Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Berkelahi


__ADS_3

Adam membalik badan. Dia sangat kaget saat yang berada di punggungnya itu adalah Kinanti, bukan istrinya seperti yang berada dalam pikirannya. Justru istrinya berada di ambang pintu.


Adam mendorong tubuh Kinanti untuk menjauhinya, kemudian melihat kearah Dara.


"D-Dara sayang... Ini tidak seperti yang kau lihat sayang..." Adam sangat gugup. Apa lagi melihat istrinya yang sangat marah dengan bola mata mulai membendung.


Kinanti bukannya takut. Dia malah menatap remeh kearah Dara, kemudian melibas rambutnya. Wanita itu berjalan angkuh ingin melewati Dara.


Tapi tiba-tiba. "Arkhhh!" Kinanti berteriak kencang saat Dara menarik rambut ikalnya dengan keras.


"Apa yang kau lakukan di kamar sini hah!?" Dara menambah tarikan-nya pada rambut Kinanti.


"Kau sudah gila!! Lepaskan aku!!" Kinanti berteriak kerasa, saat tak bisa lagi menahan rasa sakit pada kulit kepalanya.


"Ini akibatnya, jika kau berani menggoda suamiku!!" Dara sungguh marah dan tak peduli dengan wanita yang kesakitan itu. Adam juga tak berani menghentikan istrinya saat melihat kemarahan Dara, tentu saja dia juga takut jika nanti akan terkena tempias amukan dari Istrinya.

__ADS_1


Mirna yang mendengar temannya berteriak kencang dari luar kamar. Buru-buru berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar sana. Betapa kagetnya wanita itu saat melihat Dara yang sedang menarik keras rambut sahabatnya.


Tangan Dara melekat seperti lem pada rambut wanita sahabatnya, ia seperti tak ingin melepas rambut Kinanti.


"Perempuan iblis!!! Apa yang kau lakukan pada temanku!!!" Teriak Mirna ingin membantu temannya dan melayang tangannya untuk menampar Dara. Tapi secepat kilat Dara mengelak, bersamaan kakinya menendang keras perut Mirna sehingga Mirna terjatuh di lantai.


"Arkhhh!!!" Ia berteriak kesakitan memegang perutnya.


Adam yang melihat pertengkaran dan perkelahian istri dan juga sepupunya serta sahabat sepupunya yang bertambah serius. Mendekat untuk menghentikan mereka bertiga.


"Say----------" Ucapan laki-laki itu berhenti saat mendapat tatapan tajam dari istrinya.


Reflex Adam mengangkat kedua tangannya seperti sedang di todong oleh senjata api oleh penjahat.


Dara melepas rambut Kinanti, wanita itu juga mendorong Kinanti sehingga mendarat di lantai.

__ADS_1


"Kau jangan coba-coba untuk menggoda suamiku!! Jika kau tidak ingin rambutmu itu menjadi botak!!" Dara masuk ke dalam kamar, kemudian membanting pintu kamar suaminya.


BRAK!!!


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Kinanti pada sahabatnya yang masih memegang perutnya karena tadi mendapat tendangan maut dari Dara.


"Perutku sakit sekali... Ayo kita pulang ke rumah tante Yunda. Aku ingin mengadukan wanita kampung itu dengan tanteku," ujar Mirna berusaha berdiri di bantu dengan Kinanti.


Dikamar Adam.


Laki-laki itu menarik nafas dan menghembuskan dengan perlahan. Dia mulai mendekati istinya yang bersiap-sipa untuk mengantar putranya ke sekolah.


"S-sayang... Kau dengarkan dulu penjelasan dariku sayang... Apa yang kau lihat itu, semua hanya salah paham," kata Adam berusaha menjelaskan pada istri yang sedari tadi tak ingin mengeluarkan sepatah katapun padanya.


Dara mengabaikan. Dan seperti tak mendengar perkataan suaminya. Selesai bersiap, dia lagsung saja ingin turun kebawah tanpa peduli lagi pada Adam.

__ADS_1


Tapi laki-laki itu menahannya. "Sayang, dengarkan aku dulu sayang... Ini tidak seperti yang kau lihat, sumpah, aku tidak melakukan apa pun dengan wanita itu" jelas Adam memohon pada istrinya agar mau mempercayai ucapannya.


Dara hanya diam mendengar Adam. Dan langsung menepis tangan suaminya yang menahannya. Ia melangkah keluar kamar, tak ingin lagi mendengar penjelasan Adam. Karena dia masih sangat marah dan sakit hati dengan apa yang dia lihat barusan.


__ADS_2