
Elisa terdiam sambil menatap wajah Andre yang sedang menahan amarahnya, walau Andre sangat marah tapi kemarahan Andre tak bisa ia luapkan. Dengan nada pelan dan lembut Andre mengatakannya, agar Elisa mau mengerti.
Jika Andre mengunakan bahasa yang tajam dan kasar takut bisa menyakiti wanita kesayangan yah itu, Elisa emang hari ini sangatlah keterlaluan, tapi Andre cukup sabar untuk menghadapi yah karena Elisa 5 tahun lebih muda darinya jadi dia harus lebih dewasa untuk mengatasi hal tersebut.
Andre dan Elisa terdiam sejenak merenung sesaat Andre menarik nafasnya kembali, mantap istrinya yang ada di depan.
" Sekarang jawab pertanyaan ku dengan baik-baik, jujur! Jadi maksudnya, kamu ingin pindah dari tempat ini karena tidak mau identitas hubungan kita ketahuan oleh mereka yang berada di samping" Tanya Andre melembutkan suaranya.
" Iya!" Jawab singkat Elisa.
Andre terdiam lagi, entah apa yang di pikirkan oleh Elisa saat ini.
" Apa harus kamu bersikap seperti ini Elisa, lagi pula cepat atau lambat semua ini juga akan terbongkar" Ujar Andre yang menjelaskan.
" Iya aku tahu, tapi bukan sekarang waktunya karena Elisa belum siap jika harus ketauan oleh mereka" Ujar Elisa menegaskan.
" Semua rahasia yang mati-matian ingin kamu sembunyikan ini juga akan tembus ke publik, jadi sampai kapan kamu ingin menutup yah. Apakah ini caramu, harus minta sesuatu yang tidak kamu pikirkan dengan baik-baik semata-mata hanya untuk kepentingan pribadimu" Ucap Andre yang tidak habis fikir dengan cara Elisa.
" Jadi intinya sekarang apakah kamu mau atau tidak kita pindah Mas Andre" Tanya Elisa yang menegaskan.
Andre menarik nafasnya dalam-dalam. " Tidak! Aku tidak menyetujuinya, gak habis fikir sama kamu, apa sememalukan itu hubungan ini Elisa" Ujar Andre yang menolak untuk pindah karena menurut yah alasan Elisa tidak masuk akal.
" Sudah aku bilang bukan itu maksudku, bisa gak sih kamu ngertiin posisi aku saat ini" Ujar Elisa berusaha menjelaskan pada Andre.
" Aku sudah dari awal tidak mengerti dengan semua yang kamu minta, entah apa yang ada di otakmu itu. Selama ini ku pikir kamu adalah wanita yang tepat, dan yang ku harapkan. Tapi sepertinya aku yang salah menetapkan harapanku pada wanita yang hanya memikirkan egoisnya, hanya karena takut akan hal-hal yang tidak masuk akal dengan logika. Terserah kamu maunya apa, sekarang aku gak peduli" Ujar Andre yang kesal bukan main dengan Elisa.
" Yasudah, Kalo kamu sudah tidak mau peduli denganku lagi tidak apa-apa. Tinggalkan saja aku dan sudah Lepaskan, biar aku saja yang pergi dari sini tidak usah kamu bikin aku pusing dengan Omelan mu itu" Ujar Elisa yang memegang gagang pintu.
" DIAM !!! Cukup sampai sini saja Elisa. Bisa tidak kamu diam, sepertinya kita butuh waktu untuk mendinginkan diri dulu. Biar aku yang keluar, kau tetap di sini" Ujar Andre yang sudah akan meledak.
" Untuk apa aku diam toh kamu tak mau mendengarkan apapun penjelasan ku, coba kamu pahami dulu situasi kita saat ini Andre Azzam Arafif, aku juga tidak mau seperti ini tapi kondisi ini tidak memungkinkan kita lagi" Ucap Elisa yang juga ikut meluap-luap.
" Apa maksudnya itu, kondisi apa ? kondisi kita atau kondisi kamu sendiri, karena kamu takut aku tertarik dengan wanita lain, atau takut aku menyebar hubungan diantara kita iyakan" Ucap Andre.
" Maksudnya Elisa bukan seperti ini, Elisa hanya malu pada diri sendiri. Elisa ini seperti rendah sekali jika di bandingkan dengan wanita-wanita itu, mereka cantik - pintar dan sangat berbobot hingga memiliki kedudukan karier yang bagus. Elisa apa coba? tidak memiliki semuanya itu, jika aku bersanding denganmu seperti terjatuh" Ujar Elisa menjelaskan masalahnya.
