika akan terjadi seperti ini pada Andre, makanya tidak kacang hijau di dapur untuk membuat bubur kacang hijau seperti yang di beritahukan oleh Try, Elisa malah membuat bubur putih dengan sup bayam yang biasa ibunya bikin saat Azril atau didirikan sakit.


Setelah selesai, Elisa kembali lagi ke kamar melihat Andre yang sedang merasakan tubuhnya menggigil seperti itu membuat Elisa tidak tega melihat yah, saat menyentuh baju Andre yang basa karena terkena hujan salju tadi dan belum sempat ganti.


" Ya Allah aku lupa menyuruh masku ganti pakaian, baju yah kan basah?" Dumal Elisa yang langsung saat ini mendekatkan diri pada Andre yang menggigil itu.


" Mas, ayo bangun dulu ganti baju yah. Mas Andre cepat bangun Elisa bantu kamu buat ganti baju yah jadi ayo bangun kamu mau kan, cepat mas bangun dulu" Ucap Elisa dengan penuh perhatian tapi memaksa pada Andre.


Andre berbalik badan, menatap wajah Elisa yang begitu sangat menggoda membuat gairahnya bangkit dengan tangan Elisa yang begitu sangat hangat di setiap sentuhan Elisa itu membuat nyaman.


" Elisa-" Ucapnya parau.


" Hemm-- ada apa, mas Andre mau apa? Elisa akan ambilkan, katakan saja jika ingin sesuatu. Elisa ada di sini kok" Ucap Elisa yang begitu sangat perhatian.


" Apakah aku sangat jelek yah dan tidak menarik, atau kah aku sangat tidak baik padamu" Ucap Andre yang ngelantur.


" Hah? Nggak kok mas Andre sangat tampan juga sangat-sangat Baik" Elisa tahu jika Andre lagi mengigau.


" Lalu kenapa kamu seperti ini padaku, kamu nggak suka aku yah" Ucap Andre parau sambil membelai wajah Elisa yang duduk di sampingnya, Andre saat ini sedang berbaring.


" Mas Andre ngomong apa sih?, segini Elisa sayangan yah sama mas dan juga sangat menyukai mas Andre! Elisa juga sangat-sangat menyayangi mas andre" Ucap Elisa yang juga membelai rambut dan kepala Andre.


" Kalo suka dan sayang lalu kenapa kamu seperti ini padaku" Ucap Andre yang memeluk Elisa yang setengah duduk itu.


" Seperti ini bagaimana?" Ujar Elisa.


" Padahal aku sayang banget sama kamu loh" Andre mulai memendamkan wajah dalam pelukan Elisa.


" Elisa juga sayang sama mas Andre kok!" Ucap Elisa yang membelai rambut kepala Andre.


" Kenapa aku merasa kamu gak bisa cinta aku dengan tulus yah, hingga aku sangat takut jika suatu saat kamu akan pergi meninggalkanku" Ucap Andre yang mengeratkan pelukannya.


" Itu perasaan mas aja, rasa cinta itu bukan di ucapkan tapi di buktikan. Iya mungkin Elisa belum bisa memastikan untuk memberikan yang terbaik buat kamu, apa lagi memenuhi syarat kebutuhanmu sebagai istri, mungkin Elisa belum bisa tapi Elisa akan berusaha sebaik mungkin jadi pelan-pelan yah!" Ucap Elisa sambil mencium kepala Andre.


" Hemm-- aku akan menunggu mu" Ujar Andre terlihat senyum itu muncul di wajahnya.


" Ya Allah! kamu kok semakin panas banget sih, bentar yah aku ambil kompres dan baju ganti buat kamu" Ucap Elisa saat mencium kepala Andre tadi merasakan suhu badan Andre yang meninggi, Elisa mulai panik.


Andre melepaskan pelukannya, Elisa berlari kecil menuju lemari pakaian. Mengambil pakaian ganti Andre yang panjang dan hangat, Andre yang sudah setengah sadar hanya bisa melihat Elisa yang saat ini sedang sibuk.


