Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
DEG!


__ADS_3

"Kau sangat cantik, Laras." kata Icah melihat kecantikan temannya melalui cermin.


Gadis itu sudah di dandani, ia terlihat sangat cantik dengan baju nikah yang melekat di tubuhnya.


"Iya, iyalah cantik. Tapi tidak natural, alias cantik karena make-up, hahahaha." ucapan Laras tertawa mendengar ucapannya sendiri.


"Lah, orang dia memang cantik kok," puji Icha lagi tersenyum manis seperti biasa.


Tiba-tiba Laras terdiam melihat wajah temannya melalui cermin.


"Ada apa?" Tanya Icha heran melihat temannya, karena baru saja wanita itu tertawa, tapi ini tiba-tiba lagi jadi muram.


Menggeleng, "Aku mengundang dia juga," kata Laras.


Icha tersenyum kecut mendengar ucapan Laras. Ia mengerti siapa yang di maksud temannya dengan nama 'dia'


"Kau tidak ingin menemuinya? Kau tau, Icha. Dia sangat tersiksa semenjak kehilanganmu, apa kau tidak ingin kembali padanya lagi? Kalian bisa memulai semuanya dari awal lagi, Icha," kata Laras panjang lebar menasihati temannya itu agar mahu menemui Vano.


Menggeleng, "Kau salah, Laras. Dia tidak tersiksa, dia hanya merasa bersalah, karena dia membaca buku diary yang kau berikan padanya," jawab gadis itu berusaha menyembunyikan sedihnya.


"Itu tidak benar Icha, kau sal----------


"Kumohon, jangan bahas dia lagi, aku lebih tau seperti apa dia tersiksa berada di sisiku sebelumnya, jadi aku mohon. Tolong mengerti dengan perasaanku." Kata Icha memotong ucapan Laras sambil menunduk, kedua bola mata gadis itu mulai kembali basah.

__ADS_1


"Icha, aku minta maaf. Kumohon, aku minta maaf, aku tidak menyangka jika aku kembali membuka luka lama di hatimu, kumohon maafkan aku..." Laras menggenggam tangan sahabatnya dengan bola mata yang mulai berkaca-kaca, ia merasa sangat bersalah pada sahabatnya itu karena sudah membahas, yang ia tahu pasti akan membuat gadis itu sedih.


Icha kembali tersenyum manis, ia mengambil tisu, kemudian mengusap air mata sahabatnya yang sudah hampir jatuh. "Air mata akan merusak wajahmu yang sudah di dandani," ujar Icha bercanda.


"Biar saja, agar terlihat wajah asli yang akan membuat orang-orang bergidik ngeri saat melihatku" balas Laras bercanda.


Gadis di depannya tertawa mendengar candaannya. "Maaf...." ulang Laras.


"Sudah, nggak usah di bahas lagi."


,,,


Tak terasa malam hari pun tiba. Acara sanding Laras di selenggarakan di sebuah resort yang berada di tepi pantai, suami Laras, memang seseorang yang kaya raya.


Setelah bersiap, ia langsung saja bergegas ke acara pernikahan Laras.


Tak berapa lama ia sudah tiba di sebuah resort mewah, di sana sudah begitu ramai tamu undangan yang berdatangan.


Laki-laki muda itu melangkah masuk ke dalam.


"Vano" terdengar seseorang sedang memanggil namanya.


Laki-laki itu menoleh, tersenyum saat melihat siapa gerangan yang memangilnya.

__ADS_1


"Daddy?" Vano mendekat dan menyalami Tuan Abimanyu.


"Bagaimana kabar Daddy?" Tanya Vano.


"Seperti yang kau lihat, Daddy baik-baik saja seperti saat ini. Lalu, bagaimana dengan kabarmu? Apa kau betah bekerja sebagai guru?" Daddy Abimanyu kembali bertanya.


Mengangguk, "Sangat betah, Daddy."


"Alhamdulillah..."


Tiba-tiba seorang gadis yang memakai gamis berwarna grey sama seperti Vano, tak lupa dengan cadar yang senada dengan pakaiannya.


Wanita itu tak sengaja menabrak Vano. Reflex Vano melihat ke arah gadis itu.


"Ma-----------------


Gadis itu menggantung ucapannya yang belum sempat di dengar oleh Vano, saat wanita itu melihat siapa laki-laki yang dia tabrak.


Bola mata Vano dan Icha bertemu.


DEG!


Bola mata gadis di depan Vano sudah mulai berkaca-kaca saat melihat laki-laki yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


Vano juga membeku melihat pemilik mata itu.


__ADS_2