Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
107. Rencana Terpendam.


__ADS_3

^^^~KEDIAMAN RUMAH ARAFIF^^^


Monika yang dari pagi sudah sibuk mondar-mandir, di depan pintu menunggu seseorang yang datang untuk memberikan kabar baik itu selalu was-was dan gelisah.


"Kamu sedang ngapain sih di depan pintu seperti itu Monika, kamu nungguin siapa?" Tanya Arafif yang baru keluar dari kamar langsung duduk disofa sambil baca koran pagi ini dengan ditemani secangkir teh hangat yang sudah tersedia di sana.


"Lagi nungguin Jojo, katanya hari ini datang" Ucap Monika yang sangat penasaran dengan kabarnya.


"Jojo? ngapain kamu nungguin Jojo apa yang kamu lakukan dibelakang ku monika" Ucap Arafif.


"Udah kamu diam saja, nanti kamu juga akan tahu apa yang aku lakukan saat ini kamu diam aja dulu" Monika yang gelisah di depan pintu.


"Baiklah, kamu nggak buat macam-macam yang membuat anak-anak kita harus menanggung akibat dan bebannya" Arafif yang khawatir duluan jika Istrinya itu membuat keputusan yang salah.


"Kamu tenang saja Pah, udah kamu tinggal nunggu jadinya saja" Monika yang sangat semangat sekali.


Monika duduk dengan cepat dimana suaminya duduk di sofa single sedangkan monika duduk di sofa panjang, sambil menyalurkan ide yah.


"Pah, bagaimana kalau kita samperin saja mereka kesana!" Monika yang semangat sekali dengan hal itu.


"Kemana? " Melirik Monika dari balik lembaran koran yang melebar dihadapnya itu.


"Ih~ gimana sih papah, tentu saja kita samperin mereka ke New York! Emang kemana lagi" Monika yang sedang membujuk suaminya masih asik baca koran pagi.


"Biarkan saja mereka menikmati waktu berdua mah, mereka pasti ingin merasakan masa-masa berdua dulu, sebelum mereka punya anak, agar mereka saling mengenal satu sama lain dulu, jadi jangan kau ganggu mereka dalam kehidupan masa berpacaran mereka Monika" Saran Arafif agar istrinya mau memahami keadaan anaknya disana.


"Pah sekalian kita rayain pernikahan mereka disana, mereka pasti akan senang juga jika kita ngasih kejutan" Tak mau kalah monika terus saja membujuk suaminya tak kena lelah.


"Aku tau, apa yang ada di dalam pikiranmu itu, jangan macam-macam" Arafif melipat korannya lalu mengambil teh yang sudah agak dingin.


"Yaampun pah, aku gak akan bikin mereka terluka pah, papah kok tega bener mengatakan hal itu padahal papah tahu jika aku sayang banget sama andre" Ucap monika yang saat ini menundukkan wajahnya.


"Iya-iyalah masa kamu tega melakukannya pada anak-anak kita, tapi mereka itu sedang sibuk disana kamu ingatkan putra kita disana sedang mengadakan pelatihan untuk para pekerjanya" Arafif yang mengingatkan istrinya agar jangan melakukan hal aneh-aneh yang akan merugikan anaknya.


"Pah, mamah gak mau jika menantu kita itu akan digosipkan yang tidak-tidak, kita harus cepat mengadakan resepsi pernikahan Akbar Andre dan Elisa. Bila perlu 1 minggu kita adakan perayaannya disana secara besar-besaran gimana?" saran Monika yang membuat Arafif kaget dengan ide gila yang dilontarkan istrinya itu.


