
Sesampainya di dalam pesawat Andre berada di jok penumpang kursi 3 orang Andre duduk bersebelahan dengan sepasang orang tua lanjut usia, beda jok dengannya tapi masih sampingan dengan jok Andre, yang di sebelahnya ada seorang wanita cantik.
Orang tua itu sedang bermesraan membuat Andre merasa iri sendiri.
Sedangkan di sisi lain, Elisa juga sudah bersiap-siap akan pulang.
" Neng Elisa gimana sudah berangkat den bagus yah" Tanya pak Sofyan.
" Iya pak!" Jawab singkat elisa.
" Yok Monggo masuk" Ucap pak Sofyan sambil membuka pintu mobil.
" Terimakasih pak, ouh- iya pak kita jangan pulang kerumah dulu yah?" Ucap Elisa.
" Emang kenapa?"
" Pak Sofyan bisa anterin Elisa ke suatu tempat?" Pinta elisa.
" Mau kemana emangnya?"
" Rumah sakit bersalin, mba Rika temen Elisa kemarin katanya baru saja melahirkan jadi elisa mau nengok sekalian keluar kan" penjelasan Elisa.
" Oke, mau beli oleh-oleh sekalian" Saran pak Sofyan.
" Iya boleh, pak Sofyan yang terbaik deh!"
" Ouh yah dong neng." Ucap pak Sofyan yang menutup pintu mobil.
Setelah mobil berjalan Sofyan kepikiran gimana caranya Andre bisa lolos dari mamahnya itu yang super merepotkan.
" Ouhnya neng bapak mau nanya?"
" Nanya soal apa pak!"
" Den Andre emangnya di bolehin pergi sama nyonya monika?"
" Eh! Hahaha mamah nggak tahu kalo pak Andre akan pergi ke yu yok hari ini, karena tadi pas berangkat ngater ibu-ayah pulang kami nggak ngomong akan pergi ke bandara"
" Walah begitu rupanya, kalo tahu tuh rumah bisa kaya kapal pecah lagi deh!"
__ADS_1
" Lah emang kenapa si pak kok bisa begitu?"
" Karena nyonya monika itu paranoid dan fans fanatik bisa di bilang begitu, padahal dia punya rasa khawatir yang berlebihan akan sesuatu, jika terjadi pada anaknya, apa lagi jauh kaya gini di tambah lagi neng sama den bagus baru aja nikah alasan kuat buat nahan den bagus tetep di sini."
" Kok pak Sofyan dan pak Andre bisa punya pikiran begitu, tadi pagi pas mau berangkat dia juga bilangan, mamah ijin gak yah? gitu dia bilang. Emang kenapa sih pak kayanya orang rumah tidak ada yang berani berkomentar atau membantah, seakan takut dengan mamah" Rasa penasaran Elisa.
" Neng elisa nggak tahu aja nyonya kami itu gimana orangnya, beliau itu sangat- sangat di istimewakan, seperti neng ketahui sekarang orang di rumah gak ada yang berani membentah ataupun menolak permintaan beliau!"
" Iya kenapa pak, apakah ada alasannya di balik semua itu!"
" Iya ada!"
" Pantas nggak ada yang berani"
" Wah nyonya itu Ratunya di sana"
" Hahaha nama kontak di hp pak Andre aja Queen Home lucu banget"
" Hahaha iya karena beliau memang ibu ratu dirumah apapun permintaan beliau harus segera dituruti kalo tidak Hemmm--- nggak tahu deh apa jadinya"
" Emang apa yang akan terjadi pak"
" Ouh gitu, mamah punya penyakit jantung"
" Bisa dibilang nyonya itu pake jantung buatan!"
" Heh? jantung buatan?"
" Nggak lah itu istilah medisnya"
" Ouh gitu bisa cerita kan gak pak soal mamah dan keluarga pak Andre itu gimana asalmulanya!"
" Eh kenapa nanya gitu, kenapa nggak tanya langsung sama mereka"
" Hemm- nanti ceritain dulu aja garis besar dari sisi pak sofyan baru aku nanya langsung ke mamah atau papah!"
" Walah nanti doubel"
" Yah kan biar enak, elisa jadi tahu buanyakkan informasi yah"
__ADS_1
" Yowes bapak cerita dari mana ini"
" MMM dari mana saja lah pak."
