
^^^~Moll Malam^^^
...🌁...
...🌁...
...🌁...
Andre telah sampai dihalaman parkir sebuah Moll yang tertera nama Journey Moll, salah satu pemilik 5 pentolan Asosiasi Kebangsawanan dinegara tersebut. Andre tak pikir panjang ia langsung masuk setelah memarkir kendaraan di halaman.
Langsung berdiri mencari Rak yang tersusun semua jenis popok dari bayi dan orang dewasa, hingga tak luput juga popok alias pembalut wanita, karena saking kagetnya Andre melongo tidak tahu jika banyak sekali merek dan jenis pembalut saat sampai di depan rak tersebut.
( Gawat, aku tidak tahu jika jenis ya ternyata banyak juga. Bahkan aku tidak tahu jenis dan merek apa yang selalu di gunakan Elisa, sayang kamu telah berhasil menyiksaku seperti ini) Gerutu Andre dalam benaknya.
Terlihat ada dua wanita yang menatap tajam pada Andre, yang saat ini sedang melihat-lihat koleksi pembalut yang tertata rapi di sana sesuai jenis dan mereknya.
W 1 : Lihat cowok itu sendang ngapain, kenapa dia menatapi rak pembalut cewek seperti itu.
W 2 : Pasti cowok mesum deh!
W 1 : Iya ih, kok malah lihat-lihat barang khusus cewek gitu sambil dengan wajah bahagia seperti itu
W 2 : Ih rata-rata cowk ganteng-ganteng tapi berOtak mesum yah, menjijikan ayo kita pergi
W 1 : Yuk kita pergi
Andre mengabaikan cibiran itu, dia cuek saja dengan cemoohan itu, toh dia tidak melakukan itu untuk mereka, ini semua demi istrinya yang teramat ia cintai itu.
Mengambil hp dari sakunya, menekan no 1, tertera nama sayangku❤️. Khas dengan tanda hati di sampingnya.
Tut Tut Tut
( Ayolah sayang angkat telfon yah, aku hampir gila disini karena tidak tahu apapun ) Gerutu Andre yang saat ini tidak tenang rasa khawatirnya memikirkan keadaan istrinya di rumah tapi dia belum juga menemukan barang yang di minta.
Klik... Tut Tut,..
" Hallo sayang,... Sayang disini banyak sekali merek, aku nggak tahu yang mana kamu suka... Itu yang kamu minta, merek ya namanya apa? terus bagaimana jenis yah... Apa aja?! itu gak ada sayang, aku sudah cari merek yang namanya apa saja tapi tidak ada... Tidak ada merek? jangan buat aku tambah binggung dong! sayang... Hah! yaudah deh!" Panggilan itu terputus dengan sangat cepat Elisa masih mengerang kesakitan.
Saking binggung yah Andre ia pada akhirnya menyerah, ada seorang wanita pekerja di sana sedang merapikan tempat.
ANDRE : Permisi, nona. Boleh minta tolong!
Sapaan Andre santai dan lembut, dengan nada yang hanya bisa didengar oleh si wanita.
P.W : Iya, ada apa? Apa yang bisa saya bantu untuk anda pak.
( Gila nih cowok ganteng juga, kok ada yah pengunjung setampan ini). Dumal dalam benaknya
ANDRE : Aku tidak tahu soal, itu- barang ini, bisakah anda membantuku untuk memilih yah?.
P.W : Hah! Tapi--
si pelayan wanita itu kebingungan kok ada cowok ingin membeli pembalut wanita, itu gak masuk akal.
Seakan sudah tau apa yang ada di pikiran si pelayan cewek itu, Andre menebaknya dengan tepat. Langsung Andre membantahnya tegas, dia langsung menatap memohon.
ANDRE : Saya bukan pria mesum, jadi bisakah anda membantuku untuk memilih yang mana para wanita itu sering beli, yang bisa di pakai dengan aman
Tiba-tiba datanglah pelayan pria entah datang dari mana, ia menyambar dan berjalan mendekati Andre.
P.P : Pasti anda membeli untuk pacar andahnya, Celine udah biar aku yang menanganinya kau pergi ke kasir saja sana
P.W : Baiklah
setelah pelayan wanita itu pergi meninggalkan tempat, Andre menatap tajam pada cowok didepannya.
ANDRE : Anda faham ini
P.P : Ah tentu saja, aku sangat faham soal ini aku ini sudah setingkat pakarnya soal ini
Ucapnya berbangga diri, Andre tersenyum tipis, seperti menemukan harta yang paling berharga, sangat senang.
ANDRE : Bagus kalo gitu, aku tidak akan sungkan-sungkan lagi. Aku juga harus segera kembali, karena istri saya di rumah pasti akan mencariku karena terlalu lama di sini
P.P : Iya silakan, jadi anda sudah menikah?! baiklah akan aku bantu anda, biar aku jelaskan soal semuanya yah.
^^^~ Istana Monarfi^^^
Sampai di depan rumah, Elisa ada di ruang tengah sedang duduk sambil memegangi perutnya yang masih nyeri itu, sambil meminum jamu buatan Nara itu, Andre langsung berlari masuk kedalam dengan 2 kantong plastik besar.
