
Mobil khusus yang telah di desain oleh otomotif ternama dunia, yang telah membuat rancangan mobil limited edition ini hanya untuk orang-orang yang khusus seperti Andre dari kalangan bangsawan. Demi keamanan dan keselamatan bagi mereka.
Andre yang mengemudikan mobilnya dengan santai dan hati-hati, menuju tujuan. Di ikuti di belakang dengan beberapa mobil pribadi lainnya, warna hitam. Di dalam adalah para pengawal yang dengan setia mengekor di belakang mobil yang di kendarai Andre.
"Kita mau kemana si mas, kok kayaknya kamu tertutup sekali?" tanya Elisa yang mulai kebinggungan.
"Aku tahu kamu malas untuk pulang kerumah, dari pada kita pulang nanti mamah mencecer kamu lagi soal anak, lebih baik kita cari tempat lainnya dulu, untuk menyegarkan otak dan mood" ucap Andre yang ingin Elisa tenang dulu.
"Kenapa sih mas, mamah pengen banget kayak gitu? kenapa mamah pengen cepet-cepet punya cucu. Bukan hanya mamah, tapi ibu dan ayah ku juga" ucap Elisa yang agak ngambek dan frustasi.
"Kerena orang tua pasti ingin melihat kualitas terbaik dari anak-anak mereka, tujuan untuk menikah itu juga untuk hal tersebut kan, melanjutkan keturunan dan perjalanan mereka" penjelasan Andre.
"Terus seandainya jika kita gak punya anak gimana?" ucap Elisa tapi di tanggapi santai saja oleh Andre, seperti bukan masalah besar.
"Ya– Nggak gimana-gimana, semua ada waktu dan prosesnya masing-masing, jangan pesimis duluan, kita belum tahu. Jadi intinya, hidup itu harus dinikmati dengan banyak bersyukur saja Elisa, jangan macam-macam. Aku tidak mau memberatkan kamu, aku membutuhkan seorang istri sebagai teman dan tempat berlabuh, bukan tempat hanya untuk kesenangan dan kepuasan. Jadi, cukup kamu saja di sisiku itu sudah cukup, soal anak itu bonus bagi kita. Faham!" ujar Andre yang menjelaskan tentang keadaan dirinya.
"Tapi mas, Elisa punya kepengenan. Yaitu anak kita, sapa tahu di hari tua kita nanti mereka juga akan ada. Elisa mah gak mau mas, kesepian ditinggal sendirian tanpa anak dan cucu, seperti kata mu tadi mereka adalah warisan kita yang akan melanjutkan perjalanan perjuangan kita, elisa pengen banget mereka ada di tengah-tengah hubungan kita," ujar Elisa yang langsung mengatakan tujuannya.
"Iya sabar sayang, belum waktu ya saja mereka ada, lebih baik kita menikmati masa-masa berdua saja dulu, oke!" ucap Andre dengan senyuman yang mengembang.
"Lalu kapan waktu yang tepatnya? kapan kita harus punya anak, lalu jika kita punya anak nanti kamu mau berapa?" tanya Elisa ingin minta kejelasan.
"Hah! satu saja belum ada, kamu langsung tanya mau berapa! Sayang, akumah sedi kasih ya Allah saja, karena anak adalah anugerah terindah dan terbesar bagi pasangan kan. Saat waktunya tibanya nanti kita juga akan merasakan menjadi orang tua, sayang. Aku mau tujuan pernikahan kita itu, untuk membangun Sakina mawadah warohmah, karena aku mencintai kamu dengan cinta yang sangat menyayangi kamu dengan setulus hati, tujuan ku menikah denganmu bukan karena nafsu atau mungkin hanya ingin membuat kamu jadi wanita pencetak versi lain diriku atau tempat hanya untuk itu. Aku tidak mau menodai kesucian hati dan hubungan penikahan kita, karena aku sangatlah menyayangimu ingin menjaga dan merawat mu, hanya itu yang ku mau" ujar Andre yang menyakinkan Elisa.
