
Andre yang baru keluar dari ruang ganti pakaian, dengan pakai baju renang tapi karena baju bagian bawanya terlalu ketat hingga bentuk tubuh yang menonjol itu membuat dia tidak pede, akhirnya ia menyuruh paman Calder untuk membawakan celana kolor untuk menutupi bagian bawahnya itu.
Saat Andre yang keluar dengan penampilan agak aneh itu membuat semua terheran-heran dengan pakaian yang digunakan oleh Andre, Luky dan Bagas tertawa puas, Kevin ingin tertawa juga tapi tertahan hingga menimbulkan suara kecil.
"Lihatlah?! Dia pakai baju apa coba, woy dre! apa yang kau gunakan itu! Terlihat aneh sekali, dari atas begitu sangat keren, hehehe- Dre ini apa lagi sih! menganggu penglihatan saja" Ucap Bagas sambil menarik tali kolor Andre.
"Huh! Kupikir kalian tahu tentang Fashion, ini desain kekinian lah ala Andre, jadi kalo kalian ingin mengikuti gayaku silakan. Aku tidak terlalu suka dengan model jaman sekarang yang terlalu ketat, makanya aku mendesain ulang pakaian yang model kekinian" Ujar pembelaan Andre yang sedang sibuk memilih papan untuk digunakan main surfingnya.
"Hem- aku baru tahu jika ada fashion yang seperti ini, menurutmu bagaimana Luky, apakah dia cukup waras, mungkin dia sudah gila" Bagas yang tertawa paling keras.
HELEN : Paman apa-apa ini, kamu telah menjatuhkan harga fashion saja apa yang kau gunakan untuk membuat terlihat konyol seperti ini
BAGAS : Lihatlah, pamanmu itu helen, dia sudah tidak waras, mengunakan pakaian renang tapi dia juga mengunakan kolor
"Pria tampan pakai baju apapun akan tetap sangat tampan, jadi jika kau iri dan merasa tersaingi pakai saja pakaian yang sama seperti paman, pasti akan viral jika kau yang memakainya" sambung Kevin yang angkat bicara.
"Begitukah! ah~ aku lupa kau juga salah satu fans Andre makanya kamu pasti akan membela pamanmu" Seraya Bagas yang menatap Kevin.
"Bagas, kamu masih mau tanding tidak kalo masih asik disana aku tinggal kau. Jadi jangan salahkan aku jika kau terlalu lambat, cepat datang jika tidak aku mau main yang lainnya" Andre yang sudah ada di bibir pantai dan ingin merebahkan diri ke atas papan.
Main surfing di tengah ombak yang masih tenang itu percuma Andre terdiam, seraya mengamati area sekitar. Dia lupa jika bulan ini ombak barat tidak akan muncul, di tambah ini masih musim salju belum pergantian musim.
"Kanapa kau diam, ayok kita lanjutkan perjalanan apakah kau berubah pikiran karena kau merasa ketakutan dariku" Bagas yang berbangga.
"Lihatlah, apakah ada ombak?" Tanya Andre yang saat ini menujuk ke pantai.
"Wah! kamu benar, lalu bagaimana jika kita main flyboarding. Kau berani Dre, atau kau takut lagi" percaya diri akan bisa mengalahkan Andre dalam permainan ini.
"Flyboarding?! Siapa takut kau pikir aku tidak bisa mengalahkanmu" Andre berjalan ke suatu tempat dan memberikan kode pada pekerja agar menyiapkan alat-alat untuk permainan tersebut.
Saat semua sudah siap perlengkapan juga sudah terpasang dengan baik, Bagas menyuruh Andre lebih dulu untuk melakukan flyboarding, dengan senang hati Andre malah tertawa langsung menyuruh seseorang menyalakan mesinnya, dan dirinya meliuk-liuk di atas permukaan air seperti iron man dan gaya lumba-lumba cantik.
Di tonton banyaknya orang yang baru selesai menikmati fasilitas permainan dan wahana di resort tersebut, para pekerja sekarang mulai duduk manis sambil menikmati pemandangan indah, apalagi di depan sudah ada dokter Andre yang sedang melakukan flyboarding.
"Wah itu apakah dokter Andre, ya ampun gila dokter Andre keren banget, aku belum pernah lihat dokter Andre seperti ini" Karyawati 1 takjub dengan kemampuan Andre.
"Yaelaa kan kita cuma ngelihat dia pakai jas putih dengan selalu bawa draf laporan pasiennya, dan alat stetoskop yang selalu menggantung di leher" Karyawati 2.
