Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
123. Mode 21+.


__ADS_3

Elisa sudah ada di dalam kamar, sedang menunggu sang suami yang belum datang, padahal baru di tinggal sebentar oleh Elisa, tapi Andre malah entah kemana hilangnya, Elisa yang duduk manis sambil selonjoran, kaki berada di bawa selimut tangan ia lipat ke perut, duduk nyender di atas ranjang sambil nonton drama kesukaannya.


Ceklik !


Pintu kamar terbuka, Andre baru masuk kedalam kamar, spontan Elisa melihat Andre yang baru masuk itu dengan bidikan tajam.


"Ouh, kamu sudah ada di sini. Sudah selesai jalan-jalan keluar yah, kok aku gak lihat kamu? Habis dari mana tadi?" Tanya Andre yang berjalan mengambil handuk, di balik pintu ruangan tempat jemur.


"Kamu yang dari mana Mas! Aku mencari-cari kamu loh" Jawab Elisa yang ketus.


"Yeh, ditanya malah balik nanya. Gimana sih kamu, di jawab dulu pertanyaan aku tadi, kamu habis dari mana? baru kamu ngasih pertanyaan ke aku" Ucap Andre yang menatap Elisa.


"Aku nemenin mamah, merangkai aneka warna bunga-bunga, dan berbagai jenisnya" Ucap Elisa manatap Andre dengan sayu, seraya melepaskan HP yang sedang nonton film, Elisa meletakkan hp di atas laci.


"Ouh, gitu. Emang bisa?" Ucap Andre menyepelekan.


"Ya, bisa lah. Buat aneka kue aja aku bisa, yang aku gak bisa cuman satu. Yaitu buat anak sama kamu!" Spontan ucapan itu keluar dari mulut Elisa, yang membuat Andre terbelalak kaget, langsung menatap Elisa dengan cepat.


Binggung menjawab dengan apa, tapi Andre tetap dalam mode Coolnya untuk menjawab. "Yang itu, emang nggak bisa lah. Kan anak hanya Tuhan yang bisa buat" Ucap Andre yang meluruskan ucapnya.


"Ya kalau gak ada usaha dari kamu, mana bisa jadi" Ucap Elisa yang langsung menatap tajam, seraya melipat kedua tangannya ke depan.


"Hah? Aduh- kamu ini kalau ngomong, suka kesitu terus deh! Aku lagi seriusan nanya nih!" Ucap andre yang di bikin gagal fokus oleh Elisa.


"Aku juga lagi seriusan ngomong sama kamu. Habis mau gimana lagi, orang aku sudah ngebet gini, tapi kamu suka nunda!" Ucap Elisa yang menarik baju Andre.


Andre menarik nafas panjang, langsung melengos akan pergi.


"Mas,—"


"Apa!"


"Kok malah aku di tinggal pergi"


"Aku mau mandi dulu"


"Yaudah, mandi bareng!"


"Astaghfirullah! Nanti aja. Kamu nagi lagi, soal itu kita bicarakan"


Andre langsung melangkah lagi menuju pintu kamar mandi, tapi di hentikan lagi oleh panggilan istrinya.


"Mas!"


"Apa lagi sih?"


"Kamu belum jawab pertanyaan aku?"


"Pertanyaan yang mana? yang harus aku jawab!"


"Itu, kamu dari mana?"


"Aku habis dari penangkaran, sekalian ngajarin Azril naik kuda, karena aku sudah janji sama dia" Ucap Andre yang menjelaskan keadaannya.


"Oh! jadi kamu berduaan sama adikku, nggak ngajak aku" Elisa ngambek gara-gara Andre tidak kasih tahu.


"Lah kan kamu gak ada, Azril saja lama loh di sini, bantuin mas bikin laporan dan beres-beres berkas yang kamu tumpuk jadi satu itu"


"Terus sekarang kamu mau kemana lagi, mau pergi lagi yah?" Tanya Elisa saat Andre memalingkan wajahnya.


"Aku mau mandi, sudah bau keringat. Kan sudah aku bilang tadi" Ucap Andre menatap Elisa, Andre mengendus aroma tubuhnya.


"Maksud aku, habis mandi ini. Kamu kemana lagi, aku ikut" Ucap Elisa, sinyal dinyalakan.


