
Para pelayan setelah hidangan itu sudah di atas meja, Elisa dan Andre akan menyantap-nyantap hidangan. Saat makan akan masuk ke mulut Elisa melihat sekeliling di belakangnya, ada banyak pelayan membuat makan Elisa tak nyaman untuk membuka mulut, Andre yang melihat Elisa yang tidak jadi makan terlihat heran melihatnya.
Elisa yang langsung hanya mengaduk-aduk makanan di piring yang saat ini di tanganya, terlihat mata Elisa sangat aktif tak suka jika ia makan malah di pertontonkan seperti itu.
" Ada apa lagi sayang? Makanannya nggak enak" Tanya Andre yang melihat Elisa dengan khawatir.
" Apakah mereka akan terus berdiri di belakangku?" Tanya Elisa yang Kebingungan.
" Iya, kenapa emang yah. Mereka akan siap membantumu jika kamu butuh sesuatu atau butuh bantuan, makanya mereka akan ada di belakangmu" Ucap Andre dengan entengnya.
Karena Andre yang sudah terbiasa dengan keadaan itu, walau Andre juga tidak terlalu nyaman dengan hal tersebut, tapi tak ada yang bisa melanggar hukum peraturan apapun di istana Monarfi ini, apa lagi jika ana Marlina.
" Mas, aku gak bisa makan kalo keadaannya kaya gini" Ujar Elisa yang saat ini melihat dengan tatapan penuh.
" Kenapa?" Tanya polos Andre, walau sudah tahu apa alasannya karena dia juga merasakan hal itu sendiri.
" Aku makan tapi mereka dibelakang sambil menatap kita, aku nggak nyamanlah" Penjelasan Elisa yang singkat.
" Anggap saja kita sedang makan di lestoran" Ucap Andre yang menyamakan saat di lestoran.
" Ya beda lah makan di lestoran sama di rumah kaya gini, kamu jangan melawak deh, kenapa kamu jadi bodoh malah samakan hal seperti ini" Ucap Elisa kesal.
" Sayang, aku tahu kamu pasti gak akan nyaman dengan semua perlakuan ini, tapi di sini sudah ada peraturan bagi setiap pelayan dan itu wajib mereka taati" Penjelasan Andre.
" Aku tahu apa itu peraturan, tapi mereka itu manusia bukan robot. Nama pelayan itu hanya sebutan dan panggilan saja, bisa tidak kamu jangan katakan nama pelayan dengan muda begitu" Ucap Elisa yang kesal.
" Loh, kok kamu jadi marah ke aku" Ucap Andre yang jadi kena dampaknya.
" Mas, kalo makan kita di lihatin begini mana enak lah gak afdhol" Ujar Elisa yang tidak suka dengan suasana ini.
" Baiklah akan ku suruh mereka pergi, apakah kalian tidak dengar keluhan istri saya" Ujar Andre yang bicara secara bergantian.
" Baik tuan, maafkan kami jika anda kurang nyaman dengan kami nona" Ucap pelayan, sambil mereka semua berbalik badan akan pergi.
" BUKAN !! BUKAN GITU, maksud ku. Mas aku tahu kamu mungkin sudah terbiasa dengan hal seperti ini, tapi aku tidak terlalu suka dengan hal semacam ini. Kalian semua, tidak usah menunggu di belakangku. Bagaimana jika kita makan sama-sama di sini, makanan di depanku ini tak akan habis jika aku makan hanya berdua dengan suamiku" Ucap Elisa yang menatap para pelayan dengan senyuman di wajahnya.
Para pelayan saling melihat satu sama lainya, Kebingungan dengan apa yang harus di jawab untuk menjelaskan pada nona muda yang belum tahu peraturan di istana Monarfi.
( Sayang kamu memang terlalu polos, selama ini tak ada yang bisa mematahkan peraturan atau melakukan pelanggaran peraturan tak ada yang mampuh dan benar-benar berani ) Ucap Andre dalam benaknya.
" Apa yang kalian tunggu, cepat duduk di kursi. Lagian kursinya cukup kok buat kalian, jika kursi masih kurang kita bisa makan lesehan saja gimana?" Ucap Elisa yang bangkit dari kursi.
