
Di halaman dimana Elisa melewati pintu masuk untuk ke gedung itu, tadi saat berangkat Elisa tak sengaja terjatuh di area sekitar saat Andre sudah agak jauh dari pandangannya, di karena kan tidak hati-hati dalam melangkah padahal sudah di peringati oleh suaminya sebelumnya jika Elisa tidak boleh lari-lari saat cuaca bersalju.
" Adduuuhhh dimana yah kok malah gak ada sih, perasaan aku tadi jatuh di sekitar sini deh!" Gerutu Elisa.
Wuuussss !!!
Tiba-tiba angin dingin berhembus itu membuat Elisa menggigil. " Iih dingin banget sih, padahal udah pake baju super tebal kok masih terasa dingin sampe ke tulang-tulangku, terus ini gimana ! apakah mas Andre marah gak yah kalo cincinnya hilang!" Gerutu Elisa yang sangatlah sibuk mencari cincin kawin yah yang hilang tersebut.
Karena saking fokusnya saat ada orang yang datang Elisa tidak menyadari yah, terlihat pria berambut pirangnya mendekati Elisa.
" Excuse me !!! Excuse me, Miss!" Ucapnya pada elisa sambil usaha agar bisa bicara dengan Elisa.
" Mohon maaf aku lagi sibuk, cari orang lain saja sana" Ucap Elisa.
" I'm sorry, want to ask? " Ucapnya lagi.
" Aduh nih bule oot banget sih, nggak ngerti yah apa yang aku katakan" Ucap Elisa kesal langsung berbalik badan.
Saat melihat rupa dari seoarang pria bule, rambut pirang berbadan tegap dan kulit putih pucat, bibir merah delima mata biru terang rahang yang begitu tegas. Biasa Elisa seketika jika liat cowok ganteng suka heboh sendiri tapi kali ini Elisa tidak menujukan ekspresi dia suka atau terpesona dengan cogan di depannya.
" Sory Don wory Mr. Me no understen you ngomong what. Nah! sok faham gak tuh apa yang aku katakan, pusing-pusing luh sampe ubanan. You go searching person lainnya, okey ! You andersten" Ucap Elisa dengan bahasa kocak dan logat mengeja.
Si bule itu tersenyum tipis karena tingkah laku Elisa yang sangat lucu, sedangkan Elisa langsung mencari benda penting yah lagi, karena itu sangat berharga baginya.
" It's okay? you are good at english well. Are you from Indonesia. Apakah kamu orang Indonesia nona" Ujarnya dengan fasih berbahasa Indonesia.
Elisa yang sedang sibuk masih mencari, belum menyadari jika pria bule asing itu bisa bicara bahasa Indonesia dengan baik.
" Iya, aku orang in... Hah? tadi kamu bilang apa!" Elisa sadar langsung kaget dan langsung menatap bule asing itu dengan lekat.
Si bule juga baru sadar jika wanita yang ada di depannya itu adalah wanita yang ingin sekali ia temui, karena ia sudah ngefans sekali dengan Elisa.
" Ouh! amazing... kamu kan yang ada si video viral itu" Ucap Si bule asing kaget melihat Elisa yang ada di depannya.
" Ouh! maksudnya? " Elisa malah kebingungan dengan apa yang di katakan si bule.
" Yang viral beberapa waktu lalu, yang memukul pemilik gedung ELR kan, di gedung filix. Benaran itu anda kan nona" Ucap si bule untuk menyakinkan diri.
" Ouh! iya itu bener, kenapa emangnya. Lalu kamu ini siapa?" Tanya kebingungan Elisa dengan wajah datar.
" Ah! aku Kevin Andrian Clarlosen" Ucapnya sambil mengulurkan tanyanya.
" Hah? ouh Kevin. Aku Elisa!" Ucap Elisa sambil menyambut baik uluran tangan Kevin.
" Aku sangat seneng bisa bertemu dengan mu secara langsung seperti ini, tidak sengaja malah bertemu yah!" Ucap kevin dengan semangat 45 yah sambil mengayunkan tangan Elisa yang ada di genggamannya.
" Hahahha iya, tapi kenapa kau ingin bertemu denganku" Ucap Elisa dengan tawa terpaksa.
" Ouh, iya bener juga yah. Hemm-- jangan marahnya, sebenarnya aku ini menyukaimu..." Ucapnya dengan nada senang ekspresi wajah yang gembira.
" Hah? apa yang kamu katakan" Ujar Elisa langsung melongo kaget dengan ucapan itu.
( Baru juga ketemu udah main menyatakan perasaan saja nih orang, ganteng sih cuman oot yah itu loh bikin aku pengen pukul nih orang, apakah orang mesum yah?) Dumal Elisa dalam benaknya.
