
^^^⛄ Italia^^^
Andre sudah sampai di Italia, di sambut dengan baik oleh orang-orang di sana. Entah Andre juga binggung asal mula kenapa dia bisa akrab dengan orang-orang di Italia, mungkin karena Andre sering di bawa ke sini oleh Arafif. Untuk bersembunyi, makanya Andre cukup akrab dengan orang-orang di sini.
Xaverio : Selamat datang tuan dan nyonya, saya senang anda datang berkunjung ke Italia, silakan masuk.
Andre : Terimakasih, mana zever?
Zever adalah adik Xeverio dia juga seumuran dengan Andre.
Xeverio : Dia ada di dalam tuan, silakan anda masuk saja dulu.
Percakapan mereka menggunakan bahasa Italia yang mereka fahami.
Elisa sampai syok, karena Andre bisa menguasai bahasa asing lainya selain Inggris dan Perancis, itu setahu Elisa.
"Sayang, yuk!" ucap Andre yang langsung menggandeng tangan Elisa.
"Mas kamu sebenarnya menguasai berapa bahasa, kok kamu juga faham bahasa italia?" tanya Elisa yang ingin tahu.
"Hmmm- entahlah berapa bahasa, aku tidak menghitungnya" ucap Andre yang tidak mau mengakui dirinya.
"Hmmm, ayolah mas katakan. Elisakan hanya ingin tahu" rengekan Elisa.
"Nanti saja cari tahunya kita masuk saja dulu yuk!" ucap Andre yang menarik tangan Elisa untuk segera masuk ke dalam.
Dari jauh terlihat seseorang yang sedang tajam mengawasi pergerakan Andre dan Elisa yang akan memasuki tempat, Andre yang sadar jika ada orang yang mengawasi pergerakan dirinya. Melirik pada arah tujuannya, tapi tidak mau mencurigai siapapun.
"Tapi, mas ini tempat apa si mas?" tanya Elisa yang langsung menatap sekeliling dengan tajam dan sangat detail.
"Ini rumah milik seseorang, kita akan tinggal di sini sebentar setelah itu kita akan pergi lagi" ucap Andre yang hanya ingin mengecoh lawan yah.
"Pergi kemana lagi?" ucap Elisa yang masih kebinggungan.
"Ke rumahku," ucap Andre yang langsung ke poinnya.
"Apa! kamu juga punya rumah di daerah sini?" Elisa yang kaget saat mendengar hal itu, elisa masih saja belum terbiasa dengan Andre.
Walau suaminya ini anak kolongmerat Elisa masih saja kaget saat Andre punya rumah di daerah mana pun dia tinggal, Elisa masih saja syok saat mendengar hal itu.
"Iya, rumah itu sudah lama aku miliki, karena hadiah dari kakek temen kenalan papahku, dia menghadiahkan sebuah rumah saat usiaku 10 tahun" ucap Andre yang menjelaskan.
Asal usul Arafif tidak di ketahui atau misterius, dia sebenarnya juga anak adopsi dari luar negeri yang di jual ke orangtuanya di Indonesia.
"Wah! apakah dia orang kaya?" ujar Elisa yang ingin tau.
"Hmmm- yah bisa di bilang begitu, karena dia tak punya anak jadi dia pengen punya cucu, ia mengadopsi papah" ucap Andre yang menjelaskan.
"Ouh gitu! Emang orang tua papah tidak ada?" tanya Elisa yang ingin tau segala ya.
"Hmm, papah orang ya tidak mau terbuka dengan masa lalunya, katanya papah itu garis keturunan seorang dokter. Tapi aku masih agak mengganjal dengan informasi tersebut, karena papah tidak pernah menujukan foto keluarga ya selama ini, papah selalu bilang dulu tak ada foto atau kamera, jadi tidak bisa di abadikan, entahalah papah itu masih tanda tanya bagiku, papah sangat misterius bagiku" penjelasan Andre tentang papahnya, da hubungan dengan papah. Walau dekat tetap saja ada jarak di antara mereka, apa lagi status Andre bukan anak kandung Arafif.
"Hmmm, gitu ya. Elisa juga baru tahu dan baru mengerti, bener juga ya. Kamu pernah nanya ke kakek mu seperti apa papah dulu?" ucap Elisa yang masih ingin menggali informasi.
"Nggak yang, sama sekali. Aku tidak tahu soal kehidupan papah di masa lalu ya" ucap Andre.
Mereka terus saja ngobrol sepanjang perjalanan, hingga sampai melewati sebuah lapangan yang di sana banyak orang-orang yang sedang latihan fisik.
Elisa yang melihat semua orang yang latihan fisik dan latihan ketahanan tubuh, dari mulai latihan ketinggian ala-ala latihan militer pada umumnya, tapi ini lebih ekstrim. Elisa yang merasa itu di luar jalur latihan, membuat hati nurani tak tega.