" Tuan anda sudah kembali, Nona ada di ruang keluarga sedang menunggu anda" Ucap pelayan.
__ADS_1
Tanpa menjawab Andre pergi kesana dengan nafas yang tidak beraturan, ia berjalan mendekati Elisa.
" Sayang, aku kembali" Ucap Andre yang biasa sambil mengatur nafas.
" Apa itu?" Elisa melihat bawaan yang di jinjing Andre di kedua tangannya.
" Yang kamu minta?" Ucap Andre dengan membanting tubuh di sofa dekat Istrinya.
Terlihat beberapa pelayan yang masih di sana, Elisa melihat isi dalam kantong plastik.
PLAKKK !!
Elisa menepuk jidatnya, karena melihat semua jenis pembalut yang di beli suaminyalah, Andre bener-bener anak Sultan hingga pembalut saja ia borong dari Moll market itu.
" Ya Allah mas, ini apa? kamu borong semua 1 tokoh, dua plastik besar itu cuman berisi ini doang?" Ucap Elisa kaget, menaikan suaranya.
Dengan wajah polos Andre tanpa dosa ia mengatakan dengan lugas.
" Iya, aku beli semua yang kamu butuhkan, karena aku gak bisa milih mana yang terbaik untuk mu. Aku juga gak tahu mana yang kamu suka, jadi aku beli semua yah!"
" Astaghfirullahalazzim. Tapi mas, ini kebanyakan. Aku ini haid bukan nifas, Kenapa kamu beli segini banyaknya, buat apa coba!" Ucap Elisa di buat sebal dengan suaminya.
" Sayang, aku jelaskan yah. Ini katanya Anti bocor- yang ini Anti lembap- yang ini di pake siang jika kamu beraktivitas dan ini untuk malam saat kamu tidur jika kamu tidur berputar dan yang ini..." Andre belum menjelaskan sampai selesai tapi Elisa sudah menutup mulut Andre dengan telapak tangan yah.
" Sudah Cukup-cukup-cukup, kamu lagi promosi periklanan, apakah dokter Andre sekarang ganti profesi jadi marketing promosi" Ucap Elisa kesel.
" Aku lagi jelasin loh sayang" Ucap Andre yang mencoba menenangkan Elisa.
" aku lebih tahu"
" Tadi kan aku nanya ke kamu, soal jenis yang sering kamu pake, apa yang biasa kamu gunakan? mereknya apa?, tapi kamu malah berkata apa aja. Jadi aku binggung lah, makanya nanya-nanya ke sama pelayannya, jadi itu pilihan pelayan disana" Ucap Andre tanpa menyesali perbuatannya.
" YaAllah mas, gini nih kalo cowok di suruh beli pelengkap cewek. Semuanya di borong, kan jadi mubazir kalo kaya gini"
" Kan ini gak akan busuk sehari dua hari kan sayang, terus juga masih bisa di simpan"
Perdebatan antara mereka hanya bisa di saksikan oleh beberapa pelayan tersebut, mereka hanya bisa cekikikan kecil melihat tontonan itu.
" Tahu deh! Pusing aku. Kalian ada yang mau gak kalo mau ambil aja yah, aku mau tidur capekk!" Ucap elisa pasrah tidak mau berdebat lebih lama dengan Andre karena dia juga lagi dalam kondisi tidak punya energi lebih.
Elisa beranjak dari sofa, ia berjalan menuju lantai atas, di susul Andre yang ikut bangun.
" Udah di kasih saja sama para asisten rumah tangga kamu" Teriakan Elisa.
" Lah kok gitu, kok dia marah sih. Salah aku apa coba. Tolong beresin yah, maaf merepotkan kalian" Ucap Andre.
" Tuan, wanita kalo lagi datang bulan emang suka gitu, hormannya selalu berubah-ubah, jadi anda harus memaklumi yah"
" Begitu kah, hah! susah sekali jadi pria, baiklah-baiklah. Kalian tolong simpan ini kalo dia tanya nanti kalian langsung berikan saja"
" Baik tuan"
Andre berjalan ke anak tangga, mengejar istrinya yang sudah naik ke atas. Para pelayan itu baru bisa ketawa lepas hingga terbahak-bahak, hingga sakit perut mereka.
" He-he-he, Tuan dan Nona sangat lucu yah, aku baru tahu jika tuan bisa sekonyol itu" Ucap Pelayan 1.
" Aku sudah bisa menebaknya sih, jika tuan tidak serius itu bahkan cowok pendiam seperti tuan muda yang kita kenal selama ini ternyata punya sisi lain begini" Ucap Pelayan 2.
" Tapi tuan itu bener-bener lucu, sudah aku duga jika tuan muda akan seperti ini" Ucap pelayan 3.
" Mereka itu pasangan lucu juga, lihat tidak tadi ekspresi tuan muda dan nona" Pelayan 4.
" Iya aku juga sampai tidak berhenti ketawa nih!" Pelayan 1.
