Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
206. Lagi Pengen Lengket.


__ADS_3

Elisa mendengar hal itu bisa mendekati musuh walau telah di larang oleh para pengawal ya, demi melindungi nyonyanya mereka maju untuk melindungi Elisa, tapi satu persatu semua tumbang, karena musuh mereka yang lebih kuat.


"Sudah hentikan, ku mohon. Aku tak mau ada korban, jika kamu ingin aku. Maka cuman membawa aku, jangan lukai yang lainnnya." ujar Elisa yang yang menatap tajam pada musuhnya.


"Coba saja kamu mendekat kemari nyonya ANDRILOS, dan kamu bisa mengatakan apapun itu" ucapnya dengan wajah yang seneng, senyuman sinis dari Elisa yang sudah memuncak ubun-ubun ya.


"Baiklah. Untuk kalian beri aku jalan, jangan ikut campur, nyawa kalian tak bisa ku beli. Jadi sudahlah jangan berusaha mati-matian melindungi ku, karena nyawa kalian jauh lebih berharga, aku tak mau berhutang kepada kalian soal nyawa. Karena aku tak mampuh untuk membayar ya, biar kan aku di bawa oleh mereka" ucap Elisa kepada anak buahnya, seraya berjalan mendekati orang yang menahan Azril.


"Teteh ku mohon jangan ke mari, mereka mengincar teteh, mereka punya niat tak baik kepada teteh" ucap Azril.


"Aku tahu, tapi kamu lebih penting dari pada nyawa ku, Azril !" ucap Elisa.


Setelah sampai, Azril masih saja dalam genggaman, tak mau di lepaskan itu membuat Elisa geram. "kenapa kamu tak melepaskan adikku, sekarang aku di sini. Jadi lepaskan adikku, sebelum terlambat" ucap Elisa masih suara santainya, tapi dengan nada mengancam.


"Hahahaha- apakah kau pikir aku akan percaya jika kau akan mau ikut dengan ku" ucapnya.


"Jangan buat aku marah, jika kamu masih mau hidup, aku bisa mematahkan seluruh tulang mu dalam satu pukulanku" ucap Elisa dengan percaya diri.


Tapi ancaman Elisa malah di abaikan oleh dia, malah berani melukai Azril. Elisa menarik nafas dalam-dalam dan membuatnya dengan kasar, Elisa mengepal tangannya kuat-kuat dan... Satu pukulan hebat mendarat tepat di rahang si pria yang tidak tahu diri itu, di beri kesempatan malah membuat Elisa marah.


Seluruh pasukan pria itu, ikut menyerang saat Elisa berhasil menumbangkan ketua mereka, seketika Azril pun terlepas. Anak buah pria itu syok dan tidak terima, akhirnya ia malah ingin menyerang Elisa, tapi sayangnya malah di tahan oleh Azril.


"Terimakasih adikku, kamu memang hebat" ujar Elisa yang memuji adiknya.


"Terimakasih kembali untuk kakak perempuan ku yang paling ku sayang, teteh tidak bisa melihat ku terluka, maka aku tidak bisa kehilangan teteh ku satu-satunya" ujar Azril yang menangkis semua serangan musuh.


Walau mereka hanya berdua tapi mereka berhasil menumbangkan seluruh pasukan pengawal-pengawal pria asing itu, sedangkan para bodyguard Elisa yang terkapar lulai di jalanan itu kaget dan sangat terkejut dengan semua itu, hingga mobil-mobil pasukan Andre pun datang.


Elisa saat ini sudah bersiap memukul kembali, dengan satu tinju kembali, tapi suara Andre menghentikan langkahnya.0


"ELISA, HENTIKAN !" Teriakan sang suami yang datang, baru keluar dari dalam mobil.


Tapi Elisa tidak mau mendengarkan apapun, Andre langsung menatap semua pengawal yang tidak becus menjaga Elisa, tanpa pikir panjang Andre memeluk Elisa yang sedang marah itu dari belakang.


"Hentikan sayang! Ku mohon jangan lukai dirimu, maafkan aku. Karena telah membawa masalah untukmu, maafkan aku" ucap Andre yang memeluk Elisa dari belakang.


Perlahan-lahan Elisa mulai melunak, dan berbalik badan memeluk suaminya. Lalu dengan sigap, Andre langsung menggendong Elisa keluar dari kekacauan itu, Elisa hanya bisa tenggelam dalam pelukan seorang pria yaitu suaminya.


"Azril, kamu juga ikut mas pulang." ucap Andre yang melihat adiknya, dan memberikan kode agar adiknya mau ikut pulang.


"Baik mas" ucap Azril yang mengikuti dari belakang.


"Bawa yang terluka, semuanya ke rumah sakit. Aku akan pulang dulu, cari Aoda" ucap Andre bicara pada Glenn.


