Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
199. Memanjakan Istrinya.


__ADS_3

Andre yang baru kembali setelah pertemuannya dengan seseorang di depan gerbang rumah, dengan sesuatu di tangannya, andre tampak bahagia itu karena terukir dengan jelas di senyumnya yang mengembang.


"Andre kamu dari mana sayang? jogging," tebak monika.


"Nggak mah, cuman dari depan aja. Ya udah mah, Andre naik dulu yah" ujar andre yang langsung berjalan cepat naik ke atas.


Orang tua yah sampai di buat binggung, oleh tingkah andre pagi hari ini. "Tuh, anak kenapa lagi? kayak seneng banget" ujar monika yang merasa ada yang aneh dengan tingkah andre.


"Kayak gak tahu anakmu saja, mungkin dia mau ngasih kejutan untuk istrinya" ujar Arafif yang masih fokus membaca koran.


"Gitu yah, emang sudah lama sih aku gak lihat senyuman itu terukir di wajahnya. Iya gak pah, sampai rasanya mamah kangen banget" ujar monika.


"Iya, andre emang banyak sekali tingkahnya. Itu yang membuat orang ingin sekali meraihnya"


Andre sudah sampai di depan pintu kamarnya, melihat istrinya baru selesai menyetrika baju yang akan di gunakan andre hari ini.


"Sayang," seraya membuka pintu kamar.


"Iya, ada apa?" ucap elisa yang kaget saat suara itu menggema di ruangan.


"Elisa, mana ATM yang ku kasih sama kamu?" tanya andre yang sangat ingin tahu di mana semua kartu yang hanya di anggurin doang sama pemiliknya.


"Ada tuh di dompet ijo lumut, di atas laci" ujar elisa yang menujuk ke arah laci, karena dirinya sedang sibuk membereskan tempat.


Andre berjalan ke sana mengambil dompet elisa yang tergeletak begitu saja di sana, andre membuka raselting dompet berjejer 9 kartu ATM. Ada black card, gold, silver, dan kartu bank indonesia lainnya.


"Mau di apain sih mas?" tanya elisa kebinggungan dengan apa sedang di lakukan oleh andre.


Andre tidak bicara apa-apa, dia hanya langsung mengambil semua kartu ATM tersebut. Hingga, kartu ATM tabungan bakery.


"Loh, mas kok di ambilin semua. Itu yang bank bisnis, itukan bukan ATM yang kamu kasih, itu milik bakery, kenapa itu juga di ambil sih" ujar elisa yang kebinggungan.


"Iya, aku tahu. Makanya semuanya ini aku ambil, walau ini bukan ATM yang ku kasih, tapi gara-gara ini kamu jadi jarang pake uang yang ku kasih, aku cemburu sama benda ini" ujar andre yang terang-terangan mengatakan hal itu pada elisa.


"Hah? masa iya kamu mengambil semua ATM hanya karena kamu cemburu sama benda mati itu sih mas" ucap Elisa agak kesel.


"Iyalah, pokoknya aku gak mau tahu. Kamu akan gunakan semua keperluan kamu apapun itu, entah itu urusan di bakery atau apalah terserah kamu. Tapi, harus pakai ATM ini aja, semuanya" ucap Andre memberikan ATM baru pada Elisa.


"Kamu bikin ATM baru lagi? buang-buang duwet banget sih kamu, ini namanya pemborosan, sayangku" ucap Elisa yang agak marah.


"Gak apa-apa, karena ini semuanya demi istri. Jadi aku gak peduli hal lainnya, pokoknya aku gak mau tahu dalam sebulan kamu harus habiskan uang yang ada di ATM tersebut, jika tidak kamu habiskan dalam waktu sebulan, maka isi di dalamnya akan hangus dengan sia-sia, kamu gak suka kan kalau itu jadi mubazhir" ancaman Andre pada istrinya.


"Lah. Kok kamu kayak gitu sih, main ancaman. Mas, kalau kamu tahu akan mubazir kenapa kamu–" ucapan Elisa langsung di potong karena bibir Elisa di tutup dengan telunjuk Andre dengan cepat.


"Sssst.... Dahlah, jangan banyak protes, mana baju ku, aku dah telat masuk kerja nih" ucap Andre yang langsung melepas kaos bajunya.


