Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
152. Ombak Besar.


__ADS_3

^^^🌹 NEW YORK, KASTIL PERAK^^^


Andre yang di antar menuju kamar Zenus, mata Andre yang selalu melihat setiap sudut yang berjejer banyak sekali orang yang berjaga, tapi sebagian besar ada anak buah Aoda dan Glenn. Andre cukup senang, karena misi penyelamatan kedua ayahnya, semoga akan berhasil. Tapi, ada sebuah hal yang mengganjal di benaknya, Andre masih gelisah memikirkan tentang Istrinya.


PENGAWAL : Tuan, Dokter sudah datang.


Ucapan pengawal itu yang mengatakan pada zenus, yang saat ini sedang terkapar tak berdaya di ranjangnya.


ZENUS : Cepat bawa masuk!


PENGAWAL : Baik... Silakan masuk.


ANDRE : Iya, Terimakasih.


Andre dan Chelsea memasuki kamar Zenus, terlihat Zenus yang terbaring di ranjangnya. Andre menyunggingkan bibir, lalu terdiam sesaat menatap dengan tajam. Andre yang memikirkan saat kecil, ia begitu sangat takut dengan paman yang ada di depannya itu, tapi tidak menyangka pria itu sekarang tidak bisa bergerak.


Ternyata melumpuhkan tubuh pria jahat tersebut, lebih mudah dari pada berperang dengan pasukan, yang akan memakan banyak korban tidak berdosa. Saat kecil andre selalu, takutkan jika bertemu tapi sekarang, dia terkapar tak berdaya di atas ranjang walau ada rasa tidak tega tapi orang ini tidak mau berdamai, sudah di beri surat peringatan 3x. Yah, sebelum glenn mengirimkan Tya ke kastil perak.


ANDRE : Selamat pagi Tuan, saya sudah datang. Maaf, apakah boleh kalian semua keluar aku ingin mengobati Tuan kalian.


Andre membungkuk badan, tanda hormat kepada pamannya itu, karena itulah pertemuannya pertama setelah dewasa. Andre pernah bertemu dengan zenus saat penculikan waktu kecil, selama 3 hari dia jadi tawanan zenus. Waktu itu adalah hari terburuknya bagi andre, karena selalu disiksa seperti bukan anak manusia, andre bisa lepas dari tawanan karena ia kabur.


ANDRE : Apakah, permintaanku ini cukup sulit untuk di kabulkan, apakah kalian tidak mau jika tuan kalian ini sembuh.


Ujar andre pada kedua pengawal zenus tersebut, mereka sedikit ragu untuk meninggalkan tuannya tersebut.


Kedua mata para pengawal itu saling menatap satu sama lainnya, Andre hanya diam sambil memperhatikan kondisi Zenus yang sudah parah. Zenus yang hanya diam, lalu memerintahkan kepada mereka agar keluar membiarkan Dokter tersebut melakukan tugasnya.


ZENUS : Kalian berdua pergilah dulu, tunggu di luar. Biarkan dia mengerjakan tugasnya.


PENGAWAL : Baik, Tuan kami akan tunggu di luar.


Seperti racun toksik itu berguna juga, tapi aku tidak pernah mengunakan obat itu untuk manusia, ternyata efeknya lebih cepat dan lebih parah pada manusia di bandingkan hewan. Pantas saja, racun ini di gunakan sebagai bahan peledak, yang cukup berbahaya. Wah! aku tidak menyangka akan berefek lebih fatal. Gerutu Andre dalam benaknya, sebenarnya Andre tidak tega melihat hal itu tapi, mau bagaimana lagi Zenus sudah keterlaluan pada keluarganya.


Andre yang langsung mendekati Zenus, setelah anak buahnya itu semua keluar dari kamar, Chelsea yang dari tadi berdiri di belakang Andre hanya diam sambil membawakan tas milik Andre.


ANDRE : Suster Chelsea, berikan tas milikku.


CHELSEA : Baik, Dokter.


ANDRE : Tuan, saya akan memeriksa kondisi anda. Maaf, jika saya lancang. Permisi sebentar!


