
Hari berikutnya berada di dalam kamar Andre yang saat ini berdiri di depan lemari sambil mengambil pakaian setelah selesai menuju cermin rias mengambil minyak rambut, merapikan tatanan saat ia keluar maka sudah sangat rapi.
Sedangkan Elisa sibuk di dapur sudah bersiap-siap dari pagi, Elisa sedang membuatkan bekal untuk di makan nanti siang agar nggak mau ngantri dan nggak mau duduk berdesakan, kesibukan Andre dan Elisa di pagi hari yang membuat mereka sama-sama saling membantu, apa lagi Andre akan membawa para dokter hari ini ke seminar pemateri adalah profesor James.
" Mas jadwal hari ini kamu di luar gedung kah?" Tanya Elisa yang sibuk merapikan kotak makan.
" Iya sayang!, aku akan ajak para dokter ke univ fly Dream kedokteran" Jawab Andre sambil merapikan dasi.
" Jadi nggk bakalan ada di tempat dong?" Ujar Elisa langsung menatap Andre.
" Nggak, nanti ada Try!" Jawab Andre yang membalikan piring.
" Tetep pulang sore kan?" Tanya Elisa.
" Iya lah sesuai jam pulang nggak mungkin lebih dari jam pulang sayang" Ujar Andre yang saat ini mengambil nasi.
" Hemm-- gitu, kamu mau ku bikinin bekal gak sekalian" tanya Elisa.
" Eh? kan ada makan siang di sana" Andre kebingungan.
" Iya tapi Elisa malas kalo harus ngantri apa lagi nanti harus berdesakan di serobot orang melulu, terus makanan nggak enak bukan seleranya Elisa" Ujar Elisa, Andre langsung ke inget kemarin saat Elisa makan dengan sangat sedikit sekali.
" Ouh! gitu yaudah mas juga sekalian deh!" Ujar Andre.
" Okey!" Jawab Elisa.
π
π
π
Berada di parkiran gedung filix, saat akan turun Elisa sempat-sempatnya berdandan merapikan lipstik di bibirnya, saat Andre menoleh dan menatap istrinya yang sedang merias diri itu membuat Andre cemburu.
" Kamu lagi ngapain sih!" Tatapan penuh kecurigaan.
Elisa langsung menujukan bibir yang sudah merah menyala. " Gimana bibir Elisa udah okey kan mas" Ujar Elisa sambil membuka pintu mobil.
" Eh- sebentar" Andre menahan tangan Elisa agar tidak keluar dulu.
" Ada apa?" Elisa kebingungan.
" Kamu yakin akan keluar dengan seperti itu" Ucap Andre yang merasa ada yang salah.
" Iya bener lah, terus gimana? Elisa tadi ngga sempat dandan di apartemen " Ucap Elisa.
" Nggak-nggak! kamu nggak boleh keluar dengan seperti itu" Ucap Andre seraya mengambil tisu mencoba menghapus bibir merah Elisa, tapi Elisa malah menghindar.
" Huh! apa sih mas, ini tuh lipstik mahal jangan di hapus Napa! susah payah aku bikin bibir seksi kaya gini" Ucap elisa sambil memonyongkan bibirnya.
" Seksi dari mana, orang bibir kaya habis ke jotos gitu! dibilang seksi" Ucap Andre mengejek.
" Ya Allah mas, segitu yah sih ngga suka banget lihat Elisa dandan, nggak pernah muji istrinya" Ucap Elisa yang ngambek.
" Pokoknya mas ngga setuju, kamu harus hapus sekarang juga" Ucap Andre.
" Ih mas Andre biarin Napa sih!" Ujar Elisa yang menutup mulut yah.
" Nggak bisa aku diem aja lah liat kamu kaya gini, bibir kamu kaya seorang wanita pemakan manusia dan habis minum darah begitu" Ucap Andre yang mencoba menghapus habis bibir merah Elisa.
" Eh? segini seksi yah" Elisa yang pasrah aja deh di hapus lipstiknya oleh Andre.
" Nggak-nggak ah~ jelek tahu, di hapus yah udah kamu polosan aja" Ucap Andre.
" Apaansih mas! Elisa pucat banget kalo gak ..." Ucap Elisa yang langsung terpotong gara-gara Andre melempar lipstik itu ke bak sampah yang tidak jauh dari parkiran.
" Ah~ ih mas Andre apa-apa sih, itu lipstik Elisa yang paling mahal tahu nggak! kok di buang sih" Ucap Elisa agak marah.
" Berapa sih harganya ? lipstik kaya gitu aja kamu heboh banget. Aku akan beli kan 1 toko bila perlu pabrik yah ku beli, turun! Awas aja yah kalo kamu macem-macem saat aku gak ada" Ujar Andre yang mulai over protective pada Elisa.
