Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Lelah


__ADS_3

Vano terdiam mendengar ucapan Adam. Dia juga tak tau jika ternyata Anim menyia-nyiakan putranya.


Adam berdiri dari duduknya. "Selesaikan masalahmu sendiri. Tapi ingat, aku tidak akan pernah memberikan Frey padamu. Jika kau belum menemukan ibu yang benar-benar tulus menyayanginya," kata Adam ingin melangkah keluar dari rumah itu.


"Apa kau masih mencintai Anim?" Tanya Vano.


"Aku hanya mencintai satu wanita. Iya itu Dara, istriku. Bagiku, aku hanya mempunyai satu istri." Kembali melanjutkan langkah kakinya keluar menuju mobilnya menunggu istrinya diluar.


Dikamar.


Ibu Ida menggenggam tangan putrinya. "Maafkan ibu, karena ibu tidak pernah menceritakan semua ini pada kalian berdua," merasa bersalah.


Dara tersenyum dan memeluk ibunya, "Tidak Bu, ibu punya alasan kenapa ibu melakukan itu,"


"Vano adalah kakakmu nak. Ibu berharap setelah ini, kalian bisa menjadi sodara yang akrab. Meski kalian tidak satu Ayah, tapi kalian bertiga lahir dari rahim ibu. Ibu ingin melihat anak-anak ibu akur... Vano juga sangat menyayangi ibu, hanya kakakmu saja yang entah kemana setelah mendapat uang dan menikah dengan seorang pengusaha, dia tidak pernah lagi datang menjenguk ibu disini," kata ibu Ida mengingat Ririn yang tak pernah lagi mengunjunginya setelah wanita itu menikah.


"Nanti Dara akan mencoba untuk mencari keberadaan kak Ririn Bu. Ibu jangan bersedih ya, Dara janji akan membawa kak Ririn menemui ibu nanti,"


"Iya nak, terima kasih" ibu Ririn kembali menjatuhkan air matanya.

__ADS_1


"Bu, Dara pamit pulang dulu ya Bu, kasihan Arkan dirumah, dia pasti sedang menunggu kami," pamit Dara mengusap air mata ibunya.


"Iya. Pergilah, hati-hati dijalan ya nak,"


"Iya Bu. Ibu jangan menangis lagi ya, nanti ibu bisa sakit loh," ucap Dara di angguki oleh ibunya. Ia mencium punggung tangan ibunya kemudian dia keluar dari kamar.


Diluar Dara berpapasan dengan Vano.


"Mana Mas Adam?" Tanya Dara merasa canggung pada Vano. Dia juga bingung ingin memanggil laki-laki itu dengan panggilan apa.


Vano tersenyum lembut. Dia tau apa yang berada dipikiran wanita itu, "Panggil kakak saja. Suamimu ada diluar, mungkin dia sedang menunggumu," jawab Vano.


"Ya, pergilah." Vano kembali menepuk lembut kepala Dara.


Dara tersenyum dan keluar dari rumah ibunya.


Setelah kepergian mereka. Vano kembali kedalam kamar menemui ibunya. Dia juga bahkan menginap menemani ibunya malam itu dirumah peninggalan Ayaj Dara dan Ririn.


,,,

__ADS_1


Saat tiba di Villa. Arkan sedang bermain-main dengan Frey dikamar Frey.


Adam menghampiri mereka dan memeluk mereka berdua. Adam bertanya apa mereka sudah makan, tapi anak-anak itu ternyata belum makan sama sekali.


"Sayang... Aku ingin kau hamil lagi... Arkan juga sudah besar," kata Adam memeluk istrinya.


Posisi saat ini mereka berada di atas kasur, bersiap untuk tidur setelah makan malam bersama Frey dan Arkan. Seperti biasa, Anim juga belum pulang dari pekerjaannya, wanita itu sangat sibuk dengan karirnya.


"Aku belum mau hamil lagi Mas," jawab Dara bermain dengan jari-kari suaminya.


Wajah laki-laki itu berubah datar saat mendengar jawaban Dara. Dara heran karena tak mendengar jawaban dari suaminya.


Ia melihat kewajah suaminya yang datar, "Loh, wajah Mas kenapa lagi?"


"Kau tidak ingin hamil, itu karena kau tidak mencintai aku kan? Jadi kapan-kapan saja kau bisa pergi meninggalkan aku," jawab Adam terdengar marah.


Dara menyerjit, "Kenapa Mas sering berpikiran seperti itu padaku Mas? Padahal sebelum kamu bilang jika kau mencintai aku. Aku itu tidak pernah berpikiran seperti yang kau pikirkan tentang aku,"


"Itu karena aku mencintaimu sayang... Maaf..." Adam meminta maaf pada istrinya.

__ADS_1


"Capek aku Mas, dalam sehari itu kau meminta maaf berkali-kali, tapi berkali-kali kau juga terus mengulangi kesalahan yang sama, sering menuduhku yang nggak-nggak. Mas Adam juga mengikatku dalam rumah ini, Aku lelah Mas, hanya kau yang ingin di mengerti, tapi kau tidak mau mengerti dengan perasaanku!" ujar Dara mengeluarkan unek-uneknya.


__ADS_2