Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
197. Temen Lama.


__ADS_3

Andre sekarang terlihat lebih baik, ia mulai aktifitas kembali, walau kadang kalah dia juga masih takut tapi tugasnya sebagai seorang dokter harus di jalankan. Walau kadang tangannya bergetar saat melihat pasien yang terluka atau mengeluarkan darah yang banyak.


"Dokter Andre, ini laporan di bagian bangsal 7. Apakah harus di perhatikan lagi, semua sudah periksa kondisi ya, dan banyak juga sudah pada pulang. Sekarang sudah terisi dengan pasien yang baru" ucap seseorang yang datang, dia dokter magang.


"Begitukah, tanyakan pada dokter Jun... Maksudnya dokter Hendry soal itu" ucap Andre yang keceplosan.


Menyambut nama Junlion dengan reflek yah, membuat dokter magang itu langsung kaget dan menatap Andre yang malah tertegun sendiri.


"Baik dokter Andre, saya undur diri untuk membawa laporan ini kepada dokter Hendry" ucap dokter magang.


Tak lama Rudi datang dengan beberapa kertas, dan itu adalah laporan yang di minta Andre sebelumnya.


"Andre, ini laporan obat yang kau minta. Ouh! soal obat untuk pasien kemoterapi yang baru datang bagaimana?" tanya Rudi yang sekarang membawa banyak sekali kertas di tangannya.


"Hmm- tapi, bagian ini seharusnya kamu berikan pada Jun kan, kenapa kau tanyakan padaku, saat ini aku tidak memegang kendali soal ini" ucap Andre yang tidak sadar akan apa yang dia ucapkan.


"Andre, apakah kamu baik-baik saja? Junlion sudah tidak ada, apakah kamu sering mengucapkan itu pada semua bahwa mu. Kamu lupa, belum ada pengganti Junlion ya!" ucap Rudi yang heran dengan apa yang di katakan oleh Andre.


"Astaghfirullahalazim... Maafkan aku Rudi, aku kenapa lagi ya, hari ini. Aku sama sekali tidak bisa fokus, mungkin saja aku juga tidak sadar mengatakan hal yang sama juga pada yang lainnya" ucap Andre yang memijat keningnya.


"Istirahatlah dulu Dre, mungkin kamu lelah. Hmm... memang kehilangan sesuatu itu berat untuk di lupakan, tapi kita harus bangkit kembali" ucap Rudi yang memapah Andre ke kursi.


"Iya terimakasih." Andre duduk dengan tenang di kursi sambil melihat data-data yang di bawa oleh Rudi tadi.


Rudi mau memecahkan keheningan, ia juga sangat penasaran dengan apa yang dia dengar dari orang lainnya.


"Dre, boleh nanya gak?" ucap Rudi yang memberanikan diri, melihat Andre yang masih fokus.


"Tanya apa?" jawab Andre singkat.


"Aku dengar-dengar, Elisa buka bakery ya?"


"Iya, Elisa buka toko kue" jawab Andre.


"Apakah, kamu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup dia Dre, itu gak mungkin kan?" ucap Rudi.


"Awalnya dia hanya mau membantu warga di sana Rudi, tapi malah tambah banyak orang yang ingin kerja di tempat itu, jadi Elisa membuka lowongan pekerjaan untuk ibu-ibu dan bapak-bapak di sana" ucap Andre yang menjelaskan.


"Kirain kamu tidak bisa menafkahi keluarga, sampai Elisa harus kerja!" ucap Rudi.


Malah dapat tatapan mata yang tajam dari Andre, Rudi langsung tertawa kecil. "Hehehe, bercanda Dre, elah perasaan banget si!" ucap Rudi yang menenangkan Andre.


Kedatangan Try yang membuat Andre langsung menatap ke sumber suara.


"Dre, aku cariin malah kamu ada di sini."


"Ada apa?"


"Masalah alat bantu untuk oksigen gimana? udah datang belum?"


"Astaghfirullah, aku lupa try. Sebentar saya akan hubungi orangnya," ucap Andre mengeluarkan hpnya.


Terlihat seorang wanita cantik, dengan pakaian rapi memasuki lobi rumah sakit. Melepaskan kaca matanya, dan melihat-lihat sekitar. Tak lama datang lagi seorang pria, juga berpenampilan menarik dan rapi.


"Gila, dia punya rumah sakit sebesar ini. Pantas saja dia malah memilih keluar dari Yayasan, malah dia punya usahanya sendiri" ucapnya seraya membuka kaca matanya.