"Yaampun mah, apakah itu gak makruf 1 minggu jangan punya ide gila seperti itu, apakah kamu tidak lelah nantinya, jika memang begitu setidaknya kamu pikirkan orang lainnya, kasihan mereka mah terutama Andre dan Elisa, pasti capek. Udahlah kamu boleh mengadakannya tapi hanya sehari saja, yang penting pernikahan mereka bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, itu sudah lebih dari cukup. Tidak usah sampai berhar-hari begitu, dan jangan suka dipamerkan sampai harus 1 minggu hanya untuk perayaan"

__ADS_1


"Iya juga yah pah, tapi pah mereka sekarang sudah sebulan disana, tanpa ada kabar atau pemberitahuan kepada kita. Elisa juga jarang menelfon, Andre juga hanya sekali-sekali menelfon kemari, kita bikin kejutan saja buat mereka yuk pah"


"Apa lagi yang ingin kamu rencanakan Monika, sudah jangan aneh-aneh kamu, kasihan mereka"


^^^~ PULAUNYA^^^


Saat semua sudah kelelahan karena jalan-jalan mereka karena mengunakan semua fasilitas bermain ditempat ini dengan menyenangkan, sedangkan andre sedang duduk ditepi pantai sambil berjemur dengan Try dan Kevin disebelahnya, dengan jus yang sudah bersanding disetiap meja masing-masing kursi jemur mereka.


"Paman, aku tidak melihat Elisa kemana dia. Sepertinya dia lupa jika dia punya kamu disisihnya" Tanya Kevin yang sangat penasaran.


"Biar ku tebak jika Elisa pasti sedang bersama dengan selingkuhannya, yang dia sayangikan" Tebak Try yang memakai Tabir Surya.


Kevin yang kaget mendengarnya itu langsung bangkit dari pembaringan, langsung melotot pada Andre.


"Apa!! Elisa punya kekasih dia telah menduakanmu paman, kayaknya nggak mungkin dia seperti itu, dia mengabaikan pria tampan seperti mu, apakah dia meninggalkanmu begitu saja" Ujar Kevin yang kesal.


"Jangan kamu ladeni Try, dia emang suka mengatakan hal-hal bercanda yang aneh-aneh, Elisa sedang ada diaquarium, dengan teman-temannya" Saut Andre yang menyeruput jusnya.


"Ouuh begitu! Tapi sepertinya dia sangat dekat sekali dengan seorang pria, apakah beneran dia bermain-main dibelakangmu paman?" Ucap Kevin yang curiga.


"Kan bisa saja, apakah paman tidak cemburu dengan kedekatan mereka itu begitu sangat intimm begitu" Kevin yang sangat penasaran.


"Cemburu. Siapa? aku hemm! jujur aku memang cemburu karena aku tidak bisa seperti itu dengannya, tapi mau bagaimana lagi dia suka seperti ini. Aku bisa apa, jadi aku hanya membiarkan dia saja. Pasangan itu jangan terlalu ditekan atau diikat terlalu kuat akan menyakitinya nanti, kita bebaskan dia tapi tidak terlalu bebas juga, selagi kita punya kendali dan dia juga sadar masih tahu batasan-batasan, jadi jangan kamu terlalu cemburu itu akan menyulitkan dirimu sendiri, cemburu boleh itu tandanya kamu sayang, tapi sewajarnya saja kamu cemburu dengan pasanganmu" Saran masukan untuk kebaikan Kevin.


"Tuh denger kevin pidato pamanmu itu ada benarnya jadikan materimu, jika kelak kau punya istri harus mencontoh pamanmu yang bijak itu, kadang kalah aku juga tidak mengerti akan konsep prinsip pamanmu itu" Sambung Try yang menambahkan.


Kedatangan Luky dan Bagas yang saat ini sudah berganti pakaian, disusul dengan junlion dengan wanitanya juga selalu mengikutinya kemanapun itu, Andre terdiam tangan ia lipatakan kedepan dan memakai kaca mata hitamnya.


"Woy dre, kenapa kamu tidak mau melanjutkan pertandingan kita yang tertunda, apakah kamu sudah menyerah karena takut kalah dariku, makanya kamu tidak mau melawanku lagi kan, dasar kau banci" Bagas duduk di sebelah Andre.


"Woy kak bagas, bukannya paman takut padamu hanya malas saja meladeni anak TK sepertimu, jika aku jadi paman juga males banget bermain dengan anak bayi sepertimu. Jika kamu kalah akan mengadu pada orang tuamu dan mereka akan melaporkan pada media, hem~ dasar beraninya main belakang" Sewot Kevin mewakili Andre.


