
Selesai Flash Back.
📖Saat melihat kak Vano yang ingin menikahi ku. Aku sangat kaget, aku melihat ke arah Daddy, dan Daddy hanya mengangguk pelan menunjukkan penuh keyakinan.
Setelah aku menikah dengan kak Vano. Aku bertekad untuk memenangkan hatinya, meski itu mustahil bagiku.
📖Tapi sampai hari ini, aku masih gagal, mungkin sampai kapanpun aku tidak bisa lagi untuk memenangkan hatinya untukku. Hari ini aku memilih mundur.
📖Selamat tinggal kak Vano, meski kita sudah berbeda alam. Tap rasa cintaku padamu, akan aku jaga. Semoga kau bisa menemukan wanita yang tulus mencintaimu, dan juga bisa kau cintai. Aamiin.
📖Aku mencintaimu tanpa syarat.
Kalimat terakhir itu membuat Vano menjatuhkan air matanya.
Ia beranjak dari tempat duduk, berlari masuk ke dalam Mension dengan jantung yang berdebar-debar.
Ia berlari naik ke lantai atas di kamar untuk mencari keberadaan istrinya, entah mengapa ia merasa sangat takut dan gelisah. Tapi tiba dikamar tak ada siapapun di sana. Ia kembali turun kebawah dan bertanya pada pelayan.
"Nona Icha di larikan ke rumah sakit Tuan" jawab pelayan.
DEG!
__ADS_1
Kalimat terakhir Icha yang mengucapkan 'selamat tinggal' terngiang-ngiang di telinganya.
Ia berlari keluar menuju mobil dengan perasaan panik, cemas, takut, sebuah penyesalan dalam yang tak terukur mulai menyerbu menghinggapi hatinya.
Ia sudah tiba di rumah sakit, dan mempertanyakan istrinya. Setelah mengetahui dimana keberadaan Icha ia berlari lagi keruangannya.
DEG!
Vano membeku saat membuka pintu dan melihat istrinya yang terbaring tak berdaya dengan alat-alat medis yang sudah mulai dibuka dari tubuh kaku itu.
Mertuanya melihat ke arahnya saat melihatnya datang.
Dokter melihat ke arah Tuan Abimanyu. Karena pria paruh baya itu yang menyuruhnya.
"Icha sudah cukup lama menderita dan tersiksa, dia sudah tiada Vano, biarkan dia pergi..." Lirih Abimanyu dengan suara yang bergetar hebat.
Vano melihat ke arah mesin monitor. "Tapi dia masih hidup Daddy!" Kata Vano karena Icha masih mempunyai sedikit pernapasan.
Menggeleng putus asa. "Sudah cukup selama ini dia bertahan hidup hanya untuk bisa bersamamu... Biarkan dia pergi, dia sudah tidak bisa di selamatkan lagi," wajah Abimanyu sangat terpukul mengeluarkan kalimat itu.
DEG!
__ADS_1
Kalimat yang tepat mengenai jantungnya. Ia melihat ke wajah istrinya yang sangat pucat seperti mayat.
"Tidak! Jangan dibuka! Hentikan! Aku mempunyai dua ginjal, kita coba saja dulu, siapa tahu ginjal-ku cocok untuk istriku!" Suara laki-laki itu terdengar sangat berat, tak dapat ia bayangkan jika harus kehilangan istrinya sekarang. Entah penyesalan seperti apa yang akan dia lalui. Membayangkan saja laki-laki 32 tahun itu tidak akan sanggup.
Akhirnya dokter setuju untuk memeriksa ginjal Vano, berharap cocok dengan istrinya. Meski harapan untuk gadis itu hidup hanya tinggal 30%.
Setelah selesai di cek. Ternyata benar, ginjal Vano cocok untuk istrinya, tuan Abimanyu tak percaya, setelah bertahun-tahun mencari ginjal yang cocok, ternyata ada pada laki-laki yang putrinya cintai.
Tak menunggu waktu lebih lama lagi, mereka langsung dibawah keruang operasi, dan menjalankan operasi kepada kedua pasien untuk memindahkan ginjal.
,,,
Berlalu beberapa jam. Akhirnya pemindahan ginjal sudah selesai. Tapi Allah berkehendak lain, ternyata operasinya tetap gagal. Karena Icha sudah tak mampu lagi untuk bertahan, gadis itu sudah pergi.
Tuan Abimanyu bertambah terpukul atas kepergian putrinya.
Vano yang sudah sadar dari pengaruh obat semasa menjalani operasi, dibuat shock mengetahui menyataan tak sesuai harapan.
Dia memaksakan dirinya agar bisa bangun meski di tahan oleh dokter, ia menghampiri brankar istrinya dan memeluk gadis kaki itu dengan erat.
"Jangan tinggalkan aku... Ku mohon maafkan aku... Jangan tinggalkan aku... Aku berjanji akan menjaga dan mencintaimu setulus hatiku, kumohon... Buka matamu... Berikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku. Bangun... Ku mohon bangun..." Vano menangis sejadi-jadinya sambil mengguncang tubuh istrinya yang sudah tidak bernyawa, karena gadis sudah benar-benar pergi dan tak pernah kembali lagi.
__ADS_1