" Sini ganti baju dulu" Ucap Elisa yang kembali duduk di samping Andre yang tiduran.


Andre bangkit lalu membuka bajunya di bantu oleh Elisa saat ini, setelah selesai Andre kembali tiduran karena kepalanya berat sekali.


" Mas kamu mau makan dulu gak Elisa ambil kan yah, Elisa udah bikin bubur putih sama sayur bayam mau gak" Tawar Elisa.

__ADS_1


Andre diam sambil menatap wajah istrinya yang begitu amat sangat menarik perhatian dia, tanpa sadar tangannya menarik elisa ke pelukan yang lebih dalam lagi lalu sedikit demi sedikit tanpa di sadari Elisa tangan Andre sudah menyelinap masuk baju Elisa.


" Aku nggak mau makan itu" Ucap Andre parau tangan mulai aktif menyelinap.


" Lah Terus mau makan apa? Bubur kacang hijau!" Tebak Elisa.


" Nggak juga!" Ucap Andre memulai nakal.


" Terus apa dong? Mas mau makan apa nanti elisa bikinin yah" ucap Elisa.


" Mau yah Makan kamu!" Ujar Andre yang tangan sudah menyentuh pengait bra milik Elisa.


" Hah? mas kanibal, masa mau makan Elisa. Ih~ kok malah senyum-senyum sih bikin merinding tahu gak" Ucap Elisa yang sudah sadar jika tangan Andre sudah melepas pengait bra miliknya.


Serangan yang tiba-tiba dari Andre membuat Elisa kaget, Andre langsung menarik Elisa hingga tubuh Elisa berada di bawah tubuhnya, Andre yang sedang demam tinggi itu membuat Elisa tidak tega untuk menghentikan apa lagi harus mendorong tubuhnya, jadi Elisa hanya pasrah aja deh apa yang di lakukan Andre saat ini terhadap dirinya.


Andre mulai menciumi leher Elisa, lalu telinga dan terakhir lumayan agresifnya Andre, saat melahap habis bibir mungil Elisa tanpa sisa membuat Elisa gelagapan tak bisa mengatur nafas yah.


" Ah~Ah~. Mas-- Andre --- Aduh jangan... Begini dong, kamu jahil benget sih, lagi sakit juga kamu masih sekuat ini, tangannya bergerak kemana-mana!" Ucap elisa yang tidak bisa menahan Andre yang sekarang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Kan tadi kamu menawarkan jasa, jadi--- Aku boleh dong--- Makan kamu ---- Sayang" bisikan Andre di selangi gigitan kecil di telinga Elisa.


Elisa yang merasa kegelian karena telinganya itu adalah daerah yang sangat sensitif selain bagian tubuh lainnya.


" Iya-iya Elisa minta ampun, Elisa sekarang menyerah tapi jangan melakukan hal ini saat kamu sedang demam dong! Nanti kalo mas sudah sembuh kita lanjutkan lagi yah, okey! cepat ganti celananya dulu" Ucap Elisa, yang menyuruh Andre ganti celana yang tadi baru baju yang ganti, tapi menurut Andre saat Elisa meminta melepaskan celananya itu baginya Elisa sedang menggoda dan memancing emosi Andre.


" Apaan sih mas, apakah saat kamu lagi sakit kaya gini otak kamu juga ikutan mendidih yah?" Ucapan Elisa itu membuat Andre berhenti, lalu Andre mulai tersadar saat ini, apa yang sedang dia lakukan kepada Elisa.


" Nggak! bercanda kok, di luar masih hujan salju yah" Ujar Andre dengan cepat langsung terduduk kembali di samping Elisa yang terbaring, sudah berantakan pakaiannya kerena ulah tangan Andre yang nakal.


