
Dara menyentuh lembut bahu kakaknya yang masih menangis di atas pusara istrinya. Dara baru saja tiba bersama dengan Galih di pemakaman.
"Sabar kak, mungkin jodoh kakak sudah habis dengan istri kak Vano. Lebih baik kakak pulang, kasihan keadaan kakak yang baru saja menjalani operasi kak, almarhumah istri kakak juga kasihan, jika kakak meratapinya seperti ini..." ujar Dara mencoba membujuk Vano.
Perlahan ia bangun dari kuburan istrinya. Mengangguk lemah dengan wajahnya yang tak henti bermandian air mata.
Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan kuburan Icha.
,,,
Brang!!!!
"Arkhhhhh!!!!!!!" Yunda mengamuk di kamarnya saat dia mendapat kabar yang tak pernah ia bayangkan selama ini.
__ADS_1
"Ternyata laki-laki yang menghamili Anim, adalah anakmu bersama Angkasa wanita ******!!! Berani sekali kau melahirkan anak suamiku!!!"
Brang!!!
Yunda kembali melempar barang-barang yang berada di kamarnya. Ternyata selama ini Yunda sering mengawasi pergerakan suaminya di luar sana, melalui orang yang dia bayar. Hari ini dia baru tau satu kenyataan yang membuatnya marah sehingga meledak-ledak, karena orang yang dia suruh menyelidiki hubungan Ida dengan suaminya, malah menemukan fakta yang tak ia ketahui selama ini.
Nafas wanita itu naik turun menahan emosi yang tak bisa ia kendalikan. Andaikan saja ia sudah sembuh, dia pasti akan mendatangi Ida, dan memberi pelajaran pada wanita itu.
Tak berapa lama. Angkasa sudah pulang dari pemakaman. Ia masuk ke dalam kamar, kaget melihat kamar yang serba berantakan.
"Jujur padaku, Mas. Apa benar laki-laki selingkuhan Anim, adalah anakmu bersama wanita ****** itu!!!" teriak Yunda. Beruntung dalam kamar mereka kedap suara. Membuat orang-orang yang berada di Mension tersebut tidak bisa mendengar pertengkaran mereka.
Angkasa terdiam. Ia tak langsung menjawab wanita yang marahnya menggebu-gebu itu.
__ADS_1
"Aku bertanya padamu sekali lagi, Mas! Apa benar semua itu?!"
"Iya, Vano memang putraku, dan aku rasa itu bukan urusanmu Yunda. Sebelum kau menikah denganku, kau juga tau bukan? Jika aku sudah menikah dengan Ida, kenapa kau semarah itu saat tau aku mempunyai seorang anak darinya," jawab Angkasa jujur tak menutupi sedikitpun pada Yunda.
Yunda semangkin berkilat amarah mendengar kejujuran Angkasa padanya. "Jadi maksudmu! Kau juga akan membagikan hartamu pada anak itu!" Pekik Yunda, ia tak rela jika harta kekayaan Angkasa akan di bagikan juga pada Vano suatu hari nanti. Yunda hanya ingin jika hanya Adam yang menjadi pewaris satu-satu harta kekayaan suaminya.
Angkasa mulai terpancing emosi saat mendengar ucapan Yunda.
"Apa perlu kau mencampuri semua itu? Vano juga anakku! Jika kau berbicara soal harta, tentu saja Vano dengan Adam pewarisku keduanya, jadi aku harap kau jangan mencampuri sesuatu yang bukan urusanmu Yunda! Ingat, jaga batasanmu!" Jawab Angkasa tak kalah tinggi suara laki-laki paruh baya itu.
"Tidak!!! Aku tidak akan membiarkan itu!!! Aku akan mengadukan ini pada Mama Tinni! Jika kau berani melakukan itu!!!"
"Adukan saja jika kau mau, suka atau tidak suka, Vano adalah putraku, jika harta yang kau maksud ingin di bagikan pada mereka berdua, aku akan tetap memberikan 50, 50, tidak ada yang kurang maupun lebih, titik, itu adalah keputusanku yang mutlak!" Ujar Angkasa penuh penekanan. Kembali keluar dari kamar.
__ADS_1
"ARKHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH Aku akan menghancurkan kamu Dara!!!!! Bila perlu aku akan membunuhmu!!!" Teriak Yunda.
"Jadi selama ini, Vano juga kakakmu!!! Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam!!! Jika Galih tidak bisa menghancurkan hubungan kalian berdua, maka aku masih mempunyai rencana terakhirku!!" Tekad kegilaan wanita itu.