"Iya bentar aku ambilkan, kamu ini orang aku belum selesai ngomong udah di potong" ucap Elisa yang agak kesal, lalu mengambil baju yang baru saja ia seterika.


Dia kenapa sih, masa ia dia cemburu sama ATM. Kadang kalah aku binggung sama tingkah laku, dan sikapnya itu. Dumal Elisa dalam hatinya.


Karena kesalnya udah nyampe ubun-ubun, Elisa malah tak sengaja mengeluarkan unek-unek dengan nada normal.

__ADS_1


"Astaghfirullahalazim, kenapa aku punya suami lucu banget sih, masa gara-gara aku gak pake uang dari dia saja, jadi ngembek berlebihan begini. Kayak anak kecil sih tingkah ya, gimana mau jadi bapak kalau tingkahnya begitu" ujar Elisa saat mengambil baju untuk Andre.


"Aku akan jadi anak kecil yang paling manja saat aku hanya berdua bersamamu, dan akan jadi bapak yang tegas saat posisi harus jadi orang tua, jadi aku akan ada di masing-masing porsinya," Jawab Andre yang keluar dari ruang ganti.


"Upsss- dia denger rupanya" ucap Elisa yang baru sadar suaranya terdengar oleh telinga Andre.


"Denger lah orang kamu ngomong kenceng banget" ucap Andre yang langsung mengambil kemeja di pelukan Elisa.


Berada di bakery, Elisa sedang melihat data omset dan pesenan yang di buku catatannya, saking fokusnya tidak sadar jika ada orang yang mendekati yah.


"Mba, bahan stok di bakery sudah hampir habis. Apakah kita ke pasar untuk beli bahannya," ucap Rana yang baru keluar dari dapur.


"Gitu yah, yaudah kamu kepasar sama Yuli ya. Mba tunggu di sini, capek banget nih" ucap Elisa yang badannya sudah lelah.


"Baiklah mba, saya panggil mba Yuli dulu" ucap Rana yang kembali ke dapur.


"Iya." jawab Elisa singkat.


Rana yang kembali dengannya Yuli yang juga datang bersama. "Rana, pakai kartu ini aja ya. Mba gak bawa kartu bakery, jadi gunakan saja sesukamu" ucap Elisa yang membuat Rana kebingungan.


"Eh, maksudnya mba, gunakan sesuka ku gimana?" tanya Rana yang melongo dengan apa yang di ucapkan.


"Maksudnya, beli kebutuhan sesuai keinginan dan orderan begitu ran, mba pusing ini kalau kamu banyak nanya kayak gak biasa kamu belanja aja, gih buruan pergi. Nanti keburu tutup tokonya" ucap Elisa yang langsung mengusir Rana.


"Eh iya mba" ucap Rana yang langsung pergi, di susul Yuli.


Berada di rumah sakit, Andre yang datang dari pengecekan bangsal-bangsal malah masuk kekantin, Selama ini Andre jarang banget ke kantin karena selalu di bawakan makan siang oleh Elisa. Karena kedatangan Andre kesana itu membuat semua terdiam saat melihatnya, Andre langsung duduk di kursi kosong di sana.


"Kok kalian pindah?" tanya Andre spontan.


"Kamu ngapain kesini? Elisa tidak datang!" tanya Try.


"Nggak, dia pasti sedang sibuk" jawab Andre singkat.


"Yo, Dre... Tumben ke sini? Elisa gak datang untuk bawa makan siang untukmu?" ucap Rudi yang langsung duduk di depan Andre.


"Nggak, dia sedang sibuk saat ini" ucap Andre yang sudah bisa tebak, karena elisa pasti kebinggungan dengan cara menghabiskan uang di ATM itu gimana.


"Eh tumben kenapa?"ucap Rudi yang sangatlah penasaran.


"Elisa itu pasti akan bawa makanan karena dia tahu kalau kamu gak akan bisa makan, tanpa makanan yang di masak oleh Elisa, iya kan" sambung Try.


"Apakah Elisa pinter masak?" tanya Medina yang penasaran.