"Baik Tuan, saya akan langsung membereskan semua yang terjadi disini" ucap Glenn.


"Tunggu! mas Andre" Elisa yang menghentikan langkah Andre, membuat Andre terdiam sejenak.


"Iya, ada apa? apakah ada yang sakit?" tanya Andre khawatir.


"Tidak, bukan aku. Tapi, dua gadis itu. Mas tolong mereka, karena mereka terluka karena diriku jadi kamu harus menolong mereka, karena satu kakinya patah, yang satu yah lagi tangannya, jadi kamu harus obati mereka mas" ujar Elisa yang ingin suaminya saja yang mengobati ya.


"Iya, kamu tidak usah khawatir sayang, soal mereka akan..." ucap Andre yang tidak dapat terselesaikan.


"Aku tidak mau pulang, sebelum kamu mengobati mereka di depan mataku. Jadi cepat lakukan, aku mohon mas" ucap Elisa yang memaksa suaminya.

__ADS_1


"Baiklah," Andre hanya mengikuti permintaan elisa yang kadang suka aneh sendiri.


"Dio kita ke rumah sakit sekarang juga" dengan membawa dua penjaga wanita ya itu, Elisa yang diam seraya melihat mobil yang ada di depan.


"Baik Tuan" ujar Dio yang mengikuti mobil yang melaju di depannya.


Sesampainya di rumah sakit, Elisa yang langsung mengawasi sendiri pengobatan yang dilakukan oleh suaminya untuk membantu para pengawal-pengawal yang terluka.


"Kamu sudah mengobati semua pengawal mu" ucap Elisa yang langsung mendekati Andre.


"Hmm- sudah semuanya, kamu tidak usah khawatir, karena mereka baik-baik saja, mereka cuman luka ringan" jawab Andre.


"Sekarang, jawab jujur. Siapa lagi mereka?" ucap Elisa yang sangat penasaran.


"Apa maksudnya aku tidak mengerti!" Andre yang menutupi semua yang dia tahu tapi tetep saja Elisa akan tahu, bahwa mereka adalah orang-orang yang sedang mengincar Andre.


"Jangan membohongi diri ku, kamu pasti tahu dan mengerti yang ku maksud. Mereka mengatakan jika aku adalah nyonya Clarlosen, berarti itu ada kaitannya dengan ANDRILOS, Jadi, katakan padaku siapa mereka jangan kamu tutupi semua itu dariku" Elisa mulai tatapan mata yang tajam.


"Sumpah yang, aku gak tahu" Andre mencoba menyakinkan istrinya itu.


"Hmph! selalu begini. Kamu tak mau jujur padamu, aku ini istri mu. Jika ada masalah dan ada apa-apa padamu, aku juga akan terlibat sekuat-kuatnya kamu bertahan dan menutup semua itu dariku, kamu tak bisa berjuang dengan sendirinya tanpa aku" ucap Elisa yang ingin Andre jujur.


"Sudahlah, yuk! Kita pulang saja sayang, kamu pasti capek, kita pulang sama-sama" ucap Andre yang mengalihkan pembicaraan.


Hmph! selalu begini, dia menutupi seluruh musuhnya lagi, kayaknya aku harus benar-benar memiliki kekuatan ku sendiri atau pasukan ku sendiri untuk melindungi dirinya, karena dia tidak mau jujur padaku. Dalam hati Elisa, yang sekarang berada di dalam mobil.


"Hmmmm. Yaudah deh! kita pulang sekarang, dengan satu syarat kamu jangan pergi kemana-mana lagi, setelah kita sampai rumah yah, malam ini kamu harus diem di rumah besok aku bangun kamu harus ada di samping aku" ucap Elisa yang penuh ancaman.


"Baik bossku, laksanakan perintah" ujar Andre dengan tangan hormat.


"Andre, kamu baru pulang? tumben masih siang kamu udah pulang" ucap Monika yang keheranan.


"Iya mah, lagi mau menghabiskan waktu lebih lama aja di rumah" ucap Andre yang berjalan menuju orang tuanya.


Mencium punggung tangan kedua orang tua, lalu menatap Monika dengan curiga.


"Ada apa mah?" tanya Andre yang peka.


"Hmm- kalau kamu ke atas nanti langsung panggilan Elisa juga untuk turun kebawah yah" ucap Monika.


"Kenapa emangnya? lagian kita juga akan turun kan, untuk makan malam" ucap Andre yang khawatir.


"Iya sih, yaudah" ucap Monika yang tak bisa berkata-kata apa-apa lagi.


Berada di kamar, Elisa yang baru selesai sholat, kaget karena melihat suaminya sudah di belakang saja.


"Assalamualaikum" ucap Andre setelah Elisa salam, dan merapikan tempat.


"Walaikumsalam, mas kok pulang?" mendekati Andre langsung mencium tangan Andre.