Soweeet, dia ternyata seromantis ini. Kadang kala aku tak tahu harus berkata apa lagi di depannya, sekira aku ingin buat kejelasan dari ucapnya, tapi dia tidak pernah bicara omong kosong, ucapnya selalu di barengi dengan tindakan yah. Dalam hati Elisa yang lega dan merasa bersyukur.
Sesampainya di suatu tempat mereka langsung disambut dengan baik, banyaknya wanita-wanita asisten rumah tangga yang khusus untuk melayani Andre dan Elisa. Rumah seperti istana dekat pinggir pantai sesuai keinginan Elisa, di sana juga sudah tersiap koki terbaik sedang memanggang barbeque dan makan seafood lainnya.
"Sayang sini makan dulu?" karena jam menujukan jam makan siang, semua sudah tersedia dengan penjagaan yang sangat ketat, pengawal di mana-mana, rumah singgah milik Andre adalah mansion yang Andre beli saat dia masih di luar negeri, tidak terhitung berapa rumah milik Andre sendiri, rumah-rumah Andre dari yang model arsitektur sederhana sampai yang mewah wah!
Tapi, semua itu rumah-rumah yang dimiliki Andre sudah ia donasikan atau di berikan pada orang-orang yang lebih membutuhkan tempat tinggal yang layak, karena itulah Andre tidak pernah bisa di lupakan oleh orang-orang yang telah menerima kebaikan yah tersebut.
"Tuan, semua sudah siap!" kepala pelayan yang memberi tahu semuanya.
"Oke! Terimakasih," jawab Andre pelan, karena saat ini sedang melihat Elisa di bibir pantai sedang menikmati sejuknya air laut yang menyisir.
Andre mendatangi Elisa, dan memeluknya dari belakang. "Kamu suka tempat ini?" tanya Andre sambil menatap ke tempat dan arah tujuan yang sama dengan Elisa.
"Hmm-" Elisa berbalik badan, mereka saling menatap satu sama lainnya.
"Ada apa? kamu tidak suka tempatnya" tanya Andre karena wajah Elisa yang menatap agak aneh.
__ADS_1
"Suka, tempat ini sangat indah. Mansion itu, milikmu?" tanya Elisa yang menatap bangunan yang kokoh di atas permukaan laut.
"Bukan," jawab singkat Andre.
"Bohong!" Elisa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh suaminya.
"Hmm, dulu memang punya ku. Tapi, sekarang bukan lagi milikku, rumah itu milik keluarga Zen" Penjelasan Andre.
"Biar ku tebak, kamu memberikan tempat ini padanya. Benarkan?" tebak Elisa.
Andre hanya mengangguk kepalanya pelan-pelan, Elisa langsung menenggelamkan wajahnya di pelukan Andre, dengan dadah bidang dan kekarnya Andre dekap Elisa yang kecil itu.
"Hmmm, kita makan? chef Sunandar, sudah menyiapkan menu terbaiknya, olahan sea food kesukaan kamu. Mau mencoba ya?" ucap Andre.
"Mau, tapi ada syarat ya!" ujar Elisa yang menatap bibir Andre.
"Syarat? mmmm... Apa syarat yah?" Andre kebingungan.
"Cium aku, boleh?" ucap Elisa dengan nada manjanya.
Andre tersenyum geli karena tingkah Elisa tersebut, Andre langsung saja menudukkan tubuhnya, mendaratkan bibir tepat di tempat yang di inginkan oleh istrinya.
"Hmmm, mas Andre. Kamu tidak suka semua ini" Elisa berhenti dari aktivitas mengunyah makanan.
"Suka," jawab Andre singkat karena masih sibuk mengupas kulit kaki kepiting.
"Lalu kenapa kamu tidak makan?"Elisa merai alat untuk mengupas kulit.
"Tunggu kamu kenyang, kalau kamu sudah merasa kenyang dan terpuaskan dengan makanan ini baru aku bisa makan" penjelasan Andre.