"Hahah ini terjadi juga kan baru pertama kali, karena kita mengadakan liburan bersama dengan dokter Andre, jadi wajarlah kalau kita baru bisa melihat sisi lain dari Dokter Andre, yang begitu tampak berbeda dari biasanya kita kenal saat dirumah sakit" karyawati 3.
__ADS_1
Kevin, yang dibuat kagum dengan sisi yang baru dilihatnya, karena selama ini pamannya itu tidak nampak terlalu suka olaraga yang ekstrim.
"Sumpah paman kok seperti anak yang baru saja puber yah, aku nggak sadar jika paman juga ada sisi seperti ini, dan anehnya bagaimana cara paman bikin angel dari sisi manapun, itu terlihat sangat tampan- keren banget, bikin dig jantung orang seakan melayang saja, ini nih bikin aku jadi iri banget sama paman" Ujar kevin yang mendecak kagum dengan pamannya yang sedang asik main flyboading.
"cik-cik-cik, Kevin- Kevin kamu rupanya suga kena ilusi pamanmu, jangan tertipu dengan pesona itu, karena dia hanya ingin membuat semua takjub padanya itulah keahliannya Andre suka pamer" ujar Try yang melihat Andre yang saat ini dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Yah! walau paman terlihat sedang pamer, tapi dia memang sangat mempesona. Entah kakek Arafif bagaimana membuatnya, aku jadi iri pada karismatik yang di miliki paman" Kevin tak berkedip sedikitpun saat melihat pamannya.
Disisi lain, Elisa dan Rudi yang baru keluar dari aquarium, terlihat kebingungan saat melihat banyak orang yang berdiri di bibir pantai sedang mengerumuni sesuatu, karena sangat penasaran ia mendatanginya.
"Eh? ada apa sih!" Tanya Rudi yang sangat penasaran tanya pada seseorang yang ada di sebelahnya, karena tubuh elisa yang hanya tinggi 157 cm jadi terlihat sedikit-sedikit saja.
"Ada apa sih mas rudi, kayak seru sekali" ujar elisa dengan berjinjit-jinjit.
"Elisa kamu beruntung banget bisa mendapatkan Andre sebagai suami kamu, toh apakah kamu tidak khawatir jika dia di lirik banyak orang, dan juga dia itu dikagumi banyak orang. Apakah kamu tidak takut kalau Andre akan berbelok atau nanti akan membelakangimu" ujar rudi yang menatap lekat elisa.
"Mas Rudi, kamu kenapa sih kok tiba-tiba saja sikap kamu aneh begini, ada apa? " tanya elisa yang kebingungan dengan sikap perubahan rudi secara drastis itu.
"Aku hanya khawatir saja, karena cowok yang tipe kelewatan tampan dan nyaris sempurna itu bisa bertahan lama dengan pasangan yang biasa-biasa saja seperti kamu" ujar rudi yang khawatir akan hubungan rumah tangga elisa.
"Mas rudi, tidak usah khawatir jika kita pasrahkan dan ikhlas untuk menjalankan pernikahan ini semata-mata untuk ibadah kejalan yang benar, untuk apa aku harus takut, aku tuh sudah melepaskan semuanya, dan hanya akan percaya akan takdir dan jodoh, aku juga sangat percaya 100% sama masku. Jika kalau suatu saat, misal dia sudah tidak menyukaiku lagi, maka aku juga ikhlas melepaskannya. Mungkin kita memang sudah tidak berjodoh lagi, cinta bisa hilang tapi rasa sayang tidak akan muda dilupakan dengan mudah" ucapan elisa seakan-akan bijak dan dewasa.
Tiba malam yang ditentukan jika Andre kalah di jetski dan saat main flyboarding tadi Andre juga kalah main walau hanya pura-pura, untuk menyenangkan hati bagas padahal dia sendiri tidak terlalu tertarik dengan perusahaan, andre lebih tertarik dengan kekalahannya, makanya Andre sengaja mengalah untuk rela dihukum oleh duo kamprett itu, mereka yang heboh.
"Kalah menang Andre tetap diuntungkan juga sih di sini, jika harus dipikirkan" Try yang menatap Andre.
"Kak gimana ini? jika Elisa tidak mau mengakui yah, maka paman akan dalam masalah, lihat banyak wanita yang pasti sudah berharap kepada paman sekarang" Kekhawatiran Kevin saat melihat pamannya terpojok.
"Udah kamu cuman jadi penonton yang baik saja karena tidak mudah untuk memahami hubungan mereka itu karena terlalu rumit untuk di jelaskan akal sehat kevin, bisa-bisa kamu gila sendiri jika memikirkan yah. Andre itu pasti punya cara sendiri untuk membuat Elisa mengerti" Ucap Try yang sudah faham.
