Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
139. Lagi Sensitif.


__ADS_3

Berada di dalam mobil, Andre yang duduk bersebelahan dengan Elisa di jok belakang, sedangkan jok depan Azril dan pak Sofyan yang menyetir mobil.


"Den, jadi sekarang mau ke villa atau rumah di Blok C, den bagus. Katanya gak akan tinggal di rumah utama, jadi kita kemana?" Tanya kak Sofyan.


"Rumah ayah-ibu saja pak, saya di pesankan sama ibu buat jaga Azril, jadi akan tinggal di sana untuk beberapa waktu, sampai ibu dan ayah balik" Jawab Andre singkat.


"Ouh gitu, emang kenapa pak Yusman dan Bu Siti tidak ikutan pulang kenapa?" Tanya pak Sofyan penasaran.


"Ayah terapi di sana, papah yang harus jaga. Karena Andre harus kabur dulu, susah banget ya jadi cowok ganteng. Jadi sering kabur-kabur kayak gini, capek juga!" Ucap Andre yang pede, langsung menyenderkan kepalanya di jok mobil.


"Eleh, ganteng!" Ledekkan Elisa yang tak suka.


"Sirik aja, emang visual ku menggoda kan" Ucap Andre yang menatap Elisa yang di sebelah, tapi Elisa malah enggan untuk melihat.


"Nggak tuh, pede banget sih" Ujar Elisa yang langsung melengoskan wajahnya.


"He-he-he, iya deh gak. Azril dan pak sofyan yang ganteng banget iyakan, lagian di dalam mobil ini, hanya kamu yang paling cantik. Bener gak pak" Ujar Andre yang minta pendapat pak Sofyan.


"Iya, neng! Cuman neng Elisa yang paling cantik di sini" Ujar pak Sofyan yang mengiyakan saja.


"Jadi cuman di sini, terus kalau aku keluar mobil ini artinya, aku sudah gak cantik lagi. Apakah menurut mu ada yang lebih cantik lainnya gitu" Ucap Elisa yang lagi sensi.


Iya, ini kali yang nama PMS ya cewek, apapun di katakan oleh ku selalu salah, biasanya Elisa gak akan kayak gini, bagaimana untuk membujuk elisa yang sedang mode sensitif kayak gini, hah—. Gerutu dalam benak Andre yang sudah sangat pasrah.


"Hmph! Itu, karena pak Sofyan memang yang paling ganteng" sambung pak sofyan yang membantu andre yang sudah kuawalahan.


"Memang pak sofyan yang paling tampan, iya kan zril. hehehe-" ujar andre yang membenarkan akan hal itu.


"Jangan mengalihkan pembicaraan deh! Jawab, pertanyaan aku tadi. ANDRE AZZAM ARAFIF, atau ALZAM ANDRIANO CLARLOSEN"


Sofyan dan Azril kaget dengan panggilan nama itu, pak sofyan yang tau bagaimana masa kecil andre itu syok, saat mendengar nama yang sudah lama di hapus dalam buku keluarga itu. Malah Elisa tidak segan-segan memanggilnya, itu malah seperti lelucon. Sedangkan azril yang kebinggungan, dengan nama yang di panggil elisa tersebut.


"Hmmhmm- Tetap kamu kok, yang paling cantik" ujar Andre yang tersenyum sangat lebar.


"Hmph! Bohong banget, cih! Kamu juga belum tentu, kalau sudah seumur dengan pak Sofyan, akan setampan apa? iyakan" elisa melengoskan wajahnya kearah lain.


"Iya deh, iya" Andre hanya pasrah.


"Pasrah banget sih mas, sama teteh. Lagian teteh itu hanya perasaan iri. Karena mas Andre itu paket kombo komplit, bisa tampan saat tampil jadi pria, bisa cantik jika tampil wanita. Yah! jika mas Andre, di lipstik juga akan tampak berbeda. Malah akan membuat cewek-cewek bilang, aku iri sama kecantikan Mas" ujar Azril yang melihat Mas yah tak berdaya dibuat ya.


"Gkgkgkgk–, Kayaknya aku nggak mau begitulah, karena nggak mau mengalahkan kecantikan, teteh kamu zril, bisa-bisa akan ada... aaaaaahhh! Kenapa? kamu gigit aku sih, sakit!" ujar Andre yang terputus, karena Elisa yang geram, bercampur gemes! Malah menggigit lengan Andre, hingga Andre kesakitan.


"Itu hukuman" ujar Elisa yang langsung melengos, membuang muka.


"Hukuman! hukuman macam apa ini sa, kok seperti kena gigitan anjing rabies yah" ujar Andre yang bercanda, tapi di tanggapi serius oleh Elisa.