Mendengar hal itu, Elisa merajuk. "Tidak mau makan lagi, Ah-" ucap Elisa sambil melempar sendok di piringnya.
"Heh? kenapa?" Andre kebingungan.
"Kamu gak mau makan" ucap Elisa cemberut.
"Baiklah, aku makan. Asal kamu yang suapin aku, boleh?"
"Oke deh!"
Mereka menikmati pemandangan dan masa-masa bersama hingga malam sunyi menyisihkan, Andre yang sekarang lebih protektif dan lebih mementingkan prioritas kebutuhan dan kebahagiaan, untuk kenyamanan berlanjut rumah tangganya dengan Elisa, ingin menjadi keluarga yang harmonis. Andre sekarang meluangkan banyak waktu untuk mengerti keadaan Elisa, dan ingin mengembangkan kebahagiaan Elisa yang selalu terabaikan olehnya.
__ADS_1
Tanpa sadar malam telah tiba, Elisa yang sangat senang di buatnya untuk hari ini, merasa aman dan nyaman seharian. Karena hari ini suaminya full memanjakan dirinya, semua yang di katakan dan di inginkan seluruhnya telah di kabulkan oleh Andre. Tak lama rasa kantukpun datang, mereka duduk di bangku menghadap laut biru yang telah kehilangan cahayanya karena sang rembulan tertutup awan.
"Kamu sudah ngantuk sayang! Kita balik ke mansion?" ucap Andre yang menyanggah kepala Elisa yang sudah terkantuk-kantuk.
"Hmmm" hanya anggukan kepala dari Elisa, karena matanya sudah sangat berat.
Elisa ingin bangun dari kursi, Andre dengan sigap mengangkat Elisa, mengendong sampai kamar mereka. Andre meletakan Elisa dengan hati-hati di kasur, dan langsung menyelimuti ya. Tak lama juga Elisa terlelap, Andre keluar kamar lagi saat Elisa sudah nyenyak.
"Tuan," Glenn dan Aoda sudah berada di rumah tengah.
"Kalian sudah dapat infonya?" ucap Andre yang baru turun dari lantai atas.
"Iya, kami sudah dapat data-data yang anda minta, apakah kita harus bergerak sekarang?" tanya Aoda.
"Tidak jangan sekarang, karena belum ada pergerakan darinya, orang-orangnya pun belum dia gerakkan secara langsung. Kita tunggu, meningkatkan kualitas terbaik keamanan saja dulu. Ah! aku hampir lupa, Aoda aku pernah minta dua pengawal wanita untuk menjaga istriku, apakah kalian sudah mendapatkan ya?"
"Iya Tuan. Mereka juga ikut kita kemari, apakah anda ingin melihat ya?" ucap Aoda.
"Baiklah, kita temui mereka" ucap Andre yang langsung jalan di depan Aoda dan Glenn.
Sesampainya di tempat tujuan, melihat ada dua wanita cantik, satu pakai hijab lalu yang satunya tanpa hijab berambut pendek.
"Tuan, mereka yang akan menjaga nyonya. Mereka adalah pengawal-pengawal terbaik yang sudah terlatih, bahkan sudah kami tes segala sesuatu yah"
"Hmm begitu, tapi... Jika mereka tidak cukup kuat dari Elisa, apakah mereka bisa melindungi istriku?" ada rasa khawatiran, Andre juga gelisah, jika salah satunya adalah mata-mata dari pihak musuh. Makanya Andre masih meragukan hal itu.
"Jangan khawatir Tuan, anda bisa tenang nanti, niat kami juga ingin mengetahui saat nyonya bangun besok pagi" ucap Aoda.
"Apakah mereka siap? di tes langsung oleh istriku, Elisa dia wanita yang tajam sekali soal kepekaan? Kita lihat saja besok!"ucap Andre.
"Bener Tuan kita serahkan saja urusan ini pada nyonya?"
"Hmmm, baiklah. Aku ikuti sarannya"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...
Minggu 29 Mei 2022
__ADS_1