
Andre akan di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan oleh pihak berwajib tersebut, Ariana yang saat ini pura-pura lemah sambil akting menangis bahwa dia adalah korban dalam kejadian itu, Andre terus-menerus menatap kepada Elisa.
Hingga saat Elisa hilang dari pandangan barulah Andre fokus berjalan ke dapan, Try yang sadar jika Andre menatap Elisa terus membuat try Langsung mengerti.
(" Aku harus menenangkan Elisa, Andre pasti ingin menjelaskan semua ini padanya, semoga tidak ada kesalahpahaman dia antara mereka. Mereka baru saja menikah masa harus bercerai, bahkan publik juga belom mengumumkan jika status Andre seorang pria yang sudah menikah ") Ucap Try yang juga khawatir kondisi Andre saat ini.
Sesaat beberapa langkah Andre ingin menuruni tangga dengan polisi-polisi itu, pandangan Elisa hanya menatap Andre yang akan turun diiringi dengan dua temannya yang setia.
Pandangan mata Elisa langsung beralih tertuju pada Ariana yang saat ini telah bangun akan dibawa pulang, oleh pegawai yah tapi sesaat dengan mata elangnya, Elisa melihat senyuman yang aneh yang terukir dari wajah Ariana.
Seketika kepekaan mata seorang istri efektif menyadari jika Ariana telah merencanakan itu untuk membuat Andre dalam masalah seperti ini, Elisa mengepalkan tangannya kuat-kuat ! emosi sudah di ubun-ubun, amarahnya sudah menggebu-gebu.
Elisa langsung berjalan tegas menuju Ariana yang saat ini tanpa pengawasan apapun, tanpa basa-basi lagi Elisa langsung merai rambut Ariana, menjambak hingga Ariana berteriak kesakitan.
" Aaaaaaahhhhh ~ " Teriak Ariana keras.
Semua orang langsung menolehkan karena suara Ariana lebih nyaring itu seketika Andre dan polisi juga berhenti langkahnya terlihat Elisa dengan amarahnya menyeret Ariana, hingga ia terseret sampai jauh, 2 wanita kariyawan Ariana hanya bisa mematung.
Jalan Elisa langsung dihadang oleh 2 bodyguard yang badannya 3 kali lipat dari dirinya, tapi Amarah Elisa membuat dia tidak ada rasa takut sama sekali, Elisa malah menendang bagian yang paling vital bagi seorang pria dengan sangat kuat-kuat tidak peduli mau hancur atau tidak, 2 bodyguard itu langsung dilumpuhkan Elisa dalam sekejap.
Saat bodyguard itu kesakitan ada yang datang lagi, Try sempat khawatir langsung berlari mendekati Elisa, berada di depan Elisa untuk melindungi yah.
TRY : Kalian sudah gila ! akan mengeroyok seorang wanita kecil, tidak tahu malu
B 1 : Anda tidak usah ikut campur
B 2 : Ini urusan kami
Elisa emang tidak faham apa yang di katakan oleh mereka, tapi Elisa bisa mengerti situasi yah saat ini.
" Dokter Try minggir, cepat minggir aku tidak mau melukaimu " Ucap Elisa lembut tapi sedikit sinis dan kasar.
" Tapi Elisa, kamu... " Ucap Try yang saat ini khawatir akan kondisi Elisa yang akan di hadang oleh bodyguard itu.
Elisa berjalan di depan Try Langsung Elisa menatap 3 bodyguard lainya sedangkan bodyguard sebelumnya malah tersungkur karena merasa kesakitan yang luar biasa.
" Kalian mau berakhir seperti mereka atau lebih parah dari mereka, jika kalian tidak menyingkir dari hadapanku terima lah hukumannya " Ucap Elisa yang geram dengan suaranya menekan.
" Elisa tenangkan dirimu " Try menahan tangan Elisa yang sudah mulai marah.
" Cepat katakan mau seperti apa? oke, kalo kalian mau mencegatku dan mau berakhir seperti mereka baiklah akan aku berikan yang terbaik untuk kalian jangan salah jika biji salak pilihan kalian akan fatal jika menghalangi jalan ku " Ucap Elisa yang dengan tatapan membunuh menakutkan.
Ucapan Elisa yang tidak di mengerti oleh mereka, makanya mereka tak di gubris apapun yang di katakan elisa, langsung menyeret Ariana kembali tapi langsung di tahan oleh salah satu bodyguard itu.
" Apa! kalian berani menunjukkan eksistensi kalian padaku, oke aku ladeni " Ucap Elisa yang sangat kuat sekali aura membunuhnya.
__ADS_1
Elisa langsung mengigit tangan si bodyguard yang menahan tangannya itu hingga berdarah, lalu mundur, datang lagi bodyguard lainya langsung saja menahan tangan Elisa ke belakang sekarang Elisa tak bisa bergerak.