"Kamu ini aneh, suami pulang cepat malah nanya gitu, bukanya senang" ujar Andre yang langsung cemberut.


"Eh, bukan gitu. Elisa senang kok, hanya saja tumben aja, kamu pulang agak siang. Biasanya kan malam" ucap Elisa yang masih belum percaya.


"Jadi, kamu mau aku pulang malam apa siang, atau aku nginep aja di sana" ancaman Andre.

__ADS_1


"Eh, jangan. Kamu ini ngambek deh!" ucap Elisa yang langsung meluk Andre.


"Yang ngambek itu siapa? udah lepaskan mas dulu, mas bau tahu kan baru pulang. Belum mandi juga, tadi siang kamu ngapain aja?" ucap Andre yang berjalan meletakkan tas, tapi Elisa masih nempel aja, dan hanya mengikuti langkah Andre sambil masih memeluk Andre.


"Di toko terus dan sorenya aku ke empang, nengok ayah" ucap Elisa yang masih nempel.


"Emmm, sayang!" panggil Andre seraya mengangkat tubuh Elisa dan mendudukkan tubuh Elisa ke atas etalase kaca aksesoris di ruang ganti.


"Ada apa?" ucap Elisa seraya tanganya ia lingkaran ke leher Andre.


"Kamu bosen gak sih, di rumah?" tanya Andre, menatap elisa.


"Kan, aku sekarang udah punya kerjaan di toko, terus kadang aku juga ke empang ayah. Yah, ada si rasa suntuk juga. Tapi, mau gimana lagi kamu ya kan sibuk, jadi kita gak bisa kayak pasangan lainnya yang suka liburan" ucap Elisa yang mengatakan isi hatinya.


"Jadi gitu, kamu mau kemana? tetep mau ke korea?" tanya Andre.


"Nggak mau, kita ke Arab aja. Sekalian hajikan ibu dan ayah, Elisa pengen benget lih sayang, kita berangkat sama-sama kesana" ucap Elisa.


"Oke, kita cari waktu yang tepat. Bagaimana jika pergi yah pas mau bulan Raya haji saja gimana? kan sekalian kita nanti berkorban di sana, yah" saran Andre.


"Oke, terserah kamu" ucap Elisa yang pasrah.


"Tapi, ada hal lainnya lagi setelah berangkat haji nanti, apakah kamu mau kuliah?" tawar Andre.


"Hah? kuliah, tapi apakah bisa. Elisa kan lulusan farmasi bukan SMA, lagian apakah masih cukup umur Elisa, mas" ucap Elisa yang langsung menatap Andre.


"Nggak ada waktu terlambat lah sayang, kamu juga masih muda, nggak ada batasan jika mau belajar. Asal kamu mau berusaha dan sungguh-sungguh dalam belajar, jadi kamu ambil kesempatan untuk membuka pintu lainnya. Pilihlah yang kamu suka, mas gak akan larang kamu" ucap Andre yang memberikan kebebasan pada Elisa untuk memikirkan hal itu.


"Hmmm, izin sama ibu dan ayah dulu boleh. Masalahnya takut ibu nanti nyari jika kalau Elisa gak ngomong sama ibu dan ayah" ucap Elisa.


"Iya, boleh. Yaudah kalau kayak gini nanti mas gak mandi-mandi nih, gara-gara kamu lendotin bengini" ucap Andre yang tak bisa lolos dari cengkraman Elisa.


"Elisa masih kangen sama mas andre, minta kiss" ucap Elisa yang sudah memajukan bibirnya.


Andre hanya senyum tipis, tapi bukannya kecupan ringan. Tapi Elisa tidak puas dengan hal itu, akhirnya Andre di tarik hingga tubuhnya menempel dekat dengannya, dan Elisa melahap bibir Andre dengan sangatlah dalam.


Andre tak bisa lolos dari ciuman maut Elisa, mau tidak mau Andre harus meladeni dan melakukan ya sampai Elisa puas.


"Sudah!" ucap Andre yang baru bisa terlepas dari ciuman maut Elisa.


"Hmm- belum puas si, tapi kamu harus mandi dulu sana" ucap Elisa.


"Yaudah aku mandi dulu ya," ucap Andre yang menurunkan Elisa dari lemari etalase.


Elisa langsung mengambil handuk untuk Andre, dan baju handuk. "Iya, nih handuknya" ucap Elisa.


"Setelah ini kamu gak kemana-mana kan mas?" ucap Elisa yang penuh curiga.


"Yakan aku gak kemana-mana sayangku, udah lepas dulu, habis mandi nanti kamu lanjut lengket kayak gini, kalau mas udah selesai" ucap Andre yang tak bisa lolos dari cengkraman Elisa.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...

__ADS_1


Jumat 3 Juni 2022


__ADS_2