Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
SELESAI JANGAN MARAH


__ADS_3

Saat Aldi sudah mulai dekat. Delmond menekan minyak dan menabrak Aldi yang ternyata berdiri di depan mobilnya.


Aldi melompat cepat saat mobil itu hampir nabraknya. Ia tak tahu siapa pemilik mobil itu, karena Delmond sering mengganti setiap mobil yang ia pakai. Dalam sehari kadang ia memakai mobil dengan berbagai model mobil mewah sehingga beberapa kali.


,,,


"Turun!" Tegas laki-laki itu menyuruh gadis di sebelahnya turun dari mobil miliknya.


Ayya menggeleng. Tapi tak mengeluarkan sepatah katapun.


"Aku kata, turun!" Delmond menatapnya dingin menyuruh gadis itu turun dari mobilnya.


"T-tidak... Aku mohon, biarkan aku mengikuti anda tuan. Aku bisa bersih-bersih, aku bisa bekerja di rumah anda, Tuan. Yang penting jangan turunkan aku di sini... Aku takut... Aku tidak kenal siapapun di kota ini... Ku mohon..." Kata gadis itu memegang tangan Delmond sambil memohon dengan air mata yang bercucuran.


"Turunlah!" Delmond masih kekeh ingin gadis itu pergi dari mobilnya.


"Ku mohon..." Ayya tidak berputus asa dan terus memohon pada laki-laki di sampingnya.


Delmond menatap kedua bola mata gadis yang mengiba itu. Ia menarik tangannya yang di genggam oleh gadis itu.


Kembali menjalankan mobil mengarah ke sebuah butik.


Delmond memarkir mobil di depan butik tersebut. Ia turun dari mobil dan masuk kedalam membiarkan gadis itu tetap berada di mobil.


Hanya 10 menit saja ia sudah kembali dengan menenteng sebuah belanjaan.


Masuk ke dalam mobil dan langsung melempar belanjaan itu pada gadis di sebelahnya.


"Pakai itu." Singkat Delmond kembali mengemudi mobil.


Gadis itu membuka belanjaan yang di lempar ke arahnya. Ternyata sebuah gamis dengan jilbab labuh dan satu cadar.


"Cadar?" Tanya Ayya melihat ke wajah dingin laki-laki di sebelahnya.


"Jika kau ingin hidup tenang dari laki-laki tadi, lebih baik kau memakai itu." Jawabnya tanpa menoleh.


Gadis itu mengagguk pelan mengiyakan ucapan laki-laki di sebelahnya.


Tiba-tiba laki-laki itu memarkir mobil di tempat yang sunyi.


"Pakai baju itu." Titahnya pada gadis di sebelahnya kemudian turun dari mobil, ia memberi ruang pada wanita itu agar memakai baju yang dia beli, karena Ayya sangat terbuka dengan bajunya.


Barapa menit kemudian.


"Saya sudah selesai, Tuan." Kata Ayya memberitahukan pada Delmond.


Laki-laki itu kembali masuk ke dalam mobil dan mengemudi mobilnya ke suatu tempat. Jalanan yang di lewati juga bukan jalan tol.


Gadis itu merasa was-was. "T-tuan... K-kita mau kemana?" Tanya Ayya mulai ketakutan.


Delmond hanya diam tak menyahuti gadis itu. Ayya tiba-tiba melihat sebuah gerbang besar.

__ADS_1


Auto gerbang itu langsung terbuka. Gadis itu melongo saat melihat sebuah istana megah yang berdiri kokoh. Di sekitar bangunan itu ada banyak bangunan-bangunan yang tak terlalu tinggi.


Di mana ini? Tempat ini seperti sebuah kota kecil yang mempunyai istana di tengah-tengah. Batin gadis itu.


Ternyata tempat itu adalah tempat persembunyian Delmond. di sanalah pusat narkoba dan berbagai obat-obatan yang di jual di pasar gelap. Pabrik narkoba dan sebagainya, bahan-bahan kimia yang di oleh menjadi bahan-bahan tersebut semua ada di sana.


,,,


Di Villa Papa Adam.


Arkan berlari masuk ke dalam dengan buru-buru.


"Papa!" Teriak pemuda itu.


"Ada apa, Arkan?" Tanya Papa Adam kaget melihat putranya.


"Polisi sudah mendapat kabar tentang adik yang hilang, Pa. Ternyata ada seorang ibu-ibu yang bernama Buk Sukarni yang telah menemukan seorang bayi 17 tahun yang lalu dengan kalung Mama di leher bayi itu, Pa," kata Arkan dengan bola mata berkaca-kaca.


Karena akhirnya usaha mereka yang sudah cukup lama kini membuahkan hasil.


          .........TAMAT.........


Lanjut ke season 2.



Sinopsis.


Saat melihat laki-laki itu masuk ke dalam kamar. Ayya menyusul di punggungnya.


"Ada apa?" Tanya Delmond membuka jaket di tubuhnya.


Gadis itu mengumpul keberanian dan mendekat. ia mengeluarkan kalung yang sering ia sembunyikan dari siapapun.


Ia memberikan kalung itu pada Delmond yang berdiri tegak dengan rokok di bibirnya.