Tapi tak ke habisan akal elisa lompat hingga kepala yang itu menghantam wajah si bodyguard mimisan karena sundulan kepala Elisa, try yang ingin membantu seketika hanya bisa diam mematung takjub melihat Elisa yang sangat beraninya dan masih santai saja memberantas para bodyguard- bodyguard itu seorang diri.
Langsung polisi-polisi itu bergerak menodongkan pistol kearah Elisa, tak gentar Elisa mantap kepada polisi itu dengan mata Devils yah.
Senyuman saringan yang mengerikan yang di tunjukan Elisa dengan tatapan mematikan yang di tunjukan.
" Hahahaha kalian juga, bodoh sebagai polisi kalian itu BODOH, KALIAN JUGA MAU MENGHALANGI KU JUGA, baiklah akan aku ladeni juga, ouh! yah karena wanita ini iya-karena wanita yang memiliki kedudukan. KARENA HANYA ORANG YANG BERUANG sajakah yang kalian tolong itu namanya KALIAN TIDAK MENEGAK KEADILAN DENGAN BAIK, ahahahahha~ baiklah-baiklah, KALO DIA BERUANG AKU SINGA BETINA, MINGGIR... CEPAT MINGGIR DARI HADAPANKU " Ucap Elisa yang sangat murka dengan semua keadaan itu Andre ingin menenangkan Elisa tapi tangannya masih di tahan oleh polisi lainnya.
POLISI : Tunggu apa lagi cepat tahan dia juga, dia sudah gila
Polisi-polisi itu mendekati ingin di borgolnya juga tapi Elisa dengan lihai yah membalikan borgol itu ke tangan polisi, itu membuat terkejut semua orang.
Bahkan Rudi yang selama ini mengenal Elisa pun baru mengetahui sisi Elisa yang seperti ini biasa dia anak yah penurut, lembut dan juga sangat ceria tak sama sekali menujukan sisi seperti mengerikan seperti itu.
" Ayo siapa lagi yang mau menahanku ada yang berani melawanku juga, cepat !!! Tidak ada baiklah biarkan aku lanjutkan urusan ku dengan wanita ****** murahan itu" Ucap Elisa mengatakan pada penonton, dan dirasa semua mulai ketakutan Elisa membalikan tubuh dengan cepat dan menatap Ariana yang dengan gelisah dan panik.
Tatapan Elisa kembali Ariana yang saat ini yang mencoba ingin kabur, tapi tak bisa lolos dengan muda dari cengkraman Elisa yang berubah jadi iblis dalam sekejap.
" MAU KEMANA KAU ?, seharusnya kau pikir-pikir dulu sebelum berbuat hal itu pada dokter Andre, jika tidak mau berakhir seperti para bodyguardmu itu. Jangan harap kau bisa lepas dariku, mungkin kau bisa menyiksanya tapi kau akan menerima balasan yah dariku " Ucap Elisa yang terus berjalan maju sedangkan Ariana limbung terus ngesot mundur-mundur.
Hingga pada akhirnya Elisa tak bisa menahan lebih lama ia menarik kaki Ariana, dan mulai di tarik kembali rambut Ariana hingga ia berteriak-teriak minta tolong, tapi tak ada yang memperdulikan yah saat ini, semua ketakutan pada amukan wanita diam yang selalu mengalah tapi punya tenaga di luar bayangkan.
" Wah gila, Elisa bener-bener menakutkan sekali, mulai kali ini aku tak boleh menyinggung dia jika sisi ini keluar aku bisa habis. Bener yah jika orang yang selalu diam dan mengalah ternyata hanya menyembunyikan sisi menakutkan ini " Dumal Rudi yang saat ini menonton aksi Elisa.
" Elisa tenangkan dirimu, tolong lepaskan dia aku tahu kamu marah tapi dia adalah cucu pemilik gedung ini, pelatihan ini tidak akan berjalan tanpa bantuan kakek yah! Tolong mengerti lah kondisi saat ini " Ucap Try yang mencoba menjelaskan.
Tak di kubris oleh Elisa, menatap tajam pada Try yang saat ini terus berjalan mengikuti yah.
" Dokter Try, diam lah aku hanya memberi pelajaran hidup bagi dia tidak melakukan apa-apa lagi, suruh siapa dia membangun singa betina yang diam ini jadi jangan halangi aku, biarkan aku mendidik dia lebih baik " ucap Elisa Sinis tak mau mendengarkan apapun lagi dari Try Rohman.
Hingga sampai lah di tepi tangga, Elisa langsung melempar Ariana hingga terjungkal berguling menuruni tangga, Elisa langsung ditahan oleh Try dan Rudi untuk menahan emosi Elisa.