"Apakah kamu tidak punya mulut dre, kenapa kau suruh anak kecil ini untuk angkat bicara untuk membelamu, apakah mulutmu berbusa" Ujar Bagas mengejeknya.


"Lagian ngapain sih kalian datang kesini ngga ada kerjaan banget, banyak tempat disini tapi malah suka sekali mengganggu pamanku. Jangan-jangan kamu naksir pamanku yah, aku akui pamanku ini tampan sekali jangankan wanita, pria seperti mu juga pasti suka iyakan. Makanya kamu selalu mencari pamanku kemanapun dia berada, nggak ada kerjaan benget yah" Kevin yang sudah sangat geram.


"Diam kau bocah, jangan ikut bicara karena aku tak akan segan-segan denganmu jika kau ingin melindungi pamanmu. Woy~luh! dre, masih hidupkan kenapa kau diam saja, sudah bosan hidup kau" Ucap Bagas menendang-nendang kursi jemur Andre yang sedang bersantai manja itu.

__ADS_1


"Paman! mereka~" Ujar Kevin yang langsung ditahan Andre agar tidak terlalu terbakar api amarah saat menghadapi anak-anak TK.


"Kamu tidak usah mengotori tanganmu Kevin sudah diam saja ini memang bukan urusan kamu jadi jangan ikut campur, diamlah" Ujar Andre yang menahan tangan Kevin yang sudah mengepal kuat.


Tatapan mata Andre langsung tajam pada Bagas yang saat ini sedang asih bermain dengan para wanitanya, andre hanya diam dengan tatapan yang selalu menajam.


"Sebenarnya apa lagi maumu Bagaskara, kamu mau tanding apa lagi denganku. Cepat katakan, aku akan melayanimu kali ini dengan baik" Ujar Andre yang sekarang mulai serius.


"Ada apa? bukanya kamu sudah janji jika kau kalah akan mencium salah satu wanita disini, dan saat main jetski tadi kau kalah" Ujar Luky yang mengingatkan Andre akan janjinya.


( Apa sebenarnya rencanamu Luky, kau ingin tahu seberapa dekatku dengan wanita? hmm- begini cara kerjanya) Dumal dalam pikiran Andre yang menaikan satu alisnya.


"Apa maumu, yang sebenarnya katakan biar aku akan meladenimu dengan baik" Ujar Andre yang sekarang berdiri di hadapan Bagas dan dua wanitanya.


"Hahahaha, iya itu benar kau tidak mau ku ajak tanding seluncur apakah kau takut Andre, bukanya bagus ya sekarang cuman mencium seorang wanita saja, enakkan! kapan lagi kamu bisa mencium wanita. Itu mah hukuman yang mudah dan bikin ketagihan" Ujar Bagas yang langsung berdiri juga menantang Andre.


"Oke! siapa takut, mau tanding seluncur?! Baiklah, akan aku ladeni kamu kali ini" Ujar Andre yang kali ini langsung berlalu pergi meninggalkan tempat untuk ganti baju.


(Kayaknya mereka benar-benar hanya mau menjatuhkan Andre, ternyata aku lengah menjaga kak Andre, sepertinya mereka punya niat yang tidak baik dari awal pada Andre) dumal dalam benak Try yang sekarang ikut geram dengan apa yang ditunjukan dua orang itu.


(Wah! Bisa gawat nih, paman termakan omongan mereka, paman sadarlah mereka hanya mau menjatuhkanmu, paman benar-benar dipojokkan seperti ini, mana Elisa) Gerutu Kevin yang saat ini berkeringat dingin.


"Kevin, kamu pergilah cari Elisa sepertinya Andre dalam masalah hanya dia satu-satunya yang dapat menyelamatkan andre"


"Baik kak, aku akan pergi sekarang"


Luky hanya bisa menatap kepergian Kevin yang sudah menjauh dari tempat, Luky memang sangat penasaran dengan apa yanga kan di rencanakan oleh Try dan keponakan Andre itu.


(Sebenarnya apa yang direncakan Try dan Kevin, kenapa seperti ada yang janggal disini) Gerutu Luky.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Minggu 9 Januari 2022

__ADS_1


__ADS_2