
Andre yang berdiri tak jauh dari pintu kamar tersebut, membuat Elisa menatap tajam. Andre berniat ingin tidur di kamar sebelah, karena tidak bisa menahannya. Elisa yang ingin terus menahan Andre untuk tetap tinggal.
"Mas Andre, kamu mau tidur terpisah dengan Elisa itu kenapa? apakah Elisa membuat kesalahan ya?" tanya Elisa yang ingin tahu alasan Andre ingin tidur terpisah darinya.
"Nggak apa-apa, aku hanya ingin tidur kita pisah saja. Tidak ada alasan khusus kok, atau kamu buat salah gak ada, Elisa" ucap andre yang mencoba menenangkan Elisa.
"Lalu kenapa kamu ingin tidur di kamar sebelah, apakah kamu marah padaku?" tanah Elisa kembali.
"Tidak, aku gak marah sama kamu" ucap Andre yang langsung membantah apa yang di salah fahami Elisa.
"Terus, apakah kamu lagi kesel sama akuyah?" ucap Elisa kembali karena ingin tahu.
"Nggak Elisa. Aku gak marah, aku gak kesel. Hanya mau tidur terpisah saja, jadi kamu gak usah mikirin hal-hal yang tidak masuk akal begitu!" ucap Andre yang terus saja mencoba menjelaskan.
"Hmph! Apakah, mas Andre sudah punya simpanan ya? mas Andre punya selingkuhan? makanya ingin kita tidur terpisah begini, apakah mas Andre benar punya wanita lainnya di belakang Elisa?" tanya elisa Elisa.
"NGGAK ! Aku gak punya, semua itu. Apa yang kamu curigai itu tidak benar, jadi jangan ngomong yang nggak-nggak deh!" Andre terus saja membantah.
"Terus kenapa kamu mau tidur terpisah, kalau semua itu gak benar. Apa lagi sampai kamu bawa bantal dan mau pergi meninggalkan ku, malam ini?" Elisa terus saja gencar bertanya.
"Elisa bukankah sudah aku katakan tadi, bahwa kita tidur terpisah bukan karena ada hal-hal yang kamu katakan tadi itu semua karena aku tidak bisa tidur di sampingmu. Itu juga kesalahan mu yang tidak mau menuruti apa yang aku katakan," ucap andre yang menekan.
"Jadi, Mas Andre mau mencari yang baru ya, atau mas Andre mau menikah lagi dan menceraikan Elisa yah?" ujar Elisa yang sekarang mulai berkaca-kaca ingin menangis.
"Astaghfirullahalazim, ya Tuhanku kuatkan imanku ini dan lapangan hatiku, untuk bersabar menghadapi istriku ini. Elisa aku tidak punya niatan untuk hal itu, jadi bisa tidak kamu jangan katakan hal-hal aneh seperti ini. Aku gak kayak gitu, jangan seuzdhon begitu pada suamimu. Aku tidak punya simpanan atau selingkuhan, apa lagi mau menikah lagi. Gak ada wanita yang lain, semuanya penuh oleh mu. Hingga aku rasanya sesak, tak bisa menahan diri lagi untuk memakan mu. Ah- maksudnya, aaah susah untuk aku katakan." ucap Andre yang menjelaskan panjang kali lebar.
"Terus kenapa kamu mau tidur pisah dari Elisa, kalau suami sudah diam-diam suka tidur pisah begini itu artinya dia punya simpanan kan, iya kan. Maka ya mas meninggalkan Elisa di kamar ini, mas Andre malah ingin tidur di lain kamar" ucap Elisa yang sudah menangis.
"Dari mana kamu bisa menyimpulkan begitu sih, aku hanya akan tidur malam ini saja kok. Besokβ" ucapan Andre terhenti karena Elisa sudah menangis kencang.
"Hwaaa... mas Andre sudah tidak menyukai ku lagi, mas Andre sudah benci Elisa ya." Ucap Elisa yang menangis.
Andre kaget, buru-buru saja lari mendekati Elisa dan memeluknya untuk menenangkan Elisa yang menangis itu.
