Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
85. Ruangan Khusus.


__ADS_3

Keesokan paginya, Elisa terbangun belum sadar sepenuhnya lalu meraba karena terasa berat di tubuhnya, ternyata itu adalah tangan besar Andre yang kekar melingkar kuat di perut Elisa, perlahan-lahan Elisa ingin melepaskan diri dari pelukan Andre yang saat ini memeluknya begitu sangat erat seakan-akan dirinya akan hilang saja, tak lama karena ada pergerakan itu Andre juga bangun tapi matanya masih memejam.


" Ini masih pagi sayang, tidur kembali saja" Ujarnya sambil mempererat pelukannya.


" Kita harus pergi, kamu lupa yah tugas kita disini itu apa?" Ujar Elisa yang mengingat jika mereka harus pergi pelatihan.


" Tidak ingat, emang kita akan apa?" Ucap Andre yang mau melupakan jika mereka disini itu sedang sibuk.


" Mas, bukannya kamu punya anak didik untuk di latih kan, coba sudah berapa lama kamu meninggalkan semua kariyawan mu" Tanya Elisa pada suaminya.


" Hmmm, aku masih ngantuk!" Mengalihkan pembicaraan, Andre masih memeluk tubuh Elisa.


" Dasar bayi besar, cepat lepaskan aku. Elisa mau mandi dulu, terus kita berangkat ayo!" Ucap Elisa menepuk-nepuk lengan besar Andre.


" Nanti aja sih, aku masih mau tidur" Ucap Andre yang tak mau melepaskan Elisa.


" Kalo kamu mau tidur ya tidur saja sendiri, aku mau mandi" Ucap Elisa yang mencoba melepaskan diri.


" Nggak bisa tidur mandiri, harus meluk kamu" Mode manja Andre yang saat ini menciumi area punggung Elisa.


" Memang aku guling apa! aduh, geli jangan menciumi di leher dong ! geli" Ujar Elisa yang merengek, tapi Andre tak menghiraukan perkataan itu.


Berhasil meloloskan diri dari lilitan Andre itu, Elisa langsung lari kedalam kamar mandi, dan menyala air keran di wastafel cuci muka dan gosok gigi, setelah itu ia mandi di shower.


Andre yang saat ini terduduk dengan tubuh nyender di kepala ranjang sambil menatap pintu kamar mandi, tak lama ada ketukan pintu membuat Andre harus beranjak dari ranjang.


" Maaf tuan, mau di buatkan sarapan apa? Apakah nona masih marah, jika seperti ini apakah nona akan memaafkan kami" Ucap pelayan ketakutan.


" Hemm--, dia sedang mandi kalian tidak usah repot-repot membuat sarapan untuk kami, dia tak akan suka jadi sebaiknya tidak usah. Kalian tidak usah khawatir, Elisa tidak marah pada kalian. Kembali lah, kalian kerjakan yang lainya saja " Ucap Andre menenangkan si pelayan.


" Baik tuan!" Ucap si pelayan yang langsung pergi dari depan pintu kamar Andre.


Tepat saat itu Elisa juga keluar kamar mandi, dan terlihat Andre yang baru menutup pintu. " Ada siapa?"


" Xia ? yang kemarin membuatkanmu teh lemon" Jawab Andre singkat.


" Ouh!, mas Andre aku baru ingat" Ucap Elisa sambil menggosok-gosok kepala dengan handuk.


" Soal apa ?" Tanya Andre binggung.


" Kita kan datang kesini tapi tak membawa satu baju pun gimana dong, apakah harus beli yang baru lagi" Ucap Elisa.


" Hemm-- tidak usah, karena semua sudah ada di sini" ucap andre yang baru ingat menyuruh Calder untuk menyiapkan semua kebutuhan Elisa.


" Di mana? " Tanya Elisa polos.


" Ikut aku, lewat sini" Ucap Andre yang menarik tangan Elisa lembutnya.


Berjalan ke sebuah pintu yang dekat dengan pintu keluar, saat di buka ruangan itu sangat gelap.


" Ini tempat apa sih mas kok gelap banget" Ujar Elisa yang mata tak bisa melihat dengan jelas.


" Sabar dong sayang, kan lampunya belum nyala" Ucap Andre yang mencoba mencari tombol kontak.


" Cepat nyalain " Ujar Elisa yang tidak sabar.