"Hmmm, bukan pinter lagi tapi ahlinya. Buktinya bisa menaklukkan perut sultan ANDRILOS, yang katanya paling susah buat makan olahan apapun. Walau itu chef terbaik di dunia sekali pun, tidak akan mampuh menaklukan perut sultan Andre" ucap Try yang menyambar.


"Hahaha iya juga sih, jangan kan hanya soal rasanya, Elisa sudah ahlinya?" ucap Rudi yang melanjutkan ya.


"Sudahlah, bukan karena itu juga sih. Tapi, karena aku juga menghormati kedatangan medina, sekalian merayakan kedatangan para dokter baru yang telah bergabung di rumah sakit ini, seperti Madison dan Matthew. Jadi, aku bilang ke Elisa gak usah bawa makan siang untukku" penjelasan Andre.


Tiba-tiba hp Andre selalu berisik banyak notifikasi masuk, membuat percakapan mereka itu cukup terganggu karena suara berisik tersebut.

__ADS_1


"Suara hp siapa sih itu? Kamu ya Try" ucap Rudi yang menuduh Try.


"Bukan, kamu kali rud" bantah Try menolak mentah-mentah.


"Aku gak bawa hp tuh, lagi aku charger" penjelasan Rudi dengan percaya diri.


"Kalian ini ribut aja, suaranya dari sini disaku baju Andre, yang punya diem-diem aja. Kak coba di cek sapa tahu itu info penting" ucap Medina.


"Nggak, itu mungkin notifikasi" Andre sudah menebaknya.


"Notifikasi? Kamu kayak percaya diri banget kalau itu notifikasi, belum juga kamu cek dre?" ucap Rudi yang agak heran.


"Gak percaya banget sih, yaudah nih aku perlihatkan" ucap Andre yang langsung mengambil hp yang ada di saku celananya.


Andre meletakan hp di meja, Medina sangat penasaran. Ternyata itu benar adalah notifikasi, tapi dari bank. Penarikan tabungan dari ATM sementara, Andre hanya senyam-senyum sendiri.


Sedangkan di sana istrinya kebinggungan dengan uang yang ada di ATM, "Kayaknya kamu bahagia gitu sih dre?" ucap Rudi.


"Kak Andre, ini notifikasi penarikan uang?" ucap Medina.


"Iya, aku tahu" jawab Andre.


"Siapa yang sedang menarik uang?" ucap medina yang begitu sangat penasaran.


"Siapa lagi, kalau bukan Elisa" ucap Andre.


"Tapi, setahuku Elisa bukan tipe orang yang akan boros Dre, Elisa anaknya itu pasti akan pertimbangan dulu barang apa yang dia butuhkan dan penting" ucap Rudi yang mengingat.


"Aku tahu Rudi, makanya aku sedang menantangnya, untuk menghabiskan uang yang ada di ATM itu dalam sebulan" ucap Andre yang menjelaskan.


"Gila emang kamu dre!" ucap Rudi yang geleng-geleng kepala saja.


"Menantang ya gimana maksudnya kak?" tanya Medina kurang faham.


"Hmmm, aku bikin ATM yang sebulan. Jika tidak ada penarikan atau penambahan maka uang ada di ATM tersebut akan hangus, dalam waktu sebulan" ucap Andre dengan bangga, seperti uang itu seperti permen baginya.


"Sultan emang beda yah," ucap Medina yang takjub sama tingkah sikap Andre ini.


"Yaelah Dre, itu notifikasi penarikannya uang atau mungkin tagihan ATM? Andre, kamu gak mungkin kan miskin sampai tidak mampuh bayar pajak ATM mu" Rudi yang membuat Try dan Medina menatap Andre.


"Nggak kok rud, aku malah makin kaya. Gak tahu caranya gimana menghabiskan semua uang itu, padahal aku bagi-bagi kan terus" ucap Andre yang mulai pamer. Tapi, Andre tidak sungguh-sungguh pamer dalam ucapannya.


"Hmmmm. Mulai pamer deh!" Try mulai jengkel, sama tingkah Andre.


"Hehehe bercanda" ucap Andre yang tertawa kecil, sedangkan lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala, Andre memang beda dalam memanjakan istrinya itu.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...

__ADS_1


Selasa 17 Mei 2022


__ADS_2