Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Hanya ingin dicintai.


__ADS_3

Vano dan Icha akhirnya pergi dari Villa Adam setelah menunggu Frey mandi dan bersiap-siap tadi.


Icha menyerjit saat mobil yang di kenderai Vano tidak mengarah ke rumah Mamahnya. Karena gadis itu juga pernah mampir dulu saat Vano menjemputnya di kampus dan laki-laki itu berhenti sebentar di rumahnya yang Icha perkirakan adalah rumah Vano waktu itu.


Tapi sekarang kenapa mobilnya berjalan tidak mengarah ke rumah itu lagi?. Pikir Icha.


"Kita mau kemana kak?" Tanya Icha penasaran.


"Kerumah ibuku," singkat Vano.


"Ibu? Bukannya kak Vano memanggil ibu kakak dengan sebutan Mamah ya?" Icha semangkin kepo.


"Apa kau bisa diam saja dan duduk manis tanpa banyak bertanya lagi?" Jawab Vano kesal pada gadis yang terus bertanya itu.


Tiba-tiba saja ada sebuah mobil memotong jalannya.


KIKKKK


Vano mengerem mendadak mobilnya. "Kalian tidan apa?" Tanya Icha kepada Arkan dan Frey yang berada di kursi penumpang.


"Tidak Mom cantik," Frey.

__ADS_1


"Tidak tante cantik" Arkan.


Kedua bocah itu serentak menjawab Icha.


"Syukurlah."


Laki-laki yang memotong mobil Vano, turun dari mobilnya dengan wajah yang sangat marah.


Laki-laki itu langsung membuka pintu mobil yang berada Icha di dalam.


Saat pintu terbuka, pria yang biasa di sapa Enal itu langsung menarik kasar tangan Icha keluar dari mobil.


"Kemari kau!!" Geram Enal mendorong tubuh Icha ke mobil saat wanita itu sudah berada di luar.


BUK!


Vano membogem wajah Enal yang dia ketahui calon mantan suami Icha yang tak hadir di hari pernikahannya hari itu.


"Sial!" Enal ingin meninju Vano. Tapi pria itu mengelak.


"Berani kau memukulku cih!!" Enal bertambah marah pada Vano yang membuat bibirnya pecah.

__ADS_1


"Itu karena anda tidak punya sopan santun. Anda sudah menghalangi jalan saya, anda bukannya meminta maaf, tapi anda bertambah kurang ajar malah menyakiti istri saya lagi!"


"Hanya bekerja sebagai karyawan biasa, kau sudah berani melawan ku!! Kau tidak tau apa yang wanita ini lakukan padaku!!" Enal menunjuk Icha dengan amarah.


"Emang apa yang aku lakukan padamu?" Tanya Icha menyorot laki-laki itu.


Rahang laki-laki itu semangkin mengeras. "Kau akan menyesal! Aku peringatkan padamu, kau akan menyesal karena sudah bermain-main dengan ku!" Kata pria itu pergi dari hadapan Vano dan Icha.


Vano melihat kearah gadis di sebelahnya. "Apa yang sudah kau lakukan padanya Icha?" Tanya Vano menatap curiga wanita itu.


"Aku tidak melakukan apa pun," elak Icha terlihat tenang.


"Tante tidak apa-apa?" Tanya Arkan yang keluar dari mobil.


Gadis itu tersenyum, "Tidak, tante baik-baik saja." mengusap pucuk kepala bocah itu.


Mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Tapi kali ini sudah sangat jauh berbeda, Icha tak terlihat bahagia lagi seperti tadi. Wajah wanita itu tampak banyak diam.


Tak ada yang tau jika diamnya wanita itu karena dia sedang menahan sakit. Icha melihat keluar jendela mobil untuk menutupi air matanya dari Vano, karena wanita itu sedang menangis.


Andaikan saja aku bisa membeli cintamu, aku ingin membeli cintamu untukku, berapa pun harganya... Aku tidak tau kapan aku akan pergi, tapi aku sangat berharap, sebelum waktu itu tiba aku hanya ingin mendengar kau mengatakan. 'Aku mencintaimu'. Batin Icha menangis dalam diam.

__ADS_1


Vano menoleh pada Icha yang melihat keluar jendela. Ia berpikir, apa sebenarnya yang terjadi antara gadis itu dengan mantan tunangannya. Kenapa laki-laki itu tadi terlihat sangat marah.


__ADS_2