Clikkk...


Clikkk..



Elisa kaget syok ternyata ada ruangan sebesar butik tetapi ini adalah butik pribadi, Elisa tak bisa berkata-kata lagi ia takjub.


__ADS_1


Asasoris khusus untuk Elisa sudah tersedia di sana, semua yah lengkap dari pernak-pernik jam tangan dan gelang, hingga sepatu dan tas.



Ruangan itu khusus untuk semua koleksi baginya, Elisa emang tidak pernah meminta tapi Andre yang sudah mulai ancang-ancang untuk semua ini, karena Andre emang ingin memanjakan Elisa, satu persatu lampu di nyalakan.


" Wah! ini punya siapa mas, butiknya mamah" Tebak Elisa yang melihat suaminya.


" Semua ini milik kamu" Jawab singat Andre yang sangat ingin sekali mengurus Elisa dengan baik.


" Jangan bercanda ah-" Ujar Elisa yang tidak mempercayai bahwa ucapan Andre benar.


" Aku serius, Sepatu- Tas- Baju, semua milik kamu" Ucap Andre sambil menunjuk kesemua tempat.


Elisa langsung duduk di kursi bundar untuk mencoba sepatu. " Eh ? kok sepatu semua pas kaki aku sih" Ujar Elisa syok karena semua sepatu yah pas di kaki.


" Tentu saja, aku yang meminta untuk ukuran pas kaki kamu" Ucap Andre yang saat ini dengan muka bangga.


" Kapan kamu menyiapkan semua ini?" Tanya Elisa penasaran.


" Saat kita keluar untuk makan tadi" Ujar Andre menjelaskan.


" Dasar, jadi ini alasannya kamu ngajak aku pergi ngedet!" Ujar Elisa yang menatap tajam.


" Kenapa? kamu gak suka yah, akan ku suruh Calder untuk menganti semuanya dengan mengunakan lemari ukuran sedang saja deh!" Ucap Andre yang menebak-nebak ekspresi wajah Elisa.


" Kata siapa aku gak suka? Elisa malah suka banget makasih yah maskusay ❤️😘" Elisa langsung naik di kursi bundar menarik piyama andre dan langsung mencium pipi Andre dengan lembut, andre hanya tersenyum tipis.


" Syukurlah jika kamu suka, ku pikir kamu tidak akan suka, karena aku belum tahu apa yang kamu suka apa yang kamu tidak suka, makanya katakan dong!" Ucap Andre yang memeluk Elisa.


" Aku suka kamu, yang gak suka kamu sama wanita lain" Ucap Elisa yang jujur sambil melingkarkan tanganya di leher Andre.


" Begitu saja!" Ucap Andre yang cemberut.


" Kenapa! salah yah" Ujar Elisa membingkai tangannya ke wajah Andre.


" Hemm, iya deh iya aku tahu masih ada yang kurang nanti aku pikirkan lagi yah. Tapi ngomong-ngomong mas, kok semua ini pakaian aku lalu pakaian buat kamu mana?" tanya Elisa binggung.


" Ada kok, di ruangan sebelah" Ujar Andre yang langsung menurun Elisa dari pelukannya.


Berjalan menuju memutari lemari satunya terlihat ruangan yang agak berbeda, warna hitam dan putih sesuai kesukaan Andre.



" Ini semua pakaian kamu?, kok membosankan sih, semua kemeja dan celana bahan semua" Protes Elisa yang tidak mau terima.


Andre tersenyum dengan tingkah Elisa itu, lalu ia membawa Elisa kesamping yah.


" Kamu belum mengelilingi yah! coba kamu keliling dulu sana. Namanya juga buat kerja, ada tuh yang biasa saja, coba sana kamu jalan" Ucap Andre.



( Waw emang keren banget sih anak Sultan mah punya butik sendiri kaya gini, kenapa aku jadi merasa bersalah gini sih ) gerutu Elisa dalam benaknya.


" Sudah puas belum sayang, aku tinggal mandi yah, kamu ganti baju pilih baju yang kamu suka" Ucap Andre yang bernada agak keras karena Elisa lagi asik melihat-lihat koleksi Andre itu.


" Iya kamu mandi sana, kamu kan kalo mandi suka lama" Ucap Elisa.


