
Ayya yang ingin keluar membawa air untuk para tetamu, terdiam di pintu dapur saat mendengar ucapan Tante Nisa yang meminta uang sejumlah besar untuk mahar dirinya.
"Nisa! Apa yang kau bicarakan, Nisa!" Sentak Nenek Sukarni memarahi Nisa.
Semua mereka yang berada di dalam ruangan terdiam mendengar sentakan buk Sukarni.
"M-maafkan saya, pak RT, Buk RT. Tapi saya tidak bisa memutuskan ini semua, dan nanti akan saya tanyakan langsung pada cucu saya, apa dia mau, atau tidak untuk menikah," ujar buk Sukarni merasa tak enak.
Ayya yang tadinya sedang berdiri di depan pintu dapur, tiba-tiba ia merasa seperti ada yang menariknya.
"Ark----------
Rico langsung menutup rapat mulut Ayya yang ingin berteriak.
"Dengar sini, aku tidak segan-segan untuk melukaimu gadis bodoh! Buruan sana keluar, dan bilang pada mereka yang melamar mu, jika kau mau menerima lamaran mereka" ternyata Rico juga mengugut gadis itu, agar dia bisa mendapatkan sejumlah uang yang di minta oleh Mamanya tadi.
Ayya berusaha mendorong tubuh Rico sambil menggeleng. "Aku tidak mau kak, kau tidak seharusnya memaksa ku seperti ini..." Ayya terus berusaha mendorong Rico. Tapi laki-laki itu semangkin memojokkannya.
Tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki dari ambang pintu. "Apa saya bisa bicara dengan Ayya?" Tanya Aldi anak pak RT yang melamar Ayya.
__ADS_1
Buk Sukarni tak langsung menjawab, ia terlihat berpikir sejenak.
"Bisa, tapi jangan lama," kata buk Sukarni memanggil cucunya setelah mempertimbangkan.
Rico yang mendengar Nenek Sukarni memanggil Ayya, ia langsung melepaskan tubuh gadis itu.
"Jika kau berani menolak, awas saja kamu!" Ancam Rico.
Ayya melangkah keluar, ia melihat Aldi yang berdiri di ambang pintu.
"Ini airnya nek," Ayya menyimpan nampan di tangannya.
"Apa aku bisa bicara padamu, Ayya?" Tanya Aldi melihat gadis itu.
Ayya-pun keluar dari rumah untuk berbicara sebentar dengan Aldi.
"Ayya, aku harap kau mau menerima lamaran ku," laki-laki itu menatap teduh kedua bola mata gadis di depannya.
"Bukan aku tidak mau, tapi aku ingin kuliah dulu, kak Aldi. Lagi pula kenapa kak Aldi datang melamar nggak bilang-bilang ke aku dulu," ujar Ayya.
__ADS_1
Aldi tiba-tiba memegang kedua tangan gadis itu. "Ayolah Ayya, bukannya dari dulu lagi kau juga menyukaiku? Kenapa sekarang aku melamar mu, tapi kau malah menolakku," Aldi.
"Aku mau kuliah dulu, kak. Aku belum mau menikah,"
Laki-laki itu cemberut dan melepas tangan Ayya. "Iya sudah lah, kalau kamu tidak mau," terdengar suara lemah dari laki-laki itu.
Ayya memilih meninggalkan Aldi, meski ia juga menyukai laki-laki itu. Tapi dia belum bersedia untuk menikah.
Saat ingin melangkah masuk ke dalam rumah. Ia mendengar suara heboh dari dalam.
Gadis itu berlari masuk dengan cemas menghampiri Neneknya yang ternyata sudah tidak sadarkan diri.
"Nenek!!!" Ayya berteriak dan berlari menghampiri Nenek Sukarni.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ayya pada mereka semua.
"Kami juga tidak tau, tiba-tiba saja Nenekmu pingsan" kata Buk RT cemas.
"Bawa saja kerumah sakit," kata Aldi yang tadi mengikuti langkah Ayya masuk ke dalam.
__ADS_1
Merekapun melarikan Nenek Sukarni ke rumah sakit.
Dokter langsung menangani Nenek Sukarni yang ternyata mengidap penyakit asma, setibanya saja mereka tiba.