Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
79. Mode Manja Elisa.


__ADS_3

Elisa sedikit demi sedikit sudah mulai membuka matanya, melihat langit-langit di ruangan tersebut terlihat disampingnya ada Andre yang saat ini bersandar di kursi sambil memejamkan mata.


Andre sadar jika Elisa sudah siuman langsung bergegas menepi ke samping Elisa kembali, menatap dengan senyuman di wajahnya.


" Aku dimana?" Suara Elisa parau sambil melihat sekeliling.


" Sayang! kamu sudah bangun" Suara Andre juga pelan, karena hari larut malam jadi sudah banyak yang terlelap tidur.


" Mas Andre!" Ucap Elisa memanggil nama suaminya, Elisa menatap Andre yang langsung membelai kepala Elisa dengan sangat lembut.


" Iya aku di sini, ada apa sayang kamu ingin sesuatu?" Tanya Andre.


" Maafin Elisa yah, ucapan dan kata-kata Elisa sudah keterlaluan" Ucap Elisa yang menyesali perbuatannya.


" Nggak ! kamu gak salah, aku yang salah. Aku juga minta maaf yah sayang, aku udah nggak bisa ngertiin perasaan kamu" Ucap Andre yang membelai kepala Elisa.


" Iya Elisa juga salah sama Mas" Ucap Elisa yang sangat merasa bersalah pada suami.


" Iya sayang!" ujar Andre yang melembutkan suara.


" Mas ini dimana?" tanya elisa yang samar-samar suaranya terdengar.


" Ini rumah sakit, kamu pingsan jadi langsung di bawa ke sini, apakah kamu ingat sesuatu" Ucap Andre yang penuh pertanyaan.


" Ah! begitu, pasti gara-gara aku telat makan malam terus kelamaan di cuaca dingin" Ucap Elisa yang tidak mendengar apa yang di katakan Andre.


" Iya, soal itu aku juga minta maaf ya sayang" Ucap Andre yang langsung menunduk wajahnya merasa bersalah juga pada istrinya.


" Iya ! gak apa-apa mas, tapi Elisa mau pulang" Ujar Elisa yang sudah tidak betah.


" Pulang kemana?" Tanya Andre.


" Loh kok mala nanya sih, tentu saja pulang ke rumah emang rumah kita ada dimana yang buat kita bisa nyaman kan" Ucap Elisa.


" Dimana itu? Bagiku semua rumah sama saja" Ucap Andre.


" Kok gitu, kamu kok malah balik nanya emang gak ada rumah yang buat kamu nyaman gitu" Ujar Elisa sedikit kesel.


" Hemm-- Ada, rumah yang paling nyaman menurut ku adalah rumah yang dimana ada kamu disana itu akan jadi rumah bagiku" Ucap Andre dengan senyuman mengembang.


" Cih, masih bisa menggombal pak Andre jangan buat istrimu terbang ke langit 7 yah" Ucap Elisa yang tersenyum tipis.


" Aku serius loh, jika kamu mau terbang biar aku jadi sayap kamu gimana?" Ucap Andre yang masih saja buat Elisa semakin melayang.


" Iyadeh, boleh kalo begitu" Ucap Elisa yang tersenyum tipis. Andre juga membalas dengan senyuman lagi.


" Mas, Elisa serius mau pulang! Elisa gak betah berada disini" Sambung Elisa yang menegaskan.


" Heh! Kenapa?" Tanya Andre.


" Sesak saja, ayo kita pulang" Ujar Elisa yang maksa suaminya.


" Alasan apa kamu bisa sesak" Andre masih ingin bercanda.


" Disini banyak orang sakit" Ucap Elisa polos.


" Hahahah Namanya juga rumah sakit sayang, yang ada orang sakit masa orang jualan, emang ini pasar kamu ini ada-ada saja, padahal pekerjaan ku seorang dokter loh, masa istri dokter malah gak beta di rumah sakit" Ujar Andre yang langsung membahasnya.


" Bukan gitu juga, maksud Elisa bukan Elisa juga yang harus jadi pasien yah" ujar elisa yang menolak untuk menjadi pasien.

