Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Pertanyaan Icha.


__ADS_3

"Mom cantik, apa bersih ya makanan dipinggir jalan kayak gini?" Tanya Frey melihat ice cream ditangannya sambil memakannya, karena tadi mereka membeli ice cream itu dari penjual di pinggir jalan.


"Tentu saja, tante bahkan sering makan bareng anak-anak dipinggir jalan loh, belinya juga dipinggir jalan," jawab Icha santai.


Tentu saja Vano tak percaya dengan ucapan gadis itu. Karena berpikir mana mungkin gadis semanja Icha mau memakan makanan pinggir jalan.


"Apa tante cantik masih punya ibu?" Tanya Arkan tiba-tiba.


Wajah gadis itu berubah sedih. Karena ia sama sekali tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu.


Menarik nafas dalam. Dan tersenyum manis pada Arkan, "Tidak, tante cantik bahkan tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang dari seorang ibu. Kata Daddy, Mommy pergi setelah dia melahirkan tante cantik," jawab Icha.


"Mom cantik sedih dong?" Sahut Frey.


"Tentu saja tidak, Mom cantik mempunyai seorang Daddy yang super gagah, hebat dan tidak ada tandingannya. Daddy selalu mencintai dan menyayangi Mom cantik di setiap saat. Maka itu, kalian beruntung, karena masih punya ibu," kata Icha tanpa memudar senyumannya.


Vano melihat kewajah istrinya saat mendengar perkataan gadis itu.


"Tapi ibu tidak sayang sama Frey... Ibu tidak mau Frey tidur dikamar ibu. Beda sama tante Dara yang sering menemani Frey tidur, terkadang juga Frey tidur di kamar tante Dara saja,"


Hati Vano terenyuh mendengar perkataan putranya. Anim benar-benar keterlaluan. Batinnya.


Icha mensejajarkan dirinnya pada Frey. "Sekarangkan ada Mom cantik yang sayang sama kamu? Kalau kamu mau tinggal sama Mom cantik juga nggak apa-apa kok. Tidur sama Mom cantik setiap malam juga nggak masalah" Kata Icha mencubit pipi anak itu.


Vano semangkin menatap intens wajah imut gadis 19 tahun itu. Karena dari nadanya gadis itu tidak sedang bercanda.

__ADS_1


Frey tersenyum lebar, ia mengira jika Icha hanya bercanda dengan ucapannya. Tapi anak kecil itu tau dan bisa merasakan ketulusan gadis itu, yang tak hanya di buat-buat.


Vano merasa aneh pada Icha yang tak bertanya padanya kapan dia menikah, dan kenapa dia bisa punya anak.


,,,


Malam hari di Mension tuan Abimanyu. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


Vano melihat heran untuk yang kesekian kalinya pada gadis yang dia nikahi itu, karena selama beberapa hari mereka sudah menikah, setiap jam 9 malam. Gadis itu pasti sudah berbaring di atas ranjang. Sangat berbeda dengan gadis-gadis pada umumnya.


Sebenarnya Vano tak ingin tinggal di rumah tuan Abimanyu. Tapi Icha merengek dan memaksanya untuk tinggal disana.


Vano duduk disofa dengan tab yang menyibukkan jari-jarinya. Karena ia belum menyiapkan beberapa pekerjaannya di kantor tadi.


"Hm," Vano hanya berdehem.


"Kalau misal kak Vano di berikan kesempatan hidup hanya sebentar, apa yang paling ingin kak Vano lakukan?" Gadis itu bertanya tanpa membuka kedua bola matanya.


Jari-jari Vano berhenti sejenak. Kemudian kembali meneruskan pekerjaannya.


"Untuk apa bertanya sesuatu yang tidak penting," jawab Vano.


"Dijawab kek!"


"Apa itu penting?" Vano mengangkat pandangannya melihat Icha.

__ADS_1


"Penting dong, bagi orang yang hanya memiliki waktu hidup terbatas."


Vano tak menanggapi Icha lagi. Karena ia berpikir tak ada gunanya.


"Kak Vano tidak ingin bertanya padaku soalan yang sama?" Tanya Icha.


"Tidak." Jawab Vano mantap.


"Baiklah, aku yang akan kasih tau sama kak Vano"


"Kalau aku yang berada di posisi orang seperti itu, aku hanya ingin mendengar satu kalimat saja," lanjut Icha menggantung ucapannya.


Vano melihat pada wanita itu, "Apa?" Tanpa sadar dia bertanya karena penasaran.


"Aku hanya ingin mendengar kak Vano mengatakan. Aku mencintaimu Icha... Hanya itu, hahahaha" Jawab Icha tertawa sumbang membuat Vano mendengus.


Vano tak menyadari kelainan dari wajah wanita itu.


,,,


Adam baru pulang dari pekerjaannya. Hari ini dia telat pulang karena dia ada perjalanan keluar kota.


Adam sangat kaget saat melihat kesan luka pada betis istrinya.


"Sayang, betismu kenapa?" Tanya Adam panik bercampur cemas.

__ADS_1


__ADS_2