"Kalung? untuk apa?" tanya Delmond.


"A-apa bisa saya meminta tolong pada, Tuan? Tolong carikan saya dari mana asal kalung ini di buat. Karena kata Nenek kalung ini dibuat khusus, dan mungkin hanya satu pemiliknya," kata Ayya takut-takut dengan tatapan tajam laki-laki itu.


Delmond mengambil kalung berlian dari tangannya.


"Ini milik siapa?"


"Kata Nenek dia menemukan aku di pinggir sungai semasa bayi dengan kalung itu di leherku,"


Delmond mengangguk dan menyetujui permintaan gadis itu untuk mencari siapa pemilik dari kalung tersebut.


Hanya dalam waktu yang singkat, laki-laki itu bisa menemukan siapa pemiliknya. Tapi saat itu juga, Ayya tak sengaja menghilangkan kalung tersebut.


Delmond mengajak gadis itu untuk bertemu dengan keluarganya, alias Mama Dara dan Papa Adam. Tapi Ayya tidak mau jika tidak ada kalung itu.

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu. Mulai tumbuh benih-benih cinta di dalam hati Ayya untuk malaikat sang penolongnya itu.


"Jangan menyia-nyiakan waktumu untuk mencintai orang yang salah," kata Delmond menolak mentah-mentah gadis yang tulus mencintainya.


Karena sudah terlanjur mencintai laki-laki itu, Ayya berusaha bersikap agar Delmond bisa mengerti dengan perasaannya. Tapi laki-laki itu terlihat tak peduli sama sekali padanya.


Sehingga suatu hari kejadian dimana Delmond akan tertangkap oleh polisi karena bukti-bukti sudah cukup untuk bisa menangkap laki-laki itu.


"Pergi dari sini... Sebelum polisi datang dan menangkap-mu" kata Ayya dengan bercucuran air mata melihat laki-laki itu yang malah terlihat tenang-tenang saja.


"Kenapa kau begitu peduli?" Tanya Delmond melihat sekilas gadis itu.


"Karena aku mencintaimu... Aku tulus mencintaimu, kau adalah malaikat penolongku, kau yang mempertemukan aku pada kedua orang tuaku, kau yang membawa cahaya dalam kehidupanku. Apakah berdosa jika aku mencintaimu?" Tanya gadis itu menatap lekat laki-laki di depannya.


"Kau wanita bodoh yang terlalu terbawa perasaan," jawab Delmond tenang tak ingin melihat mata gadis itu.


"Kau benar... Baik, katakan padaku, jika kau tidak mempunyai perasaan yang sama sepertiku! Ayo bilang sama aku! Katakan jika kau tidak mencintai ku!"


Delmond hanya diam tidak menjawab. Karena pada kenyataannya, perasaannya jauh lebih dalam untuk gadis itu. Tapi dia sadar diri, dia hanyalah seorang laki-laki yang masa kecilnya hanya tumbuh di jalanan.


Ia mempunyai masa kecil yang sangat tragis. Adiknya meninggal karena kelaparan.


Apa lagi hidupnya yang menjadi buronan. Ia tak ingin membuat gadis itu bersedih jika suatu hari nanti dia akan di tangkap dan di tembak mati karena sudah terlalu banyak kasus yang pernah ia lakukan.


"Jawab aku... Apa kau tidak mencintaiku?" Ayya kembali bertanya saat laki-laki itu hanya diam.


"Iya, aku tidak mencintaimu, jadi berhentilah terus mengejarku!" jawab Delmond manatap mata gadis itu.


Air mata Ayya semangkin deras sambil menggeleng. "Kau bohong.... Aku tau kau mencintaiku..." gadis itu memegang erat tangannya.


Tak berapa lama polisi akhinya menggedor pintu dari luar.


"Pergi!! Kumohon pergi.... Kau akan di tembak mati saat di penjara nanti, ku mohon pergi!" Ayya semangkin ketakutan dan memeluk laki-laki yang hanya diam tak bergerak sedikitpun.


"Ku mohon pergi....."


Delmond mengusap air mata gadis yang memeluknya. "Pulanglah, dunia kita berbeda. Tugasku untuk menyatukan kau dengan keluarga mu sudah selesai. Maaf jika aku melukai perasaan mu." Kata Delmond mendorong gadis itu agar menjauh darinya.


Singkat cerita Delmond pun di tangkap oleh polisi.


Ayya menangis histeris melihat laki-laki itu di bawa oleh beberapa orang polisi dengan bukti-bukti yang kukuh.


Arkan memeluk erat adiknya yang histeris melihat laki-laki yang dia cintai pergi.


Di mobil polisi. Delmond ternyata menjatuhkan air mata karena harus berakhir dengan cinta yang berada di dalam hatinya buat gadis itu, cinta yang tidak akan pernah ia ungkapkan sampai kapanpun. Karena setelah ini, ia pasti akan di tembak mati.


🙏🙏🙏


Itu dulu ya guys 🙏 yang penasaran dengan kisah selanjutnya, apa mereka bersatu atau pun Ayya akan menikah dengan laki-laki lain. ikuti aja kisahnya nanti.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Makasih pada para reader setia yang sudi membaca khayalan receh author 🤗❤️❤️


__ADS_2