Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Kehidupan Baru


__ADS_3

Tuan Abimanyu memberikan air untuk putrinya. Gadis itu mengambil air tersebut, dan langsung meneguknya.


"Apa kau capek, bidadari Daddy?" tanya Abimanyu tersenyum.


"Tidak, Daddy. Cuma rasa pengen mati aja karena terlalu banyak berlari," jawab Gadis itu terdengar kesal.


"Hahaha. Putri Daddy bertambah cantik saat sedang ngambek," kata Daddy Abimanyu menggoda putrinya.


"Itu semua karena Daddy," jawab Icha cemberut.


"Mau makan ice cream? Daddy beliin deh," bujuknya.


"Boleh." Tersenyum manis. Gadis itu berubah menjadi gadis yang sangat sehat setelah memakai ginjal yang di berikan Vano padanya.


Tiba-tiba saja wajah ceria gadis itu berubah jadi muram, saat Daddy Abimanyu pergi membeli yang gadis itu inginkan.


"Bagaimana keadaanmu di sana? Apa kau baik-baik saja? Aku sangat merindukanmu kak Vano." Gumam Icha lirih saat mengingat suaminya kembali.


Menarik nafas. Kau harus bisa melupakannya, Icha. Demi kebahagiannya, kau harus bisa. Cukup, jangan membuat dia tersiksa di sisimu lagi Icha. Buang egomu, dia sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya. Batin gadis itu.


"Apa yang putri Daddy ini pikirkan?" Tanya Abimanyu memberikan ice cream yang dia beli tadi, dan dia bawa kepada putrinya.

__ADS_1


Menggeleng sambil tersenyum. "Aku tidak memikirkan apapun Daddy. Aku hanya merindukan temanku, Laras," Jawab Icha berbohong. Tapi tentu saja Daddynya tahu jika dia sedang berbohong.


"Kamu yakin?" canda Daddy Abimanyu.


"Iya Daddy, aku juga akan hadir di hari pernikahannya nanti,"


"Apa? Kamu serius ingin kembali ke kota kelahiran mu, sayang?" Antusias Tuan Abimanyu.


"Tentu saja, Daddy." tersenyum mengangguk.


"Bagaimana kalau........."


"Baiklah, mari." Daddy Abimanyu menggandeng tangan putrinya. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat romantis.


,,,


Di lain tempat. Terlihat seorang laki-laki tampan yang sedang mengajari murid-muridnya menggambar, dan memberikan beberapa materi lainnya.


Sudah 7 bulan ini. Vano benar-benar menjadi guru di salah satu sekolah swasta seperti yang dia katakan pada mertuanya tempo hari. Laki-laki itu juga sudah banyak tersenyum.


Perlahan dia sudah bisa memulai hidup baru, dan pelan-pelan belajar mengiklas-kan kepergian sang istri.

__ADS_1


Tak berapa lama terdengar suara bel berbunyi, yang menandakan sekolah sudah usai.


Vano melangkah keluar dari kelasnya. Tiba-tiba seorang gadis berhijab menghampiri dan menyapanya.


"Assalamualaikum, Pak Guru." Gadis itu memberi salam padanya.


"Waalaikumsalam, Buk Guru. Ada apa?" Tanya Vano pada gadis yang mengajar di kelas sebelah. Ternyata gadis itu sudah lama menyukai Vano, dari 7 bulan yang lalu Vano mulai mengajar di sana.


Gadis itu tersebut tersenyum malu. "Apa bisa saya nebeng bareng Pak Guru lagi? Soalnya motor saya masih mogok, Pak" ucapa gadis itu tak bisa melepas pandanganya dari wajah tampan laki-laki di depannya.


Tersenyum. "Tentu saja bisa, Buk." jawab Vano tak menolak sedikitpun.


Tentu saja gadis itu hanya beralibi saja jika motornya masih mogok. Dia memang sengaja ingin mendekati Guru tampan satu itu dengan alasan yang dia buat, kebetulan juga rumah Vano searah dengan rumah gadis tersebut.


"Pak Guru, sudah mau pulang?" Tanya Gadis itu.


Vano melihat ke arah anak-anak muridnya. Dimana sebahagian sudah pulang, dan sebahagian belum juga pulang, karena orang tua mereka belum datang menjemput mereka lagi.


"Maaf, Buk Guru. Apa bisa sebentar lagi? Masih ada beberapa murid saya yang belum pulang," jawab Vano, laki-laki itu memang tidak pernah meninggalkan sekolah, sebelum murid-muridnya pulang terlebih dulu. Ia bahkan sering mengantar muridnya pulang kerumah orang tuanya, jika kedua orang tua murid lambat menjemput.


Tapi kesibukan seperti itu juga yang membuat laki-laki itu bisa melupakan sejenak bayang-bayang sang istri yang dia kira sudah berpulang. Sejatinya, gadis itu masih hidup dan sehat atas bantuan ginjal miliknya. Gadis itu hanya sengaja menghindar dari dirinya saja.

__ADS_1


__ADS_2