
"Maksudmu? kau merasa aku memenjarakan mu dalam rumah ini?" tanya Adam.
Dara menarik nafas. Kemudian memaksakan diri untuk tidur. Baginya tak ada gunanya berbicara pada suaminya itu. Yang hanya akan membuat mereka akan bertengkar lagi.
Apa aku berlebihan? Apa aku tidak mengerti dengan perasaannya?. Batin Adam tertanya-tanya.
,,,
Setelah beberapa hari mengurus resepsi pernikahan Icha. Akhirnya Vano sudah selesai. Dan besok adalah hari pernikahan gadis itu bersama laki-laki yang sudah di jodohkan dengannya.
"Hai kak Vano," panggil Icha langsung memeluk lengan laki-laki itu. Vano sedang berjalan turun dari kantor ingin pulang kerumahnya.
Vano mendorong tangan gadis itu. Tapi Icha semangkin mengerat pelukannya. Membuat Vano mendengus kesal.
"Maaf, apa yang sedang nona lakukan disini?" Tanya Vano melangkah tapi Icha tetap masih memegang lengannya tak ingin melepaskan laki-laki itu.
"Dimana ada kak Vano, disitu ada aku dong," jawab Icha merebahkan kepalanya di lengan Vano.
"Icha, apa yang kau lakukan nak, kenapa kau suka sekali mengganggu Vano," kata tuan Abimanyu yang juga mau pulang kerumahnya. Tapi dia malah melihat putrinya berada di lobby sedang mengganggu Vano.
Icha berdecak kemudian melepas pelukannya di lengan laki-laki itu.
"Coba saja Daddy menjodohkan aku sama kak Vano, kan aku nggak usah kejar-kejar dia lagi," kata Icha membuat Daddynya memijat pelipisnya. Putrinya itu suka sekali membuatnya pusing.
__ADS_1
"Vano-nya saja tidak mau sama kamu Cha, malu-maluin" tuan Abimanyu menggeleng melihat tingkah putrinya.
"Saya duluan tuan," kata Vano tersenyum pada tuan Abimanyu.
"Iya. Terima kasih karena sudah mengurus semua resepsi pernikahan putri saya hingga selesai," kata tuan Abimanyu.
"Sudah tugas saya tuan. Saya permisi dulu," kata Vano sopan.
"Silahkan,"
Vano melangkah ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
"Kamu itu malu-maluin Daddy di depan karyawan Daddy Cha," tuan Abimanyu menarik pipi putri semata wayangnya. Dia sangat menyayangi anaknya itu, karena istrinya sudah lama meninggal. Hanya tinggal dia yang membesarkan putrinya sendirian.
"Emang Vano suka sama kamu?" ledek Daddynya menahan tawanya.
"Ihh... Daddy ngeselin....!" Icha menghentak-hentak kaki sambil berjalan menyusul Daddynya yang melangkah menuju mobil, sambil menertawakan putrinya.
Ting
Sebuah notifikasi masuk kedalam ponsel Vano.
Ia membuka dan melihat. Ternyata pesan dari Anim yang mengajaknya bertemu disebuah lokasi yang lumayan sunyi.
__ADS_1
Vano melajukan mobilnya kearah lokasi Anim.
,,,
Yunda menyerjit saat melihat wanita yang tak asing didepan matanya.
"Anim? itu bukannya Anim ya?" Gumam Yunda memarkir mobilnya saat melihat Anim yang berdiri di pinggir jalan lumayan sunyi dan sedikit gelap. Karena hari sudah malam.
Yunda turun dari mobil, berniat untuk menghampiri menantu kesayangannya itu.
Tapi sebelum dia sampai pada Anim. Tampak sebuah mobil parkir di sebelah mobil Anim.
Vano turun dari mobil langsung menghampiri Anim yang sudah menunggunya.
Anim dan Vano tak menyadari kehadiran Yunda yang sudah dekat dengan mereka berdua.
PLAKKK
Tanpa aba-aba Anim langsung menampar wajah Vano. Membuat Vano kaget dengan tindakan wanita itu.
"Ada apa denganmu Anim! Apa kau sudah gila!" sentak Vano karena Anim menamparnya tiba-tiba padahal dia tak tau apa kesalahannya.
"Kau itu laki-laki bodoh!! Kenapa kau menemui Adam. Aku baru saja habis bertengkar dengannya!! Jika kau mau!! kau bisa mengambil Frey putramu itu. Dan bawa dia jauh-jauh dari kehidupan ku!! Aku muak melihat anakmu itu!!" Teriak Anim tak sadar di sana ada Yunda mertunya yang mendengar semua ucapannya barusan.
__ADS_1
Yunda menutup mulutnya saat mendengar dengan jelas kata-kata Anim. Jantungnya tiba-tiba saja terasa sakit.