Di tempat lain, Andre sedang di pojokan oleh Luky dan Bagas sedangkan Andre hanya santai saja sambil duduk diam menatapi kedua orang yang sedang semangat sekali, meminta Andre agar menepati janjinya pada semua saksi yang hadir disini. Andre hanya diam saja saat untuk memilih salah satu wanita diantaranya.
"Kenapa kamu hanya diam saja Andre, cepat kamu pikirkan wanita mana yang ingin kau cium" Ucap Bagas yang semangat.
"Apa kamu tidak berani untuk memilih salah satunya, Andre ini hanya untuk mencium salah satu bagian tubuh saja, lagian hal yang lumrah kan" Sambung Luky.
Andre hanya diam saja tak menjawab apapun, karena tak mau membuat masalah di depan banyak orang.
"Bagaimana jika kamu yang memilihkannya untuk Andre, sepertinya dia kesulitan untuk memilih wanita yang mana, Bagas bantu dia" Luky yang semangat sekali.
__ADS_1
"Baiklah-baiklah, yang ku pilih ini adalah wanita yang sangat beruntung banget, karena bisa mendapatkan ciuman perdana dari dokter yang sudah lama menjadi biksu, aku akan membantu sahabatku ini dengan senang hati, aku mulai untuk memilih ya. Coba semuanya berbaris yang masih single apa yang mungkin sudah punya suami kayaknya boleh deh! Buat nambah-nambah daftar list, oke yang single-single cepat merapat- merapat semuanya" ujar bagas yang semangat banget untuk memilih.
(Kok mas andre hanya diam saja sih, lakukan sesuatu dong! aduh apakah aku kesana saja yah nolongin dia, tapi mas andre malah santai-santai saja disana) Gerutu dalam benak elisa.
"Bagas, lebih cepat sedikit deh, sepertinya Andre sudah tidak sabar ingin merasakan ciumannya" ujar luky yang lebih semangat.
CALDER : (Tuan kenapa anda diam saja, tak bereaksi apapun sedangkan anda sudah memiliki nyonya, lalu bagaimana dengan nyonya muda, apa yang akan beliau lakukan sekarang)
"Oke! aku mulai aja ya, hemmm--- pilih yang mana?, ini terlalu sulit untuk aku pilih karena semua sesuai seleraku"
Di tempat dimana elisa dan rudi berdiri sekarang, rudi sudah panik karena hal itu tapi elisa terlihat santai-santai saja walau sebenarnya elisa juga sedang khawatir tapi binggung untuk melakukan apa agar menyelamatkan suaminya.
"Woy lis, apakah kamu cuman diem aja di sini. Sana pergi, selamatkan suami kamu tuh, kamu malah bengong aja" ujar rudi yang menggugah elisa.
"Ya elisa harus gimana dong! elisa, juga bingung mau nolong gimana? kalau aku maju kesana, semua orang tahu tentangku!" ujar elisa yang masih khawatirkan jati diri identitas hubungannya.
"Yah elah masih sempet-sempetnya mikirin hal begitu, kamu kok pikirannya kayak anak SD banget sih, udah sana suami kamu dalam masalah malah khawatirkan hal yang gak penting, elisa lagi dia kan suami kamu, apakah kamu rela begitu saja suamimu mau kau bagi sama orang lain" ujar rudi yang memikirkan pendapatnya.
Karena keasikan ngobrol, tanpa sadar bagas malah menujuk seseorang yang tidak asing.
"Oke! aku sudah menemukan wanita yang cocok untuk menjadi wanita yang paling beruntung untuk malam ini, yang akan mendapatkan ciuman dari andre" ujar bagas yang menatap senang.
"Hemm--- gadis yang di ujung sana yang pakai baju motif bunga-bunga atau bunga kecil-kecil itu cepat kemari" ujar bagas yang saat ini menujuk kearah elisa dan bagas.
Elisa kebingungan ia menoleh kekanan-kekiri dan kebelakangnya, menujuk diri sendiri.
"Siapa yang anda maksudkan, aku?" ujar elisa yang kebingungan, menujuk diri sendiri.
"Lis ini kesempatan bagus, cepat kesana" ujar rudi yang terus saja mendorong-dorong elisa pergi dari tempatnya.
"Iya, kamu sini cepat kesini" ujar bagas yang terus saja menujuk-nujuk elisa.
Saking geramnya rudi, ia dengan sengaja mendorong tubuh elisa yang enggan beranjak dari tempat. "Sudah cepat jalan sana! maju, ini kesempatan"
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
__ADS_1
Senin 10 Januari 2022