Andre yang baru mengetahui amukan seorang wanita yang lebih kejam dari mamah monika, Andre sesungguhnya hanya bisa termenung kaget melihat istrinya yang ngamuk bagaikan singa betina itu, tidak ada yang bisa menahan yah semua kewalahan.
Elisa seperti di rasuki tenaga berkali-kali lipat kuatnya hingga semua yah terkalahkan, Elisa yang saat ini terus memberontak terhadap tangan-tangan yang menahannya.
" Elisa tenangkan dirimu, kau akan membunuhnya jika kau lakukan hal lebih jauh lagi " Ucap Try yang saat ini memegang lengan sisi kanan.
" Itu benar Elisa ! Apa yang kau lakukan, istighfar sa " Ucap Rudi yang saat ini memegang lengan sisi kiri.
Elisa terus memberontak, Ariana yang di bawah sana dengan beberapa orang yang membantu dia bangun.
" Biarkan aku menghabisi dia, WANITA KURANG AJAR, WANITA TIDAK TAHU MALU, WANITA JAHAT, WANITA MURAHAN. LEPASKAN AKU mas Rudi, Dokter Try biarkan aku balas dendam ini " Ucap Elisa yang meronta-ronta.
__ADS_1
Andre tak kuasa akhirnya angkat bicara untuk menenangkan Elisa.
" Elisa~ sudah hentikan. Terimakasih sudah membantuku, tolong jangan lanjutkan kau bisa terluka nantinya " Ucap Andre yang angkat bicara dengan baik-baik.
" Tapi-- Aku Tidak rela dengan cara dia melakukan hal seperti itu padamu " Ucap Elisa yang terus menerus memberontak.
" Dengarkan apa yang di katakan Andre, Elisa yang di katakan yah ada benarnya " Ucap Try terus menahan tangan Elisa.
" Kali ini kau lolos wanita hina, dasar ****** murahan, wanita kurang ajar. Nanti rasakan pembalasan ku walau aku harus jadi iblis atau setan aku pasti akan menghantuimu itu. Sekarang apa kah kau masih bisa tersenyum wanita murahan " Ucap Elisa pada Ariana.
ARIANA : Hahahaha dasar WANITA GILA
" Kau berani mengatakan aku gila, Eloh yang singting, dasar wanita pelacur murahan " Ucap Elisa yang menuju kan emosi yang tidak biasa.
" Rudi tahan Elisa lebih kuat " Ucap Try yang mulai kewalahan dengan Elisa yang tersulut emosi lagi karena ucapan Ariana.
" Wow Elisa -elisa, kau kuat sekali sih " Ucap Rudi yang mulai kehilangan kendali atas tubuh Elisa saat ini.
Rudi terjatuh karena tak bisa menahan Elisa, Try juga ikut terjatuh karena Elisa sekarang langsung turun kebawah untuk memberikan pelajaran kepada Ariana.
" Aaah- Elisa tunggu " Ujar Rudi yang ingin menahan Elisa tapi gagal karena Elisa sekarang sudah turun kebawah.
Menjepit rahang Ariana dengan kasar. " Coba kau katakan lagi apa yang kau katakan barusan, masih berani rupanya kau mengakat kapalamu baiklah masih kurang rupanya hukuman dariku, terima ini " Ucap Elisa yang sangat geram.
PLAAAAKK !!!
Tamparan kuat yang melayang dari tangan elisa ke wajah Ariana, tak tega Andre buru-buru turun dari atas, langsung mengangkat tangan yang di borgol itu untuk menahan Elisa, dengan memeluk Elisa dari belakang, sekarang Elisa terkunci dalam dekapan Andre.
" Tenanglah Elisa, tenang yah! " Ucap Andre memohon.
" Lepaskan aku mas Andre aku harus bunuh cewek ini " Ucap Elisa memberontak ingin melepaskan diri dari pelukan Andre saat ini.
" Tenang lah, Aaaahh-" Ucap Andre yang di selangi suara kesakitan Andre karena tanganya yang di borgol itu berdarah.
" Aku harus membalas dendam atas apa yang di lakukan selama ini padamu " Ucap Elisa yang terus berusaha memberontak.
" ELISA, Ku mohon tolong kamu hentikan ku mohon. Plisss!!! " Ucap Andre memohon.
" Aku harus beri dia pelajaran yang paling penting, sekali saja dia harus tau menyentuh sesuatu lagi darimu, aku akan patahkan semuanya " Ucap Elisa mengancam.
Lalu Elisa mulai meredakan amarahnya saat melihat darah segar menetes dari tangan Andre, yang di borgol itu, Andre juga mulai menangis di punggung Elisa yang saat ini mulai melemah saat Andre menangis di belakang yah.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
__ADS_1
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Jumat 5 November 2021