"Mas, mereka sedang apa si?" tanya Elisa yang melihat agak jauh dari tempat.
__ADS_1
"Latihan, kamu jangan lihat kalau tidak tega. Tempat ini adalah rumah yang di khususkan untuk latihan para pengawal dan penjaga internasional, di sinilah semua jebolan pengawal-pengawal terbaik, di unit ini adalah unit khusus" Penjelasan Andre.
Terlihat seorang pria bertubuh tegap, gagah, dan kekar. Dia adalah zever, ketua pelatihan. Saat melihat Andre yang ada di tepi lapangan, dia tersenyum tipis.
ZEVER : Andre! kau datang ? cepat masuk, ada yang ingin aku katakan padamu
Teriaknya dari jauh, Andre hanya diam sambil menatap aneh, karena ia lupa siapa orang yang memanggil ya tersebut, karena sudah lama Andre tidak main ke tempat tersebut.
ANDRE : Ouh, kamu...
ZEVER : Huh? jangan bilang kamu lupa padaku, aku adalah zever.
ANDRE : Siapa yang lupa, aku? maaf aku tidak lupa, aku hanya syok denganmu.
Alesan Andre, tak mau di ketahui jika dia memang lupa siapa sosok pria yang berjalan mendekati, seraya tersenyum tipis.
ZEVER : Yah, yah baiklah. Dari dulu sampai sekarang kamu memang seperti ini tidak ada yang berubah, tidak bisa berkata jujur untuk mengakui faktanya.
Andre hany tersenyum tipis, Elisa sibuk memperhatikan orang-orang yang sedang latihan fisik, rasanya dia juga ingin ikut tapi tangan Andre yang mengandeng ya itu cukup kuat.
ZEVER : Kau ada apa datang kemari sudah lama Tah, hampir 8 tahun kau tak datang, kemana saja selama ini.
Andre : Sibuk, banyak jop yang harus aku tangani.
ZEVER : SIALAN, jop... Sudahlah, cepat ikut aku. Ada yang ini aku katakan padamu, niatnya aku akan datang ke Indonesia setelah latihan unit 222 ini lolos ujian. Tapi tak ku sangka kamu malah datang sendiri, yaudah kebetulan kan.
ANDRE : Hmmm, nyesal aku datang. Jadi kau tak akan berkunjung ke Indonesia jika seperti ini, yaudahlah kamu tak usah datang karena kalau kau datang, masalah akan timbul.
ZEVER :Kau pikir aku ini biang masalah kayak kau.
Tiba-tiba zever baru sadar jika ada seseorang di balik tubuh Andre, Elisa menampakkan diri untuk mengenal lebih siapa zever.
ZEVER : HAH? kau bawa siapa di belakang mu, aku baru sadar
Ucap Andre yang langsung menampakkan Elisa. Terdiam sambil melongo elisa binggung dengan sikap Andre, ia menatap ingin minta penjelasan dari Andre.
"Sayang, kenalkan ini zever. Dia temenku, bisa di bilang dia rival abadiku di unit" ucap Andre yang mengenalkan yah.
"Ouh, zever. Mas aku gak faham sama ucapan dia, gimana aku bis ngobrol" ucap Elisa yang malah khawatir soal itu.
ZEVER : Hallo, wanita cantik. Boleh kenalan? siapa namamu.
Zever Sudah mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Elisa, tapi karena Elisa tidak faham dengan apa yang di katakan oleh zever, dia hanya diam sambil menatap Andre dan zever secara bergantian.
ANDRE : Elisa. Itu namanya
Jawab Andre yang mengulurkan tangannya untuk menerima jabatan tangan zever.
ZEVER : Aku nanya dia bukan kau, kenapa jadi kamu yang mengulurkan tangannya ke aku.
ucap zever yang menangkis tangan Andre, membuat tangan Andre terpanting.
ANDRE : Yah, perwakilan saja boleh kan. Lagian percuma kamu bicara panjang kali lebar, dia tak akan faham dengan apa yang kau katakan zever, sudahlah aku hanya ingin lewat tempat latihan, aku datang kesini dengan tujuan lain. Ingin mengatakan bahwa aku akan tinggal berapa hari di sini, jadi mohon bantuannya.
ZEVER : Jadi, kamu mau apa datang ke sini. Aaah... mau pamer wanita mu padaku, tenang saja wanitaku juga banyak kok
ANDRE : Yah, bisa di bilang begitu. Tapi zever, aku salut padamu
ZEVER : Ala sudahlah jangan kau merayuku. Jadi bagaimana aku harus bersikap pada wanitamu ini, dan pakai bahasa apa yang dia fahami?
ANDRE : Kau masih ingin membahas soal itu. Jika kamu ingin mengenalnya kamu harus bisa menguasai bahasa Indonesia, dia akan faham dengan apa yang kamu katakan.