" Iya-iya nggak berani Elisa, istrinya mau tampil cantik nggak boleh kan biar kamu nggak malu. Aku lagi buat kamu itu bangga kalo kita jalan keluar kan biar gak ke banting penampilan ku sama penampilan kamu" Dumalan Elisa yang kesal.
" Kamu udah cantik sayang nggak perlu lipstik merah itu! aku gak peduli mereka ngomong apa? Yang tahu kecantikkan kamu cuman aku, jadi bukan penilaian orang yang penting" Ucap Andre yang mengelus-elus kepala Elisa.
" Hemm-- oke, kan udah kehapus nih! boleh turun sekarang" Ucap Elisa.
" Iya, jangan macem-macem lagi yah" Ancaman dan peringatan Andre.
__ADS_1
" Iya-iya nggak akan berani deh!" Ucap Elisa yang akhirnya bisa turun dari mobil Andre.
π₯°
π₯°
π₯°
Berada di Universitas Negeri ternama di New York, kampus Andre dulu saat ia menempuh pendidikan S1. Sesampainya di halaman dengan mobil bis, Mobil Andre ia tinggalkan di gedung filix karena ia dijemput menggunakan mobil bis.
" Selamat datang di universitas Negeri Fly Dream Public health atau universitas kesehatan masyarakat di sini, semuanya hati-hati yah saat turun" Ucap Junlion.
Saat semua pekerjaan turun satu-persatu, Andre dan Jun yang mengantri untuk keluar.
" Dre gimana! langsung ke lokasi seminar saja kah?" Tanya Junlion.
" Iya, ini udah siang takutnya udah mulai juga!" Ucap Andre yang khawatir.
" Okey! " Ucap Jun yang akan balik badan pergi.
" Jun kamu duluan, aku mau menelfon Try lupa ngasih tahu soal pemateri jam kedua setelah makan siang" Ucap Andre sambil mengeluarkan hp dari saku celana.
" Okey! Gua duluan yah"
Terlihat dari arah lain ada seorang wanita yang datang menghampiri Andre yang akan menelfon tersebut.
" ANDRE!!!" Ucap Wanita itu dengan fasih panggilan yang sangat akrab sekali.
Andre menoleh ke sumber suara dan ternyata itu adalah salah satu sosok cewek.
" Wah! ini beneran kamu yah? Tidak menyangka akan bertemu dengan kamu di sini lagi! Apa kabarmu? lama kita tidak berjumpa" Ucapnya seraya udah salah tingkah.
" Ouh! Tiffany kamu juga ada di sini?" Ucap Andre yang menatap Tiffany yang saat ini terlihat aneh.
" Pertanyaan macam apa itu, aku sudah lama di sini dan kamu juga tahu aku ada di sini" Ucap Tiffany.
" Ah~ jadi kamu belum pindah dari divisi yah" Ujar andre yang mengingat masa-masa saat masih jadi dokter magang.
" Iya, aku masih di sini." Ujar Tiffany sambil menatap wajah Andre. (" Masih berharap kamu akan datang kembali") dalam hatinya juga ikut berkomentar.
" Begitu, Tiffany aku duluan yah kita bisa lanjut nanti ngobrol yah" Ujar Andre yang langsung buru-buru get out.
π€©
π€©
π€©
Kembali di tempat gedung filix dimana Ariana sedang aktif sekali mencari Andre matanya selalu mengawasi setiap sudut tempat-tempat yang umum dimana Andre suka bolak- balik.
...π BAHASA ENGLISH π...
ARIANA : Dia tidak ada di sini, kemana dia? Tunggu para dokter muda itu juga tidak ada, apakah libur? tidak mungkin kan
Seraya matanya aktif mencari hingga setiap sudut dan pintu ruangan di lihat satu persatu, try yang kebetulan lewat melihat gerak gerik Ariana terlihat aneh, dia berjalan tanpa orang-orang yang selalu mengekor padanya, Akhirnya try menghampiri Ariana.
TRY : Nona Ariana, sedang apa anda di sini?
Itu membuat kaget Ariana yang saat ini sedang dalam mode tanpa penjagaan.
ARIANA : Ah~ Aku sedang jalan ingin ke kantor
Ariana saat ini malah gelagapan saat di tangkap basah oleh try, Kepekaan try sudah tahu jika Ariana seperti mencari Andre karena dari awal bertemu selalu mengawasi Andre dari monitor ataupun secara langsung.
TRY : Eh? bukanya kalo lewat sini akan lebih jauh ya untuk sampai
Ucap Try yang saat ini mulai curiga pada Ariana, sudah kebaca oleh Try.
ARIANA : Itu karena saya ingin kebagian gudang penelitian
Alasan yang tidak masuk di akal, tapi try pura-pura tidak faham saja.
TRY : ouh! jadi mau ke gudang penelitian, bukan lagi nyari Andre?
Langsung pada intinya, Ariana sempat kaget saat di tanya begitu.