"APA!!! KAMU SAMAIN AKU ANJING, HMMMM—, iya aku anjing yang akan memakan semua tulang-tulang mu, sini berikan" ujar elisa yang langsung, mendekati suaminya, langsung naik ke pangkuan Andre, sedangkan pak Sofyan dan Azril hanya bisa jadi penonton.


Pak sofyan yang tidak tahu, sikap dan tingkah elisa yang sangat agresif pada Andre itu, tidak ia sangka neng geulis yang selalu membuat dia kagum saat ketemu itu, ternyata sangat agresif seperti itu.


"Eh! kok jadi begini, aaahhh- Iya-iya-iya aaammmpuuunnnn, aku nyerah!" ujar Andre yang kuwalahan menghadapi Elisa, yang sudah mengelitiki, pinggang Andre hingga kegelian.


"Makanya, jangan main-main dengan wanita ini, minta maaf gak!" Ucap Elisa yang mengancamnya.


"Iya, Maafkan aku. Jadi mau turun gak, bahaya loh" Ucap Andre yang memperingatkan, karena lagi di jalan.


"Kan kamu gak lagi nyetir" Ujar Elisa yang masih di pangkuan Andre, sambil menatap wajah Andre yang menahan malu, telinga sampai kemerahan.


"Kamu gak malu?" Tanya Andre.


"Aku, nggak malu. Lagi hanya ada pak Sofyan, sama adikku doang! Ngapain malu, toh! mereka gak lihat kesini" Ujar Elisa yang hanya mengatakan spontan.


"Iya-iya, abaikan saja kami. Kayaknya, teteh lagi mau kucing-kucing gitu mas, lagian kalian bisa kan. Melanjutkannya, saat di rumah. Teh, kasihan mas Andre itu, mas andre juga kenapa selalu menyerah sebelum tempur"


"Aku tahu zril, udahlah biarkan teteh mu menang, aku tak bisa melawan. Aku sudah terpojok, turun sa. Nanti bisa bahaya, cepat turun" ujar Andre yang menyuruh Elisa turun dari atas pangkuannya.


"Nggak, aku gak mau!" Elisa bersih kukuh tidak ingin turun dari pangkuan Andre.


"Teh, kok kayak anak kecil gitu sih" Ujar Azril yang tidak tega melihat Mas ya tersudut begitu.


"Biarin! Semua ini gara-gara salahnya mas Andre, jadi aku sedang menghukum ya, kamu tak perlu repot-repot ikut campur zril" Ujar Elisa.


"Salah mulu deh! Aku tuh, gak ada bener ya di matamu" Ujar Andre yang frustasi.


"Yaelah teh, aku juga nggak akan repot ikut campur. Jika teteh bersikap dewasa di waktu-waktu tertentu, bisakan" ujar Azril yang geram dengan tingkah teteh ya itu.


"Pak Sofyan, Kita mampir ke toko jual bantal dulu" Ujar Elisa yang baru turun dari pangkuan Andre, karena keinget sesuatu.


"Heh, buat apa? Emangnya, di rumah kekurangan bantal apa, teh?" Tanya Azril kebinggungan.


"Iya, karena Mas Andre nantinya yang akan tidur di bawa ranjang, aku di kasur. Karena di sana kan gak ada kamar lain, jadi kamu tidur ya di lantai" Ujar Elisa yang menggertak.


"Kok gitu, tega banget sama aku sa" ujar Andre yang langsung menatap Elisa.

__ADS_1


"Aku marah sama kamu" Elisa memalingkan wajahnya ke arah jendela.


"Hah! Jadi begitu ya, sudahlah. Apa katamu saja aku nurut" Ujar Andre yang pasrah tak ada usaha untuk bujuk Elisa, itu membuat Elisa kesal karena Andre tak bisa mengatakan apapun untuk membujuk ya.


"Iiiiih—" Elisa kesel.


"Apa lagi sekarang, aku salah lagi?"


"Nyebelin banget sih, kamu gak peka"


"Kenapa si zril, teteh kamu kenapa si?"


"Mana ku tahu, mas aja gak faham apa lagi aku, mana ngarti. Udahlah mas, cewek kalau lagi PMS emang gitu, suka aneh" sambung Azril yang menanggapi ucapan Andre.


"Kalian itu nyebelin, dasar cowok-cowok nyeselin"


"Iya, iya. Maafin, aku gak peka. Gak faham, nyeselin, nyebelin terus apa lagi. Sebutin lagi" Ucap Andre yang menantang.


Perjalan itu terasa sangat ramai, karena Elisa yang ngembek tapi mau di perhatikan. Saat baterai mulai low, alias Elisa sudah kelelahan. Perjalan yang cukup panjang dan lama hingga melewati jam makan siang, sudah hampir sore.


