Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
62. Persiapan Sebelum Perang.


__ADS_3

Malam harinya setelah pulang dari rutinitas hari ini, Elisa yang langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa sedangkan Andre yang langsung masuk kamar untuk mengambilnya handuk bersih.


" Mas Andre mau di masakin apa? " Tanya Elisa pada Andre yang saat ini sedang melepas pakaian, Elisa juga masih merebahkan diri di sofa.


" Nggak usah!" Ujar Andre keluar lagi dari kamar tidur.


Kaget dengan jawaban uang katakan suaminya Elisa terduduk seketika di sofa sambil menatap Andre." Eh? kok gak usah, emang kamu gak lapar?" Tanya Elisa yang Kebingungan.


" Kita makan malam di luar" Ucap Andre yang dengan pede yah.


" Heh ! Tumben kamu ngajak makan malam di luar, ada momen apa nih? Lagi ngajak Elisa kencan yah " Tebak elisa yang langsung bangkit dari sofa.


" Iya " Jawab Andre singkat sambil jalan ke dapur, Elisa mengikuti Andre.


" Jujur banget sih !" Ucap Elisa sambil menatap Andre yang sedang meneguk air minum.


Andre menarik nafasnya. " Bohong salah, jujur salah. Mau kamu gimana?" Ucap Andre yang di buat kesal.


" Iya deh kamu yang paling bener, yaudah Elisa duluan ya mandinya" sambil mengambil handuk yang di bawa Andre.


" Itukan handuk ku " Ujar Andre yang pasrah handuknya di ambil Elisa.


...🥱🥱🥱...


Setelah mereka bersiap-siap keduanya sudah pakai baju yang rapi, Elisa hanya pakai kaos panjang luar switer milik Andre, dan di dobel Jaket tebal yang hangat, bawahan Elisa jins koloran. Penampilan Andre yang paling kece, kaos lengan panjang dibalik jaket Levis dobel Jaket tebal kera berbulu, bawahan Celana hitam jins yang agak longgar.


" Suamiku yuhu- kok dandan kamu lebih lama dari pada cewek sih, Mas Andre masih lama nggak ! ayo dong aku sudah laper nih" Ucap Elisa sambil teriak-teriak dari pintu luar.


" Iya bentar gak sabaran banget sih, ini baru selesai tunggu aku ambil dompet" Ucap Andre.


" Hp- dompet -sama kunci mobil sama aku, udah cepetan kamu keluar, lama banget sih ngapain aja coba di kamar mandi" Protes Elisa.


" Bersemedi, biar dapat wasiat" Ujar Andre sambil jalan beriringan dengan Elisa.


" Hahaha apa sih, bikin merinding aja. Emang mau wasiat apa dari kamar mandi?" Tanya Elisa sangat penasaran.


" Wasiat biar istriku agak tinggi sedikit, terus agak berisi badannya" Ucap Andre, jalan menuju lift.


Elisa kaget sambil menatap tajam suaminya, memukuli Andre pelan. " Ya Allah, doa gitu benget. Seharusnya kamu bersyukur aku kecil, kan kasur kamu bisa agak lebar buat kamu tidur di sampingnya" Ucap Elisa yang membela diri, Mereka menunggu pintu lift terbuka.


" Tapi gak enak buat di peluk " Ucap Andre sambil memeluk Elisa singkat.


" Emangnya aku guling, atau kasur gitu. Nyeselin tahu gak lama-lama" Ucap Elisa Ngambek.


" Hehehe, bercanda. Sayang kamu yakin " Ucap Andre yang melihat Elisa, dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


" Apa? " Tanya Elisa kebingungan.


" Itu kamu pakai baju kaya gini" Ucap Elisa.


" Ya terus, gak inget lipstik merah Elisa kemana coba. Kan di buang sama kamu bilang nanti di ganti sama pabriknya juga, mana gak tuh kamu cuman OmDo" Ucap elisa jengkel.


" Ouh! Maaf, iya nanti aku ganti" Ujar Andre yang baru ingat.

__ADS_1


" Lagian kita makan malam cuman berdua kan, apa harus Elisa pakai dress- gaun gitu atau gamis" Ujar Elisa menanyakannya pada Andre.


Andre kebingungan untuk menjelaskan pada Elisa soal makan malam hari ini sebenarnya bukan makan malam di lestoran, melainkan di rumah Steven. " Sayang! Maaf yah"


" Buat apa kamu minta maaf, hayo- kamu habis ngelakuin kesalahan apa sama aku" Ucap Elisa yang langsung menuding ke Andre.


" Sayang sebenernya, aku di ajak makan malam di rumah orang" Ucap Andre yang ragu-ragu untuk mengatakannya.


" Heh? jadi kamu ngajak aku juga gitu!" Tanya Elisa yang spontan memikirkan Andre dikira sudah mau berubah jadi romantis taunya.


(" Ya elah ku pikir dia ngajak aku makan malam di luar bener-bener mau kencan tahunya, ada maunya. Ini yang di namakan udang di balik batu, keselyah. Untung laki sendiri kalo bukan udah habis kamu mas, dasar Andre Azzam Arafif ") Ucap dalam benak Elisa yang Kecewa dengan Andre deh si Elisa ini.


" Iya, karena itu syarat yah harus bawa kamu" Ujar Andre yang gelagapan.


" Inget kan perjanjian kita, bahwa kita jangan publikasikan dulu hubungan ini" Ucap Elisa karena terlalu kesal jadi membuat Andre mengingat janjinya.