__ADS_1


" Ouh gitu! " Andre hanya bisa tersenyum tipis lihat kepolosan istrinya itu.


" Jadi kita pulang yah" Elisa maksa untuk pulang.


" Iya nanti, tunggu infusnya habis dulu" ucap Andre yang melihat ke arah gantungan infusan.


" Eh kok gitu sih, jadi kapan ini akan habis" ujar Elisa sambil menarik selang infusan.


" Sabarnya 3 jam lagi" ucap Andre yang menenangkan Elisa.


" Ya elah mas itu kelamaan, Elisa sudah tidak sabar ingin pulang biar Mas Andre juga bisa tidur dengan nyaman" Bujuk Elisa agar suaminya mau menuruti pintanya.


" Itu sebentar sayang, kamu yang sabar dong! lagian kalo kita pergi sekarang juga gak akan bisa" Ujar Andre yang saat ini sedang berusaha menutupi.


" Ah! emang kenapa? kok gak bisa" tanya Elisa yang kebingungan dengan ucapan suaminya.


" Itu dikarenakan semua jalan sedang pada macet, lagi badai salju juga di berbagai kota" Andre mencari Alasan yang masuk akal dan fakta.


" Hmm gitu, jam berapa sekarang mas" tanya Elisa.


" Jam 3an pagi" Andre menarik tangan kanannya untuk melihat jam tangan hadiah pernikahan yang diberikan oleh Azriel.


" Eh jam tangan itu, bukan yah" Elisa kaget saat melihat jam tangan yang dipakai oleh Andre.


" Iya, ini dapat hadiah dari adik iparku" Andre pamer pada istrinya soal jam tangan tersebut.


" Cih anak itu lebih baik ngasih hadiah ke kakak iparnya dari pada tetehnya sendiri" Elisa merasa iri dan kesal.


" Jangan kamu merajuk seperti itu elisa lagi pula Azriel memberikan ini sebagai hadiah pernikahan kita" Ucap Andre.


" Hadiah pernikahan apa? aku tidak diberikan apapun oleh azril" Ujar Elisa yang masih kesal.


" Dia memberikan hadiah sepasang jam tangan pada kita, hanya saja kau tidak memakainya. Katanya kamu tidak terlalu suka dengan aksesoris apapun, jadi niatnya aku simpan dulu buat kita tunjukan pada Azril tidak tahunya ada kejadian seperti ini" Ucap Andre yang tidak bisa mengungkapkan kebenaran untuk saat ini.


" Ada, tadinya tapi sepertinya sekarang mungkin jam tangannya itu sudah hangus" Ucap Andre yang mengingat kejadian apartemen yang meledak-ledak itu.


Elisa yang tidak faham dan tidak tahu kejadian itu, kebingungan dengan apa yang di katakan Andre.


" Apasih mas, aku kok gak faham sama ucapan kamu. Kok bisa bilang kalo jam tangan bisa hangus emangnya, jam tangan itu seperti apa kenapa kok bisa hangus itu hilang, raib atau gimana sih" Ucap Elisa saking binggung 7 keliling.


" Nanti saja deh! aku ceritakan setelah kita sampai rumahnya, kamu sekarang Istirahat laginya atau kamu mau makan dulu, aku keluar beli makannya" Ucap Andre yang bangkit dari kursi.


" Jangan! udah besok aja, aku gak mau kamu tinggal lagi" Ucap Elisa menahan tangan andre, agar tidak pergi kemana-mana.


" Baiklah, apakah kamu bisa menahannya" Andre akhirnya kembali duduk di kursi.


" Elisa bisa dong!, kamu tenang saja gini-gini Elisa rajin puasa loh" Ucap Elisa yang bangganya, sapa tahu puasa itu hanya untuk membayar hutang bolongnya saat Ramadan.


...💗...


...💗...


...💗...


Keesokan harinya Andre yang menyelinap keluar saat Elisa terlelap, untuk membeli makanan untuk Elisa sekalian memanggil supir pribadi untuk mengantar mereka pulang.