Andre menekan kedua lengan tangan Elisa dengan kuat-kuat untuk menyakinkan bahwa Andre itu sungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya.
" Dengarkan aku Elisa Nurhaliza selama ini aku nggak sekalipun memandang kamu begitu rendah, seperti pemikiran kamu sekarang ini, aku minta kamu jujur dari penilaian kamu terhadap ku itu seperti apa?. Sebenarnya aku di mata kamu itu di anggap apa sih, hingga kamu bisa mengatakan hal itu" Ujar Andre yang begitu sangat penasaran.
Elisa menatap manik-manik bola mata biru Andre yang begitu menatapnya dengan tajam, seakan-akan mau lepas dari tempatnya.
" Jika Elisa jujur apakah kamu akan mendengarkan yah" Ujar Elisa.
" Tentu saja akan aku dengarkan" Jawab Andre yang menatap dengan baik-baik bola mata coklat milik Elisa.
" Baiklah, menurutku kamu terlalu sempurna bagiku dan sangat sulit untuk mengejarmu, bagaikan bintang di atas langit dan bagaikan matahari yang terang tak bisa digapai" Ucap Elisa yang menjelaskan tentang pemikirannya itu.
DEG !!!
Andre menudukkan kepalanya tangannya masih memegang tangan Elisa dengan erat. " Jadi intinya, dari pendapatmu dan penglihatanmu terhadapku, bahwa kamu tidak mempercayai ketulusanku selama ini, hingga kamu memandangku begitu" Ucap Andre menahan emosi yah.
" Kamu yang minta aku jujur, aku mengatakan apa ada yah, yang kamu suruh untuk berkata jujur, tapi kenapa sekarang kamu malah menyalahkanku" Ucap Elisa yang mulai berkaca-kaca.
" Dari tadi aku tidak menyalahkan mu, hanya saja pemikiran kamu terhadapku itu terlalu seperti dibuat-buat" Jawab Andre.
" Ini semua berat bagiku, seandainya kamu memahami yah. Aku merasakan tidak percaya diri dengan apa yang ku terima saat ini, merasa insecure terhadap lingkungan sekitar dan kepada mu" Ucap Elisa, sungai kecil itu sudah membasahi pipinya.
" Elisa- cukup! tolong jangan lanjutkan, sepertinya kita memang harus mendinginkan diri sendiri dulu, aku sekarang tidak bisa berfikir dengan jernih. Aku akan keluar, kita sama-sama merenung kan masalah ini. Diam di sini, pikirkan dengan baik-baik ucapanmu tentang semuanya" Ucap Andre yang sudah tidak biasa mengontrol emosi lagi.
Dari pada melampiaskan amarahnya kepada Elisa itu akan membuat diri Andre juga terluka, dan nanti akan menyesali perbuatannya lebih baik ia yang langsung keluar dari apartemen.
BRAKKK !!!
Pintu apartemen tertutup dengan sangat keras, membuat Elisa kaget dan ingin rasanya mengejar Andre keluar tapi kakinya kaku.
__ADS_1
" Mass, maafkan Elisa!!" Rengek Elisa yang tidak sempat didengarkan Andre karena Andre sudah berada di lift turun menuju parkiran.
...😡...
...😡...
...😡...
Setelah perdebatan hebat itu Andre keluar dari apartemen, menuju parkiran mobilnya. Sedangkan Elisa bersimpuh di dalam apartemen, sambil menangis sejadi-jadinya.
Di sebuah tempat tongkrongan yang khas sering di kunjungi oleh Andre dan temen-temen waktu jaman kuliah, tak jauh dari kampus.
DIMINTRA : Sudah lama kamu tak kesini Dre, ku dengar kamu sekarang tinggal di Indonesia
ANDRE : Iya, sekarang aku sudah jadi warga Indonesia
DIMINTRA : Hah sayang sekali yah! kenapa kamu malah ingin pindah kewarganegaraan sih
ANDRE : Kenapa? Kok di sayang kan
DIMINTRA : Yah karena kamu sudah pindah tempat
ANDRE : Orang tua ku ada disana, yah terpaksa harus ikut mereka
DIMINTRA : Sulit juga yah jadi anak tunggal, pasti selalu di manja setiap harinya
ANDRE : Tidak juga, aku selalu di Didik lebih keras, jika di katakan aku seperti bukan anak kandung mereka malah Try yang selalu di manja oleh orang tuaku
DIMINTRA : Apa tidak kebalik tuh !