Andre mengeluarkan alat Stetoskopnya, untuk pengecekan detak jantung Zenus. Tak lama Andre terdiam sejenak, untuk mendapatkan hasilnya. Detak jantung yang melemah, nadi yang tidak beraturan.


Wah, ini sudah sampai titik saraf pusat. Aku bener-bener jenius, aku tidak menyangka jika aku sejenius ini meracik obat. Gerutu Andre dalam hatinya.


Walau Andre selalu dapat pujian, dari banyak orang tapi Andre tidak pernah menyangka jika dirinya memang sangat jenius, walau dia suka pamer dengan orang-orang tertentu saja. Yah! sebenarnya Andre itu rendah diri tak pernah besar kepala, dan tidak terlalu peduli dengan apa yang di katakan kebanyakan orang, jika dia dokter paling jenius di antara seangkatannya.


ANDRE : Tuan, ini penyakit yang cukup langkah. Bagaimana aku bisa menyembuhkan anda, karena penyakit ini sangat sulit untuk atasi, jika sudah lewat dari 2 hari.


ZENUS : Aku dengar kau adalah Dokter terbaik di Amerika, dan Dubai. Lalu apakah kau tidak bisa menyembuhkannya. Anda terkenal sebagai tangan MALAIKAT, yang bisa menyembuhkan segala penyakit.


ANDRE : Wah, jika seperti itu aku terdengar begitu sangat hebat sekali, anda dengar dari mana?


ZENUS : Jadi, ku mohon tolong sembuhkan aku.


Jika sudah seperti ini saja kamu memohon, kemarin kemana saja saat aku beri kau peringatan, tapi kau selalu menolak kesempatan yang telah ku berikan. gerutu andre yang sangat kesal dengan apa yang di rengekan zenus saat ini.


ANDRE : Tapi, aku bukanlah Tuhan yang Kuasa. Walau aku di sebut tangan Malaikat, tapi Tuhanlah yang memerintah, agar memberikan kesempatan kepada seluruh manusia, untuk mau bertobat, makanya Tuhan memberi penyakit.


Sindir kuat Andre, Zenus terdiam lalu menatap kedua bola mata Andre yang tampak berbeda dari sebelumnya, langsung ada rasa curiga.


ZENUS : Siapa kau!


ANDRE : Hah? Anda masih tanya siapa, Aku! Tentu saja aku ini seorang Dokter, Tuan.

__ADS_1


ZENUS : Jadi, apakah kau bisa menyembuhkan diriku? atau ada penyembuhan lainnya.


ANDRE : Tuan! Sepertinya anda ingin sekali cepat sembuh, padahal anda baru saja 2 hari, hanya terbaring di ranjang. Tentu saja ada jalan keluar ya, dan ada obat penawarnya.


Ujar andre yang tersenyum sinis penuh kemenangan.


ZENUS : Iya, berikan padaku obat penawarnya, aku ingin cepat sembuh. Jadi sembuhkan aku, akan ku bayar berapapun.


ANDRE : Ini bukan lah masalah uang. Tapi, ini masalah nyawa seseorang, apakah anda bisa membayarnya.


ZENUS : Apa maksudmu?...


Zenus mulai agak curiga dengan dokter yang satu ini, karena dokter ini adalah rekomendasi dari Arafif, dan dokter pribadi zenus malah mengatakan hal yang sama.


ANDRE : Ah! itu soal pengobatan yang ada inginkan, ada kabar baik dan kabar buruknya, bagaimana apakah anda mau dengar? beri tau aku anda mau yang mana dulu yang ingin di dengar.


ZENUS : Apakah aku harus menjawab ya, atau kau sedang membuatku kuwalahan.


ANDRE : Aaah- aku hanya sedang menguji kemampuan anda, ini terkait dengan kesembuhan anda. Tuan, jadi anda mau mendengarkan yang mana dulu?


ZENUS : Kabar buruk dulu, apa itu?


