Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Kebencian Yunda


__ADS_3

Setelah berapa hari berada di luar negeri, akhirnya Tuan Abimanyu bersama putrinya kembali hari ini ke negaranya.


"Bagaimana keadaan putri Daddy ini? Apa anak Daddy ini baik-baik saja?" Tanya Abimanyu sambil menggandeng putrinya yang berjalan lemah keluar dari bandara.


"Aku baik-baik saja Daddy... Aku hanya ingin segera pulang ke rumah," jawab Icha tersenyum manis pada Daddynya seperti biasa, gadis itu tak ingin memperlihatkan rasa sakit yang dia hadapi saat ini, di depan siapa pun. Termasuk Daddynya sendiri, meski pada kenyataannya Daddynya juga tau tentang penyakitnya.


"Icha!!" Panggi seorang gadis cantik yang sudah menunggunya di luar.


Gadis itu menoleh ke arah wanita teman baik-nya yang biasa di sapa Laras.


"Laras?" Panggil Icha kegirangan melihat sahabatnya yang sudah lama tak ia temui. Ini pertama kali dia menemui sahabatnya itu setelah dua tahun terpisah.


Laras langsung memeluk tubuh sahabatnya. "Aku sangat merindukanmu, kau dari mana saja sih!" Kesal Laras, karena temannya itu juga sudah lama tak pernah menghubunginya.

__ADS_1


"Aku di sini saja kok, ini juga aku jalannya nggak lama, langsung balik lagi ke sini," Icha melerai pelukannya pada Laras.


"Benarkah?" Kata Laras melihat ke arah Tuan Abimanyu. "Hai Om," Laras menyalami Daddy temannya.


"Laras apa kabar?" Tanya Abimanyu tersenyum.


"Seperti yang Om lihat, aku baik-baik saja. Tapi ngomong-ngomong, Om sama Icha, ada yang jemput nggak? Kalau nggak ada. Bagaimana jika Laras saja yang antar?" Tawar Laras.


"Boleh juga itu. Kebetulan, Om baru saja mau menghubungi supir di rumah, jadi belum ada lagi ini,"


,,,


Icha melangkah masuk ke dalam kamar, sebaik saja dia sudah tiba di Mension.

__ADS_1


Gadis itu mengambil ponselnya dan langsung saja menghubungi nomor Vano. Ingin menanyakan di mana laki-laki itu saat ini.


Vano yang masih berada di kantor, saat melihat panggilan yang masuk dari Icha. Laki-laki itu hanya melirik sejenak ke arah ponselnya. Ia tak berniat untuk mengangkat panggilan dari istrinya, Vano juga sudah tau jika Icha sudah tiba hari ini. Dia masih marah dan kecewa dengan semua yang sudah di rencanakan Icha. Agar wanita itu bisa menikah dengannya.


"Loh, kok nggak di angkat?" Gumam Icha kembali menghubungi nomor Vano, tapi hasilnya tetap sama, laki-laki itu tetap tak ingin menjawab panggilan darinya.


Kenapa tidak di jawab iya? Kak Vano-nya di mana?. Batin Icah membaringkan dirinya di atas kasur. Hari ini wanita itu merasa sangat lelah.


"Ya sudahlah. Mungkin sebentar lagi dia juga akan datang ke rumah," gumam Icha berpikir suaminya masih tinggal di Mension selama dia tidak berada di sana.


,,,


Yunda sangat geram saat mendengar semua aduan yang di sampaikan oleh Mirna dan juga Kinanti.

__ADS_1


"Wanita sialan itu benar-benar sudah menganggap dia bisa memiliki Adam sepenuhnya. Kita harus mencari cara agar bisa membuat hubungan Dara dengan Adam akan berakhir, apa pun caranya. Kita harus mencari cara untuk memisahkan Adam dan Dara." YUnda benar-benar nekat untuk membuat dua manusia yang saling mencintai itu bisa berpisah. Tak peduli apa pun caranya, dia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


__ADS_2