"Nggak, kemana-kemana. Mau beres-beres, kalau mau ikut ya silahkan saja, aku mau mandi. Udah jangan panggil-panggil terus, nggak jadi mandi-mandi nih aku, sudah sore juga"


"Perasaanku, tadi kamu sudah mandi? Kok mandi lagi" Ucap Elisa yang mengingat.


"Iya, tapi itu kan tadi siang. Kan ini sore, aku belum mandi. Aku juga belum sholat ashar. Kamu sudah sholat?" Tanya Andre menatap Elisa.


"Yaaaa-Belum, kan nungguin imam yah" Ucap Elisa yang senyum yang mengambang.


"Lah, emang harus nunggu aku?" ucap Andre yang sudah jalan menuju pintu kamar mandi.


"Ya ialah, masa nungguin imam yang lain. Ngaco deh" Ucap Elisa yang jengkel.


"Yaudah aku mandi dulu, terus kamu ambil air wudhu" Ucap Andre yang sudah membuka pintu.


"Kamu mau mandi berapa kali dalam sehari, perasaan sering banget. Hari ini saja, kamu sudah 4 kali kan" Elisa mengingat.


"Nggak tentu sih, berapa kali mandinya, jadi sesukaku saja. Bahkan bisa beberapa kali. Kalau merasa gerah atau kotor, ya harus mandi lagi lah" Jawab Andre spontan.

__ADS_1


Setelah Makan malam hari ini Elisa, yang menemani Andre sibuk mengumpulkan data dan bekas-bekas di meja, karena berserakan dimana-mana.


Deringan hp membuat Andre menghentikan aktivitasnya saat ini, merai hp di meja.


"Hallo, Try... Aku gak bisa pulang... Senin depan, kamu handle di sana yah... Apa sih, nggak!... Jangan ngada-ngada, udah kamu urus soal kariyawan, gantikan aku... Oke!, semua sudah ku kirim ke email, coba kamu cek!... Aku tutup sekarang, aku lagi sibuk nih!... Apa sih, nggak. Masih sore, kepo banget... Iya, bye"


Setelah panggil itu berakhir, Andre terduduk lagi di sofa. Melihat Elisa menatapnya, dengan kepala bertumpu pada kedua telapak tanganya.


"Ada apa?" Penuh tanda tanya.


"Ngga ada apa-apa" jawab jutek sambil memalingkan wajahnya.


"Terus kenapa, tadi kamu menatap ku begitu?" Tanya Andre yang melihat balik.


"Nggak boleh emang yah?" Elisa menatap kembali suaminya.


"Aku gak nyaman lah, di tatap oleh kamu kayak gitu, ada apa sih" Andre membidik dengan tatapan tajam penuh tanda tanya.


"Nggak ada apa-apa, cuman mau menatap kamu saja. Emang gak boleh?" Penjelasan Elisa yang singkat.


"Terserah deh! Sudah selesai merapikannya, inget ya jangan asal tumpuk dokumen, nanti susah lagi cari-cari yah" Peringatan Andre pada Elisa, untuk tidak merapikan secara bertumpuk.


"Iya, tuh sudah aku bedakan pake kertas berwarna" ujar Elisa memperlihatkan dokumennya, dengan stiker kertas berwarna.


"Yaudah sana tidur" ujar Andre yang menyuruh Elisa untuk tidur, karena sudah jam 9 malam tepat, biasanya Elisa sudah lelap.


"Ya, ayok!"


"Aku masih ada kerjaan, kamu duluan aja" ujar Andre yang mengambil beberapa kertas yang ada di meja.


"Yaudah, aku tungguin sampai kamu selesai" ujar Elisa yang kembali menyangga kepala di kedua telapak tanganya, dengan perut di ganjal dengan bantal sofa.


"Kamu sudah ngantuk gitu, jangan paksain" ucap Andre yang mengelus puncak kelapa Elisa dengan ibu jarinya.


"Hmm, aku gak bisa" dengan mode manja keluar, melingkarkan tangan pada lengan kekar Andre.


"Dasar, yaudah terserah kamu" Andre yang mencubit kecil, pipi chubby milik Elisa.


Elisa bangkit dari sofa, Andre hanya bisa menatap kepergian Elisa yang mulai menghilang di balik pintu masuk kamar mandi, Andre kembali fokus pada berkas yang sedang di tangannya.


