Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Kenangan Mengerikan


__ADS_3

Dara berusaha terus berlari meski ia merasakan kesakitan dari perutnya yang sangat luar biasa. Mujur sekarang hari sudah mau gelap, jadi tak memudahkan para penjahat untuk melihat posisinya saat ini.


"Kemana dia pergi?" Tanya salah satu penjahat itu.


"Aku juga tidak tau, hari sudah hampir gelap, kita haru menemukan wanita itu, mari kita berpencar. Jika kita menemukannya, kita langsung saja bunuh wanita itu." Titah bos mereka.


"Siap, bos." Mereka berpencar untuk mencari keberadaan Dara.


Dara yang berada tak jauh dari para penjahat itu, ia bisa mendengar apa yang di katakan.


Siapa sebenarnya mereka. Kenapa mereka ingin membunuhku? Ya Allah... Tolong bantu aku. Batin Dara.


Ia mendengar seperti ada sebuah air yang mengalir deras. Ia melangkah dengan pelan mencari keberadaan air tersebut.


Saat ia menemukan sebuah sungai yang sangat dalam, wanita itu duduk di pinggir sungai. Merasa tak bisa bertahan lagi, akhirnya Dara melahirkan di pinggir sungai itu.


Ia menggulung bajunya, kemudian menggigit baju itu, lalu ia mengejan. Hanya dua kali saja ia mengejan, akhirnya bayi mungil cantik lahir di pinggir sungai tersebut.


Oeekk Oeekk

__ADS_1


Tangisan bayi menarik perhatian para penjahat yang sedang mencari keberadaan Dara.


"Apa kau mendengar suara itu?" Tanya penjahat itu yang hanya tinggal berdua karena berpencar.


"Iya, dari arah sana. Mari kita kesana" parah penjahat tersebut berlari ke arah Dara.


Dara yang dapat mendengar penjahat itu seperti sudah menemukannya, ia langsung membuka jilbab yang dia pakai, kemudian ia baluti pada bayinya.


"Maaf kan Mama, sayang... Andaikan saja Mama mendengar kata Papa untuk kerumah sakit, semua ini tidak akan terjadi." Kata Dara dengan air mata yang bercucuran.


Langkah kaki penjahat itu semangkin mendekati lokasi Dara.


"Cari Mama nanti melalui kalung ini, sayang." Kata Dara, air matanya semangkin deras, tak tega untuk menghanyutkan anak itu, karena ia memang berniat membuang anaknya agar bisa selamat dari pembunuhan orang-orang jahat tersebut.


Langkah kaki penjahat semangkin terdengar dekat.


Dara mengambil ranting kayu kering, ia berusaha menyambung ranting itu menjadi beberapa bahagian menggunakan tali dari lilitan dedaunan. Setelah selesai, dengan memaksa mengeret dirinya mendekati sungai, Dara menurunkan ranting itu. Alhamdulillah, ternyata terapung seperti yang sudah ia perkirakan.


"Dengan nama sang penguasa langit dan bumi, Mama menurunkan kamu disini. Ya Allah penguasa alam semesta, lindungi putriku." Ucap Dara mencium dahi putrinya, dan ia langsung menghanyutkan putrinya ke dalam sungai saat melihat bayang-bayang penjahat itu.

__ADS_1


"Itu dia!" Teriak penjahat itu saat melihat Dara.


Beruntung air sungai mengalir sangat deras, dan dengan sekejap bayi itu sudah tidak terlihat lagi. Dara yakin sangat yakin jika Allah pasti akan menyelamatkan putrinya.


"Lihat! Dia sudah melahirkan!" Teriak salah satu penjahat itu saat melihat Dara di penuhi dengan darah.


"Mana bayimu?" Tanya bos penjahat itu pada Dara yang tampak sangat lemah.


"Kalian siapa? Kenapa kalian berniat untuk membunuhku? Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini padaku?" Tanya Dara.


"Kau tidak perlu tau siapa kami! Mana bayimu!!" teriak penjahat itu menarik rambut Dara.


"Arkhh!" Teriak kesakitan.


"Kalian bunuh saja aku jika kalian mau, karena sampai kapanpun kalian tidak akan menemukan anakku!" Ujar Dara.


"Bedebah!"


PLAKKK!!

__ADS_1


Mereka menampar Dara. Kemudian menginjak perut wanita itu. "Mana anakmu!!!"


__ADS_2