__ADS_1
Si bule asing itu langsung ketawa saat melihat ekspresi wajah Elisa seakan mau marah karena kesalahpahaman, yang di katakan dalam ucapannya itu.
" Hahahah, Saya klarifikasi. Bukan rasa suka seperti yang kamu pikirkan kok, tenang saja. Pernyataan perasaan ku tadi bukan antara pria dan wanita yah, tapi aku sudah ngefans sama kamu saat video itu diputar di hp ku. Jadi bisa di bilang aku ini sudah jatuh hati padamu saat melihat aksi mu, kamu sangat luar biasa hebat sekali bisa melawan mereka hanya modal tangan kosong, sampe kedua polisi saja kamu lawan, kamu benar-benar sangat hebat dan keren" Ujar si Kevin dengan wajah yang ceria.
" Hahaha terima kasih atas pujiannya, dan atas dukungan mu saya begitu sangat tersanjung loh sama apa yang kamu katakan tadi, tapi mohon maaf aku sedang sibuk sekarang kalau kamu ingin membahas soal kehebatanku yang lainnya bisa ditunda dulu karena aku sedang fokus mencari sesuatu yang hilang ok!" Ucap Elisa yang memperingatkan.
Elisa menarik tangan yah pelan-pelan dari genggaman tangan Kevin itu, fokus cari benda lagi yang hilang.
" Begitukah! mau ku bantu, kamu cari benda apa? biar cepat ketemu. Karena disini sangat dingin, jadi akan aku bantu kau mencari benda tersebut" Tawar Kevin.
" Tidak usah repot-repot, aku tidak mau menyusahkan orang lain silakan anda pergi saja" Ucap Elisa.
" Katakan saja apa yang kamu cari, biar aku bantu kamu" Ucap Kevin masih menghadang Elisa yang saat ini sibuk matanya mencari di setiap sudut jengkal di setiap tumpukan salju.
" Kubilang tidak usah ya tidak usah, apakah kamu tuli yah" Ucap Elisa yang mendorong tubuh kevin yang menghalangi pandangan yah.
" Aku nggak mau dengar apa pun yang kamu katakan itu, sebelum kamu mengatakan apa yang kamu cari. Jadi cepat katakan apa yang kamu cari aku akan terus menggangu mu jika kamu tidak mau memberitahu ku, ayo apa yang kamu Cari" Ucap Kevin terus saja menggangu Elisa.
" Oke! Aku katakan, aku sedang cari sepasang cincin yang tidak sengaja aku hilangkan" Ucap Elisa sambil mata masih mencari.
" Oooh! bagaimana dengan bentuk yah, jadi seperti apa?" Tanya Kevin yang ikut mencari di tempat lain.
" Yang satu agak ramping di atasnya ada batu permata berwarna biru, dan yang satunya agak lebar dan tebal di atasnya ada permata ukuran kecil hampir tidak terlihat batu yah, lalu sama-sama ada garis merah yang melingkar di tengah-tengah" Ucap Elisa sambil tetep mencari Kevin juga hanya mendengarkan sambil ikut mencari.
" Cincin pasangan kah? couple begitu. Hmmm- jaman sekarang cincin saja sampai harus di cari di tengah salju begini" Pikiran Kevin Elisa memiliki kekasih, padahal itu cincin nikah karena tidak tahu jika Elisa itu sudah menikah maka agak mencibir.
" Karena itu benda penting bagiku" Ucap Elisa yang penuh harapan.
" Asal kamu tahu jika benda tersebut adalah cincin pernikahanku yang didesain khusus oleh mertua, apa hak mu untuk menasihatiku. Aku tahu apa yang sedang ku lakukan saat ini, aku hanya tidak mau mengecewakan beliau. Puas dengan Jawabanku, jika kamu tidak tulus membantuku silahkan pergi, aku tidak memaksamu untuk mencarinya" Sewot Elisa.
" Hah! WHAT!! jadi kamu sudah menikah" Ujar Kevin syok.
Elisa hanya diam tak mau menjawab pertanyaan Kevin tersebut, ia masih fokus mencari. " Baiklah aku minta maaf soal tadi, aku telah menyinggungmu. Mau memaafkan ku nona yang baik, aku mengaku jika aku bersalah" Ucap Kevin.
" Iya Baiklah, aku sudah memaafkanmu" Ucap jutek Elisa.
" Jadi apakah kamu sudah menikah" Tanya balik Kevin yang masih tidak mempercayai yah.
" Kenapa kamu tanyakan lagi yang sudah jelas aku katakan tadi, baiklah aku akan katakan sekali lagi. Iya bener aku sudah menikah! kenapa ada masalah" Ucap Elisa.
" Tidak, kamu terlihat masih muda tapi kenapa sudah menikah dengan cepat" Ucap Kevin.