Beberapa menit kemudian, Elisa baru keluar dari kamar mandi, langsung masuk lagi ke kamar ganti, buat ganti baju, setelah gosok gigi dan membersikan diri. Elisa terdiam di depan etalase kaca, berjejer berbagai jenis baju tidur di sana, dengan berbagai motif dan model juga.


Dari yang biasa sampai yang paling hott, dari yang tebal sampai yang transparan. Sudah lengkap sudah tuh baju tidur malam, Elisa cekikikan sendiri melihat hal itu.


"Yang ini apa yang ini? Ini aja deh!Pake bra gak yah?, hmm- gak deh! biar hott, he-he-he. Mas Andre kan! hobby banget ngelepasin pengaitnya. Malam ini harus bisa, semangat Elisa. Semangat untuk pejuang malam pertama, dan pejuang wanita untuk dapat pahala dunia dan akhirat" Dumal Elisa sambil cekikikan sendiri.


Setelah selesai ganti baju, Elisa keluar dengan piyama lingerie tersebut. Andre belum menyadari yah, karena masih fokus baca.


"Padahal, aku sudah seperti ini. Tapi dia nggak melirik sama sekali. Huh! Kayaknya tuh kertas, lebih menarik deh! Keselnya" Gerutu Elisa.


Duduk lagi di sebelah Andre, yang masih fokus baca. "Mas!" Elisa mendekati Andre dengan pelan-pelan.


"Hmm—" Andre menyahuti tapi tidak menoleh ke sumber suara.


"Aku cemburu tahu!"


"Cemburu sama siapa?"


"Sama kertas itu!"


"Lah, ini kan benda mati. Ngapain kamu cemburu sama kertas?" Ucap Andre yang masih fokus pada kertas, tidak memperhatikan lawan bicaranya.


"Habis, kayaknya kamu lebih peduli sama kertas-kertas itu, ketimbang sama aku!" ujar Elisa ngambek.


"Emang Kenapa?"


"Masa aku di anggurin gini"


"Aku lagi gak makan buah, lagi diem aja nih!" Ucap Andre yang salah mengartikan.


"Iih—Bukan itu, Mas! Menghadap sini dong!" Ujar Elisa yang memutar dagu andre agar mau menatap dirinya.


"Apa!"


"Tidur yuk?" ajakan Elisa. Namun, ajakan itu tidak di hiraukan.


Akan tetapi lagi-lagi Andre belum mengerti kondisi saat ini, elisa harus berusaha lebih keras, dan penuh di uji kesabaran, dengan Andre yang tidak peka ajakannya itu.


"Yaudah kamu tidur duluan, kan tadi sudah mas suruh kamu tidur duluan" Ucap Andre yang membuat pukulan hebat bagi Elisa.


"Sabar-sabar! " Gerutu Elisa yang dibuat kesal bukan main, tapi memang harus sabar juga untuk mengajak Andre serius.

__ADS_1


"Mas, Ayuk tidur kita tidur sama-sama, yuk! aku mau tidur sama kamu" dengan nada sangat lembut, dan seperti ada pemanis dalam ucapan Elisa.


"Aku masih ada kerjaan nih, harus kelar" ujar Andre yang mengambil kertas lainnya di meja.


"Mas!" Nada Elisa sudah tidak bisa menahan gemuruh dalam benak yah lagi, yang di bikin lama-lama.


"Astaghfirullahaladzim. Iya, ada apa! sayang? ngagetin aja"


"Bohong!"


"Bohong, gimana?"


"Bilang sayang, tapi kamu gak sayang bener-bener kan"


"Lah, kok gitu ngomong ya. Emang kamu mau aku gimana? Aku beneran lagi gak bisa ladeni kamu, biar cepat kelar ini"


"Kerjaan melulu yang di pemikiran, mas! Tahu nggak, kalau sudah di dalam rumah apa lagi di dalam kamar gini, yaudah dong! Kerjaannya di tinggal, nanti lanjut ya. Kan kerja harus siang, kalau malam kerja sama istri dong! Aku di anggap apa coba, sama kamu" Ujar Elisa nada sudah sewot.


Elisa mulai ngambek sama Andre, terdiam sejenak, Andre meletakkan dokumen yah di meja melihat Elisa yang sudah mode jengkel.