" Iya aku tahu, tapi aku udah terlanjur janji nggak enaklah kalo harus batalin sekarang. Mereka juga pasti udah masak banyak, maaf ya Elisa" ucap Andre yang memohon.


Pintu lift terbuka, Elisa dan Andre akhirnya masuk kedalamnya. " Seharusnya kamu nanya dulu dong sama aku, kamu main ngiyain aja" Ucap Elisa yang langsung menekan tombol lantai 1.


" Iya maaf Sayang, maaf kan aku yah ! Elisa" Ujar andre yang terus saja berusaha.


" Yaudah! Tapi kamu Jujur sama aku, kamu diajaknya makan malam di rumah siapa?" Tanya Elisa yang membidik Andre.


" Kita mau makan malam di tempat musuh" Ucap Andre yang dengan tatapan mata berbinar menatap Elisa.


Seketika Elisa langsung berbalik badan menatap suaminya. " Hah! maksud kamu apaan sih, makin ngawur banget deh" Ujar Elisa dibuat binggung.


" Jadi gini ceritanya, tadi siang asistennya Steven, mau ngajak aku ketemuan tapi aku nolak terus dia ngancem akan di pecat kalo gak berhasil ngajak kita makan malam, ya otomatis aku enggak bisa nolak dong. Aku gak tega, toh mukanya meyakinkan sih" Ucap Andre yang bicara terus terang.


" Bukannya bagus yah, kita jadi punya kesempatan dan waktu yang bagus untuk balas dendam" Ujar Andre yang punya motif tersembunyi.


Elisa melirik tajam pada Andre. " Ternyata kamu diam-diam menghanyutkan yah mas, dan memiliki rasa dendam yang sangat tinggi juga" Ucap Elisa bicara agak dingin.


" Aku jadi kaya gini di ajarin siapa coba, kalau bukan sama kamu" Ucap Andre pembelaan diri.


" Loh- loh kok jadi menyalakan Elisa yang nggak tahu apa-apa" Kata Elisa yang tidak mau di salahkan.


"Jadi gimana mau ganti baju dulu atau tetap pakai baju itu, masih di sini kita belum jalan ke sana" Tawar Andre.


" Ya udah pakai baju ini aja, repot amat ! enak kaya gini bebas lebih enak nyaman terus juga kalau ada apa-apa larinya kenceng" Jawab Elisa spontan dan cepat.


" Bisa aja kamu yah ngelesnya" Ucap Andre sambil berjalan ke arah mobil.


" Ya harus bisa dong siapa dulu Elisa" Ucap Elisa langsung membuka kunci mobil.


Andre yang Kebingungan karena kunci gak ada padanya tapi mobil bisa kebuka kunci yah, dia lupa kalo kunci di pegang istrinya.


" Mana kunci mobilnya" Ucap Andre.


" Ini sama aku" Elisa jalan mendekati andre.


" Kamu yang mau nyetir" Ujar Andre.

__ADS_1


" Ya kamu lah, masa aku " Ucap Elisa yang di buat kesel.


" Yaudah bawa sini" Elisa yang mau masuk mobil malah di suruh keluar lagi


" Kamu aja yang masuk sini" Ucap Elisa yang sudah naik mobil.


" Mana kuncinya!" Ucap andre yang juga naik mobil.


" Nih-nih-nih" Ucap Elisa menekan-nekan kunci ke tangan Andre.


" Terimakasih" ucap Andre.


Tiba-tiba hp andre berdering, karena hp ada di tas Elisa jadi Elisa mengambilnya.


" Mas hp kamu berdering nih!" ucap Elisa.


" Coba di angkat" Ucap Andre.


Andre memasangkan earphone bluetooth di telinga. " Hallo Try... Lagi mau jalan... Okey! kita ketemu di sana saja... Iya aku sama Elisa... Sip!" Ucap Andre sambil keluar dari parkiran.


" Dari dokter Try " Tanya Elisa penasaran.


" Iya. Kamu pake sabuknya dong!" Ucap Andre yang baru sadar jika Elisa tidak pakai sabuk.


" Pakein lah, Elisa gak bisa" Ucap Elisa yang manja keluar.


" Gak bisa atau kamu mau di manjain" Ucap andre yang langsung menghentikan mobilnya dulu, langsung mengambil tali sabuk.


" Hehehe, peka dikit dong!"


" Iyalah" Ucap Andre yang pasrah.


Di perjalanan saat di jalan tol, Andre yang mengendarai mobil dengan santainya taka tahu jika di belakang ada mobil Try yang di dalam ada Zacky juga.


" Zacky, itu kayanya mobil Andre yah coba deh agak deket aku mau liat plat nomor mobil yah" Ucap Try yang sangat penasaran.


" Itu emang mobil Andre kali" Saut Zacky yang juga hafal dengan mobil Andre.


Tin tin tin


" Eh? bukanya itu dokter Try yah mas" Tanya Elisa pada Andre.


Try membuka jendela mobil. " Dre, kita berangkat sama-sama" Ucap try yang konyol.


" Segini lagi jalan juga, udah duluan sana jangan Ngalangin di jalan kaya gitu mau cari bahaya aja kau" Ucap Andre memperingati try.


" Okey!" Ucap Try menyuruh Zacky agar melaju.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya

__ADS_1


Kamis 18 November 2021


__ADS_2