" M-m-maaf, nona kami tidak bisa makan bersama anda" Ada yang memberi diri untuk angkat suara.
" Kenapa? tinggal makan saja kok! cepat sini duduk" Ucap Elisa menepuk-nepuk kursi.
__ADS_1
Entah datang dari arah mana suara Marlina cukup keras dan mantap tajam saat ini, dengan ketua manajer pelayan pria di sampingnya.
" LANCANG !!! " Suara itu keras, hingga membuat semua langsung tunduk, kecuali Elisa yang menatap ke sumbernya.
" Nenek, siapa yang lancang?" Tanya Elisa sangat polos.
" Apakah anda sadar dengan apa yang anda lakukan saat ini nona" Tanya nenek dengan tatapan mata tajam.
" Tentu saja aku sadar, kalo aku sedang tidur mana mungkin bisa bicara denganmu" Jawab Elisa yang mengatakan pada Marlina.
Andre tersenyum tipis, andre yang menahannya agar tidak tertawa karena watak keras Marlina yang sudah tertata sejak kecil jadi Andre tak bisa melawan.
" Tidak sopan! anda langsung membalikkan kata-kata kepada orang yang lebih tua dari anda" Ucap Marlina.
" Nenek yang bicara aneh! aku hanya menjawab apa yang nenek tanyakan, jika aku tidak menjawabnya saat nenek tanya tadi baru itu yang namanya tidak sopan" Jawab Elisa kembali.
jawaban Elisa itu cukup membuat Marlina geram kesal, menggertak tongkatnya langsung mendekati diri pada Elisa, khawatir jika Marlina akan berbuat yang aneh-aneh lebih jauh pada Elisa lagi Andre langsung sigap berdiri di samping Elisa.
( Bagaimana orang tua ini tidak bisa membedakan mana sopan santun mana bukan, kalo udah tua itu mungkin pikirannya sudah pikun kalinya, gak ngerti deh aku ) Gerutunya dalam benak.
" Tuan Andre apakah anda tidak mendidik istri anda soal peraturan etika dan sopan santun, bagaimana ada gadis seliar ini" Ujar Marlina yang kesel dengan tingkah Elisa.
" Huh? yang liar itu siapa? dari bagian mana yang menurut nenek aku liar sih, aku hanya mengajak mereka makan di meja makan, apakah itu salah" Ucap Elisa yang kesal juga.
" Nona, kami masih melakukan tugas kami dengan baik karena aku menghormati anda sebagai seorang nyonya muda, tapi perlakuan anda itu tidak seperti Nyonya muda" Sewot Marlina.
" Apasih maksudnya, lagian siapa yang mau di sebut sebagai Nyonya seperti itu, aku juga tidak mau di panggil begitu" Jawab Elisa.
" Anda bicara seperti itu akan menurunkan derajat dan martabat keluarga ANDRIAN CLARLOSEN" Ujar Marlina.
" Siapa yang menurutmu merendahkan derajat, nenek aku juga masih waras lagian dari pada mereka berdiri di belakang ku lebih baik makan bersama kan, apa itu salah" Ucap Elisa yang ngotot menjelaskan.
" Itulah betapa liarnya pemikiran anda yang bisa menurun martabat derajat kebangsawanan" Ucap Marlina.
" Hah? apasih, kaya kerajaan saja" Ucap Elisa yang binggung, Andre yang mencoba menenangkan Elisa agar tidak meledak.
" Anda adalah seorang tuan putri, karena telah menikah dengan putra mahkota kerajaan, TUAN MUDA apakah anda tidak mengatakan apapun padanya" Tanya Marlina yang bicara bergantian.
" Nenek, aku telah lepaskan semua gelar identitas itu karena bagiku sebutan tersebut terlalu berat buat kupikul" Jawab Andre yang parau.
" Ini sebenarnya ada apa sih, Elisa gagal paham" Ujar Elisa yang tidak tahu apapun.
" Nona, tuan Andre adalah pewaris SAH keluarga Andrian Clarlosen" Ucap Calder yang saat ini menjelaskan secara singkat.
" Hhaaaa??? aku makin pusing. Emang itu bener mas, kamu!" Tanya Elisa yang saat ini tak percaya.
__ADS_1
" Sudahlah, sayang ayo kita duduk lagi. Kita lanjutkan makannya, Elisa ayo duduk" Ujar Andre yang menenangkan Elisa.
