Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Arkhhhhhhhhhhhhhh


__ADS_3

Setelah lelah berteriak, akhirnya gadis itu berhenti. Ia memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.


Gadis itu mulai teringat dengan sang Nenek yang berada di desa.


Nek... Aku merindukan Nenek... Aku lebih suka hidup bersama Nenek, meski ada kak Rico dan Tante Nisa yang sering meminta uang padaku, tapi aku lebih suka yang seperti itu... Dari pada harus seperti yang aku lalui saat ini... Aku benar-benar menderita, Nek. Gadis itu menangis tersedu-sedu.


,,,


3 hari sudah berlalu, gadis itu masih di rantai dalam gudang. Aldi hanya memberi gadis itu makan hanya sekali dalam sehari.


Kesedihan mendalam semangkin memergoki gadis malang itu.


Dalam keadaan yang lemah tak berdaya, tiba-tiba pintu itu di buka oleh laki-laki yang sudah menyiksanya selama ini.


Aldi masuk ke dalam dan membuka rantai yang berada di kaki gadis itu. Kemudian langsung menarik rambut istrinya.


"Arkh" lirih gadis itu menahan sakit.


"Jika kali ini kau berani melarikan diri lagi, maka aku akan membunuhmu!" Ujar Aldi melepas kasar rambut istrinya.


Setelah itu ia membawa istrinya ke dalam kamar dan memberikan wanita itu pakaian yang lebih seksi lagi kali ini di banding tempo hari.


"K-kau mau apa lagi, Mas..." Gadis malang itu kembali mulai menangis.


"Diam! Bodoh!" Menarik rambut Ayya yang membuat wanita itu merasa seperti rambutnya ingin lepas dari kulit kepalanya.


Menahan nafas karena merasa tak bisa mengeluarkan suara akibat sakit yang begitu luar biasa.


"Jika kau tidak ingin menutup rapat mulutmu kali ini, aku benar-benar akan mengirim orang untuk membunuh Nenekmu di desa."

__ADS_1


"Dan kau harus melayani laki-laki itu kali ini, karena laki-laki itu bukan Bos Delmond yang mau memberimu uang tanpa memakai jasamu. Kalau kali ini aku gagal mendapatkan uang, kau akan tau apa akibatnya." Lanjut Aldi mengancam gadis tak berdaya itu.


,,,


Aldi dan Ayya sudah tiba di depan sebuah kamar. Kali ini gadis itu terlihat sudah pasrah seperti apapun hidupnya kedepan. Dia benar-benar sudah terlihat pasrah.


Ayya mulai melangkah masuk ke dalam kamar hotel tersebut. Di sana sudah ada seorang laki-laki yang terseyum puas karena wanita panggilannya sangat cantik.


"Hai, baby. Kemari" kata laki-laki itu menepuk-nepuk pahanya.


GLEK!


Demi apapun, gadis itu sangat ketakutan. Ia mulai melangkah mendekati laki-laki kekar yang tersenyum memandangi tubuhnya dengan buas.


Ya Allah... Aku tidak reda dengan semua ini... Aku tidak mau Ya Allah... Ku mohon selamatkan lah aku. Gadis itu masih berdoa dalam hati meski kini ia sudah berdepan langsung dengan hewan buas yang sebentar lagi akan menerkam-nya.


"Kau sangat wangi baby." Menghirup aroma tubuh gadis yang berada di pangkuannya.


Tubuh Ayya benar-benar sudah gemetaran. Ia sangat takut.


Laki-laki itu mendudukkan dirinya di ranjang, kemudian membuka handuk yang ia pakai. Saat melihat pamungkas laki-laki tersebut yang begitu jelas di depan matanya.


Ia membola sambil menggeleng. "Arkhhhh!!!!!!!!!!!" Gadis itu berteriak ketakutan.


"****!!!" Umpat laki-laki itu kaget mendengar wanita di depannya berteriak.


Reflek gadis itu menendang pamungkasnya yang berdiri tegak dengan gagahnya.


"Arkhg" laki-laki itu menahan sakit yang teramat sangat sambil memegang pamungkasnya.

__ADS_1


Ayya membuka pintu kamar dan berlari keluar sekencang mungkin. Aldi yang ternyata berjaga di luar melihat istrinya yang berlari.


"Gadis sialan!!!" Umpat Aldi mengejar istrinya.


Dengan sekuat tenaga Ayya terus berlari sehingga keluar dari hotel. Menyadari jika suaminya sedang mengejarnya, ia menambah kelajuan larinya.


Kedua kaki gadis itu yang tidak memakai alas di penuhi dengan luka-luka.


"Berhenti!!" Teriak Aldi mengejar istrinya.


Tiba-tiba............


KIKKK!!!!!


Sebuah mobil hampir menabrak gadis itu jika tidak di rem cepat oleh pengemudi.


Melihat mobil itu berhenti, Ayya buru-buru naik ke dalam mobil.


"Tolong aku Tuan... Tolong aku...." Kata Ayya mendongak dan melihat siapa laki-laki yang mengemudi itu.


Ternyata laki-laki yang menolongnya beberapa hari yang lalu.


"Tuan... Tolong... Jalankan mobilnya Tuan...." Kata Ayya memohon sambil memegang lengan Bos Delmond.


Laki-laki itu menoleh keluar melihat Aldi yang sudah mulai dekat dengan mobilnya.


"Ku mohon.... Tolong aku tuan....." Ayya benar-benar memohon sampai menggenggam tangan laki-laki itu.


Delmond masih diam dengan datar melihat Aldi yang berlari mendekati mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2