"Kamu bener, dia tipe yang cukup menarik perhatian. Kamu sudah siap, kita akan buat kejutan untuk dia" ucap seorang pria.


"Aaah! Tentu saja, aku juga tidak sabar apa reaksi dia, saat melihat ku" ucap wanita cantik.


Andre yang berjalan keluar tidak menyadari jika ada orang yang datang, Andre keluar karena ingin mengambil alat-alat yang baru saja datang.

__ADS_1


"Ouh! itu bukanya andre?" saat Matthew melihat Andre berlari menuju pintu keluar.


"Itu memang dia, yang di belakang itu pasti Try kan?" ucap Leah.


"Masih sama seperti dulu, dia jadi kacung bagi Andre yang selalu mengekor" sindir Matthew.


"Panggil dia!" ucap Leah.


"Try Rochman!" Teriak Matthew.


Seketika Try berhenti karena panggilan tersebut, mencari sumber suara. Kaget saat melihat teman lama saat jaman kuliah malah ada di tempat ini.


"Hah! Matthew Alexander, kamu ngapain kesini? dan dia siapa?" tanya try heran dan sangat keget.


"Kenalin, aku Leah Olivia Christophe" seraya mengulur tanganya.


"Hah? Christophe? Tunggu sebentar... Kamu Madison kan?... Astaghfirullah, kok kamu jadi kayak gini. Kamu ganti gender? Wah! gila!" ucap Try yang lebih kaget dengan madison.


Madison jenis kelamin bawaan lahir seorang pria yang melakukan operasi gender, hanya demi kepuasan ekperimen gilanya. Dia menjadi dokter bedah plastik yang cukup terkenal di negaranya, membuat banyak sekali perubahan dalam tubuhnya sendiri.


"Yah, kamu kan sudah tahu. Bagaimana gilanya Madison, sampai bela-belain merombak semua tubuhnya begini, hanya untuk menggoda Andre" sambung Matthew.


"Kayak yah kali ini usahamu juga akan sia-sia Madison, karena sebelum kamu melakukan hal itu. Kamu harus menghadapi pawangnya dulu, apa lagi pawang Andre ahli bela diri, jadi siap-siap saja" ucap Try.


"Bodyguard Andre bertambah ya!" ucap Leah.


"Iya bisa dibilang begitu, karena banyak kejadian yang tidak terduga. Akhir-akhir ini itu membuat dia tidak stabil"


"Kami juga sudah dengar soal Junlion, sebelum kami datang ke sini tadi sempat mampir ke Barcelona, untuk menemuinya" ucap Matthew.


"Dia juga pasti akan senang bisa melihat kalian termasuk untuk diri mu, Madison. apalagi untuk menggodamu yang sekarang" ucap try.


"Hahaha kamu bisa aja Try, Madison seorang wanita sekarang, jadi panggil dia dengan nama leah, jangan buat oplas ya sia-sia dong!" ucap Matthew.


"Maaf, jadi kalian harus menunggu lama" ucap Andre yang langsung duduk di antara Leah dan try.


"Dari dulu sampai sekarang kamu gak perubahan ya Dre, selalu sibuk" ucap Matthew.


"Kalau tidak sibuk itu bukan Andre namanya" ucap Leah.


Andre hanya bisa tersenyum tipis, karena itu memang benar.


"Tapi, ngomonge-ngomong Matthew. Kamu datang sendiri, mana Madison? kenapa kamu malah datang dengan seorang wanita" ucap Andre yang kebinggungan.


"Wah kamu hebat Madison, sampai-sampai Andre tidak mengenali dirimu. Andre kamu tidak bisa melihatnya, padahal dia di begitu dekat di samping mu" ucap Try yang mengaguminya.


"Hah? Ini... Madison?" Andre syok saat melihat ya.


"Iya Andre, ini aku. Peluk sini, aku kengen loh sama kamu sini peluk aku dong!" Madison sudah membentang tanganya, ingin memeluk Andre, Andre malah mundur.


Tapi tiba-tiba, ada tangan yang mencepit telinga Madison dengan sangat keras, itu membuat dia meringis kesakitan.


"Aaaaaah! siapa sih berani-beraninya narik telingaku" ucap Madison.


"Kamu siapa? berani-beraninya main peluk-peluk saja" ucap Elisa yang membidik dengan tatapan tajam.