ARIANA : Hah! Ah~ itu... Tidak!
__ADS_1
Langsung saja mengelak tidak mau disebutkan bahwa ia mencari Andre.
TRY : Ouh! baiklah kalo tidak cari dia, jika hanya ingin ke gudang penelitian, maaf saya telah mengganggu perjalanan anda. Saya permisi!
Ucap Try yang akan pergi meninggalkan Ariana tapi baru beberapa langkah akhirnya rasa penasaran Ariana lebih besar di bandingkan dengan rasa gengsinya.
ARIANA : Ah~ tunggu. Aku memang mencari dokter Andre
Seraya merundukkan wajahnya karena malu, sudah ketahuan.
TRY : Hemm--
Langsung saja manggut-manggut, dengan senyuman geli karena ada saja yang tertipu sama tampilan Andre yang ramah itu.
ARIANA : Kenapa kamu malah tersenyum seperti itu sangat menakutkan
Ucap Ariana yang saat ini menatap heran try yang melebarkan senyumnya.
TRY : Tidak apa! Dia sedang tidak ada di sini, sedang mengadakan tour ke universitas fly dream. Semoga sukses mengejar hati Andre nona Ariana, karena kamu pasti akan butuh usaha lebih keras untuk menarik perhatian dia, apa lagi pesaing terberatnya ada di sini
Ucap try yang langsung pergi begitu saja, meninggalkan Ariana yang Kebingungan tersebut.
ARIANA : Hah! apa maksudmu...hey- dokter Try jangan kabur kamu
...π³ Selesaiπ³...
" Dasar kau Andre bikin baper anak orang lagi ini untuk ke sekian kalinya, lain kali kalo mau tebar pesona harus bagi tips dong!, dimana pun kau ada selalu ada aja yang dibuat baper" Dumal try sambil jalan.
Berada di ruangan setelah selesai materi hari ini, Elisa dan Rudi akhirnya keluar dari tempat membuat otak panas telinga jadi Bolot gara-gara harus selalu pakai earphone untuk penerjemah.
" Lis mau makan di kantin lagi" Tanya Rudi mengingat kejadian kemarin dimana Elisa tidak di terima.
" Nggak mas, aku bawa bekal nih" Ucap Elisa menunjukkan tas yang berisikan bekal makan siang yah.
" Eh? jam berapa kamu bikin begitu" Ucap Rudi yang kaget karena Elisa sudah buat bekal sedangkan harus berangkat pagi-pagi.
" Subuh-subuh" Ucap Elisa.
" Hahaha niat banget kamu, emang masih enak jam segini baru di makan?" tanya Rudi.
" Yah masih enak lah mas, kan Elisa yang bikin mas kan pernah tuh Elisa bikinin Capcai sama ikan asin plus oreg tempe" Ucap Elisa mengingatkan saat masih magang jadi asisten apoteker.
" HA-HA-HA Iya juga sih, tahu gitu aku suruh kamu juga bikinin aku Lis" Ucap Rudi.
" Eh! mas mau yah" Elisa kaget.
" Yah gitudeh! atau jangan-jangan kamu sudah tahu yah kalo pangeran berkuda putih mu tidak ada jadi kamu sudah siapkan ini" Ucap Rudi yang mendeteksi.
" Maksudnya?" Elisa binggung.
" Bukanya kemarin kamu di tolong sama Andre kan, dan hari ini para dokter sedang tidak ada di tempat. Andre juga tidak ada jadi ngga ada pangeran penyelamat lagi yang bakal nolong kamu" Penjelasan Rudi.
" Ouh! Itu hahaha... Itu hanya kebetulan saja kok mas, lagian aku juga tidak terlalu suka sama makan di sini nggak cocok banget buat perut deso aku ini" Ucap Elisa setengah jujur.
" Hahaha iya sih, aku jadi kangen masakan bini nih kamu ngingetin aku, jadi bikin aku pengen cepet-cepet pulang kan" ucap Rudi menyalakan Elisa.
" Hahaha maaf mas!" Tawa Elisa renyah.
" Masak apa kamu hari ini?" tanya Rudi kepo.
" Nasi goreng plus-plus telor dong" Jawab Elisa.
" Wah enak tuh, lain kali kamu boleh dong bikin satu buat aku juga, pengen rasakan masakan kamu nih" Ucap Rudi.
" Okey mas besok Elisa bikinin yah" Ucap Elisa setujui apa yang di pesan Rudi.
Saat di persimpangan jalan akan ke kantin dan arah turun dan kantor, Elisa malah akan menuruni tangga.
" Iya Lis, kamu jadi nggak ke kantin nih!" ucap Rudi.
" Nggak! Aku mau cari tempat lain buat makan. Daah mas Rudi" Ucap Elisa yang sudah turun kebawah.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
__ADS_1
Kamis 14 Oktober 2021