" Tidak, aku masih binggung maksudnya apa. Jelaskan padaku dulu, ini semua apa sih" Tanya Elisa yang sangat penasaran.
" Kita makan dulu setelah itu baru kita bahas soal ini yah" Ucap Andre yang menarik tangan Elisa agar tenang.
" Elisa gak bisa makan, kalo ada yang di pikirkan. Nenek tolong jelaskan apa maksudnya dari perkataan tersebut, aku gagal faham" Ucap Elisa yang menanyakan pada Marlina.
" Nyonya Monika adalah keturunan bangsawan, beliau putri dari penerus garis keluarga bangsawan Andrian Clarlosen, atau ANDRILOS. Para pelayan yang anda ingin suruh duduk untuk bersandingan itu, tidak di perbolehkan karena akan menjatuhkan martabat anda sebagai keluarga kebangsawanan, pelayan akan makan setelah kalian selesai makan" Penjelasan Calder.
" Hah? kok di jelaskan malah makin gak ngerti yah, jadi apakah maksudnya mereka akan makan sisa dari kita begitu. Lalu siapa yang bangsawan? siapa yang menjatuhkan martabat?" Ucap Elisa semakin tambah kebingungan.
" Iya benar !!, anda tenang dulu. Mungkin karena anda pendatang baru dan belum resmi untuk menjadi bagian dari keluarga bangsawan ANDRILOS makanya anda belum di beritahukan oleh tuan muda soal tata aturan di istana" Ujar Calder.
" Mas, ini apa- apa sih. Elisa binggung, kok tambah runyam sih" Ucap Elisa yang semakin tambah kebinggungan tapi penasaran.
" Makanya kita bahas setelah kamu makan, karena kamu belum makan jadi pikiran kamu tidak akan bisa konsentrasi" Ujar Andre terus saja menjadi penengah.
" Nona, anda harus mengikuti peraturan jika anda memaksa untuk mengubahnya, anda akan mendapatkan akibatnya. Itu akan berimbas pada kedudukan tuan muda yang akan di nobatkan sebagai penerus keluarga ANDRILOS, jadi mohon kerja samanya nona. Pelayan di larang keras untuk makan bersama dengan anda, jadi jangan mengajak mereka untuk melakukan sesuatu itu" Ucap Marlina.
" Boleh ku tanya? lalu bagaimana jika makanan di sini sudah tidak ada atau habis, lalu apa yang mereka makan atau mereka tidak akan makan" Ucap Elisa yang sangat penasaran.
" Iya" Jawaban singkat itu cukup mengejutkan Elisa.
DEG !!!
" Apa-apa ini, peraturan macam apa sih, perundangan hukum dari mana coba. Mas ini sebenarnya apa! kenapa kamu diam saja yang tidak waras itu siapa, ini tidak wajar kan mas apakah selamanya kamu hanya diam saja " Ucap Elisa yang langsung menatap Andre dan semuanya dengan marah.
" Sayang, tidak ada yang bisa mengubah semua peraturan itu, karena semuanya sudah ada, ini semua juga terjadi sejak awal istana ini di bangun, jadi kamu tidak usah heran" Ucap Andre yang menjelaskan.
BRAAAKKK !!!
Memukul meja hingga membuat semua di sana kaget, Andre saja sampai melongo melihat Elisa mengamuk lagi.
" GILA, kamu pikirkan baik-baik mereka manusia apa harus mereka di perlukan seperti ini. Ini tidak adil namanya, ini peraturan macam apa sih. Denger yah mereka itu hanya beda status pekerjaan saja, memanggil mereka seorang pelayan tapi mereka juga manusia bukan binatang yang harus makan sisa, tidak! bahkan binatang juga tidak boleh makan sisa dari manusia. Seumur-umur baru kali ini aku denger peraturan segila ini, aku masih waras di sini. Aku gak makan, kalian bisa makan semua ini atau buang saja" Ujar Elisa yang amarahnya sudah sampai di ubun-ubun.
" Elisa-" Teriak Andre yang melihat Elisa pergi begitu saja meninggal tempat tersebut tanpa kata-kata lainya.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Senin 13 Desember 2021
__ADS_1