"Kamu yang siapa! datang-datang langsung narik telinga aku" ucap Madison.


"Sayang! dia temenku, jangan salah faham dulu" Andre langsung berdiri karena melihat istrinya sudah berapi-api.


"Siapa? dia... Simpanan kamu lagi, ini yang ke berapa?" ucap Elisa yang mendesak Andre.

__ADS_1


"Heh! simpanan apa sih. Dia ini temen honey, serius" ucap Andre yang menjelaskan.


"Try dia siapa?" bisik Matthew.


"Pawang ya andre! yang ku ceritakan tadi"


"Hah? pacarnya?"


"Sudah SAH, dia istrinya"


"Kamu serius?"


"Iya, kalau gak percaya coba saja tanya!"


Andre terus saja menjelaskan pada Elisa, Madison sampai kebinggungan.


"Tunggu dulu, dia siapa sih Dre. Kamu sampai mati-matian menjelaskan begitu, biasanya kamu acuh saja tuh. Tapi—" ucap Leah Alisa Madison.


"Diam kamu, aku lagi jelas pada istri." nada Andre agak marah.


Elisa baru pertama kali melihat nada marah Andre ini, membuat Elisa agak kaget. Lalu tersenyum tipis, saat melihat Andre menatap tajam Leah.


"Hahaha, sudah-sudah. Mas Andre, aku sudah tidak bisa menahan ya lagi. Aku minta maaf ya sudah tidak sopan menjewer telinga anda. Kenalkan mbak, aku Elisa. Nama anda siapa?" ucap Elisa yang mengulurkan tangannya.


"Leah, salam kenal. Kamu siapanya andre?" Madison juga menyambut baik tangan Elisa tersebut.


"Aku! adalah temen tidurnya" jawab Elisa yang meletakkan rantang di meja.


"Hahaha! Andre istrimu ekstrim juga yah? boleh aku juga kenalan denganmu, nona" ucap Matthew yang langsung mendatangi Elisa.


"Elisa!" dengan senyuman manis, Elisa juga menyambut tangan Elisa.


"Matthew Alexander, salam kenal yah" ucap Matthew, mencium tangan Elisa.


"Iya, salam kenal juga. Silakan duduk. Dilanjutkan, lagian aku datang, hanya mau memberikan makan siangnya, aku tidak tahu jika ada temen mas yang akan datang. Bagaimana kalian juga mampir ke rumah, nanti saya jamu kalian berdua" tawar Elisa.


"Kalian tidak usah khawatir karena kalian akan rugi jika tidak datang. Masakan istri Andre bisa kalahkan chef dunia, jadi kalian tidak akan menemukan hal unik lainnya di mana pun" ucap Try yang memuji Elisa bikin tersipu malu.


"Apa sih dokter Try, yaudah saya pamit yah. Karena tak bisa meninggalkan tempat lama-lama, aku balik lagi ya mas" ucap Elisa yang mengulurkan tangannya.


"Kanapa buru-buru sih, kita ngobrol dulu saja di sini" ucap Matthew yang ingin mengenal lebih jauh.


"Maunya gitu, tapi saya tak bisa meninggalkan pekerjaan saya. Jadi kalau kalian masih sempat, nanti mampir saja ke rumah, mas ajak mereka main kerumah" ucap Elisa yang bicara secara bergantian.


"Baiklah" jawab Andre singkat, karena masih binggung sama tingkah Elisa yang cepat sekali berubah itu.


"Yaudah aku buru-buru, aku pamit yah" ucap Elisa yang langsung mencium punggung tangan Andre, berlalu pergi.


Elisa sudah jauh, Andre masih kebinggungan dengan sikap Elisa yang cukup membuat spot jantung Andre.


"Dia istrimu Dre. Ketemu di mana sih, aku baru tahu seleramu cukup uniknya" ucap Matthew.


"Belum tahu siapa Elisa, dia cewek yang bisa buat gunung es runtuh dalam satu kedipan matanya" ucap Try.


"Dia cukup pengertian, kenapa dia sampai repot-repot mengantarkan makanannya sendiri, tak suruh orang saja jika dia ibuk kan" ucap Leah.


"Kamu belum tahu saja bagaimana Elisa yang Andre tidak makan, karena Andre tidak bisa makan luar, selain masakan rumahan" ucap try membela Andre.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...

__ADS_1


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Sabtu 14 Mei 2022.


__ADS_2