" Untuk apa lama-lama, tapi akhirnya gak bisa bersama tidak bisa berkomitmen untuk berjuang di jalan yang sama" Ujar Elisa yang punya pengalaman buruk tentang masa pacarannya.
" Hahaha iya juga sih. Ouh,-" Ucap Kevin di sela-sela pembicaraan tak sengaja Kevin melihat cahaya terang dari balik pohon yang penuh dengan tumpukan salju di bawahnya.
Kevin langsung memungutnya dengan cepat dan langsung menyembunyikan di balik kantong baju luarnya. Kevin berbalik badannya melihat Elisa sejenak, Sambil tatapan sedikit agak berbeda terhadap Elisa.
( Sayang banget, dia ternyata sudah menikah jika balum kan aku bisa berjuang untuk mendapatkan hatinya) Gumam harapan dalam benak Kevin.
Sepasang bola mata yang tajam seperti pedang, dari arah kejauhan sedang menatap kedua orang yang ada di halaman gedung.
" Hemm kok tiba-tiba aku jadi merinding yah" Gerutu Kevin, langsung berlari kecil menghampiri Elisa.
__ADS_1
" Elisa, jika aku berhasil menemukan cincin itu apa yang akan kau berikan sebagai terima jasa bantuanku" Ucap Kevin
" Hah? jadi kamu tidak ikhlas menolongku, sudah aku duga, yasudah tidak usah cari lagi silakan kamu pergi saja" Ujar Elisa yang kesal dibuatnya.
" Hahaha bercanda kok, aku tulus membantumu" Ucap Kevin.
" Oh ya masa sih" Ucap Elisa meledek.
" Elisa coba kamu tatap aku" Ucap Kevin
" Buat apa? sudahlah jangan ganggu aku" Ucap Elisa yang tidak mau menuruti.
Kevin sangat penasaran dengan cincin itu jadi ia melihatnya secara detail untuk memastikan apakah benar itu cincin yang dicari oleh Elisa, Tapi saat melihat nama yang tertera dalam cincin pasangan tersebut, Kevin sangat terkejut jika nama Andre yang tertulis di sana.
" Hah, ini kan" Ucap pelan Kevin syok melihat nama Andre di sana.
" Elisa !" Panggil Kevin yang mulai tak bisa berkata-kata lagi.
" Sekarang apa lagi mau mu" Ucap Elisa.
" Apakah nama suamimu adalah Andre" Ucap Kevin yang menatap Elisa.
" Eh - iya itu, tapi dari mana kau tahu?" Ujar Elisa yang syok.
" Itu tertulis jelas di sini" Ucap Kevin menujuk kalung dengan bandul sepasang cincin kawin Elisa disana.
Elisa senang bukan main karena Kevin berhasil menemukan cincin pernikahannya, tanpa sadar Elisa langsung memeluk Kevin saking gembiranya.
" Ouh ! kamu berhasil menemukan yah" Ucap Elisa yang refleks langsung memeluk Kevin.
" Iya, ini cincin yah masih utuh tak terpisahkan satu sama lainya masih bersama dalam satu ikatan, mungkin hanya terlepas dari pemiliknya" ucap Kevin dengan berat hati harus relakan Elisa untuk Andre.
" Ya ampun syukurlah akhirnya ketemu juga, dia gak akan jadi marah denganku" Ucap Elisa langsung memegangi kedua cincin itu.
" Sini aku bantu kamu pakaikan, kenapa kamu nggak pake aja sih cincinnya kenapa harus di buat kalung kaya gini, itu bikin kesempatan bagi cewek untuk merebut suami kamu kan"
" Hahaha kalo ada yang mau sok aja sih, tapi kayaknya gak akan ada yang tahan sama cowok model kaya dia, cuman hanya aku saja" Ucap Elisa yang sangat yakin, ia membalikkan tubuhnya karena Kevin akan memasang kalung itu ke lehernya.
" Kayaknya kamu sangat yakin sekali seperti itu sama dia" Ucap Kevin.
"Iyalah, aku harus yakin sama pasangan aku sendiri kan" Ujar Elisa.
" Ouh begitu yah! Elisa- tolong rambut kamu Ngalangin" Ucap Kevin.
Elisa langsung menyisihkan rambut yah, agar mempermudah Kevin untuk mengaitkan kalungnya. Dari atas gedung yang agak jauh di lantai 2 terlihat sepasang bola mata yang sudah berapi-api melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat, Andre sedang memperhatikan Elisa dan Kevin yang ada di bawah sana, tak sadar jika bolpoin yang ada digenggaman tangannya patah menjadi dua saking gramnya dan menahan amarah kecemburuannya terhadap Kevin.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Jumat 26 November 2021
__ADS_1