Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Mengerjai


__ADS_3

"Kenalkan kak Adam, ini teman aku, namanya Kinanti," kata Mirna memperkenalkan Kinanti pada kakaknya tanpa peduli dengan Dara yang berada di sisi Adam.


"Hai, Kinanti," Kinanti mengulur tangannya untuk berjabat dengan Adam. Tapi laki-laki itu hanya tersenyum paksa dan memeluk pinggang istrinya yang berada di sebelahnya.


"Aku Adam, ini istriku, Dara" ujar Adam pada Mirna dan juga Kinanti.


Kinanti dan Mirna memperhatikan penampilan Dara dengan wajah yang memandangnya aneh.


"Owh, aku Mirna," kata Mirna tak ada niat untuk berjabat tangan dengan istri kakak sepupunya.


"Aku Kinanti," Kinanti mengulur tangannya pada Dara berpura-pura baik pada wanita itu.


Dara menyambut tangan Kinanti. "Dara." Kata Dara.


Perlahan Dara mulai merasakan sakit pada pergelangan tangannya, karena ternyata Kinanti mengerat tangannya pada Dara.


Dara tersenyum dalam hati. Kemudian membalas meremas tangan Kinanti.


"Arkhh!" Teriak Kinanti kesakitan oleh remasan Dara. Wanita itu buru-buru menarik tangannya.


"Apa yang kau lakukan dengan sahabatku!!" Mirna marah pada Dara.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak melakukan apa pun," jawab Dar berbohong.


"Dia menyakiti tangan ku...." Ucap Kinanti dengan wajah yang terlihat sangat kesakitan. Padahal tidak sesakit itu juga kali. Pikir Dara.


"Kenapa kakak bisa menikah dengan wanita kasar kayak gini sih!" Mirna bertambah marah.


"Mungkin itu hanya salah faham saja. Ayo kita keluar dari sini, karena kakak juga mau ke rumah ibu mertua kakak," Adam menghentikan drama yang tidak bermutu itu baginya.


Mirna melihat tidak suka pada Dara. Dan menarik tangan Kinanti berjalan di depan.


Di punggung mereka berdua. Adam memeluk pinggang istrinya dan sedikit membungkuk untuk membisikinya.


"Kau nakal ya sayang," bisik Adam tersenyum.


"Lain kali jangan sakiti tangannya. Pura-pura terjatuh dan menindih kakinya itu pasti lagi keren," Adam memberi jempol pada istrinya.


Dara tertawa mendengar ucapan suaminya. "Gitu dong... Jangan cemberut," mencium pipi Dara.


"Apaan sih! Banyak orang tau nggak!" Dara mencubit pinggang Adam gemes.


Setelah itu mereka berdua melangkah ke mobil. Mirna mendorong tubuh Kinanti agar duduk di sebelah kemudi.

__ADS_1


Saat Adam ingin masuk, dia menghentikan gerakannya, karena melihat Kinanti sudah duduk di tempat istrinya.


Dara menghampiri Adam. "Tadi katanya kamu-kan capek Mas, biar aku saja yang mengemudi, Mas" kata Dara mencium sekilas bibir suaminya.


Mirna yang melihat itu benar-benar di buat geram. Sial... Ternyata wanita ini licik. Batin Mirna masuk ke belakang dikursi penumpang berdampingan dengan Adam.


"Kita mau kemana sayang?" Tanya Dara tersenyum manis pada suaminya.


"Ke Mension. Kita antar dulu Mirna dengan temannya kesana," jawab Adam juga tersenyum pada istrinya.


Setelah itu Dara mulai menjalankan mobil suaminya. Di jalanan, mobil itu perlahan tapi pasti mulai melaju dengan sangat kencang.


"Hey!! Bisa bawa mobil nggak sih!!" Ketus Mirna pada Dara.


"Ini tidak laju kok, biasa saja," jawab Dara tanpa memudar senyumannya, kemudian menambah kelajuan mobil.


"Kau sudah gila!!! Kau ingin membunuh kita semua!!!" Pekik Kinanti ketakutan berpegangan erat.


Dara menyeringai saat mendengar teriakan Kinanti. Dia menambah kelajuan mobil itu lagi sehingga Kinanti dan Mirna menahan nafas mereka berdua akibat ketakutan dengan tubuh yang gemetaran.


Kau ingin menggoda suamiku? Kau harus mempunyai nyawa seribu, agar kau tidak mati di usia muda. Batin Dara puas membuat kedua wanita itu ketakutan.

__ADS_1


Sedangkan Adam sudah hampir terbahak-bahak melihat istrinya yang mengerjai kedua wanita itu.


__ADS_2