"Aku minta maaf, sini" Andre menarik tangan Elisa yang melipat ke depan.


"Kamu mau apa?" Tanya Andre sangat lembut.


"Makan!"


"Lah, tadi kan sudah makan malam, masih lapar?"


Elisa menatap Andre yang merangkulnya dari samping itu, Andre yang masih fokusin ke Elisa.


"Bukan itu!"


"Terus apa?"


"Mau makan kamu"


"Astaghfirullah, kamu kanibal?"


"Iiih- bukan itu"


"Ya itu tadi, apa? mau makan aku"


"Rasanya aku mau telen kamu bulat-bulat tahu gak, nyebelin banget deh! Nggak ngerti-ngerti. Peka dikit napa?" Ujar Elisa kesel lagi.


"Ya ampun! kamu lagi kenapa sih hari ini? aneh benget, nggak kayak biasa yah?" Tanya Andre yang malah kebingungan sama sikap yang di ditunjukan oleh Elisa.


"Ya Allah, berikan hamba mu ini kesabaran lahir batin, untuk menghadapi suami seperti ini, dan ampunilah hamba mu ini" Ucap Elisa yang saking kesel tak bisa ia bendung lagi.


"Yaudah lah, lupakan. Mas, ayok tidur" Ajakan kembali.


"Iya-iya-iya, yuk tidur!" Tawaran kali ini Andre mau, Karena telah mendengar nada frustasi dari Elisa.


Berada di atas ranjang, mereka saling menatap satu sama lain, Elisa masih saja fokus menatapi wajah Andre yang seperti tidak ada cela, begitu sempurna, entah di tatap dari jauh atau dari dekat, tidak bisa mengendalikan membuat siapapun pasti akan jatuh cinta, karena akan langsung terpesona dengan keindahan, ciptaan Tuhan ini sungguh sempurna.


"Kamu kenapa sih, katanya mau tidur, kok nggak merem-merem dari tadi, terus menatapku tajam begitu? Ada yang salah di wajahku, atau ada sesuatu di wajahku?" tanya andre yang meraba-raba wajahnya.


"Enggak! Aku cuma merasa heran saja, entah di lihat dari jauh atau dari dekat pun, wajah kamu kok begitu yah? Aku jadi binggung" sambil mendekatkan diri pada andre.


"Kenapa emangnya?"


"Di lihat dari jauh saja, sudah kelihatan sangat tampan, apa lagi dari dekat begini, kok makin tampannya" Ucap Elisa meletakkan tangan di pipi Andre.


"HAH? Apakah, kamu sedang merayuku?" ujar Andre yang menatap istrinya, dan baru sadar jika Elisa sudah ganti baju, dengan pakaian sangat seksii dengan baju piyama yang begitu tipis hingga lekukan tubuhnya terlihat sangat jelas.


Gluk-gluk-gluk


Andre hanya bisa menahan air liurnya, dan menahan syahwattt, hingga hasratttnya dalam benak. Andre hanya bisa menahan semua itu bersama dengan menelan ludahnya.


"Yah, dari pada merayu suami orang, mending merayu suami sendiri kan" ujar elisa yang sudah mulai aksi nakalnya, tanya sudah meraba-raba tangan kekar Andre.


(Aduhh- Elisa lagi ngapain sih, gimana ini? Ternyata terlalu berat juga, harus memiliki istri kayak gini, bikin aku—Aaahh! Gagal fokus, jadi maksudnya dari tadi itu. Elisa! dia mau itu yah!. Aduh- baru faham aku, jujur aku juga mau tapi! Kamunya belum siap) Gerutu Andre dalam benaknya.


Tangan Elisa sudah mulai menyusup di balik baju Andre, merai bongkahan otot-otot perut Andre.


( Gawat, sudah masuk tahap ini lagi. Elisa, plis hentikan. Aku gak mau kamu akan menyesali perbuatanmu ini, nantinya. Jangan sekarang yah, ku mohon. Tuhan tolong dengarkan permintaanku ini, tolong hentikan istriku, jika aku yang menghentikannya. Maka itu akan jadi dosa, tapi jika di terus kan, kami sama-sama belum siap. Tuhan tolong kabulkan lah) Gerutu Andre dalam benak.


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.

__ADS_1


Jumat 28 Januari 2022.


__ADS_2