ANDRE : Bisa lah
Dengan senyum masamnya Andre yang menyembunyikan sesuatu dalam senyuman itu.
DIMINTRA : Mana yang lainnya kau datang sendirian, Junlion dan Try tak mengekor padamu lagi hingga Zacky dan Kevin mereka juga sekarang jarang datang
DIMINTRA : Ahhh- gitu, Dre! kamu masih sendirikan
ANDRE : Maksudnya?
Dimintra terdiam sejenak, menatap Andre yang sedang menyeruput secangkir kopi ditangannya.
DIMINTRA : Iya kamu masih single kan, jika masih sendiri kamu mau ku kenalkan dengan seseorang, yang mungkin kamu juga sudah mengenalnya
Andre menatap tajam pada dimintra yang saat ini sedang mengelap cangkir- cangkir.
ANDRE : Kenapa kamu tanya-tanya seperti itu, kamu ingin menjodohkan ku dengan siapa lagi kali ini
DIMINTRA : Kamu jangan marah dulu yah, sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan sesuatu ini padamu
ANDRE : Katakan saja, memang aku pernah marah
DIMINTRA : Yah walaupun kamu tipikal orang yang tidak bisa marah sih, jadi aku boleh katakan ini
ANDRE : Iya boleh
DIMINTRA : Kau ingat soal Cassandra
ANDRE : Siapa?
DIMINTRA : Dia muridmu
ANDRE : Cassandra, adikmu
DIMINTRA : Hmm, kamu ingat rupanya
__ADS_1
ANDRE : Kenapa memangnya
DIMINTRA : Hemm-- yah kalo kamu masih sendiri kan, sapa tahu bisa menjadi adik iparku
ANDRE : Kau berharap begitu
DIMINTRA : Hahahaha bercanda, jadi bagaimana ? setidaknya bertemu saja dulu, kau akan lama di sini
ANDRE : Sekitar 20 hari lagi, karena aku datang kesini hanya ada tugas saja
DIMINTRA : Ouh? ya kalo kamu punya waktu luang, jika ada setidaknya sisikan dulu sejenak
Andre terdiam, tiba-tiba hp berdering tertera nama Brother.
" Hallo Try... Aku ada di kafe DIMINTRA... Ada apa?... Yasudah terserah kamu" Ucap Andre menjawabnya.
DIMINTRA : Dari Try
ANDRE : Iya! katanya dia akan kesini
DIMINTRA : Wah emang gak lengkap jika hanya kamu sendiri, eh! Try sudah menikahkan
ANDRE : Iya, dia sudah menikah
DIMINTRA : Jadi di antara kau dan Ke-4 temanmu hanya kau saja kan Dre yang belum ada tanda-tanda untuk...
Tak lama suara yang khas dengan sangat nyaring megelegar kesuluruh ruangan, membuat Andre dan DIMINTRA dan beberapa pelanggan DIMINTRA juga menolehkan ke sumbernya.
" Ouh! paman " Panggilan itu dari ambang pintu.
" Andre, kau juga di sini?" Ucap Zacky yang juga datang.
" Kalian juga" Ucap Andre.
" Aku sih di ajak sama paman Zacky" saut Kevin yang langsung duduk di sebelah Andre.
" Mana Try? " Tanya Zacky.
" Dia sedang dalam perjalanan" Jawab Andre.
DIMINTRA tersenyum saat melihat hal ini, Andre seperti pusat dari tata Surya yang selalu di kelilingi planet-planet.
DIMINTRA : Padahal kalian tidak janjian yah! sepertinya andre ini magnet untuk kalian semua, tiba-tiba saat Andre di ini kalian juga langsung datang saja
KEVIN: Hai kak Dim
DIMINTRA : Hai juga Kevin, wah sekarang gaya fashion dan seleramu jadi tambah mirip dengan Andre yah
KEVIN : Hahaha iya entahlah ! pamanku yang satu ini kenapa bisa awet muda sekali, seperti masih anak ABG terus tak terlihat tua sama sekali malah kok semakin muda
Dengan bangganya memamerkan itu, sambil memeluk Andre.
DIMINTRA : Rahasianya apa sih Dre bisa awet muda begini
ANDRE : Tengelam diri saja di laut, pasti akan awet kok
ZACKY : Bukannya tambah awet tapi sudah wafat, kalo bercanda suka bikin merinding tahu gak Dre
DIMINTRA : Aiiissss, bercanda mu keterlaluan Dre
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
__ADS_1
Jumat 03 Desember 2021