Hehehe, kamu mau melawan pesonaku ya mas. Kamu tak akan bisa melawan dan bersaing denganku. Jadi, mau sampai kapan kamu akan bertahan. Ooo... Apa ini, aku merasakan ada sesuatu yang... Hihihi ternyata dia sudah bangun rupanya, jadi ini yang dia maksud makan aku. Dumal dalam hati Elisa yang ada di pelukan Andre. Yah, Elisa pura-pura menangis untuk mengelabuhi suaminya yang polos.
"Elisa jangan nangis malam-malam dong! semua orang kan sudah tidur, kamu ini. Sudah cup, jangan nangis ya sayang. Maafkan aku ya, jangan nangis kamu jelek loh kalau kamu nangis" ucap Andre yang menghapus air matanya Elisa.
"Hwaaa... Kamu punya wanita lain iyakan, makanya mau tidur terpisah dariku" ucap Elisa mengulang kembali ucapanya.
"Nggak, sayang gak. Ampun deh! udah cup cup cup diem yah, diem. Oke, mas gak jadi tidur di kamar lainnya. Tapi ada satu syaratnya, kamu ganti baju yang bener mau kan, ganti baju" ucap Andre.
__ADS_1
"Emang kenapa dengan baju Elisa. Mas Andre gak suka yah? Mas Andre benci Elisa pakai baju ini? Atau itu alasan mas saja yang tidak mau tidur dengan Elisa iyakan" ucap Elisa menyalahkan Andre.
"Sayang, ini terlalu terbuka. Iya aku tidak suka, kamu pakai baju kayak gini. Karena terlalu tipis, dan bahaya" ucap Andre yang menjelaskan.
"Mas Andre gak suka Elisa, hwaaaa..." ucap Elis yang malah nangis lagi.
Karena kesal, Andre menggulung Elisa dengan selimut. Lalu menarik tali piyama miliknya untuk mengikat selimut tersebut, membuat Elisa jadi seperti bayi yang di bedong.
"Kenapa kayak gini, kok Elisa di bengket kayak gini? kayak kue gulung" ucap Elisa yang tidak menerima ya.
"Itu karena kamu bahaya, tahu gak!" ucap Andre yang langsung tidur di samping Elisa.
"Mas, bukain dulu dong! sebelum kamu tidur, Elisa gak bisa gerak nih! Mas kok malah tidur sih, mas bukain dulu lah" Elisa kepada suaminya yang sekarang tidur memunggungi nya.
Setengah jam kemudian Elisa sudah terlelap dalam tidurnya. Andre diam-diam bangun, hanya untuk membuka tali yang ia ikatkan pada selimut yang menggulung Elisa, dan membuka selimut yang telah melipat Elisa tersebut agar bisa bergerak kembali.
"Syukurlah, dia memang cepat tidur pulas. Dapat dari mana sih nih baju, pasti bukan dia yang beli." Dumal Andre.
...πππ...
Taman di halaman paviliun, terlihat seorang pria yang duduk di sana sedang asik minum secangkir teh hangat, dengan dua orang anak yang sedang bermain di sampingnya.
"Luh, terlambat bro" ucapnya yang masih santai duduk di sana.
"Sepertinya kamu menikmati teh mu" ucap Andre yang malah ikut duduk di sebelahnya.
"He-he-he, gila. Istri lu pinter banget bikin teh dan kue, sampai-sampai gue tak bisa melupakan rasanya" ucapnya seraya menyeruput kembali teh hangat itu.
"Mas Andre, kamu sudah pulang..." suara Elisa yang baru datang di balik tembok.
"Iya, hmph! kamu dari mana?" tanya Andre yang ingin tahu.
"Ouh! Aku, tadi habis jalan-jalan dengan dokter Junlion. Lihat anakmu dan anak dokter Jun, membelikan mu ini apakah kau suka, ini mereka khusus pilihkan untukmu. Sebagai pemimpin penerus klan ANDRILOS, aku senang deh! Hari ini, karena anakmu juga pasti bahagia sekarang" ucap Elisa.
"Terimakasih, lalu dimana dia bermain?" ucap Andre yang juga sangat senang.
