Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
7. Inginnya Membawa Kamu.


__ADS_3

Jam menujukan pukul 4 pagi buta, Elisa merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari tempatnya. Elisa membuka matanya perlahan-lahan melepaskan diri dari pelukan Andre saat ini, meletakan kepala Andre yang menindih tangannya itu ke bantal dengan pelan-pelan agar tidak sampai membangunkan andre.


Setelah itu Elisa langsung berjalan berjinjit-jinjit perlahan menuju kamar mandi, dan ternyata benar saja tamu agung yah keluar.


" Aaduh... Aku lupa beli pembalut lagi, gimana nih?" Dumal Elisa kebingungan, Elisa mandi dan membersihkan diri dulu, setelah selesai dan pakai baju ia keluar dari kamarnya langsung turun ke bawah, tak sengaja melihat ada Yana yang lewat anak bi Sumi.


" Ouh! Yana!" panggil Elisa.


Yana yang akan keluar malah berhenti langkah yah, langsung menoleh ke sumber suara. " Iya mba, ada apa?" Tanya Yana sambil menghampiri Elisa.


" Begini, aku langsung pada intinya. Masalahnya mepet, kamu masih punya cadangan pembalut gak, punya mba lupa gak kebawa ada di rumah, terus mau beli ini masih pagi buta" Ucap Elisa panik.


" Ada mba bentar yah Yana ambilkan" Ucap Yana yang berbalik badan dan masuk lagi ke lorong kamar khusus para asisten rumah tangga.


Yana pun akhirnya kembali lagi dengan apa yang yang di minta Elisa tadi. " Iya, makasih yana, telah menyelamatkan diriku" Ucap Elisa yang lebay banget.


" Iya mba, sama-sama" Ucap Yana dengan senyuman tipisnya.


Setelah di selamatkan oleh Yana Elisa kembali ke kamar dan langsung membereskan koper untuk menyiapkan pakaian Andre yang akan berangkat ke new York.


Jam menunjukkan pukul setengah 5 pagi Elisa membangun suaminya untuk ibadah. " Pak Andre! Pak-pak, bangun dong. Sayang anaknya mamah" Elisa memainkan wajah Andre mengelus-elus tengkuk leher sambil ucap Elisa pelan-pelan sambil nyindir.


" Hemm- Udah pagi yah?" Ucap Andre yang matanya masih memejam.


" Udah ganteng, ayo bangun dong. Mau bangun jam berapa? ayo bangun" Ucap Elisa yang berusaha untuk membangun Andre.


" 5 Menit lagi yah!" Ucap Andre yang menarik selimut lagi.

__ADS_1


Elisa tiba-tiba menarik tangan Andre agar bangun. " Ayo dong pak, kan katanya mau pergi inget loh penerbangan pagi jam 9 kita belum ada persiapan buat alasan ke mamah." Ucap elisa.


Tiba-tiba mata Andre terbuka dengan lebar saat mendengar hal itu. " Nih udah bangun!" Ucap Andre yang langsung terduduk.


Elisa tertawa kecil saat melihat wajah suaminya yang lucu dengan rambut acak-acakan natural khas bangun tidur.


" Bangun tidur aja masih sama yah" Ucap Elisa yang bergumam, Andre mendengar hal itu.


" Sama gimana?" Tanya Andre penasaran.


" Masih sama tetep ganteng banget sih suaminya siapa ini" Ucap elisa yang menggoda andre yang baru bangun dan masih setengah sadar itu.


Tapi ucapan itu tidak di hiraukan oleh Andre yang langsung turun dari ranjang dan ingin masuk ke kamar mandi. " Nih baju piyama dan handuknya, inget loh pak Andre jangan lama-lama di dalam kamar mandi" Ucap Elisa sambil memberikan piamanya, jawaban Andre hanya mengangguk kepala.


Setelah pintu kamar mandi tertutup Elisa senyum-senyum sendiri melihat wajah pagi sang mentari itu. " Dulu mamahnya ngidam apa yah pak Andre itu ganteng plus manis banget, bangun tidur aja tetep ganteng" Ucap Elisa.


Setelah selesai mandi Andre langsung ganti baju dan menunaikan ibadah yah tadi mengajak Elisa tapi yang di ajak lagi berhalangan jadi ia beribadah sendiri deh. Elisa juga baru selesai mengepakkan pakaian Andre ke dalam koper berukuran besar, disana sudah lengkap dari mulai perlengkapan dari ujung kaki hingga ujung kepala, semua dari mulai baju dinas dan baju santai hingga aksesori dan lain sebagainya, dengan teliti Elisa merapikan.


" Kamu lagi ngapain?" Tanya Andre yang baru selesai mengaji.


" Beresin barang pak Andre" Ucap Elisa.


" Berasa seperti di usir dari rumah" Ucap Andre yang mengeluh.


" Anda memang di usir olehku, aku adalah nyonya disini hhahaah" Tertawa jahat.


" Kamu lagi drama ibu tiri kah?" ucap Andre yang menatap tajam.

__ADS_1


" Udahlah jangan ngajak bercanda" ucap Elisa.


" Tapi Elisa apa ini gak terlalu banyak" Ujar Andre yang syok gara-gara Elisa mengepak perlengkapan kebutuhan Andre sampai berkoper-koper, sedangkan Andre kalo mau berangkat kemanapun hanya bawa koper ukuran kecil.


" Koper yang besar itu pelengkap, baju, celana panjang-pendek, dasi, switer, kaos, dan kaos kaki. Koper sedang isinya perlengkapan mandi asesorisnya, pakaian dalam. Koper kecil itu sepatu sama sandal. Apa masih ada yang kurang tapi apa yah" Ucap Elisa yang memikirkan.


Andre hanya menghela nafas. " Kalo bawa barang segini banyaknya, mamah pasti akan curiga dong?" Ucap Andre.


" Eh? bener juga yah terus gimana dong, yaudah aku rombak lagi. Pak Andre bantu Elisa cari paspor, sama dompet sana" Ujar Elisa.


" Nggak usah bawa barang yang banyak, cukup kamu yang ikut" Ucap Andre yang tidak di pedulikan oleh Elisa karena terlalu fokus merombak ulang pelengkap Andre.


" Apasih pak Andre, nggak lucu tahu gak dan gak akan ngaruh juga sama Elisa, lagian anda di sana itu kerja terus kalo Elisa disana mau ngapain coba" Ucap elisa.


" Setidak ada temen ngobrol lah aku"


" Kan ada dokter try sama dokter Jun disana"


" Itumah udah biasa sama mereka berdua, sebenarnya kenapa kok aku jadi males yah buat kesana? "


" Kenapa, emang yah jadi males"


" Mungkin karena ada kamu disini, dan nggak mau ikut aku kesana jadi..."


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Sabtu 11 September 2021.


__ADS_2