Berada di kantor dimana Andre sibuk kembali dengan aktivitas sebagai seorang dokter yang sedang memberi bimbingan pada para pekerjanya, pengarahan kepada mereka.


Datanglah Try dan Kevin yang baru selesai materi juga, duduk di sebelah Andre yang saat ini sedang sibuk dengan leptop yah.


" Paman, kau di sini? Aku tak melihat kak Junlion, kemana dia" Ucap kevin yang celingukan.


" Kan sudah ku bilang, dia sedang ada banyak urusan" Ucap Try yang menarik kursi.

__ADS_1


" Dengan mantan istri yah lagi?" Tebak Kevin yang tepat.


" Ya biasalah, begitulah! tuh anak emang hidup yah gak pernah bisa move on dari dua mantan istrinya" Ucap Try.


" Try laporan kemarin mana?" Andre memotong percakapan mereka.


" Eh? Ah- aku lupa bawa, ada di asrama" Jawab singkat Try.


" Besok kau bawa" Ujar Andre sinis.


" Oke!" Jawab singkat.


" Paman, Apartemenya gimana?" Tanya Kevin khawatir.


" Gak gimana-gimana" Jawab Andre yang sibuk mengetik data.


" Apakah tidak ada ganti rugi, balik modal atau apalah gitu" Ujar Kevin.


" Kevin yang penting semua selamat saja itu bersyukur, ternyata ada hikmah yah juga di balik pertengkaran kalian yah dre" Ujar Try.


" Apa maksudnya kak Try, paman kamu bertengkar dengan Elisa?" Ucap Kevin yang berganti bicara.


" Bisa tidak jangan bicarakan itu di depan anak kecil" Ujar Andre dengan tatapan tajam pada try.


" Paman aku sudah dewasa aku sudah 25 tahun?" Jawab Kevin yang saat ini tidak mau di anggap anak kecil terus oleh pamannya.


" Iya kalo kalian tidak bertengkar, kalian berdua pasti sudah tidur nyenyak hingga sangat pulas, terus gak tahu kalo apartemen kalian kebakaran, yang ada kalian berdua akan ikut juga kejebak" Ujar Try.


" Iya juga yah, paman kamu masih cukup beruntung yah" Ucap Kevin yang memikirkan matang-matang.


" Entahlah, aku juga gak niat buat bertengkar dengan Elisa lagi pula semua itu tak ku rencanakan" Jawab Andre sambil mengambil kertas yang baru di print.


" Tapi gimana sekarang keadaan Elisa udah membaik?" Tanya Try.


" Iya Alhamdulillah sudah membaik, kondisi juga sudah sehat. Tuh dia malah sedang asik duduk disana, dengan pria lain" Ucap Andre yang saat ini menunggu kertas yang sedang di print.


" Terus sekarang kalian tinggal dimana?" Tanya Try.


" Terpaksa tinggal di rumah papah-mamah" Jawab Andre yang terdiam sejenak.


" Istana Monarfi?" Kevin dan Try langsung mengatakan hal yang sama dengan kompak.


" Iya, aku tinggal di sana sekarang, zea juga baru melahirkan kemarin jadi aku mungkin akan lama di sana?" Ucap Andre.


" Dre bukanya kamu tidak terlalu suka tinggal di sana yah, lalu bagaimana dengan elisa? apakah dia betah" Tanya Try.


" Hemm, emang sulit sih tapi dia sedang mencoba beradaptasi dengan baik" Jawab Andre.


" Lalu bagaimana dengan sesepuh rumah itu, dia tidak bawel kan" Ujar try yang menyebut Marlina sebagai sesepuh rumah.


" Kemarin ada kejadian mereka sempat berdebat, karena Elisa tidak tahu melanggar peraturan di sana" Ujar Andre yang menjelaskan sesuatu sedikit.


" Terus gimana hasilnya" Tanya try yang khawatir.


" Aku bawa dia kabur untuk sementara" Ucap Andre.


" Syukurlah, lalu bagaimana untuk selanjutnya dan seterusnya, kamu akan tetap tinggal diistana Monarfi?" Ucap Try.


" Belum ku pikirkan, tapi sepertinya untuk sementara waktu kami tinggal disana lagian pelatihan ini juga akan selesai" Ucap Andre.


" Iya juga sih! tinggal menunggu hari saja selesai pelatihan ini"


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Rabu 15 Desember 2021


__ADS_2