Pukul 5 sore, masih di perjalanan untuk ke rumah Andre yang di Hadiah kan untuk tempat tinggal keluarga Elisa, orang tua Elisa yang menolak tinggal bersama dengan keluarga Arafif, lagi pula sekolah Azril juga lebih dekat jika tinggal rumah hadiah itu, karena gak mau merepotkan keluarga pak Arafif.


Tak lama terdengar suara nyaring sekali, dari samping. Yah, sudah lelah perjalanan jauh. Elisa juga belum makan apa-apa dari tadi siang, hanya minum air putih terus dari tadi.


Kyuuuuuukkkkk !


Keruyuuuuukkkkk !


Azril, Andre dan pak Sofyan mendengar hal itu. Andre baru menyadari, jika Elisa dan yang lainnya belum makan dari tadi siang, Andre lupa, karena dirinya masih kepikiran soal masalahnya itu, jadi lupa dengan orang-orang penting dalam hidupnya, malah ia abaikan. Sampai belum makan. Elisa juga tidak berani minta, Azril juga tidak berani untuk minta karena dirasa, Andre memang banyak sekali mengurus masalah.


"Suara apa itu?" goda Andre agar tidak canggung, karena merasa bersalah pada istrinya.


"Kayak suara kodok yang ke himpit pintu mas" Sambung Azril.


"Sepertinya, itu suara cacing minta makan den, tapi dari mana ya asalnya?" Sambung pak sofyan juga ikut serta terlibat.


"Hmm- aku juga binggung?" Ujar Andre yang mengaruk-garuk dagu yah yang tidak gatal.


"Mas Andre!" Suara lemas Elisa keluar, karena sudah tidak tahan.


"Iya, ada apa?" Andre menatap Elisa yang sudah lemes itu, sambil memegangi perut yah.


"Elisa laper-" Jawab Elisa.


"Cumi-cumi, sama ikan bakar"


"Hah? di mana orang jualannya, di sekitar sini"


"Nggak tahu!"


"Pak Sofyan tahu tidak dimana?"


"Anu, den kalau daerah sini, saya juga kurang tahu"


"Azril tahu. Pak lewat jalan itu saja, nanti ada tukang jualan ikan bakar kok di pinggir jalan, lagian pemandangan pantai juga katanya bagus, untung belum kelewat yah" Ucap Azril yang langsung respek.


"Ouh gitu, yasudah kesana saja pak. Kayak tuan putri sudah tidak tahan, karena habis marah-marah jadi energi kekuras, iyakan sayang" Ucap Andre yang menggoda Elisa.


Sesampainya di tempat, agak ramai karena banyaknya pengunjung yang ingin menikmati sunset. Jadi banyak muda-mudi dan keluarga yang datang dengan sanak saudara yah.


"Wah! Ramai juga, gimana mau tetep makan disini, atau cari tempat lainnya?" Tanya Andre.


"Elisa lapar banget mas, udah males jalan nih saking lemas yah!" Ucap Elisa yang udah mengalungkan tangannya di lengan Andre.


"Alah lebay Luh teh, kalau ada maunya aja manja-manja gitu!" Ucap Azril yang tahu sifat tetehnya itu.


Andre hanya tersenyum tipis melihat kekonyolan itu, Elisa yang menjitak kepala Azril dengan sangat keras.


"Sayang, jangan mukul kepala gitu. Gak baik, kepala itu Fitra terus banyak sistem kontrol saraf penting di sana, jangan lakukan kayak gitu lagi" Terguran Andre.


"Tuh, teh dengerin kata mas Andre. Teteh seringkali begitu mas" ujar Azril yang ngaduh.


"Cih, dasar tukang pengadu kau" Ucap Elisa kesal, karena hal itu.


"Udah-udah, jangan berantem di sini. Zril ambilin masker di dasbor" Ucap Andre.


"Eh? buat apa mas" Tanya Azril binggung.


"Hmm- biar gak ada yang kenal, udah ambil kan saja" ujar Andre.


"Oke!" ujar Azril yang langsung mengambil marker penutup wajah itu.


Mereka akhirnya masuk ketempat setelah Andre memakai masker, duduk di tempat agak kosong. Tak lama pelayan datang untuk menyerahkan daftar menu dan mencatat pesanan.

__ADS_1


"Mau pesan apa? Zril, pak Sofyan" Ujar Andre yang mengatakan pada kedua pria itu, dengan buka daftar menu. Andre dan Elisa, sedang Azril dan pak Sofyan karena cuman di berikan 2 buku menu.


"Hemm-, binggung mas, mau pesan apa?" Ujar Azril yang tidak bisa memilih.