Hingga kedatangan ketua Pelayan khusus Marlina yang datang dengan ketua Pelayan umum Calder.
" Ada hal menarik apa sampai kalian Ketawa-ketawi seperti ini" Ucap Marlina tegas.
" Ah tetua, itu tuan dan nona" Ucap pelayan 3.
" Tidak baik untuk menertawakan majikan kalian, seharusnya kalian ingat peraturan di istana ini" Ucapnya tegas mengingat para pelayan agar tidak seenak di sini.
" Iya maaf tetua" Ucap Pelayan 4.
" Apa semua ini" saat Marlina melihat 2 kantong plastik besar di atas meja.
" Itu, milik tuan. Ah, maksudnya nona. Nona sedang datang bulan dan tuan membeli semua ini sendiri, tanpa bantuan dari kami tetua" ucap pelayan 2.
" padahal tadi kami sudah menawarkan diri tapi tuan menolaknya" Pelayan 4.
" Dia memang seperti itu, walau dia seorang yang memiliki kedudukan tapi dia tidak mau merepotkan pekerjaan yah, anak itu tidak berubah sama sekali" Ucap Marlina menatap lantai atas.
__ADS_1
" Tetua kami boleh lanjutkan pekerjaan lainya" ucap pelayan 1.
" pergilah"
^^^~ Dalam Kamar^^^
Setelah sampai di kamar, Andre yang saat ini kebingungan bagaimana cara untuk meredam Amara istrinya itu, dan menghibur yah , Elisa duduk di sofa besar di sana.
" Sayang, udah dong jangan ngembek gitu. Mas beneran gak tahu, yang-sayang. " Ucap Andre yang menatap istrinya, sambil menarik-narik tangan Elisa.
Elisa merebahkan diri di sofa, Andre yang melihat Elisa yang sudah mencari posisi.
" Kamu berniat mau tidur disofa, jadi benaran kamu marah sama aku nih?" Ucap Andre yang menarik tangan Elisa sampai Elisa terbangun lagi.
" Iya, aku akan tidur di sini" Ucap Elisa.
" Tapi, kasur juga enak loh sekarang!" ucap Andre membujuk, Elisa terdiam malah menyenderkan kepalanya di gagang sofa.
" Jadi beneran tetap mau tidur di sini? nggak mau tidur di kasur, ini empuk loh tadi baru di ganti kasurnya" Ucap Andre yang beranjak dari sofa ke tepi ranjang, hingga menepuk-nepuk kasur.
" Udah kamu aja yang tidur di situ. Sendirian! di kasur barunya, biar aku yang akan tidur di sini"
" Kenapa? gak mau tidur di kasur"
Tanya Andre penuh pertanyaan di raut wajah yang saat ini dengan tampang polosnya.
" Aku lagi haid mas, kalo aku tidur di kasur baru nanti bisa nempel di sana kan, harus ya aku jelaskan!"
" terus, masalahnya dimana?"
" Ini hari pertama aku haid"
" Lalu-"
" Kalo tembus kan berabe nanti, lagi banyak-banyak nih!"
" Pake yang anti tembuslah, kan tadi aku sudah beli"
Elisa di buat kesal dengan suaminya yang membikin emosi saja, malah menatap tajam suaminya yang saat ini duduk di sebelahnya.
" Mau itu anti tembus kek atau anti bolong kek, kalo lagi banyak-banyak tetep aja tembus mas Andre, ngertiin dong"
" Ya masa aku bobonya sendiri sih, kalo kamu gak mau tidur di kasur, yaudah aku juga tidur di sini deh!" membaringkan tubuhnya di sofa yang sama dengan Elisa.
" Ih, kok malah ikutan di sini. Sempit" Ujar Elisa mendorong kepala Andre agar menjauh.
" Ya makanya, pindah yuk!" ucap andre memelas.
" Gak, kamu aja sana"
" Yaudah, aku akan tidur di sini"
" Aduh mas Andre, iya-iya aku pindah"
" Nah gitu dong!" Andre sangat senang mendengar hal itu.
Andre mengakat tubuh Elisa membawa dia ke ranjang.
" Aaaahhh, apa-apa sih"
" Aku gendong kamu, malas jalan kan jadi aku bantu kamu buat naik ke ranjang"
" Dasar, kamu ini. Gimana kalo daraku nempel di lengan kamu"
" Tidak masalah toh aku sudah terbiasa dengan hal itu, malah setiap hari aku selalu berlumuran darah orang"
" Aaahiss aku lupa, aku menikah dengan dokter bedah"
" hehehehe baru sadarnya, kemana saja dari tadi sayang. Masih sakit gak perut yah?" Ujar Andre meraba area sekitar perut Elisa.
" Iya masih, tapi udah agak mendingan dari sebelumnya. Jamu bikinan Nara itu manjur, gak pahit juga kalo minum, tapi bikinan ibu rasanya pahit!"
" Hemm-- gitu yah, yaudah nanti biar aku suruh Nara bikin lagi" Ucap Andre dengan senyuman mengembang di wajahnya senang.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Senin 27 Desember 2021
__ADS_1