" Yawis dari sebelumnya lahirnya den Bagus saja yoh"
" Oke"
" Dulu saat belum lahirnya den Andre Nyonya Monika itu cukup menderita"
" Kenapa apakah menderita secara vinalsial kah atau fisik, tapi dilihat dari manapun keluarga mamah dan papah kaya raya tuh"
" Bukan begitu, semua kekaya itu memang memiliki nyonya monika, dulu orang tua dari Nyonya monika adalah seorang direktur utama berusaha fashion dan perhiasan, jika tuan arafif itu dari keluarga seorang dokter yang hidupnya sederhana"
" Woh! Terus gimana ceritanya bisa ketemu pak Sofyan cerita lebih banyak" Ucap Elisa semakin penasaran.
" Okey tapi ini disimpan sendiri ya neng jangan ngomong-ngomong sama orang luar"
" Siippp--, terus pak Sofyan"
" Jadi nyonya monika itu adalah putri tunggal yang orang tua telah bercerai pokoknya keluarga nyonya itu hancur berantakan, istri dari papahnya Nyonya Monika itu dimana-mana tapi istri yah itu hanya jadi koleksi papahnya, itu membuat nyonya monika muak, lalu ia memutuskan kabur dari rumah setelah tahu ibu kandung nyonya monika meninggal tapi papahnya malah sedang asik dengan wanita lain di klub malam. Hampir nyonya monika itu di jual oleh pamannya sendiri, dan di jadiin taruhan oleh pamannya yang brengsek itu dan untungnya nyonya bisa kabur. Makanya nyonya kabur karena tidak mau terus berada di tempat itu, apa lagi tinggal dengan keluarga yang hancur, alasan nyonya bisa bertahan disana itu hanya demi mamah yah, tapi pas mamahnya sudah tidak ada untuk apa lagi berada dirumah yang banyak selir dan simpanan papahnya. Singkat cerita Papahnya Nyonya Monika meminta nyonya Monika kembali untuk melanjutkan bisnis papahnya, karena papahnya yang telah lanjut usia, nyonya menolak untuk kembali, ia juga yang keluar dari kartu keluarga dan memutuskan hubungan apapun dengan keluarga setelah ibunya meninggal saat itulah ketemu sama pak arafif, dulu saya ini pertama kali jadi supir pribadi pak arafif jadi sudah tau segalanya"
" Ouh gitu ceritanya kasihan banget masa muda mamah" Ujar Elisa merasa terharu dan mendengarkan seksama hingga menghayatinya.
" Saat pertama kali ketemu waktu itu pak arafif sedang jadi dokter magang di RS New York, dan di gang sempit pak arafif melihat nyonya Monika yang terluka cukup parah pada kakinya lalu akhirnya dia dibawa pulang oleh pak arafif, karena pak arafif tidak tega melihat gadis dijalanan yang hampir di perkosa, pakaian urak-urakan saat itu, saat di bawa kerumah sudah bisa ditebakkan bagaimana reaksi dari orangtua Pak Arafif dan keluarganya"
" Apakah mereka tidak menyukai mamah?" tebak elisa.
" Iya benar, malah menyuruh kembalikan nyonya ke tempat asalnya pak arafif ngotot tidak mau mendengarkan orang tuanya, karena tidak mau terus berdebat akhirnya pak arafif kabur dari rumah dan langsung membelikan sebuah rumah untuk tinggal nyonya di Indonesia. Setelah lama disini dan sudah 1 tahun mereka bersama akhirnya memutuskan menikah, tapi perjalanan pernikahan mereka juga tidak mudah karena selalu banyak badai yang membuat rumah tangga mereka seperti kebakaran, karena nyonya di vonis tidak akan bisa memilih anak, karena rahimnya lemah. Apa lagi dia juga mantan seorang balerina setelah kabur dari rumah lamanya itu ia memutuskan jadi penari balet, karena diet ketat dan urusan kesehatan ya juga sangat buruk, mencoba banyak cara sampai pada akhirnya memiliki den bagus itu perjalanan panjang 10 tahun mereka menunggu den Andre muncul, betapah bahagianya saat itu seperti dunia ini damai dan menunggu sang pemimpin itu muncul dan lahir, setelah kelahiran den bagus, keluarga pak Arafif jadi baikan dan mau menerima nyonya Monika, papah dari nyonya Monika jadi akrab dan meninggalkan sebagain besar aset miliknya pada cucunya, sebelum beliau meninggal dunia"
" Ouh jadi itu ceritanya, pantesan pak Sofyan manggil pak Andre dengan den bagus karena nasib dan takdir yang di lalui itu yang menyatukan keluarga besar yang terpisah kekuatan dari pak Andre itu membuat keluarga bersatu"
" Iya begitulah neng."
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
__ADS_1
Kamis 16 September 2021.