"Kalau kamu apa say, mau makan apa?" tanya Andre pada Elisa yang dari tadi ngelendot, terus di samping Andre.


"Cumi-cumi, sama ikan bakar di bilang"


"Nggak ada, di menu yah... Mba, ada cumi dan ikan bakar ya?" Tanya Andre bergantian.


"Cuminya kebetulan sudah habis mas, tinggal ikan kakap dan ikan bawal" Ujarnya seraya tersenyum.


"Udang, atau lopster ada?" Tanya Elisa.


"Itu juga lagi kosong mba, kami sudah pesan 1 Minggu tapi memang lagi kosong" Jawab si pelayan.


"Gimana, mau apa?" Tanya Andre.


"Terserah deh, udah pesenin apa aja deh mas, Elisa dah lapar banget" ujar Elisa sudah merasakan asam lambung.


"Yaudah, mba ikan bakar 1 terus, ada kepiting mau gak?" Tanya Andre pada Elisa, ya Elisa itu pencinta makanan laut, Alias seafood.


"Iya, mau"


"Saya ulang ya mba, kepiting 1 ikan bakar 1 terus minumnya teh hangat 1, kamu mau minum apa?" tanya Andre kembali.


"Es kelapa muda dingin" jawab Elisa.


"Zril, pak Sofyan mau apa?" tanya Andre lagi pada keduanya.


"Di samain aja mas, sama pesenan teteh"


"Aku juga, di sama si saja den"


"Lah kok gitu, yaudah berarti. Mba semua 3 porsi"


"Maaf bapak sama mas ya mau minum apa?" Tanya si pelayan pada pak Sofyan dan Azril.


"Saya teh hangat Manis"


"Kalau aku, hmm- jus buah jeruk aja"


"Baik di tunggu yah"


Beberapa menit kemudian, pesenan pun datang elisa langsung semangat 45 melihat hidangan didepan matanya, Andre hanya diam saja.


"Loh, kok cuman 3. Den bagus nggak makan?" tanya pak Sofyan.


"Iya, sok pak sofyan aja duluan" ujar Andre yang lagi nggak mood makan.


"Mas Andre kalau makan kayak gini nih pak! Ih buka dong masker penutup mulutnya, kan susah masuk" ujar Elisa yang sudah akan menyusupi Andre dengan tangannya.


"Beneran di buka?" tanya Andre.


"Ya iya lah, gimana coba ini nasi mau masuk?" tanya Elisa.


Karena paksa oleh keadaan, Andre membuka masker penutup mulutnya itu, untuk menutupi setengah wajahnya. Tak lama banyak orang yang berbasak-bisik saat melihat wajah Andre yang tanpa masker penutup mulutnya itu.


"Lihat itu cowok disana, dari tadi cuman make masker, ternyata ganteng banget yah!" Ucap suara-suara orang-orang.


"Hmph!" Tangan Elisa yang sudah di masukan ke mulut Andre, itu seketika kesal karena suara-suara itu.


"Udah jangan di dengerin, nih teh! dengerin lagu aja. Mas Andre emang ganteng sulit buat menyimpan wajah yah. Walau udah pakai masker juga, tetep saja akan ketahuan" ujar Azril yang memberikan earphone ya ke telinga Elisa.


"Iya neng, udah jangan di ambil hati, ini mah sudah biasa. Nggak aneh! sering kali terjadi" Sambung pak sofyan.


"Aku pake lagi aja yah, udah kamu aja yang makan, aku nanti di rumah aja makannya" Ujar Andre yang memasang kembali maskernya. Sadar Elisa agak kesal, dan cemburuan dengan suara yang terdengar.


"Telat, kalau kamu pake juga semua udah liat wajah kamu" ujar Elisa yang kesal, padahal elisa yang tadi maksa buat buka masker, tapi malah elisa juga yang amarah.


"Yang tadi siapa yang maksa aku buka masker, terus gimana dong!" Ujar Andre yang serba salah, dan kebingungan.


"Nyebelin" Ujar Elisa yang udah semakin marah, yah nama juga cewek kalau lagi datang bulan, sensitif terhadap apapun itu, termasuk jika suami ya si tetap orang lain.


"Iya-iya-iya. Aku nyebelin, nyeselin, terus apa lagi. Terserah aja deh! aku mah, udah aku pake lagi aja yah masker yah" ujar Andre yang memakai kembali maskernya.


Mereka kembali makan dengan tenang Andre yang membantu Elisa memisahkan daging kepiting dari tubuhnya, Azril dan pak Sofyan hanya bisa tersenyum sambil makan, tak mau berkomentar apapun, karena kondisi canggung.


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.

__ADS_1


Rabu 16 Februari 2022.


__ADS_2