Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
1


__ADS_3

Setelah beberapa waktu wanita cantik itu tak sadarkan diri di rumah sakit. Akhirnya dia mulai mengerjapkan kedua bola matanya. Wanita itu tampak sangat lemah.


"Kau sudah sadar bidadari Daddy?" Tanya Daddy Abimanyu saat putrinya sudah sadarkan diri.


Gadis itu berusaha untuk tersenyum, meski sebenarnya terlalu sulit baginya.


"Daddy... Sudah berapa lama aku tertidur di sini Dad?" Tanya Icha.


"Sudah satu hari bidadari Daddy. Apa kau mau makan sayang?" Lembut Daddy Abimanyu.


Gadis itu menggeleng. "I-Icha hanya mau pulang Daddy... Icha mau berada di dekat Daddy dan juga kak Vano, di akhir hidup Icha..." Jawab gadis itu terbata-bata, mulai membendung.


"Sssttt apa yang sedang kau bicarakan sayang? Kau akan baik-baik saja, sebentar lagi Daddy pasti akan menemukan ginjal yang cocok untuk mu sayang... Daddy mohon, jangan bicara yang tidak-tidak," jawab Daddy Abimanyu sedih melihat putri semata wayangnya sangat tak berdaya.


"Tidak Daddy... Icha mohon... Icha ingin berada di negara kelahiran Icha, sebelum Icha benar-benar pergi... Icha tau, hidup Icha sudah tidak lama lagi... Anggap ini sebagai permintaan terakhir dari ku Daddy," lirih wanita itu memelas pada Daddynya ingin kembali.


Tuan Abimanyu menjatuhkan air matanya sambil mengangguk, "Baik lah sayang, jika itu yang kamu inginkan, Daddy akan mengabulkan-nya untukmu sayang...." Menggenggam pergelangan tangan putrinya dan mencium tangan lemah anaknya.


"Kapan kita akan kembali Daddy? Icha takut jika Icha tidak punya waktu lagi,"


"Besok sayang... Besok kita akan kembali,"

__ADS_1


Gadis itu terdiri lemah, "Terima kasih untuk semua yang telah Daddy berikan pada Icha..." Ia juga ikut menjatuhkan air matanya.


"Jangan bicara seperti itu sayang.... Sudah tanggungjawab Daddy untuk membahagiakan kamu nak." Abimanyu mencium lama dahi putrinya.


,,,


Malam hari.


Tok Tok Tok


Pelayan membuka pintu, dan melihat dua wanita yang berada di depannya.


"Maaf Non, cari siapa yah?" Tanya pelayan pada dua orang wanita seksi.


"Kak Adam mana?" Tanya Mirna pada pelayan lagi.


"Mirna? Ada apa kau datang kemari malam-malam begini?" Tanya Adam pada sepupunya yang tak sengaja melihat wanita itu berada di Villanya.


Mirna tersenyum manis, "Kak, aku mau menginap di sini bersama dengan teman ku kak," izin Mirna pada kakak sepupunya.


Adam bingung ingin berkata apa. Dia ingin menolak, tapi dalam masa yang sama dia juga tak ingin membuat adik sepupunya kecewa.

__ADS_1


"Siapa, Mas?" Tanya Dara pada suaminya datang menghampiri.


Dara memperhatikan penampilan Mirna dan juga Kinanti dengan pakaian sangat seksi.


"Aku ingin menginap di sini bersama teman ku," kata Mirna menyahuti Dara sombong.


Dara melihat ke arah suaminya seperti meminta penjelasan.


"Kau minta izin saja dengan istri kakak, jika dia mengizinkan, ya sudah, kalian bisa menginap," kata Adam tak berani memutuskan permintaan Mirna tadi yang berkata ia ingin menginap.


Mirna melihat tak suka pada Dara. "Kenapa aku harus meminta izin padanya?" Tanya Mirna angkuh.


"Jaga sikapmu Mirna!" tegur Adam pada wanita itu.


"Kalian bisa menginap di sini." Jawab Dara langsung menarik lengan suaminya untuk naik ke kamar.


,,,


Di lain tempat.


Vano baru saja menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Laki-laki itu melangkah turun ke bawah. Malam ini dia lembur, karena ada banyak pekerjaan yang tuan Abimanyu tinggalkan untuknya sebelum pria paruh baya itu pergi.

__ADS_1


Sebelum Vano tiba di mobilnya. Dia melihat mantan calon suami istrinya yang sengaja menunggu kedatangannya di bawah.


__ADS_2