ANDRE : Begitukah? Wahh! aku tidak menyangka jika anda akan memilih ini, baiklah aku akan menjawabnya. Kabar buruknya. Adalah, jika anda akan sulit untuk sembuh, karena racun itu sudah menyebar ke seluruh titik akupuntur sistem syaraf pusat, jika itu sudah sampai otak dan jantung anda maka... Aaah, anda sudah tahu akhirnya bukan.


ZENUS : Jadi maksudmu. Aku akan mati?, lalu apakah ada obatnya, apakah ada?


Ketakutan zenus saat mendengar hal itu, andre yang terdiam sejenak.


ANDRE : Tentu saja ada, mana mungkin ada racun tidak ada penawar.


ZENUS : Baiklah, lalu dimana penawar itu. Aku harus segera mendapatkannya!


ANDRE : Tuan tenanglah dulu, kenapa anda begitu terburu-buru ingin mencarinya. Lagian jika anda mencarinya ke seluruh dunia pun, anda tidak akan bisa mendapatnya dengan mudah, dan butuh waktu berhari-hari.


ZENUS : Lalu, sebenarnya ada dimana penawarnya itu.


ZENUS : Baiklah, apa kabar baiknya? cepat katakan.


ANDRE : Kenapa anda tidak sabaran begitu, tenanglah. Akan ku beri tahu kabar baiknya, adalah... Jika aku punya, penawarnya.


ZENUS : BENARKAN, cepat berikan.


ANDRE : Baiklah, akan aku berikan tapi... ada syaratnya.


ZENUS : Apa! kau meminta syarat pada pasienmu.


ANDRE : Ouh, aku seorang Dokter yang tidak mau memberikan penawar ini, dengan cuma-cuma, harus ada harga yang pantas untuk penawar ya.


ZENUS : Baiklah, berapa yang kau minta, akan ku berikan.


ANDRE : Ini bukan masalah uang, tapi nyawa seseorang.


ZENUS : Nyawa? apa maksudnya.


ANDRE : Aku ingin minta, kau bebaskan tawanan yang ada saat ini.


ZENUS : Tawanan! Tawanan apa?...


ANDRE : Tidak perlu pura-pura, anda pasti sudah mengerti Tuan, apa yang ku maksudkan, dan anda juga sudah tahu yang sebenarnya.


ZENUS : Siapa kau sebenarnya? kenapa kau bisa mengatakan hal itu.


ANDRE : Ah- aku? Ternyata, aku lupa memperkenalkan diri, akan ku kenalkan diriku dulu. Namaku... Adalah, Andre Azzam... Arafif atau dikenal sebagai Alzam Andriano Luwiss Clarlosen. Putra, pewaris Tahta ANDRILOS, pangeran yang selalu ingin kau bunuh. Tuan!


ZENUS : K..k..kau—. Penjaga! penjara kan dia...

__ADS_1


Suara Zenus tersekat-sekat karena kaget dan syok, tapi karena tubuhnya tidak bisa ia gerakan itu membuat dia kesulitan.


ANDRE : Ada apa! Sepertinya, mereka tidak bisa mendengar panggil anda. Atau mungkin para pengawal anda, tidak bisa masuk. Ouh! aku lupa, mereka mungkin sekarang sudah tewas di tempat, Tuan. Sebelum anda memanggil mereka untuk masuk, maafnya.


ZENUS : Kurang ajar kau... Awas saja tunggu pembalasan ku anak ingusan.


ANDRE : Baiklah, akan ku tunggu balasan mu. Jika anda bisa bangkit dari ranjang anda, karena aku anak yang baik, jadi akan ku berikan penawarannya. Chelsea, berikan penawarannya agar dia bisa membalas apa yang ku lakukan pada saat ini! tapi--. Di alam baka. Selamat tinggal Paman, berikan salam ku pada malaikat.


CHELSEA : Baik Tuanku!


ZENUS : Tidak, jangan... JANGAN!


Chelsea mengambil suntik obat yang telah di racik olah Andre sebelumnya, Andre langsung keluar dari ruangan tersebut, dan Aoda sudah di depan pintu, melihat 2 orang penjaga yang tadi di suruh keluar malah telah terkapar di sana.


