
Berada di kamar khusus, Elisa merebahkan tubuhnya di ranjang ukuran sedang disana nara baru selesai mandi, Nara yang melihat nonanya seperti sedang gelisah.
"Nona, apakah nona tidak bisa tidur yah? mau saya antar kekamar tuan!" Tawarnya seraya menjatuhkan tubuhnya ke tepi ranjang.
"Tidak apa-apa Nara, aku hanya sedikit kesal saja, entah kenapa tapi rasanya aku ingin marah-marah" Ucap Elisa.
"Kesal kenapa Nona? karena saya!" Tebak Nara.
"Nggak! aku hanya kesal aku juga gak tahu kenapa, apakah bawaan emosional mens aja kalinya" Ucap Elisa.
"Hah? gimana sih Nona, jika anda tidak bisa tidur nyenyak saya bisa panggil tuan atau antar Nona ke kamar tuan" Nara sempat khawatir.
"Hanya sehari doang, aku gak bakal mati karena gak tidur dengannya" Ujar Elisa menepis anggapan Nara itu.
"Heheh iya juga sih, tapi kayaknya nona gelisah sekali, mungkin iya sih bawaan datang bulan tapi ini sudah lamakan nona mau hampir seminggu anda mens" Ucap Nara.
"Mmmm, iya sih! eh? kamu menghitung yah, aku yang punya tubuh saja gak menghitung yah, udahlah ini mungkin sudah malam kamu tidur aku juga akan beristirahat" ucap Elisa.
"Baiklah, nona" Ucap Nara, Elisa langsung menarik selimut dan menyuruh Nara, tak tega dengan hal itu, merai hpnya memberikan pesan singkat pada tuannya.
...--Kirim pesan--...
^^^'Tuan, nona sepertinya tidak bisa tidur dengan nyaman tanpa anda, tapi saya tak bisa membujuk nona untuk pindah ke kamar anda'^^^
'Yasudah biarkan saja, itu maunya, jangan kau paksa dia akan sulit untuk di bujuk walau kau melakukan untuk kebaikan juga'
^^^'BAIK TUAN'^^^
...--SELESAI--...
(Hmm- kenapa yah, apa gara-gara aku gak kebiasa naik kapal, jadi perasaanku gak enak gini, atau ada pertanda bahaya lainnya yah, semoga kita semua selamat sampai tujuan, aamiiin) ucap dalam benak Elisa yang belum tidur masih memikirkan matang-matang perasaannya saat ini.
...🌸...
...🌸...
...🌸...
Keesokan harinya, sebuah ketukan pintu dikamar Andre tapi yang dikamar tidak ada jawaban, hingga Andre baru keluar dari kamar mandi, jadi belum menyahuti.
"Ada apa? maaf tadi saya ada di kamar mandi" ujar Andre yang keluar dengan menggosok kepalanya yang basah karena habis mencuci rambut.
"Tuan, maaf mengganggu anda tapi saya mau melaporkan jika kita akan sampai di tempat, 1 jam lagi" Ucap pelayan pria.
"Baiklah, informasi dengan yang lainnya, takut semua masih tidur" Ucap Andre.
"Baik tuan!" ucap pelayan.
^^^~ 1 Jam kemudian^^^
Kapal telah menepi, semua pelayan dan pekerja sudah bersiap-siap untuk turun elisa yang baru setengah sadar, terkantuk-kantuk hingga nara dan jeje harus berjaga-jaga.
"Nona, anda masih ngantuk?" Tanya Nara yang khawatir.
"Bukan ngantuk, tapi kepalaku pusing yah seperti ada burung yang terus menerus berputar-putar" Ujar Elisa.
"Karena mungkin anda tak terbiasanya naik kapal seperti ini, mungkin anda mabuk perjalanan" ucap Jeje yang menebaknya.
__ADS_1
"Iya, aku nggak terbiasa naik kapal, naik pesawatpun aku nggak tahu gimana rasanya" ucap Elisa yang emang jujur gak tahu.
"Kok gitu nona, emang nona tidak datang bersama dengan tuan" ucap Nara penasaran.
"Tidakk! tapi dikirim seperti barang saja oleh mamah dan papah" ucap Elisa yang lagi-lagi jalannya terduduk lagi setiap ada kursi.
"Yaammpun kok bisa gitu yah" ucap jeje yang keget mendengar yah.
"Hahaha, iya mamah dan papah itu kompak banget, sudahlah yuk! kita turun bisa-bisa masku akan mencari jika aku tidak menampakkan wujud" ucap Elisa yang sudah tau sifat Andre.
Andre terlihat sangat aktif sekali mencari istrinya, yang belum nampak jelas dimana itu, terlihat semua turun tapi Elisa belum juga terlihat Andre seperti gelisah jika belum menemukan dimana Elisa berada.
Setelah semua turun dari kapal pesiar andre sudah di sambut oleh beberapa pelayan dan pegawai resort miliknya itu semua sudah berjejer di depan untuk menyambut tuan pemiliknya.
PEKERJA RESORT : selamat datang tuan! kami sudah mempersiapkan semuanya, mari sarapan dulu!
HELEN : Selamat datang Tuan, aku senang melihatmu, dan sangat merindukanmu
Seorang wanita cantik dengan pakaian lengan terbuka dan kain penutup kaki, memperlihatkan paha yang putih mulus, dan punggung yang sangat seksi hingga belahan depannya terlihat menonjol besar dan bulat.
"Gila, cantik banget!" Bisak bisik pegawai.