Lalu tak lama seorang anak perempuan mendekati yah, dengan senyuman yang sama seperti Elisa. Wajahnya tidak jelas di lihat, dan dua anak Junlion juga tidak jelas wajahnya. Tapi, anak Jun mereka kembar. Sedangkan anak Andre seorang anak perempuan yang sangat cantik.
"Papah, maaf. Aku tak bisa menemanimu, tapi aku akan menunggu kalian di sini" ucapnya seraya menggenggam tangan kedua orang tuanya.
"Tidak apa-apa sayang! papah tahu, kamu juga ingin tinggal bersama kita di sana. Tapi, tuhan lebih sayang kamu untuk tetep tinggal di sisinya. Jadi kamu mau menunggu kami datang ya, baiknya putriku!" ucap andre yang mencium putrinya.
__ADS_1
"Woy! Dre, eluh kok tambah kurus sih. Pasti merindukan gue yah! Gue tahu, elu tak akan bisa melupakan gue, jangan lupa ya. Jadi ayah angkat dan baktis untuk anak gue. Mohon bantuannya buat merawat salah satunya, setidaknya rawat anak laki-laki gue, didik dia. Agar dia bisa lebih baik, gwe percaya kan masalah mendidik dan mengurus mereka sama elu. Andre, Terimakasih banyak atas semua yang kau lakukan pada gue, dan Irene. Soh, suatu hari gue akan membalas semua kebaikan elu" ucap Junlion yang sudah bangkit dari kursi.
"Kamu kan masih ada, kenapa aku harus menggantikan posisi ayah untuk anakmu, lakukan saja sendiri. Aku tak mau menggantikan posisi itu, bukan hal yang baik jun" ucap Andre yang menolak.
"Sampai akhir pun elu tetap keras kepala yah! Andre, anak-anak ini akan mendapatkan kasih sayang dari ayah seperti lu,"
"Sebaik-baik, kasih sayang seorang ayah kandung akan lebih baik Jun" ucap Andre.
"Elu tahukan, gue sayang mereka. Tapi, gue tak bisa ada untuk mereka Dre, jadi gue percayakan semua ini pada lu. Setidaknya sampai anak gue faham mana yang baik dan buruk untuk mereka," ucap Jun yang masih menatap tajam.
"Aku tidak bisa, aku punya keluarga ku sendiri. Mereka adalah keluarga, kamu yang harus bertanggung jawab"
"Sepertinya lu lupa, gue ada di sini gara-gara siapa? jadi lu harus tanggung jawab, rawat anak gue. Untuk penebusan dosa lu, dan rasa bersalah lu pada gue"
Andre terdiam tak bisa berkomentar apapun, Jun perlahan-lahan mulai menghilang.
"Andre, jadi gue mohon jadilah ayah untuk mengantikan posisi gue. Ouh, yah. Hati-hati juga dia pasti akan kembali, jadi jaga istri lu dan lindungi anak lu juga. Aku doakan agar kalian semua selamat dan bahagia, akan meminta pada Tuhan agar lu, bisa hidup senang dan bahagia" ucap Junlion yang pergi begitu saja.
"Tidak Junlion kembalilah ku mohon, aku..." Ucapan Andre terputus.
Sin berpindah, berada di pasar malam yang sangat ramai dengan banyaknya orang. Andre yang baru pulang dari luar negeri, Elisa datang untuk menjemputnya. Lalu tiba-tiba orang-orang dipasar malam itu hilang satu persatu, hanya tinggal Elisa dan Andre.
"Elisa? aku pulang" ucap Andre parau.
"Mas Andre awassss!" ucap Elisa yang lari dari tempatnya dengan buru-buru.
Lalu ada seseorang yang jauh, malah sedang siap-siap untuk membidik Andre dari jauh, dan tiba-tiba saja.
DORRR!
Satu tembakan itu melayang ke arah Andre tapi yang tertembak adalah Elisa yang datang langsung memeluk Andre. Elisa langsung saja terjatuh di pelukan Andre dengan berlumuran darah, Andre sangatlah kaget dengan hal itu, tak bisa berkata apa-apa lagi, ia meminta bantuan tapi tak ada seorang pun yang mendengar yah, Elisa pun tak bisa tertolong lagi.
"Tidak Elisa... ELISA!"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...
Sabtu 30 April 2022.
__ADS_1