__ADS_1
ZEVER : Kau sengaja mempersulit diriku, dasar kau Andre. Ku pikir setelah lama tidak bertemu, akan lebih baik ternyata malah semakin parah.
ANDRE : Hahaha, tak akan ada yang berubah dari ku Zever. Ouh yah, zever.
ZEVER : Ada apa?
ANDRE : Apakah kamu merasa ada hal yang aneh? sepertinya ada yang mengawasi pergerakan ku. Dari awal aku datang tadi, ada hal yang mencurigakan.
ZEVER : Woy! Andre. Bukankah sejak dulu kamu itu selalu jadi bahan pengawasan yang sangat ketat. Lalu kenapa kamu malah mengatakan bahwa kau sedang di awasi, seperti tidak terbiasa saja.
ANDRE : Aku tahu soal itu. Tapi ini lain, ini beneran mencurigakan zever, kalau aku sendirian tidak masalah. Tapi, lihat sekarang aku bawa dia.
Ucap Andre yang khawatir terjadi sesuatu pada istrinya itu.
ZEVER : Jika begitu kau tak usah pergi dulu dari sini, tinggal dulu sampai kondisi saat ini bener-bener aman, aku akan cari tahu. Jika masih di area wilayah kekuasaan ku, semua tak akan bisa lolos.
Ucap zever yang sangat percaya diri dengan kemampuan dirinya, sekaligus menenangkan Andre.
ANDRE : Baiklah. Terimakasih.
Malam harinya karena Andre di larang untuk pergi, mereka tinggal di kamar khusus, Elisa yang masih tidak faham dengan apa yang saat ini terjadi.
Di ranjang, elisa yang tiduran di pangkuan Andre yang sedang main hp, memberi tahu pada Try jika dia sedang tidak ada di Indonesia, dan memberikan info untuk rumah sakit.
"Mas, katanya kita cuman sebentar di sini kok kita malah nginap di sini" ucap Elisa.
"Iya sayang, sabar ya. Hari sudah malam, kita tinggal saja di sini dulu" penjelasan Andre.
"Apakah ada masalah?" Elisa mulai curiga.
"Masalah apa, sudahlah mendingan kamu istirahat saja. Jangan pikirkan lainnya, sini. Benerkan posisi tidurnya jangan seperti ini, aku seperti sedang melahirkan bayi besar" ucap Andre yang meletakan hp lalu menarik tubuh Elisa untuk tidur di posisi sampingnya.
Elisa yang dari awal posisi tidur di tengah-tengah selang kangan Andre, membuat Andre itu mudah untuk menarik Elisa ke posisi tidur di samping ya.
Disisi lainnya, terlihat Arafif yang sedang duduk dengan seseorang, mereka terlihat sangat dekat dan sangat akrab sekali.
"Arafif, kau cukup kuat di kalangan. Kenapa kau malah ingin tetap bersembunyi, apakah kerena status mu sekarang. Lalu bagaimana dengan Azalea?" ucap seseorang yang sangat misterius.
"Kau jangan bawa-bawa dia, awas saja jika kau datang dengan membawa yah, kau tahu Monika akan..." Arafif tidak melanjutkan apa yang ingin di katakannya karena Monika datang sudah datang.
"Ini aku bawakan minum dan beberapa cemilan, silakan di cicipi" ucap Monika dengan ramahnya.
"Iya terimakasih kakak ipar, hmm- aku ingin mengobrol sebentar dengan kakak, bisakah anda tinggalkan kami sebentar" ucapnya.
"Ouh, baiklah." ucap Monika yang kecewa, tadinya dia ingin duduk di sofa di samping suaminya.
Setelah Monika pergi meninggalkan tempat, Monika yang masih saja berharap jika ia juga ingin tahu dan di mengerti oleh Arafif sesekali dia melihat wajah Arafif.
"ARAFIF, pikirkan baik-baik" ucapnya lagi setelah menyakinkan jika Monika sudah pergi.
"Sudahlah, aku tak mau terjun ke tempat itu lagi. Jadi kamu tak usah datang untuk membuat ku kembali, aku sudah memutuskan yah" ucap arafif dengan sangat tegas.
"Walau bagaimana pun, kamu adalah satu-satunya pewaris. Soal Azalea bagaimana? walau bagaimanapun dia adalah putrimu, dia juga berhak mendapatkan kasih sayang seorang ayah, temui dia walau sekali saja" ucap pria misterius ini, yang mengingatkan jika Arafif juga punya seorang putri kandung yang sangat cantik. Di Italia yang jarang dia temui.
"Sudahlah, aku akan temui dia nanti. Jadi sekarang kau bisa pergi sekarang juga, jangan datangi aku lagi hanya untuk membuat ku kembali ke jalur tersebut" ucap arafif yang menegaskan jika dirinya juga tidak bisa.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...
__ADS_1
Kamis 9 Juni 2022