Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Membalas Keangkuhan Yunda


__ADS_3

Ida yang berada di luar. langsung melihat Yunda yang baru tiba di rumahnya.


"Ada apa kau datang kemari?" Tanya Ida dengan wajah tanpa ekspresi.


"Cih! Kau pikir aku suka datang ke tampat kumuh ini!" Sinis Yunda.


Ida tak ingin meladeni Yunda, yang ia tau wanita gila. Terlihat ia membalik badan ingin masuk ke dalam rumah peninggalan suaminya.


TAK!


Kaki wanita paruh baya itu terhenti saat mendengar sesuatu terjatuh di belakangnya. Melihat kebawah, ternyata itu ada lah uang yang berada dalam sebuah amplop coklat.


Ida berjongkok dan memungut amplop tersebut, kemudian melihat isi di dalam, ia melihat uang yang cukup banyak.


"Ambil uang itu, dan bawa pergi putra sialan mu itu jauh dari kota ini!!'' kata Yunda sombong.


"Untuk apa aku melakukan itu?" Tanya ibu Ida masih berekspresi seperti tadi.


"Kau tidak perlu tau, yang aku inginkan saat ini, kau pergi dari sini, dan bawa putramu itu!!" Yunda memandang rendah wanita di depannya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya wanita itu tiba-tiba dengan wajah masih terlihat tenang.


Mengerut saat mendengar pertanyaan ambigu. "Apa yang kenapa?" Tanya Yunda.


"Kau takut?" lanjut Ida bertambah membuat Yunda kebingungan.


"Cih! untuk apa aku takut pada sebutir debu sepertimu!" Sinis.


"Tidak, kau benar, kau memang tidak takut padaku. Tapi aku tau, kau memberiku uang ini agar aku memmbawa pergi putraku. Itu pasti karena kau takutkan? Jika nanti putraku akan mendapat sebahagian dari hartamu?" Ujar Ida tersenyum miring saat melihat wajah pias Yunda. Karena apa yang di katakan Ida itu, benar adanya. Ia takut jika Vano mendapat harta suaminya.


Yunda terdiam dengan tangan yang mengepal erat, bola mata menggambarkan amarah berat.


"Kenapa kau diam? Apa tebakanku benar?" Ida juga sinis pada wanita itu.


"Tapi sayang seribu kali sayang, kau tersiksa karena dosa-dosa yang sering kau lakukan, kau tersiksa karena merampas hak milik orang lain, Yunda. Sungguh memprihatinkan.... Kau hanya bisa memiliki raga Angkasa, tapi sampai tubuh mu menyatu dengan tanah sekalipun, kau akan tetap menjadi bayang-bayang Angkasa yang tidak pernah anggap keberadaan mu. Aku benar-benar kasihan pada kamu Yunda," Kata ibu Ida menggeleng dan kembali tersenyum miring.


Bola mata Yunda melotot, ia mencengangkram kuat kursi roda miliknya, hatinya semangkin bertambah sakit berlipat ganda saat mendengar 1 kenyataan yang tak bisa ia terima sedari dulu lagi. Dan kini di keluarkan dari mulut wanita yang tidak bisa ia gantikan di hati suaminya.


"Ibu," terdengar suara Vano memanggil nama ibunya. Ia baru saja turun dari mobil, laki-laki itu terlihat sangat kurus dan sedikit berantakan. Tapi tidak mengurangi pesonanya sedikitpun.

__ADS_1


Yunda dan Ida sama-sama melihat ke arah sumber suara.


"Vano. Kau sudah tiba nak?" Tanya ibu Ida tersenyum manis pada putranya.


"Iya, Bu" jawab Vano melihat ke arah Yunda yang menatapnya penuh kebencian.


"Untuk apa anda datang kemari?" Tanya Vano pada wanita yang ia ketahui adalah ibu dari adiknya.


"Pergi dari sini! Bawa ibumu pergi!" Kata Yunda, napas wanita itu sudah mulai tak beraturan.


"Kenapa kami harus pergi dari sini?" Tanya Vano sama seperti ibunya yang terlihat sangat tenang.


"Aku tau kau pasti akan datang pada Papi Adam, dan meminta hakmu! yang sebenarnya kau sama sekali tidak mempunyai hak apa-apa atas harta suamiku!!"


Vano mengangkat satu alis saat mendengar ucapan Yunda. "Jadi karena harta suami anda, yang mengantarkan anda datang kemari?" Tanya Vano tersenyum.


Yunda semangkin di buat emosi melihat ketenangan kedua ibu dan anak itu.


"Tapi mohon maaf nyonya Yunda yang terhormat, saya tidak tertarik sedikitpun dengan harta yang suami anda miliki itu. Asal anda tau, saya tidak kekurangan harta, dan kemewahan sedikitpun, jadi saya tidak membutuhkan harta suami anda yang terhormat nyonya Yunda," lanjut Vano membalas keangkuhan Yunda.

__ADS_1


Membuat wanita paruh baya itu seperti ingin meledak mendengar ucapan sombong anak muda di depannya.


Apa yang di katakan Vano itu benar, dia tidak tertarik sedikitpun dengan harta kekayaan yang di miliki Ayahnya. Karena kehidupannya juga sudah mewah sedari ia kecil, dan laki-laki 32 tahun itu juga mampu meraih kejayaan sendiri dengan segudang prestasi yang dia miliki. Karena Vano adalah seorang laki-laki yang rajin dan sangat cerdas di bidang apapun.


__ADS_2