"Bukan hanya cantik tapi seksi sekali, wah! di luar negeri banyak cewek-cewek kayak model gini" Ucap pegawai.
ANDRE : Helen sudah aku peringatkan, jangan mengunakan pakaian secara asal begitu, ini terlalu dewasa dan terlalu terbuka, dasar anak nakal
Andre langsung membuka luarannya menutupi seluruh tubuh Helen, yang saat ini tersenyum lebar.
HELEN : Paman, ini model terbaru Keluaran dari jemmes witt
ANDRE : Terserah, pakai baju yang benar
HELEN : Cih, paman tunggu aku!
Wanita cantik itu langsung mengejar Andre, yang sudah berjalan agak jauh, Helen adalah adik kandung dari Kevin. Dia juga sangat dekat sekali dengan Andre, berusia 21 tahun.
HELEN : Paman, jangan marah aku akan mengganti pakaiannya, tapi paman jangan marah lagi yah
ANDRE : Ganti saja
HELEN : Iya-iya, Helen pergi dulu yah muaah
Helen tak pernah canggung dengan pamannya itu ia mencium pipi Andre kecupan singkat, semua karyawan yang melihat itu kaget.
PELAYAN : Tuan, selamat datang
ANDRE : terimakasih, semuanya sudah menyambut kedatangan kami. Paman Tora antar mereka kekamar dulu untuk meletakkan barang-barang
Ucap Andre yang meminta bantuan pada pelayan resotnya.
PELAYAN :baik tuan
"yang mau mandi dan bersih-bersih diri lewat sini, ikut pada mr, han" ujar Andre yang menujuk Han.
Andre melihat semua pekerjaan entah itu karyawan RS atau kariyawan rumahnya, sudah semua turun kecuali 3 orang istrinya dan 2 pelayan yang tidak kelihatan, melihat rudi yang juga ikut.
"Rudi! mana dia?" Ucap Andre yang menghentikan langkahnya dengan menatap penuh penasaran.
__ADS_1
"Mana ku tau, dia kan istrimu. Lagian kami juga beda kamar, kamu aja gak tahu apa lagi aku" Ucap Rudi.
"ouhnya, yaudah kamu bisa pergi sekarang" ucap Andre yang langsung melengos wajahnya.
"Hemm jadi langsung disuruh pergi, setelah tidak kau butuhkan. Kayak barang rongsokan yah, aku hanya jadi pelampiasan yah" ucap Rudi.
"Maaf rudi, udah sana kamu bersih-bersih dulu terus sarapan, aku mau nyari istriku bye-bye" ucap Andre yang akan melangkah menjauh.
"Okey, elisa mungkin sama para pelayan kau" Ucap Rudi yang asal tebak.
"Iya, yaudah kamu langsung kekamar yang di persiapkan" ucap Andre yang sudah berjalan pergi.
Andre masuk kapal lagi untuk mengecek didalam masih ada pelayan atau penumpang, sekaligus mencari istrinya, yang tidak terlihat batang hidungnya, membuat andre tambah khawatir saja.
"fika, mana nona?" Tanya Andre.
"Ouh! tuan, nona masih di kamarnya mungkin bersama jeje dan nara" Ucap Fika.
"Kenapa mereka tidak langsung keluar" Tanya Andre.
"Sepertinya nona kurang sehat, tadi saya ingin pergi menemui anda untuk melaporkan keadaan nona" ujar Fika yang wajah pias.
"Yasudah kamu siapkan saja kamar yang akan ditempatkan nona malam ini, jangan terlalu lubang angin, mungkin karena semalam juga terlalu lama di luar kapal" ucap Andre.
"Baik tuan" ucap Fika langsung berlari keluar.
Andre yang langsung berlari menuju kamar istrinya, tapi tak menemukan dia disana, jadi Andre mencari dimana tempat Jeje berada, barulah terlihat Jeje dan Nara sedang membantu Elisa yang saat ini muel-muel.
"Sayang! kamu nggak apa-apa, mana yang sakit" Andre yang langsung berlari menuju istrinya.
"Tuan anda datang, nona sudah kurang enak sejak datang tadi" Ucap nara.
"Sayang! kenapa mana yang sakit!" ucap Andre khawatir.
"Mas, kepala elisa mas pusing banget. Semalam elisa gak bisa tidur, perutnya muel banget" manja Elisa pada suaminya.
"Kann tadi aku sudah menawarkan diri untuk tidur di sampingku, tapi kamu menolakkan. Coba sini mas cek!" ucap Andre yang khawatir.
"Kayaknya aku masuk angin dan mungkin aku belum biasa naik kapal kayaknya mas, keliatan katrok banget ya mas " ucap Elisa yang jujur pada suaminya.
"Nggak sayang! kamu hanya belum bisa aja, mau mas gendong sampai turun" ucap Andre.
"Nggak usah, Elisa masih bisa jalan kok" ucap Elisa yang langsung duduk di lantai kapal.
Tanpa pikir panjang Andre, langsung menggendong Elisa dalam dekapannya menuruni tangga kapal, semua pelayan terdiam saat melihat Andre turun dari kapal dengan mengendong seorang wanita.
" Siapa yang di gendong andre!" ucap Junlion yang penasaran.
"Mana ku tahu! tanya sendiri sana" ucap Try.
Andre langsung pergi ke tempat dimana yang sudah di siapkan pelayannya tadi, Andre merebahkan Elisa pelan-pelan diranjang.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
__ADS_1
Selasa 4 Januari 2022