AODA : Tuan muda. Para Tuan besar, sekarang sudah aman. Mereka telah di antar ke istana ANDRILOS.


ANDRE : Begitukah, misi kali ini telah berhasil. Aoda tarik semua pasukan kembali ke markas, ah- satu lagi bereskan di sini makamkan mereka di halaman depan. Termasuk, orang yang di dalam kamar itu. Aku tidak mau melihat dia membusuk di ranjangnya, aku tidak tega jika dia harus membusuk di sana. Walau bagaimanapun dia tetap pamanku, dia memang sudah jahat telah membunuh orang-orang yang tidak berdosa, termasuk kakak mu Agan. Hanya ini yang dapat aku lakukan untuk membalas dendam atas nama kakakmu Aoda, ayo! kita kembali.


AODA : Baik Tuan. Terimakasih atas perhatiannya anda, saya sangat senang sekali telah anda bantu. Kakak saya juga sekarang bisa istirahat dengan tenang di alamnya.


^^^🌹 INDONESIA DESA N^^^


Disisi lain, Try Rochman menepati janji pada Andre untuk datang ke rumah Elisa. Saat ini terlihat Azril yang sedang sibuk menyapu halaman, karena teteh sakit.


"Assalamualaikum..." Saat Try keluar dari dalam mobil, langsung menghampiri Azril.


"Walaikumsalam, eh- mas Try. Sini masuk dulu, kok datang pagi-pagi ada apa nih?" Tanya Azril yang langsung menatap Try.


"Aku dengar teteh kamu sakit?" Tanya Try yang to the point.


"Ouh, iya Mas. Mungkin teteh hanya kecapean aja, habis ngater pesenan" ucap Azril.


"Boleh saya cek dulu? takutnya lagi Elisa lagi nyidam" Tebak Try yang berharap, jika Elisa sedang mengandung.


"Eh? Nyidam? maksudnya mas Try, teteh lagi hamil?" Tanya Azril yang langsung menatap binggung.


"Ya, sapa tahu aja kan zril. Doain aja biar tetehmu cepat dapat momongan, biar kamu punya ponakan. Sebenarnya aku sih penasaran dengan anak Elisa dan Andre seperti apa nanti, ha-ha-ha..." Ucap Try yang mengatakan dengan jujur.


"Hehehe, Amiinn yarobalalamin. Iya Mas, semoga saja. Mari mas saya antar ke kamar teteh, kayak teteh masih tidur."


Azril meletakkan sapu, dan mengantarkan Try untuk ke kamar tetehnya. Sampai di depan pintu kamar tetehnya, Azril yang mengetuk pintu kamar Elisa.


TOK TOK TOK...


"Teh, teteh. Ini ada mas Try, katanya datang untuk mengecek kondisi teteh" Ucap Azril, tapi tidak ada jawaban apapun dari tetehnya.


"Eh? aneh. Kok gak ada jawaban yah?. Teh! ini ada Mas Try, katanya mau ngecek kondisi teteh, Teh di jawab Napa teh! kok diem aja?" Tanya Azril yang kebinggungan.


"Zril, teteh kamu gak ada suara nyaut-nyaut. Di buka aja kamarnya. Kamar teteh kamu nggak di kunci?" Ucap Try, agak curiga.


"Aku ngelarang teteh ngunci pintu, apa lagi kalau gak ada mas Andre, apa lagi posisi teteh lagi sakit kayak gini" Ujar Azril yang menjelaskan.


"Yaudah di buka aja, takut ada apa-apa sama teteh kamu" Ucap Try yang khawatir.


"Iya deh!" Ucap Azril yang akan membuka pintu kamar.


"Teh, Azril buka pintu ya. Teteh gak ada jawaban sih, teteh di kamar mandi yah? Teh, Azril buka ya" Ucap Azril yang sudah mulai membuka pintu.


Ceklik...


"MASYAALLAH, TETEH!" Teriakan Azril yang kaget dengan kondisi Elisa.


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...

__ADS_1


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Minggu 6 Maret 2022.


__ADS_2