Saat Elisa bangun ternyata suaminya tidak ada di samping, Elisa panik takut dirinya di tinggal lagi oleh Andre, saat kakinya akan menginjak lantai. Pas sekali Andre baru masuk kedalam ruangan, melihat Elisa yang mau turun itu langsung ia berlari menuju Elisa.


" Kamu mau kemana?" Tanya Andre yang khawatirkan kondisi Elisa.

__ADS_1


" Mas, kamu dari mana saja" Ucap Elisa matanya sudah berkaca-kaca.


" Ouh! aku dari luar, kamu tadi mau kemana? ke kamar mandi ?" Tebak Andre, karena sejak semalam Elisa belum ke kamar mandi.


" Nggak! Elisa tadi sempat takut jika mas mau ninggalin Elisa lagi saat sedang tidur" ujar Elisa sambil memeluk Andre.


" Aku gak mungkin ninggalin kamu saat kamu kaya gini" Ucap Andre yang tersenyum padanya.


DEG !!


Elisa syok dengan ucapan suaminya itu. " Jadi kalo Elisa tidak kaya gini kamu akan ninggalin Elisa gitu" bikin naik ambigu kata-kata Andre.


" Bukan gitu, kamu salah paham. Iya kalo kamu udah sehat kan aku harus pergilah, buat kerja kalo kamu mau ikut aku kerja ya hayo aja aku ajak kamu, tapi apakah kamu nanti gak akan merasa sesak" Ucap Andre membalikan Ucapnya.


" Nggak deh, terus kamu dari mana? tiba-tiba menghilang saja" Ucap Elisa yang mode deteksi aktif.


" Hemm- tadi itu aku hanya pergi cuman sebentar kok sayang, nih ! aku bawa bubur buat sarapan pagi kamu" Ucap Andre yang menunjuk bubur di kantung plastik karton.


" Gak mau, maunya bubur yang di masak langsung sama kamu" Ucap Elisa yang mode manja keluar.


Andre hanya bisa tersenyum, istri telah kembali, Elisa yang suka manja padanya.


" Iya nanti kalo kita sudah sampai di rumah yah sayang, sekarang perut kamu di isi dulu biar ada energi lagi, setelah itu kita siap-siap pulang" Ucap Andre yang melepaskan diri dari pelukan Elisa.


" Iya, mana buburnya sini" Ucap Elisa yang semangat.


" Ini, awas masih panas" Ucap Andre yang membukakan bungkus.


" Iya, mas Andre nggak makan" Melihat bungkusan cuman satu Elisa jadi tidak enak.


" Kamu duluan saja, aku gampang nanti makan sampai rumah" Jawab Andre yang tidak mau membuat Elisa khawatir.


" Elisa gak mau makan kalo gitu" Ngambeknya keluar.


" Kenapa???" Binggung kerena Elisa tiba-tiba menolak.


" Elisa gak bisa makan kalo mas Andre juga gak makan, Elisa akan makan sampai mas Andre mau makan" Ucap Elisa menolak mentah-mentah.


Menarik nafas dalam-dalam, udahlah Andre tetap tak bisa bersaing dengan wanita ini. " yaudah iya, aku akan ikut makan" Ujar Andre yang langsung menurut.


Wajah cantik Elisa langsung sumringah, saat mendengar hal itu


" Oke! sesuap-sesuap yah, Elisa sesuap mas Andre juga sesuap, sampai bubur yah habis tak tersisa" yang sangat senang.


" Iya" Pasrah aja dahhh.


" Yaudah mas nunggu apa lagi, cepat suapin Elisa dong. Kan Elisa pasien sekarang, harus di perlakukan seperti Pasien" Ucap Elisa.


" Tadi kamu bilang nggak mau jadi pasien sekarang bangga banget jadi pasien, kadang aku binggung juga sama kamu" Ucap Andre yang membuka penutup bubur.


" Hehehehe kan, aku mau di suapin sama kamu" Ucap Elisa yang tanpa dosa bahagia.


" Dasar kamu ini, bilang aja mau di aku suapin" Ucap Andre.


" Hehehehe" Ketawa bahagian sekali Elisa saat ini.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Rabu 8 Desember 2021


__ADS_2