
"Kau!! Berani kau melawanku!" Yunda sangat marah karena Ida sudah berani melawannya.
Ia mengangkat tangan ingin menampar ibu Ida, tapi dengan secepat kilat Ida menahan tangan wanita angkuh itu. Kemudian menghempasnya dengan kasar.
Yunda benar-benar dibuat emosi berat. Ia pergi dari rumah ibu Ida dengan amarah yang membara, berjani jika ia pasti akan membalas wanita itu nanti.
,,,
Jika di perusahaan Adam sedang sibuk. Lain halnya di rumah. Anim sedang mencari kunci mobilnya berniat ingin mendatangi salah satu dokter, di mana ia sudah membuat temu janji untuk bertemu dokter tersebut.
"Kemana aku menyimpan kunci mobilku tadi?."
Ia menarik laci meja rias. Bola matanya menangkap sebuah fail berukuran sedang.
Karena penasaran, ia mengambil dan membukanya.
Di sana tertulis dengan jelas kontrak pernikahan terpampang dengan nyata.
DEG!
Anim mulai membaca isi perjanjian itu, yang membuat ia sangat kaget, nama dari pihak kedua.
"Dara... Tidak, ini tidak mungkin." Anim tak percaya dengan apa yang ia lihat, lebih membuatnya kaget lagi saat ia melihat di sana kontrak itu menyebutkan tentang anak.
__ADS_1
Bagaimana tidak terkejut, karena yang ia tau jika Adam suaminya itu tak bisa berhubungan dengan wanita, itu juga yang membuat ia selingkuh dari Adam. Saat melihat surat perjanjian itu, benar-benar membuatnya tak percaya.
Ia mengambil ponsel. Menghubungi seseorang untuk mencari informasi tentang keberadaan Dara.
,,,
Beberapa hari berlalu. Akhirnya orang bayaran Anim, membawa kabar dan memberitahukan padanya jika Dara berada di sebuah desa.
Anim yang mendapat alamat tempat tinggal Dara, ia tak bisa lagi tinggal diam, ia bergegas mendatangi wanita itu di desa. Padahal perjalan sangatlah jauh.
Dengan tekad yang bulat. Ia memaksakan diri tetap ke desa menemui Dara, untuk mempertanyakan langsung tentang hubungan Dara dengan suaminya.
Ia bahkan melupakan temu janjinya bersama seorang dokter.
Ia memarkir mobilnya tepat di depan rumah Oma Ratih. Turun dari mobil menghampiri rumah itu.
Tok Tok Tok
Ia mengetuk pintu.
Cklekkk
Kebetulan yang membuka pintu adalah Dara, bola mata mereka berdua langsung bertemu.
__ADS_1
Nona Anim. Batin Dara heran melihat wanita itu, karena berpikir bagaimana wanita itu bisa sampai di desanya.
Anim melihat kearah perut Dara yang sudah sangat besar.
Ia sama sekali tidak percaya jika yang berada dalam kandungan Dara itu adalah benih Adam, karena ia sangat tau seperti apa laki-laki itu, berpikir mana mungkin ia bisa menghamili Dara.
"Nona Anim? Ada perlu apa anda datang kemari?" Tanya Dara.
Wanita itu tak menjawab. Tapi ia mengambil sesuatu dalam tasnya dan memberikan pada Dara.
"Jelaskan padaku, apa semua ini?" Tanya Anim menatap Dara.
Dara melihat surat kontrak perjanjian di tangan Anim. Dan kembali mengalih bola matanya pada wajah Anim yang sudah memerah.
Dara bingung ingin menjawab apa. Anim yang tak bisa lagi mengontrol emosinya. mendorong keras tubuh Dara.
"ARKHHH!" Dara berteriak. Ia terjatuh dan memegang perutnya kesakitan.
Anim bukannya berniat menolong wanita itu ia malah mengeluarkan kata-kata memaki Dara.
"Dasar j*lang! anak siapa yang berada dalam kandunganmu itu? Aku tau itu pasti anak haramkan? untuk menjebak suamiku agar dia mau menikahimu!!" Teriak Anim.
"Astagfirullah!!" Oma Ratih berteriak saat melihat cucunya dengan posisi yang terbaring di lantai, terlihat darah segar mulai keluar dari bawahnya.
__ADS_1
Anim yang baru menyadari keadaan Dara. Berubah pucat pasi.