" Sepertinya begitu, Udahan nih! nggak mau di lanjutkan" Ucap Elisa sambil menoel-Noel tangan Andre.


" Udah kok, kamu bilang lanjut nanti" Ucap Andre yang berusaha biasa saja.


Elisa tersenyum tipis. " Yaudah, Elisa kancing lagi bajunya. Bikin kerjaan aja nih! Tanggung jawab dong bikin Elisa berantakan begini, ikat lagi nih Bra elisa yang kamu lepaskan" Ucap elisa membalikkan badan.


Andre menyelipkan tangannya untuk mengaitkan tali bra kembali. " Mas Andre jadi selama ini bagaimana kamu melewati hari-harimu jika terjadi begini" Ucap Elisa penasaran.


" Diam saja di kamar, sambil tidur!" Jawab singkat Andre.


" Selama seharian penuh"


" Iya! besok juga sembuh kok! kalo ngga sembuh kamu harus tanggung jawab yah?"


" Eh- kok malah Elisa yang harus tanggung jawab sih!" Ucap Elisa menatap lembut Andre lagi.

__ADS_1


" Yalah! kan kamu yang merawatku sekarang, bukan Try lagi atau teman yang lainnya"


" Biasanya emang dokter Try"


" Iya, karena dia yang selalu ada disampingku tapi setelah dia menikah dia mulai jarang tinggal satu kamar denganku"


" Tentu saja emangnya mas mau tinggal satu kamar dengan istrinya, jika seandainya itu juga terjadinya di posisi kamu gimana!" Elisa mencair suasana canggung setelah aksi yang panas tadi.


" Hahah- aku tendang dia keluar lah, masa iya mau gangguin aku sama kamu!" Ucap Andre yang saat ini menatap Elisa sambil memeluk kembali dalam dekapannya.


" Makanya, udah lepasin Elisa mau ambil bubur sup kamu, mas Andre harus makan dan minum obat dulu" Ucap Elisa yang dengan tatapan penuh perhatian.


" Tidak mau!" Mengeratkan pelukannya.


" Eh? kenapa tidak mau"


" Kalo aku sakit begini, kamu kan jadi perhatian sama aku"


" Jadi nggak mau sembuh!"


" Iya! Aku nggak mau" Ujar Andre manjanya.


" Oke! mau aku panggil kan Dokter Tiffany atau Dokter Claudia atau yang satunya siapa yah namanya aduh lupa aku..." Ujar Elisa yang sedikit agak lama berfikir.


Saking kesalnya Andre mulai melahap kembali bibir Elisa, hingga habis.


" Ahhh--- mmm😚 👩‍❤️‍💋‍👨💋.... Mas Andre, kamu lagi demam loh Aaah~" Ucap Elisa yang tidak bisa bergerak.


(" Apakah mas Andre pura-pura sakit yah kok kaya kucing mau kawin sih!!!") Ucap Elisa.


" Mas aku... Tidak bisa n---afas~" Ucap Elisa yang tergagap karena sulit mengatur nafas yah saat Andre mulai menyerang yah, sambil memukul-mukul dada Andre pelan-pelan.


Andre sadar kembali apanya di lakukan oleh yah saat ini. " Hah! Maaf, Elisa aku--- Maafkan aku?" Ujar Andre yang semakin bingung dengan sisi lainnya itu.


(" Aneh! ini terjadi lagi") Suara hati Andre.


" Mas kamu gak apa-apa kan maafkan aku bukannya aku menghentikan kamu mas, tapi Elisa tadi benar-benar tidak bisa atur nafas" Penjelasan Elisa, tapi Andre bangkit dari ranjang dan langsung lari ke kamar mandi.


" Eh?, mas Andre. Kok malah kabur sih, Mas kamu jangan mandi, badan kamu lagi kurang baik mas, aduuh~diakan lagi demam malah mandi sih!" Ucap Elisa yang khawatir.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya

__ADS_1


Jumat 20 Oktober 2021


__ADS_2